Tahap Persiapan Pidato

Tahap Persiapan Pidato

 

Tahap Persiapan Pidato
Tahap Persiapan Pidato

dalam tahap persiapan pidato, ada dua hal yang harusdilakukan, yaitu:

1. Memilih Topik dan Tujuan Pidato

2. Mengembangkan Topik Bahasan

Memilih Topik dan Tujuan Pidato

Seringkali seseorang menjadi bingung ketika harus mencari topik yang baik, seakan-akan dunia ini kekeringan bahan pembicaraan, seakan-akan dirinya tidak memiliki keahlian apa-apa. Hal itu sebaiknya tidak menjadikan kebingungan dalam apa yang akan kita sampaikan dalam berpidato , karena sebenarnya setiap orang memiliki keahlian masing-masing,akan tetapi hanya diri seringkali tidak menyadarinya. Pak toni mungkin tidak dapat berbicara tentang hukum waris dengan baik, tetapi pak toni dapat dengan lancar berbicara tentang cara memperbaiki mobil yang rusak. Begitu juga sebaliknya Pak Haji Holis mungkin akan sangat lancar berbicara tentang hukum waris, tetapi buakan berarti ia mahir berbicara tentang bagaimana menperbaiki mobilk yang rusak . Inilah yang disebut dengan keahlian spesifik,Setiap orang punya potensi untuk ahli di bidangnya masing-masing.

Hal yang akan menjadi masalah bagi seseorang ketika harus berpidato adalah jika orang itu memaksakan diri berbicara tentang persoalan yang tidak dikuasainyaataupun hal yang tidak dipahaminya Kriteria Topik yang Baik Untuk menentukan topik yang baik, seseorang dapat menggunakan ukuran-ukuran sebagai berikut diantarnya : Topik hendak di sampaikan hendaknya dapt dikuasai oleh orang yang berpidato Topik yang paling baik adalah topik yang memberikan kemungkinan Anda lebih tahu daripada khalayak yang akan mendengarkan pidato anda atau dengan kata lain Anda lebih ahli dibandingkan dengan kebanyakan pendengar. misalnya Jika Anda merupakan orang yang paling tahu tentang tata cara sholat yang baik dibandingkan dengan orang lain, maka berpidatolah dengan tema atau topik itu sebaliknya jika Anda tidak begitu paham tentangtata cara sholat yang baik, jangan pernah Anda memaksakan diri untuk berbicara tentang masalah itu.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/mukadimah/

Topik Harus Menarik

Minat Pembicara Topik yang menarik minat pembicara tentu saja adalah topik yang paling Anda senangi ( pembicara )atau topik yang paling menyentuh emosi Anda, Misalnya Anda akan dapat berbicara lancar tentang kaitan berpuasa dengan ketentraman hati, sebab Anda pernah merasa tidak tenang ketika pernah tidak berpuasa secara sengajadi bulan ramadhan.

Topik Harus Menarik Minat Pendengar Dalam berpidato,berceramah,berdakwah, seseorang pembicara berbicplara untuk orang lain, bukan untuk dirinya sendiri, Jika tidak ingin ditinggalkan pendengar atau diacuhkan oleh hadirin, Anda harus berbicara tentang sesuatu yang diminati oleh pendengar Walaupun hal-hal yang menarik perhatian itu sangat tergantung pada situasi dan latar belakang khalayak/hadirin namun hal-hal yang bersifat baru dan indah, hal-hal yang menyentuh rasa kemanusiaan, petualangan, konflik,ketegangan, ketidakpastian, hal yang berkaitan dengan keluarga, humor,rahasia, atau hal-hal yang memiliki manfa nyata dan dapt dipetik hikmahnya bagi hadirin adalah topik-topik yang akan menarik perhatian para pendengar Topik Harus Sesuai dengan Pengetahuan Pendengar Betapapun baiknya topik, jika tidak dapat dicerna oleh khalayak, topik itu bukan saja tidak menarik tetapi bahkan akan membingungkan mereka.

Olehkarena itu, sebelum Anda menentukan topik dakwah, ketahuilah terlebih khalayak sasaran pidato Anda, Gunakanlah bahasa, gaya bahasa, dan istilah-istilah yang dimengerti oleh hadirin, bukan istilah-istilah yang hanya dipahami oleh Anda (meskipun istilah itu keren dan ngetren ) Topik Harus Jelas Ruang Lingkup dan Pembatasannya Topik yang baik tidak boleh terlalu luas, sehingga setiap bagian hanyamemperoleh ulasan sekilas saja, atau “ngawur” akan tetapi topic harus jelas dan mengarah pada ruang lingkup pembicaraan Misalnya saja, Anda memilih topik tentang ’’ Agama ‘’ tetapi semua orang tahu bahwa agama itu luas sekali. Agama bisamenyangkut moralitas, sistem kepercayaan, cara beribadah dan lain-lain. Agar topik yang diambil jelas, maka ambilah bagian-bagian tertentu misalnya tentang cara beribadah ataupun agar lebih jelas lagi ambilah topik tentang sholat yang khusu’, hal yang dapat membatalkan sholat dan seterusnya. Topik harus sesuai dengan waktu dan situasi Maksudnya, seseorang harus memilih topik pidato atau topik dakwah yang sesuai dengan waktu yang tersedia dan situasi yang terjadi.