Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh

Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh

Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh

Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh
Terlibat Aksi 22 Mei, Puluhan Anak Rayakan Lebaran di Rumah Asuh

Suasana lebaran anak-anak terlibat aksi 22 Mei di Jakarta, diwarnai kehangatan. Walaupun ada anak yang terpaksa berlebaran di rumah asuh rehabilitasi sosial Handayani namun suasana kekeluargaan tetap tercipta, karena mendapat kunjungan orang tua.

Selain itu, mereka pun berlebaran bersama dengan anak-anak dengan berbagai latar belakang masalah lainnya di tempat tersebut. Bahkan, ada pekerja sosial dan orang tua asuh yang sehari-hari mendampingi mereka dalam proses rehabilitasi sosial yang juga menemani para anak merayakan Lebaran.

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Handayani Jakarta, Neneng Heryani, mengatakan, suasana Lebaran para anak ini penuh kehangatan. Semuanya itu diversi, diperbolehkan ada yang kembali ke orang tua.

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Kemudian yang masih menjalani rehabilitasi sosial satu bulan diberi cuti 4-8 Juni 2019, kemudian 9 Juni 2019 kembali lagi untuk direhabilitasi. Untuk yang lainnya, rehabilitasi enam bulan, merayakan lebaran di balai.

“Bagi yang berlebaran di kita bersama-sama dengan anak-anak lainnya, bersama petugas kita juga

. Keluarga juga diperbolehkan menengok,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/6/2019).

Neneng mengungkapkan, tentu dalam suasana kebatinan mereka ingin pulang. Memang ada yang diperbolehkan pulang atau dicutikan sesuai dengan perizinan dari Polda dan Polres Jakarta Barat.

“Berlebaran di balai atau rumah asuh ini layaknya seperti berlebaran di rumah sendiri. Mereka juga makan ketupat, takbiran dan Solat Ied bersama. Orang tua juga boleh menengok,” ungkap Neneng.

Sebelumnya, ada 53 anak terlibat aksi 22 Mei yang ricuh di Jakarta. Dari jumlah itu,

dalam suasana lebaran, anak yang masih direhabilitasi selama 1 dan 6 bulan ada 37 anak. Dari jumlah itu, 22 anak di antaranya dicutikan dari 4 sampai 8 juni 2019. Kemudian, anak yang sudah dipulangkan ke orang tuanya ada 16 anak.

Bagi anak yang berlebaran di luar balai, orang tua diberi tanggungjawab untuk menjaga anak sehingga bisa kembali sesuai waktu yang ditetapkan.

Neneng menyebut, pihak balai di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemsos) ini tetap berpandangan bahwa para anak ini adalah korban. Keluarga adalah tempat terbaik untuk anak.

Oleh sebab itu, dalam proses rehabilitasi pun, rekam jejak anak dipantau untuk dievaluasi karena anak-anak tersebut masih bersekolah. Kebutuhan pendidikan pun tetap diutamakan bagi mereka.

Dalam proses rehabilitasi sosial, anak sebagai korban ini dan didampingi untuk diberi terapi psikososial,

pendalaman nilai agama, kebangsaan dan Pancasila.

 

Baca Juga :