Sejarah Berdirinya Museum Geologi di Bandung

Sejarah Berdirinya Museum Geologi di Bandung

Sejarah Berdirinya Museum Geologi di Bandung
Sejarah Berdirinya Museum Geologi di Bandung

Dalam usaha penyelamatan dokumen-dokumen tersebut, pada tanggal 7 Mei 1949, Kepala Pusat Jawatan Tambang dan Geologi, Arie Frederic Lasut, telah diculik dan dibunuh tentara Belanda. Ia telah gugur sebagai kusuma bangsa di Desa Pakem, Yogyakarta.

Sekembalinya ke Bandung, Museum Geologi mulai mendapat perhatian dari pemerintah RI. Hal ini terbukti pada tahun 1960, Museum Geologi dikunjungi oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.

Pengelolaan Museum Geologi yang semula berada dibawah Pusat Djawatan Tambang Dan Geologi (PDTG)

berganti nama menjadi: Djawatan Pertambangan Republik Indonesia (1950-1952), Djawatan Geologi (1952-1956), Pusat Djawatan Geologi (1956-1957), Djawatan Geologi (1957-1963), Direktorat Geologi (1963-1978), Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (1978 – 2005), Pusat Survei Geologi (sejak akhir tahun 2005 hingga sekarang)

Seiring dengan perkembangan zaman

pada tahun 1999 Museum Geologi mendapat bantuan dari Pemerintah Jepang senilai 754,5 juta Yen untuk direnovasi. Setelah ditutup selama satu tahun, Museum Geologi dibuka kembali pada tanggal 20 Agustus 2000. Pembukaannya diresmikan oleh Wakil Presiden RI pada waktu itu, Ibu Megawati Soekarnoputri yang didampingi oleh Menteri Pertambangan dan Energi Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, museum geologi Bandung merupakan bagian dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Republik Indonesia. Berbagai macam contoh batuan, mineral, fosil dan artefak yang ditemukan para ahli geologi dari berbagai daerah di kawasan Hindia Belanda terdahulu ada di museum ini. Koleksi Museum Geologi terbagi kedalam tiga ruangan yang berisikan :

  1. Sejarah Kehidupan
  2. Geologi Indonesia
  3. Geologi untuk Kehidupan Manusia

Pada ruangan sejarah kehidupan

menampilkan koleksi fosil mengenai peradaban manusia purba pada zaman prasejarah dan yang paling menarik adalah replika fosil T-rex dan cetakan kaki Tyrannosaurus. Pada galeri lain terdapat fosil hewan vertebrata di Indonesia yaitu seperti gajah purba (Stegodon trigonocephalus, Sinomastodon bumiayuensis), badak (Rhinoceros sondaicus) dan sebagainya.

Ruangan geologi Indonesia menampilkan tentang asal muasal Bumi, tektonik Indonesia yang membentuk gugusan pulau. Dan terbagi-bagi dalam galeri Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua, serta galeri Survei Geologi, Gunungapi, Dunia Batuan dan Mineral.

Sementara itu ruangan geologi untuk kehidupan berisi tentang benda-benda yang dapat dimanfaatkan seperti Pemanfaatan Batuan dan Mineral, Eksplorasi dan Eksploitasi, Bahan Galian Komoditas Nasional, Gempabumi dan Gerakan Tanah, Bahaya dan Manfaat Gunungapi, Air dan Lingkungan dan masih banyak lagi. Nah pasti menjadi liburan menarik bukan. Nah Habiskan Liburanmu dengan menelusuri Museum Geologi Bandung dan temukan beragam ilmu pengetahuan disini.

Baca juga artikel: