Wali Murid di Dumai Keluhkan Guru Minta Hadiah

Wali Murid di Dumai Keluhkan Guru Minta Hadiah

Peringatan Hari Guru Nasional atau disebut juga sebagai HUT PGRI tahun 2017 di Kota

Dumai menyisakan cerita yang harus menjadi evaluasi bagi pemerintah terutama Dinas Pendidikan.

Peringatan yuang jatuh pada tanggal 25 November 2017 ini masih terus digunjing hingga hari ini Minggu (26/11/2017). Pasalnya sejumlah wali murid mengeluh adanya kewajiban untuk membawa hadiah yang diminta sejumlah guru.

Jimmmy, salah seorang wali murid kepada awak media membeberkan bahwa ketiga

anaknya diharuskan membawa hadiah, meski tidak dipatokkan jenis dan harga untuk dibawa pada peringatan hari guru.

“Anak saya tiga yang masih sekolah, semua mengaku harus membawa hadiah sesuai arahan gurunya. Hal ini tentu saja memberatkan saya, karena hadiah untuk dibawa ketiga anak saya mesti disiapkan,” ujarnya.

Ayah dari empat orang anak ini menambahkan, meski tidak dipatokkan jenis dan harga

hadiah yang harus dibawa namun untuk orang tua yang memiliki anak lebih dari satu tentunya cukup memberatkan.

Hal ini mendapat tanggapan dari Pendiri Forum Silaturahmi Guru Bantu Provinsi (FSGBP) Riau, Erwin Rodimart Siatompul, menurutnya hal semacam ini perlu menjadi evaluasi bagi Dinas Pendidikan.

“Ditengah morat-maritnya ekonomi saat ini jangan ada hal apapun yang membebankan wali murid. Dinas Pendidikan harus menginteruksikan kepada seluruh guru dan sekolah untuk menghindari hal seperti ini terjadi lagi,” ujar Erwin.

Erwin juga meminta kepada wali murid untuk tidak memenuhi permintaan guru jika memang bukan menjadi keharusan dan kebijakan dari sekolah atau pemerintah.

Sumber :

http://ahmadali.wagomu.id/e107259.html