Skedul Distribusi Kas

Skedul Distribusi Kas

Penerapan lebih lanjut dari rencana distribusi kas dapat didistribusikan dengan mengasumsikan bahwa persekutuan Dono, Kasino, Indro dilikuidasi dengan dua tahap. Pada tahap pertama kas sebesar Rp 550.000.000 didistribusikan dan sebesar Rp 250.000.000 pada tahap kedua dan terakhir. Dengan asumsi ini rencana distribusi kas akan digunakan dalam menyiapkan skedul distribusi kas seperti di  bawah ini.

Kas yang didistribusikan pada tahap pertama dialokasikan Rp 500.000.000 untuk kewajiban bukan sekutu dan Rp 20.000.000 untuk membayar kembali pinjaman dari Kasino. Sisa Rp 30.000.000 dibayarkan kepada Kasino untuk mengurangi saldo perkiraan modalnya. Pada distribusi tahap kedua, Kasino mendapat Rp 70.000.000 pertama untuk menyesuaikan perkiraan modalnya dengan Indro. Kemudian Rp 60.000.000 dialokasikan kepada Kasino dan Indro berdasarkan rasio pembagian laba dan rugi 60:40, dan terakhir Rp 120.000.000 dialokasikan kepada Dono, Kasino dan Indro berdasarkan rasio pembagian laba dan rugi 50:30:20. Informasi dari skedul distribusi kas digunakan dengan cara yang sama seperti informasi dari skedul pembayaran aman, yaitu pembayaran kas yang diindikasikan dengan skedul distribusi kas dimasukkan dalam laporan likuidasi persekutuan dan dalam catatan persekutuan sebagai distribusi kas yang benar-benar dilakukan.

Pembuatan rencana distribusi kas lebih banyak memakan waktu dibandingkan pembuatan skedul pembayaran aman. Tetapi seperti yang diperlihatkan disini, rencana distribusi kas memberikan arti yang fleksibel dan efisien untuk menentukan pembayaran yang aman kepada sekutu. Lagipula, rencana distribusi kas memberikan fungsi perencanaan yang sama baiknya dengan fungsi perhitungan.

SEKUTU DAN PERSEKUTUAN YANG TIDAK LIKUID

Untuk sekutu yang tidak likuid aturan yang berlaku untuk mengklaim harta dari sekutu yang :

  1. Jumlah terutang kepada kreditur luar.
  2. Jumlah terutang kepada kreditur persekutuan.
  3. Jumlah terutang kepada sekutu dari kontribusi.

Persekutuan Likuid-Satu atau Lebih Sekutu tidak Likuid

    Dalam likuidasi persekutuan, kreditur persekutuan mendapatkan penggantian atas klaim mereka dari harta persekutuan. Persekutuan harus hati-hati untuk tidsak mendistribusikan harta persekutuan kepada sekutu yang tidak likuid karena kreditur pribadi mereka mengklaim aktiva persekutuan atas ketidaksanggupan sekutu membayar hutangnya. Sebagai ilustrasi Wina, Yoke, dan Zena adalah sekutu dengan pembagian laba 30%,30% dan 40%. Wina tidak likuid secara pribadi, dengan harta pribadi Rp 50.000.000 dan kewajiban pribadi Rp 100.000.000.

sumber :