PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL MELALUI  MAHKAMAH INTERNASIONAL

PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL MELALUI  MAHKAMAH INTERNASIONAL

Mahkamah Internasional merupakan lembaga peradilan tertinggi di seluruh dunia. Sengketa internasional dapat diselesaikan oleh Mahkamah Internasional melalui prosedur berikut:

1)     Telah terjadi suatu pelanggaran Hak Asasi Manusia atau kejahatan kemanusiaan di suatu negara terhadap negara lain atau rakyat negara lain.Seperti contohnya terjadi Pembantaian di Rawagede pada tanggal 9 Desember tahun 1947,dalam agresi militer Belanda pertama yang dilancarkan mulai tanggal 21 Juli 1947,tentara Belanda membantai empat ratus tiga puluh satu (431) penduduk desa Rawagede,yang terletak di antara Karawang dan Bekasi, Jawa Barat pada 9 Desember 1947.Selain itu,ketika pada waktu tentara Belanda datang menyerbu Bekasi,ribuan rakyat mengungsi  ke arah Karawang, dan juga mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa di kalangan rakyat.Pada tanggal 4 Oktober 1948,tentara Belanda melancarkan “sweeping” lagi di Rawagede,dan dalam aksi Belanda ini tiga puluh lima (35) orang penduduk Rawagede dibunuh oleh pihak Belanda.

2)     Ada pengaduan dari korban dan pemerintahan negara yang menjadi korban terhadap pemerintahan dari negara yang bersangkutan karena di dakwa telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia atau kejahatan kemanusiaan lainnya.

3)    Pengaduan disampaikan ke Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau melalui lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) internasional lainnya.

4) Pengaduan ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan,pemeriksaan,dan penyidikan.Jika ditemui bukti-bukti kuat terjadinya pelanggaran HAM atau kejahatan kemanusiaan lainnya,maka pemerintahan  dari negara yang didakwa melakukan kejahatan kemanusiaan (humaniter) dapat diajukan ke Mahkamah Internasional.

5)     Dimulailah proses peradilan sampai kepada dijatuhkannya sanksi-sanksi.Sanksi dapat dijatuhkan apabila terbukti bahwa pemerintahan atau individu yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran terhadap konvensi-konvensi internasional berkaitan dengan pelanggaran HAM atau kejahatan kemanusiaan mempunyai wewenang untuk mencegah terjadinya pelanggaran itu,tetapi tidak dilakukan dan tidak melakukan apa-apa untuk mencegah terjadinya perbuatan itu.Segala keputusan Mahkamah Internasional bersifat mengikat,final,dan tanpa adanya proses banding.Sehingga keputusan Mahkamah Internasional mengikat para pihak yang bersengketa dan hanya untuk perkara yang disengketakan.

  1. KEPUTUSAN MAHKAMAH INTERNASIONAL DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA INTERNASIONAL

Keputusan Mahkamah diambil dengan suara terbanyak atau mayoritas dari hakim-hakim yang hadir. Bila dalam proses pengambilan keputusan seimbang, maka seara ketua atau wakilnya yang akan menentukan. Keputusan hanya dapat diambil dengan pemberian suara Ketua Mahkamah.

Keputusan Mahkamah terdiri dari 3 bagian, yaitu :

  1. Berisikan komposisi Mahkamah, informasi mengenai pihak-pihak yang bersengketa serta wakil-wakilnya, analisa mengenai fakta-fakta, dan argumentasi, bukan pihak-pihak yang bersengketa.
  2. Berisikan penjelasan mengenai motivasi Mahkamah. Pemberian motivasi keputusan Mahkamah merupakan karena suatu penyelesaian yuridiksi. Hal ini sering merupakan salah satu unsur dari penyelesaian yang lebih luas dari sengketa. Oleh karena itu, perlu dijaga sensibilitas pihak-pihak yang bersengketa.

sumber :
https://pelabuhan4.co.id/seva-mobil-bekas/