Teknik Pengumpulan Data Adalah

Teknik Pengumpulan Data Adalah

teknik pengumpulan data

rumusguru.com – Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk bisa mengetahui sebuah perusahaan atau sejenisnya, metode-metode tersebut ada wawancara, observasi, kuesioner, pengumpulan data dan lain sebagainya.

Kali ini kita akan membahas tentang metode atau teknik pengumpulan data yang anda butuhkan ketika anda akan mengaudit atau mencari lebih dalam sebuah isi manajemen di sebuah perusahaan atau sejenismya.

Teknik Pengumpulan Data Adalah ?

Teknik pengumpulan data adalah teknik atau metode yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data tentang masalah penelitian yang sedang mereka lakukan.

Prosedur ini sangat penting agar data yang diperoleh dalam suatu penelitian adalah data yang valid, sehingga kesimpulan yang valid juga bisa diambil. Sebelum mengumpulkan data, peneliti biasanya memiliki dugaan. Hipotesis itu sendiri adalah anggapan dari kesimpulan awal tentang sesuatu yang akan diperiksa.

Teknik ini kemudian secara empiris ditunjukkan oleh peneliti sendiri dalam penelitiannya. Untuk membuktikan apakah hipotesis peneliti adalah pengumpulan data dengan cara yang benar atau tidak.

Teknik pengumpulan data pada umumnya ditentukan oleh beberapa variabel pencarian. Ketika semua data telah dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah memproses data tersebut. Oleh karena itu, data yang dikumpulkan tidak memiliki arti dan tidak berguna jika tidak ada pemrosesan yang dilakukan.

Jenis-jenis Data

1. Data Menurut Sumbernya

Data Menurut Sumbernya dalah bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan sumbernya. Untuk tipe data ini, data dibagi menjadi dua bagian. Yaitu data internal dan data eksternal. Apa yang Anda maksud dengan dua jenis data ini? Berikut penjelasannya.

  • Data Internal

Data internal adalah data yang menggambarkan suatu kegiatan atau situasi yang terjadi di suatu institusi atau perusahaan dari lokasi penelitian.

  • Data Eksternal

Sementara data eksternal merupakan data yang menggambarkan suatu kegiatan atau situasi yang terjadi di luar lembaga atau institusi di mana penelitian dilakukan.

2. Data Menurut Waktu Pengumpulan

Data Menurut Waktu Pengumpulan mirip dengan beberapa tipe data di atas, tipe data ini dibagi menjadi dua bagian, berikut penjelasannya.

  • Insidentil

Data Insidentil atau disebut juga data acak adalah data yang menggambarkan suatu peristiwa atau kejadian yang hanya direkam pada satu waktu.

  • Data Berkala

Data Berkala juga disebut data periodik. Data ini berarti data yang menggambarkan perkembangan suatu peristiwa atau kegiatan. Data ini diperoleh dengan mengumpulkan data dari waktu ke waktu.

3. Data Menurut Sifatnya

Jenis data ketiga ini adalah data yang diperoleh menurut sifatnya. Untuk tipe data ini dibagi menjadi dua, berikut penjelasannya.

  • Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari penelitian dalam bentuk angka.

  • Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang diperoleh dari penelitian yang bukan dalam bentuk angka.

4. Data Dari Cara Memperolehnya

Berikutnya yaiu Data Dari Cara Memperolehnya, untuk tipe data ini, dibagi menjadi 2 bagian, berikut penjelasannya.

  • Data Sekunder

Data sekunder sendiri mengacu pada data yang diperoleh langsung dari peneliti. Contoh data sekunder dapat berupa dokumen atau arsip milik orang atau lembaga yang diteliti oleh peneliti.

  • Data Primer

Data primer adalah data yang diterima peneliti langsung dari subjek atau objek dari penelitian. Contoh dari data ini adalah catatan hasil wawancara.

Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi

Teknik pertama yang bisa Anda lakukan adalah observasi. Untuk alasan ini, teknik ini adalah teknik yang dilakukan dengan secara langsung mengamati situasi atau kondisi topik penelitian.

Karena data hasil pengamatan ini sendiri tidak hanya tergantung pada pengaturan topik penelitian, ada juga berbagai faktor yang harus diperhatikan.

Berbagai jenis teknik dapat digunakan untuk mengatakan bahwa metode pengumpulan data ini cukup kompleks. Ini karena ia berfokus tidak hanya pada satu fenomena, tetapi juga pada banyak fenomena lainnya.

2. Wawancara

Cara kedua dalam teknik pengumpulan data adalah dengan cara wawancara. Teknik ini dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan langsung ke topik penelitian itu sendiri. Untuk tujuan ini, teknologi telah dilakukan secara pribadi di masa lalu.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, wawancara dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat komunikasi seperti email, telepon, Skype dan lainnya. Dengan berbagai teknologi, wawancara tentu saja akan lebih efisien.

