Tulang Berdasarkan Jaringan Penyusunnya

Tulang Berdasarkan Jaringan Penyusunnya

Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dibedakan atas tulang keras dan tulang rawan.

  1. Tulang keras

Jika dilhat dari namanya, maka tulang keras mempunyai definisi yakni tulang yang bersifat padat dan keras karena terbentuk dari 70 persen zat anorganik, terutama zat kalsium fosfat, dan juga terbentuk dari 30 persen zat organik yang berwujud serabut tebal dan padat yang kemudian saling menjalin keterkaitan (serabut kolagen). Ciri-ciri paling utama tulang keras yakni terdapatnya sel osteosit yang berfungsi dalam membantu proses pembentukan matrik tulang. Pada tulang keras terdiri dari tulang kompak dan juga tulang spongiosa. Perbedaan yang dimiliki keduanya terletak pada susunan matriknya, yakni pada tulang kompak memiliki matrik yang tersusun dengan padat, sedangkan pada tulang spongia matriknya tersusun dalam bentuk berongga-rongga.

  1. Tulang Rawan

Pada tulang rawan tidak ada kandungan zat kristal kalsium fosfat dengan alasan karena tidak mempunyai sel osteosit. Sel sebagai penyusun tulang rawan biasanya disebut dengan sel kondrosit. Jika dilihat dari segi ada tidaknya serabut, maka tulang rawan bisa dibedakan lagi menjadi beberapa tulang penyusunnya yang terdiri dari tulang rawan hialin (tidak mempunyai serabut), tulang rawan elastis (mempunyai kandungan serabut elastis), dan juga tulang fibrosa (mempunyai kandungan serabut kolagen).

Rangka digolongkan menjadi tiga kelompok tulang, yaitu :

  1. Rangka aksial

Pada rangka aksial terdiri dari beberapa bagian yakni  sebagai berikut seperti tulang belakang (kolumna vertebrata), tulang tengkorak, dan juga kerangka toraks (terdiri dari tulang dada dan tulang iga/rusuk).

  1. Rangka apendikular

terdiri dari 126 buah tulang yang akan menyusun bagian dari tulang-tulang anggota gerak atas (seperti halnya tulang lengan atas, tulang lengan bawah, dan juga tulang bahu), bagian dari tulang-tulang anggota gerak bawah (seperti halnya tulang pinggul, tulang duduk, tulang usus, dan juga tulang kemaluan), bagian dari gelang bawah (seperti halnya tulang selangka dan juga belikat), bagian dari gelang panggung (seperti halnya 2 buah tulang pinggul kanan dan kiri, tulang duduk, serta 2 buah tulang kemaluan).

  1. Persendian (artikulasi)

Persendian (artikulasi) merupakan hubungan yang terjadi pada dua buah tulang atau mungkin bisa lebih. Persendian dikategorikan menjadi beberapa sendi yakni sebagai berikut seperti sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, dan juga terakhir sendi geser.

Dapat diambil kesimpulan bahwa sistem rangka manusia tersusun atas berbagai macam tulang yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain menjadi satu kesatuan dengan fungsi dan peran masing-masing sehingga dapat membentuk sistem gerak pada tubuh manusia. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai sistem gerak manusia. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/