Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford

Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford

Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford
Selamat! Aktivis Pendidikan Malala Yousafzai Diterima di Oxford

Setelah mengecap pengalaman sebagai advokat hak asasi manusia dan pendidikan,

kini gadis Pakistan Malala Yousafzai akan menempuh pendidikan tingginya di salah satu universitas bergengsi dunia.

Pasalnya, gadis yang peduli akan hak pendidikan di seluruh dunia tersebut telah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Oxford, Inggris.

Melansir dari Time, Jumat (18/8/2017), kabar gembira tersebut diungkapkan Malala melalui cuitan akun twitternya, Kamis 17 Agustus 2017.

“Begitu bersemangat untuk berangkat ke Oxford!! Selamat untuk semua siswa tingkat A,

(ini akan) menjadi tahun tersulit. Doakan yang terbaik untuk ke depannya,” tulisnya.

Cuitan akun twitternya tersebut juga bersamaan dengan screenshot penerimaan ke Oxford jurusan Filosofi, Politik, dan Ekonomi.

Malala sendiri telah malang melintang di dunia pendidikan. Dulu, ketika ia masih berusia 15 tahun, Malala adalah seorang blogger yang hampir dibunuh oleh tentara Taliban ketika Malala sedang gencar berusaha untuk mewujudkan pendidikan anak perempuan di Pakistan.

Kemudian, di tahun 2014, ia menjadi orang termuda yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian

dan sejak itu menjadi simbol perjuangan untuk hak asasi manusia dan pendidikan.

Malala juga menjadi orang termuda yang diberi nama utusan perdamaian oleh PBB pada April lalu. Sementara pada Maret, dilaporkan bahwa Malala telah menerima tawaran bersyarat untuk belajar Filsafat, Politik dan Ekonomi di Lady Margaret Hall Oxford jika dia meraih tiga nilai A.

Seperti diketahui, mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto, yang dibunuh pada 2007, juga belajar di Lady Margaret Hall, Oxford.

Bagi Malala, menyesuaikan antara pendidikannya di perguruan tinggi sekaligus menjadi advokat hak asasi manusia dan pendidikan adalah sebuah tantangan tersendiri.

“Ini menantang. Karena saya mendapatkan pendidikan saya sendiri. Saya harus pergi ke sekolah. Saya harus mengerjakan PR saya. Saya harus ujian. Saya punya guru,” ungkapnya. “Tetapi kemudian, ketika saya pulang dari sekolah, saya memiliki kehidupan lain, di mana saya memiliki banyak hal untuk dilakukan,” tandasnya.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak