Proses Perubahan Kayu Gubal Menjadi Kayu Teras

Proses Perubahan Kayu Gubal Menjadi Kayu TerasProses Perubahan Kayu Gubal Menjadi Kayu Teras

Pengujian formasi kayu gubal dan kayu teras di dalam batang pohon cenderung dilihat lebih cepat karena adanya perbedaan warna yang lebih mencolok diantara keduanya. Warna kayu teras pada umumnya lebih gelap dari pada warna kayu gubal. Selain itu, kayu teras terletak di bagian dalam batang pohon, sedangkan kayu gubal terletak di luar batanng pohon (Pandit & Ramdan, 2002).

Proses perubahan kayu gubal

Proses perubahan kayu gubal menjadi kayu teras pada dasarnya disertai dengan pembentukan substansi organik yang bervariasi. Substansi organik tersebut lebih dikenal dengan zat ekstraktif, zat infiltrasi, dan tilosis. Tilosis merupakan protoplasma sel-sel parenkim yang tercampur dengan pati, kristal, resin, getah, dan zat lain di dalam kayu. Pembentukan tilosis pada kayu terjadi pada pembuluh kayu (vesel cell). Tilosis ini akan terbentuk di dalam lumen pembuluh yang sudah tidak dapat berfungsi. Awalnya, tilosis berasal dari sel jari-jari (parenkim)  aksial ke dekat pori yang masuk ke dalam sel pembuluh. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan antar lumen pori dengan lumen sel-sel parenkim yang berada di dekat pori (sel pembuluh). Selain itu, tilosis juga terbentuk akibat adanya penyakit pada kayu yakni kerusakan mekanis ataupun karena serangan cendawan (Pandit & Ramdan, 2002).
Pembentukan kayu teras dimulai dari riap tumbuh tertua pada kayu di daerah dekat empulur. Oleh karena hal tersebut, kayu teras akan mengalami penurunan variasi yang dimulai dari pangkal hingga ke bagian ujung pohon. Kayu teras dengan kayu gubal memiliki jumlah yang relatif berbeda tergantung dari jenis pohonnya. Biasanya kayu teras selalu terdapat di dalam sebatang pohon pada umur tertentu tanpa adanya perbedaan warna (Pandit & Ramdan, 2002).
Perkembangan komponen bahan kimia di dalam sel silim biasanya ditandai  dengan perubahan warna. Namun, di beberapa jenis kayu, terang dan gelapnya suatu warna kayu tergantung pada zat-zat ekstraktif yang telah terendap sebelumnya (Pandit & Ramdan, 2002).