Rektor Minta 1.742 Lulusan Unimed Jadi SDM Unggul untuk Indonesia Maju

Rektor Minta 1.742 Lulusan Unimed Jadi SDM Unggul untuk Indonesia Maju

Rektor Minta 1.742 Lulusan Unimed Jadi SDM Unggul untuk Indonesia Maju
Lulusan Universitas Negeri Medan (Unimed) diminta sudah memiliki SDM yang unggul dan mampu berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia maju. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Syawal Gultom dalam sambutannya saat mewisuda 1.742 lulusan Unimed di Gedung Serbaguna, Selasa (20/8).

“Kita sangat mengapresiasi kesadaran bahwa kemajuan itu dimulai dari

keunggulan sumber daya manusia (SDM). Sebab seluruh kemajuan itu diletakkan pada paradigma kreativitas, paradigma invency (temuan). Jadi invency itu hanya boleh dilakukan oleh manusia. Menemukan sesuatu yang memiliki nilai tambah itu, tidak ada yang bisa melakukan kecuali manusia,” katanya.
Dikatakannya, Unimed terus mengubah konten, mengubah sumber-sumber yang lebih kompleks. Di sisi lain, meskipun konten diubah, pola belajar tidak diinovasikan juga tidak akan maksimal. Sehingga Unimed menempuh berbagai cara menginovasi pembelajaran yaitu harus memadukan konvensional atau tatap muka dengan online learning.

Maka respon Unimed sekarang semua mata kuliah di semua prodi disiapkan

dengan “blendid learning”. Sebab blendid learning memiliki 2 pilar yaitu pertama soal motivasi siswa, kapasitas dan learning mahasiswa.
Kedua, berapa pun mahasiswanya dirubah tetapi dosennya tidak diubah, tidak ada gunanya, makanya agar maksimal dosennya juga harus diubah dengan menginovasi pembelajaran. Semua saling berkaitan. Sehingga pentingnya inovasi, katanya.

Meski perguruan tinggi melahirkan orang pintar tetapi kecintaan terhadap

negaranya rendah tidak akan memberi manfaat buat Indonesia. “Karena itu Unimed harus melahirkan orang-orang yang pengetahuan dan keterampilannya hebat dan juga memiliki wawasan kebangsaan, kecintaan tanah air dan harus memiliki sikap yang baik terhadap umat beragama. Ini baru dapat bermanfaat bagi Indonesia dan itu yang disebut SDM unggul untuk Indonesia maju,” katanya.