Perbedaan Pendapat 4 Madzhab Bila Seseorang Datang dan Ditemuinya Imam ada Lowong

Perbedaan Pendapat 4 Madzhab Bila Seseorang Datang dan Ditemuinya Imam ada Lowong

Perbedaan Pendapat 4 Madzhab Bila Seseorang Datang dan Ditemuinya Imam ada Lowong

Hanafiyah

1. Bila seseorang datang dan ditemukan imam sedang rukuk, dan bila ada lowong di shaf akhir, maka janganlah dia takbir di luar shaf. Tapi hendaklah dia takbirotul ihram dalam shaf itu, walaupun rekaat itu dia ketinggalan. Dia makruh bertakbir ihram di luar shaf.
2. Bila tidak ada lowong pada saf akhir dan di saf lain ada lowong, maka janganlah dia takbir di luar saf. Tapi, bila tidak ada lowong, maka dia takbir di belakang semua saf yang ada.
3. Bila seorang jadi makmum melihat ada lowongan pada saf depan mengisinya, maka dimandubkan baginya agar berjalan berangsur-angsur untuk mengisi lowong itu. Yang demikian bila jaraknya hanya satu saf dengannya.
4. Bila dia berada pada saf kedua dan melihat lowong pada saf pertama, maka dia boleh berpindah kesana. Tapi, bila lowong pada saf ketiga dan ada lowong pada saf pertama, maka dia tidak boleh pindah ke sana untuk memenuhinya. Jadi dia lakukan juga, maka batallah sholatnya itu, karena banyak bergerak pindah.

Syafi’iyah

1. Bila seorang makmum datang dan dia melihat ada saf lowong dan imam sedang rukuk , maka mandub baginya melambatkan dan masuk ke saf itu, sehingga tiba di saf, walaupun dia ketinggalan rakaat itu.
2. Niat masuk dalam sholat dan dia melihat ada lowong pada salah satu saf, maka dia hendaklah masuk saf itu, sehingga kekosongan terisi, dengan syarat agar tidak melangkah tiga kali berturut-turut.
3. Bila terlihat lowong sesudah masuk salat, maka dia tidak boleh mendesak orang di saf yang ada.
4. Bila datang berjamaah, tapi ada tempat yang lowong dalam saf, maka dia takbirotul ihram di luar saf. Sesudah takbir, maka disunnatkan agar dia menarik seorang yang berdiri di saf depannya, dengan harapan agar dapat membuat saf baru bersama dengannya dengan syarat saf depannya itu terdiri paling kurang tiga orang. Bila tidak, maka tidak boleh menarik orang itu.

Baca Juga: Nama Bayi Perempuan Islami

Hanabilah

1. Bila seseorang datang untuk solat dan didapatinya imam sedang rukuk dan di saf akhir ada lowong, maka dia boleh takbirotul ihrom di luar saja, karena mengajar rekaat itu.
2. Bila dia berjalan ke saf yang lowong hendak memenuhinya dan dia sedang rukuk atau sesudah mengangkat kepalanya dari rukuk, selama imamnya belum rukuk . Bila dia tidak masuk saf sebelum imamnya sujud dan tidak dia temui seorangpun yang bersaf bersama dengannya untuk membuat saf baru,maka batallah salat itu.
3. Bila dia takbir di belakang semua saf dan bukan karena takut ketinggalan rakaat dan masuknya sesudah sujud, maka salatnya batal.
4. Bila seseorang takbirotul ihram dan kemudian dia lihat ada lowong di saf depannya, maka mandub baginya berjalan mengisi lowong itu, selama tidak menjadikannya banyak pekerjaan menurut pandangan umum. Bila tidak, maka salat batal.
5. Bila seseorang berjalan untuk salat berjamaah dan tidak ada lowong dalam saf dan dia tidak dapat berdiri di kanan imam, maka dia wajib member tahukan kepada laki-laki saf itu, agar dia berdiri bersama dengannnya di saf baru di belakang, diberitahukannya dengan batuk-batuk kecil. Makhruh baginya menarik orang saf depannya walaupun orang itu sama atau anaknya sendiri. Bila salat saja sendirian di belakang imamnya, maka salatnya itu batal.

Malikiyah

1. Bila seorang makmum datang dan dia mendapati imam dalam salat, maka bila dia mengira akan mendapatkan rekaat itu, sehingga dia tiba pada saf akhir takbirotul ihramnya, maka hukumnya dinadabkan baginya.
2. Bila dia mengira bahwa tidak akan mendapat rekaat itu sesampainya di saf, maka dinadapkan baginya takbirotul ihrom diluar saf itu, dengan perkiraan dia akan tiba di saf sebelum imam mengangkatkan kepalanya dari rukuk. Dia berjalan ke saf tersebut, sesudah dia masuk solat.
3. Bila makmum tiba dan tidak ada tempat yang lowong di saf itu , maka dia takbirotul ihrom di luar saf saja dan makruh baginya menarik seseorang dari saf itu untuk berdiri bersama dengannya. Bila dia tarik juga orang lain itu, maka makruh baginya bersaf dengannya.