Waktu-waktu sholat fardhu

Waktu-waktu sholat fardhu

Waktu-waktu sholat fardhu

Waktu-waktu sholat fardhu
Waktu-waktu sholat fardhu

waktu sholat rawatib

Sholat merupakan rukun islam yang kedua, dalam islam setiap ibadah sudah diatur sedemikian rupa secara syariat tak terkecuali ibadah sholat, dimana waktu-waktu untuk mengerjakannya telah diatur sebagaimana penjabaran dibawah ini.

Definisi waktu dalam ibadah menurut Imam Jalaluddin al-Mahalli dalam Jam’ul Jawami’

وَالْوَقْتُ…الزَّمَانُ الْمُقَدَّرُ لَهُ شَرْعًا مُطْلَقًا

“Waktu … ialah masa yang telah ditentukan untuk pelaksanaan ibadah menurut syariah secara mutlak.”

Waktu ada kalanya bersifat muwassa’ (leluasa) seperti ibadah haji, artinya meski kita sudah mampu melakukan ibadah haji namun tidak mesti tahun ini kita harus berangkat, ada juga yang waktunya mudlayyaq (sempit) seperti pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Sedangkan ibadah shalat mempunyai dua sudut pandang waktu, yaitu leluasa hingga masa yang hanya cukup untuk menyelesaikan ibadah shalat tersebut. Dalam masa ini waktu shalat menjadi mudlayyaq (sempit).
Shalat fardhu yang mempunyai jumlah lima waktu telah ditentukan secara syariat. Ada permulaan, di mana ibadah shalat menjadi tidak sah apabila dijalankan sebelum masuk permulaan waktu sholat, dan juga ada batasan akhir dalam mengerjakan ibadah sholat, di mana shalat harus dilaksanakan sebelum sampai batas akhir waktunya. Hal ini sesuai dengan Surat An-Nisa ayat 103:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Waktu-waktu Sholat fardhu menurut Syar’i :

1.Shalat Shubuh

Awal waktu untuk mengerjakan ibadah shalat shubuh yaitu terbitnya fajar sidiq sampai terbitnya matahari. Sebagaimana keterangan dalam hadits riwayat Muslim No. 612:

قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: وقت صلاة الصبح من طلوع الفجر ما لم تطلع الشمس

“Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Waktu shalat shubuh adalah sejak terbitnya fajar hingga terbitnya matahari.”

2.Shalat Dluhur

Waktu untuk mengerjakah Shalat dluhur dimulai sejak tergelincirnya matahari di ufuk barat hingga masuknya waktu sholat ashar. Hal ini digambarkan dalam hadits riwayat Muslim no. 612:

أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال: “وقت الظهر إذ زالت الشمس، ….. ما لم يحضر العصر

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Waktu dluhur ialah ketika matahari tergelincir, … sampai datangnya waktu ashar.”

3.Shalat Ashar

Waktu mengerjakan ibadah shalat ashar yaitu dimulai sejak bayangan benda sama panjangnya dengan benda tersebut sampai terbenamnya matahari. Sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Bukhari No. 554:

…..ومن أدرك ركعة من العصر قبل أن تغرب الشمس فقد أدرك العصر

“ …Barang siapa mendapati satu rakaat shalat ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapati waktu ashar.”

4.Shalat Maghrib

Waktu untuk mengerjakan ibadah shalat maghrib yaitu dimulai sejak terbenamnya matahari sampai hilangnya awan berwarna merah dari cakrawala. Sebagaimana keterangan dalam hadits riwayat Imam Muslim no. 612:

وقت المغرب ما لم يغب الشفق

“Waktu maghrib berakhir hingga hilangnya awan merah dari cakrawala.”

5.Shalat Isya

Waktu mengerjakan ibadah shalat isya’ yaitu dimulai sejak selesainya waktu maghrib hingga terbitnya waktu fajar sebagai pertanda waktu masuknya sholat shubuh.

Baca Juga: