Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi

Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi

Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi
Waduh! Jakarta Diperkirakan Mengalami Kekurangan Guru di 2022, e-Learning Jadi Solusi

Ibu Kota Jakarta diperkirakan akan mengalami kekurangan tenaga pengajar pada 2022

. Pasalnya, sekira 2.500 guru di DKI Jakarta pensiun setiap tahun. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Ardianto, Rabu (30/8/2017).

“Rata-rata pensiun setiap tahunnya 2.500 orang. Saya sudah hitung, pada 2022 DKI Jakarta bisa krisis guru,” kata Sopan di Jakarta.

Demi mengatasi hal tersebut, ia mengatakan perlu adanya terobosan dan inovasi baru untuk mencegah kekurangan tenaga pendidik di DKI Jakarta.

Sopan berpendapat mengatasi kurangnya guru di DKI Jakarta tidak hanya

dengan menambah jumlah guru baru, melainkan dengan mengubah konsep yang sesuai perkembangan teknologi masa depan.

“Apakah tetap menggunakan konsep-konsep lama bahwa sekolah harus ada guru, atau seperti pendidikan dari jarak jauh, e-learning,” ungkapnya.

Namun, Sopan mengakui hingga kini dirinya belum bisa memberi gambaran mengenai solusi terkait masalah kekurangan guru yang akan datang. Sebab, kata dia, pihaknya masih menunggu pergantian jabatan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 dalam waktu dekat.

Konsep pendidikan yang beralih pada e-learning juga pernah dikatakan oleh Menteri Riset,

Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. Ia mengatakan, sistem perkuliahan e-learning yang dimulai dari perpustakaan akan lebih banyak menyediakan referensi literasi berbasis digital.

Ia meramalkan, masa depan sistem pendidikan akan berorientasi tanpa penggunaan kertas. Perkembangan perguruan tinggi di masa mendatang, lanjut dia, juga tak lagi mengandalkan gedung-gedung sebagai pusat kegiatan perkuliahan. Melainkan berubah menjadi basis teknologi informasi.

“Mimpi perguruan tinggi tidak seperti ini, ke depan pasti jadi classroomless, borderless, sudah berbasis teknologi informasi. Dengan begitu maka ruang kelas jadi tidak penting lagi,” kata Nasir

 

Baca Juga :Baca Juga :