Tujuan dan Fungsi Hukum

Tujuan dan Fungsi Hukum

Tujuan dan Fungsi Hukum

Tujuan dan Fungsi Hukum
Tujuan dan Fungsi Hukum

Hukum dibuat untuk mengatur perilaku manusia. Oleh karena itu, hukum dalam masyarakat memiliki tujuan, yaitu:

  • Mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada masyarakat;
  • Menciptakan pergaulan hidup antar anggota masyarakat;
  • Mengatur kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada masyarakat;
  • Memberi petunjuk dalam pergaulan masyarakat.

J.P. Glastra Van Loan

mengemukakan bahwa hukum mempunyai fungsi yang sangat penting. Fungsi hukum menurut J.P Glastra Van Loan adalah:

  • Menertibkan masyarakat dan pergaulan masyarakat;
  • Menyelesaikan pertikaian;
  • Memelihara dan mempertahankan tata tertib dan aturan, jika perlu, dengan kekerasan;
  • Mengubah tata tertib dan aturan-aturan dalam rangka penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat;
  • Memenuhi tuntutan dan kepastian hukum dengan merealisasikan fungsi hukum sebagaimana disebutkan di atas.

Selain J.P. Glastra Van Loan, Aristoteles, dan Utrecht

menyampaikan pendapat tentang fungsi hukum dasar, yaitu sebagai berikut:

  • Aristoteles mengatakan bahwa tujuan hukum adalah terwujudnya keadilan.
  • E.Utrecht berpendapat bahwa hukum bertujuan untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat.

Dengan demikian, hukum dalam masyarakat bertujuan

  • Agar tercipta ketertiban dalam pergaulan masyarakat;
  • Menyelesaikan setiap perselisihan yang terjadi dalam masyarakat, baik karena faktor perbedaan kepentingan maupun karena faktor lain.

Di samping itu, hukum juga bertujuan

  • Melindungi hak-hak manusia agar tidak terjadi pelanggaran hak orang lain.
  • Menciptakan hubungan yang selaras, serasi, dan seimbang antara berbagai kepentingan individu dan kepentingan umum.

Prinsip-Prinsip Hukum

Norma hukum memiliki sifat mengikat dan tegas berlaku secara lebih luas jangkauannya dibandingkan dengan norma-norma lainnya. Ada tiga prinsip hukum yang harus dijadikan pegangan oleh setiap warga negara.

  • Supermasi hukum (kekuasaan tertinggi) pada aturan-aturan hukum, artinya tidak ada kekuasaan yang lebih tinngi dari pada hukum, tidak ada kekuasaan sewenang-wenang, dan setiap orang hanya boleh dihukum apabila melanggar hukum.
  • Kedudukan yang sama dalam menghadapi hukum, baik pejabat maupun rakyat biasa. Artinya, siapa pun orangnya mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum, tanpa memandang keddudukan, pangkat, jabatan, status sosial, agama, dan golongan. Semua harus tunduk dan patuh terhadap hukum.
  • Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang serta oleh keputusan-keputusan pengadilan, artinya hak-hak warga negara harus diatur, dijamin, dan dilindungi oleh undang-undang.

Asas Hukum

Asas-asas hukum adalah dasar-dasar yang menjadi yang menjadi sumber pandangan hidup, kesadaran, dan cita-cita hukum dari masyarakat. Thomas Aquino dalam konsepsi mengenai hukum alam membagi asas-asas hukum menjaddi dua jenis, yaitu.

  • Prinsipia prima¬†atau asas-asas umum, yaitu asas-asas yang langsung dimiliki manusia sejak kelahirannya.
  • prinsipia secundaria, yaitu asas-asas yang dijabarkan dari asas-asas umum yang tidak berlaku mutlak dan dapat berubah karena pengaruh ruang dan waktu.

Sumber: https://www.studinews.co.id