Reproduksi  Arthropoda

Reproduksi  Arthropoda

Reproduksi hewan ini dilakukan secara aseksual dan seksual. Secara aseksual dengan melakukan partenogenesis (terjadi reproduksi tanpa pembuahan oleh hewan jantan) dan paedogenesis (terjadi reproduksi pada individu yang muda, yaitu pada larva). Jenis alat kelamin hewan ini sudah terpisah.

Arthtropoda memiliki sistem sirkulasi terbuka, cairan tubuh yang disebut hemolimfa didorong oleh suatu jantung, masuk ke ruang sinus yang mengelilingi jaringan dan organ. Terdapat organ khusus untuk pertukaran gas, seperti spesies akuatik yang bernafas dengan sejenis insang tipis dan berbulu. Pada Arthropoda terrestrial menggunakan trakea untuk pertukaran gas.

Peranan Arthropoda

Filum Arthropoda yang menguntungkan antara lain :

Ø  Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga, terutama serangga hama.

Ø  Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga.

Ø  Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera).

Ø  Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori).

Ø  Untuk obat-obatan tradisional, misalnya madu (Apis dorsata,Apis indica, Apis melifera)

Ø  Beberapa Insecta tanah berperan sebagai “traktor alami”.

Ø  Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor)

Ø  Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda

Filum Arthropoda yang merugikan antara lain :

Ø  Hewan-hewan Arachnida lebih banyak merugikan manusia, terutama hewan-hewan Acarina, yaitu:

  • Sarcoptes scabei, menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
  • Prosoptes equi, menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci,dan kuda
  • Todectes cynotis, (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing

Ø  Merusak tanaman budidaya manusia, misal: belalang, kumbang kelapa, ulat.

Ø  Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal: Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penyakit virus tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.

Ø  Parasit pada manusia (mengisap darah), misal: nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk.

Ø  Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh berbagai Coleoptera, misal: kumbang beras, kepik.

Ø  Dapat merusak bahan bangunan, misal: kumbang kayu dan rayap.

Ø  Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.

Ø  Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.

Ø  Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur, dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.

https://movistarnext.com/