Tahukah Anda, Bagaimana Penggunaan Ponsel di Korea Utara

Tahukah Anda, Bagaimana Penggunaan Ponsel di Korea Utara

Tahukah Anda, Bagaimana Penggunaan Ponsel di Korea Utara

Penggunaan Ponsel di Korea Utara – Korea Utara. Negara pimpinan Kim Jong

Un yang terkenal lantaran perseteruannya dengan Korea Selatan ini memang negara yang sangat tertutup. Terlebih dalam hal penggunaan teknologi. Penggunaan teknologi di negara ini sangat dibatasi, termasuk penggunaan ponsel di Korea Utara yang sangat dibatasi. Jika di Indonesia ponsel menjadi barang yang “biasa saja”, maka di Korea Utara ponsel menjadi barang langka. Mencari ponsel di Korea Utara mungkin ibarat mencari jarum di antara tumpukan jerami, karena sangat minimnya jumlah orang yang memilikinya. Hanya orang beruang saja yang memiliki ponsel.

penggunaan ponsel di korea utara
Penggunaan Ponsel di Korea Utara : Satu dari Sepuluh

Di Korea Utara sebenarnya telah terdapat PC dan akses internet yang akhirnya

mendukung munculnya ponsel pintar atau smartphone. Namun penggunaannya masih jarang. Karena minimnya penggunaan ponsel di Korea Utara, maka perbandingan antara yang memiliki ponsel dan tidak memilikinya adalah satu berbanding sepuluh. Artinya, hanya ada satu dari sepuluh orang yang memiliki ponsel. Namun meskipun memiliki ponsel, mereka tidak bisa menelepon ke luar negeri.

Korea Utara memiliki dua operator telekomunikasi, yakni Koryolink dan Byol.

Operator utamanya adalah Koryolink, namun kabarnya, Byol akan segera bergabung dengan Koryolink yang diawasi ketat oleh pemerintah itu. Operator utama Korea Utara, yaitu Koryolink tidak membolehkan adanya panggilan internasional, walau pun banyak penduduk yang tinggal di dekat perbatasan mendapatkan kartu SIM dari anggota keluarga yang kabur dengan menyeberangi perbatasan. Meski pun demikian, pemerintah memberlakukan peraturan yang super ketat terkait hal ini. Siapa pun yang ketahuan memakai kartu SIM dari luar, ia akan ditangkap saat itu juga.

 

Baca Juga :