3. Studi Literatur

Teknik pengumpulan data yang ketiga adalah pengumpulan data dengan cara studi literatur. Untuk tujuan ini, teknik dilakukan untuk dapat melakukan analisis pada subjek masalah yang peneliti ingin selidiki.

Untuk teknik pengumpulan ini tentu sangat cocok untuk menemukan perpustakaan. Data dalam studi pustaka penelitian berasal dari arsip, buku atau dokumen. Namun tidak berarti bahwa jenis penelitian yang bukan tinjauan pustaka tidak memerlukan literatur.

4. Kuesioner

Teknik terakhir untuk mendapatkan data adalah dengan menggunakan kuesioner. Teknik kuesioner ini adalah teknik pengumpulan data di mana topik penelitian tentang subjek yang akan diperiksa diajukan pertanyaan tertulis.

Untuk alasan ini, akan sangat tepat untuk menggunakan teknik jika peneliti tahu persis variabel yang akan diukur dan keinginan yang diharapkan oleh responden atau subjek tes.

Instrumen Pengumpulan Data

1. Pedoman Untuk Observasi

Pedoman observasi harus ditetapkan sebelum pengumpulan data. Jadi setiap langkah yang Anda ambil bukan kebetulan. Selain itu, fokuslah pada masalah atau peristiwa yang ingin Anda amati. Jika tidak ada pedoman untuk observasi, Anda mungkin bingung jika Anda yakin akan menemukan banyak data di lapangan.

Situasi di lapangan biasanya juga tidak dapat diprediksi. Alih-alih sudah berada di lapangan, Anda bingung tentang data yang telah dimasukkan dan yang tidak boleh dimasukkan.

Anda harus mengantisipasi ini dengan membuat pedoman untuk observasi. Jadi, Anda telah menentukan kriteria untuk data yang terkandung dalam penelitian ini, yang tidak termasuk. Jika nanti Anda menemukan data lain di bidang, Anda bisa memasukkannya di hasil pengumpulan data.

2. Pedoman Untuk Wawancara

Teknik wawancara ini digunakan untuk mendapatkan data, Anda harus terlebih dahulu membuat panduan wawancara. Panduan wawancara ini akan membuat wawancara Anda lebih mudah. Jadi Anda tidak perlu memikirkan pertanyaan apa yang akan diajukan selanjutnya.

Berkenaan dengan pedoman wawancara, Anda dapat merumuskan pedoman secara rinci dan sistematis. Anda juga dapat menyoroti poin-poin di mana Anda diminta untuk membuat wawancara Anda lebih fokus dan tidak terlalu jauh dari topik penelitian. Panduan wawancara ini disebut alat pengumpulan data.

3. Pedoman Untuk Lembar Kuesioner (angket)

Alat pengumpulan data selanjutnya adalah lembar kuesioner. Lembar ini kemudian dibagikan kepada responden sehingga kami mendapatkan data dari hasil distribusi kuesioner. Tetapi sekarang kuesioner tidak hanya dalam bentuk lembar. Kuesioner online juga lebih banyak, lebih luas.

Jika Anda membutuhkan jawaban acak dan cakupan area yang tidak terbatas, Anda dapat mengisi kuesioner online. Namun, jika Anda fokus pada topik penelitian tertentu, Anda dapat terus menggunakan lembar kuesioner dan mengirimkannya ke topik yang diinginkan.

Contoh Dari Teknik Pengumpulan Data

1. Hasil Catatan atau Observasi Lapangan

Selama proses pengumpulan data, seorang peneliti biasanya memiliki catatan sendiri. Catatan ini berisi informasi tentang apa yang telah dicapai selama proses observasi, wawancara, kuesioner dan studi literatur. Buatlah catatan selama penelitian Anda sehingga Anda tidak lupa informasi penting yang Anda terima selama penelitian.

2. Lembaran Hasil Angket

Setelah mencatat di lapangan, data diterima dalam bentuk jawaban dari responden yang dimasukkan dalam kuesioner. Jawaban responden dalam kuesioner disebut sebagai data penelitian.

3. Rekaman hasil wawancara

Para peneliti biasanya menggunakan bantuan alat perekam untuk melakukan wawancara. Para peneliti biasanya hanya mencatat poin-poin utama dari layanan mereka, tetapi informasi umum dari wawancara diarsipkan dalam rekaman.

Catatan wawancara ini digunakan untuk mengingatkan peneliti informasi apa yang diperoleh selama wawancara. Memori manusia terbatas, jadi perekam ini digunakan untuk mengantisipasi kesalahan data.

Demikianlah artikel tentang Teknik Pengumpulan Data ini, Perlu dicatat bahwa teknik pengumpulan data dan instrumen pengumpulan data tersebut saling terkait, Semoga bermanfaat terimakasih.

sumber : https://rumusguru.com/contoh-soal-psikotes/