Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk
Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

1980 – 1989: Berfokus pada inti

Pada awal tahun 1980-an, Unilever merupakan perusahaan terbesar ke-26.

Minatnya termasuk plastik, kemasan, perkebunan tropis, dan maskapai pelayaran, serta beragam makanan, produk perawatan rumah dan pribadi.

Di awal dekade ini, dengan strategi perubahan yang berani, Unilever memutuskan untuk berfokus pada area produk inti dengan pasar yang kuat dan potensi perkembangan yang sama kuatnya. Rasionalisasi yang diperlukan berujung pada akuisisi besar dan divestasi yang sama besarnya, termasuk penjualan makanan hewan, bisnis pengemasan, pengangkutan, dan peternakan ikan. Tetapi pada tahun 1989 hasil perkembangan bisnis inti sangat besar.

Peristiwa penting

1982

Kue es krim Viennetta diluncurkan pertama kali, diawali di Inggris sebagai sajian khusus Natal.

1983

Semprotan tubuh Axe untuk pria (Lynx di Inggris) diluncurkan pertama kali, diawali di Perancis.

1984

Unilever mengumumkan Strategi Bisnis Intinya dan akuisisi besar serta pelepasan mengikuti selama beberapa dekade.

Brooke Bond diakuisisi dalam pengambilalihan bersengketa yang pertama bagi Unilever.

1985

Unipath meluncurkan alat penguji kehamilan di rumah, Clearblue, yang dijual melalui outlet farmasi di Inggris.

1986

Akuisisi Naarden menggandakan bisnis Unilever dalam wangi-wangian dan perisa makanan. Chesebrough-Pond’s, yang memiliki Pond’s dan Vaseline, diakuisisi di AS.

1987

Dove diluncurkan ulang di Eropa, diawali di Italia.

1989

Calvin Klein dan Elizabeth Arden/Fabergé diakuisisi, sementara es krim Magnum diluncurkan di Jerman.

1990 – 1999: Restrukturisasi dan konsolidasi

Fokus bisnis yang baru terus berlanjut dengan jumlah kategori dikurangi dari lebih 50 menjadi hanya 13 di akhir dekade ini.

Ini termasuk keputusan untuk menjual atau menarik banyak merek dan berkonsentrasi pada merek dengan potensi terbesar.

Restrukturisasi menghasilkan empat area bisnis inti: Perawatan Rumah, Perawatan Pribadi, Makanan, dan Bahan Kimia Khusus. Struktur yang baru dipimpin oleh tim baru, ExCo (Komite Eksekutif) dan termasuk 12 kelompok bisnis, masing-masing bertanggung jawab untuk gabungan area geografis dan produk.

Selain itu, selama dekade ini, Unilever membuat program pertanian berkelanjutan sehubungan dengan tekanan lingkungan dan kepedulian konsumen yang semakin tinggi menyangkut rantai makanan. Prakarsa lain untuk melestarikan sumber daya air dan ikan dari stok berkelanjutan segera dilakukan.

1992

Unilever memasuki Republik Ceko dan Hongaria, serta mendirikan UniRus di Rusia.

1993

Es krim Breyers diakuisisi di AS dan sampo Organics diluncurkan pertama kali di Thailand. Pada tahun 1995, Organics dijual di lebih dari 40 negara.

1994

Pelepasan United Africa Company, perusahaan perdagangan, pembuat bir, dan tekstil besar milik Unilever di Afrika Barat selesai.

1995

Unilever menerbitkan Kode Etik Prinsip Bisnis-nya.

Keputusan yang belum pernah diambil sebelumnya dilakukan untuk secara praktis menyingkirkan lemak trans dari produksi makanan sebagai tanggapan cepat terhadap penelitian baru yang menunjukkan bahwa efeknya pada kolesterol darah setidaknya sama merugikannya seperti lemak jenuh.

1996

Unilever membuat komitmen ambisius untuk mendapatkan semua ikan dari stok berkelanjutan dan mulai bekerja sama dengan WWF untuk membuat program sertifikasi untuk industri perikanan yang dikenal sebagai Marine Stewardship Council (MSC).

Hindustan Lever dan Brooke Bond Lipton India merger untuk menciptakan perusahaan sektor swasta terbesar, dan bisnis perawatan rambut Helene Curtis di AS diakuisisi. Pusat Gizi Unilever dibuat.

Garam beryodium Annapurna diluncurkan di India dan mulai membuat dampak besar dalam upaya penanganan kekurangan yodium.

1997

Es krim Kibon diakuisisi di Brasil. Bisnis bahan kimia Unilever, termasuk National Starch dan Quest International dijual.

1999

Pemegang saham mengesahkan dividen khusus sebesar €7,4 miliar konsolidasi saham untuk mengurangi jumlah saham per terbit.

Baca juga artikel: