Pengertian nilai menurut para ahli

Pengertian nilai menurut para ahli

Pengertian nilai menurut para ahli

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai didefinisikan sebagai kadar, mutu, atau sifat yang penting dan berguna bagi kemanusiaan. Sementara itu, nilai budaya dan nilai sosial didefinisikan sebagai konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dari definisi ini dapat kita simpulkan bahwa nilai merujuk kepada sesuatu yang sangat penting dan berguna bagi kemanusiaan. Lantas, bagaimana sosiologi mendefinisikan nilai?

Dalam sosiologi, nilai didefinisikan sebagai konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Contohnya, orang menganggap menolong bernilai baik sedangkan mencuri bernilai buruk. Dengan demikian, perbuatan saling menolong merupakan sesuatu yang bernilai dalam kehidupan masyarakat. Bernilai dalam kehidupan masyarakat inilah yang disebut nilai sosial. Bagaimana pendapat para ahli tentang pengertian nilai sosial ini?

1. Soerjono Soekanto mendefinisikan nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Dengan demikian, nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat.

2. Kimball Young merumuskan nilai sosial sebagai unsur-unsur yang abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya.

3. A.W. Green merumuskan nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif, disertai emosi terhadap objek dan ide orang perorangan.

4. Woods mengatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

5. B. Simanjuntak merumuskan nilai sebagai ide-ide masyarakat tentang sesuatu yang baik.

6. Robert M.Z. Lawang mengatakan bahwa nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan mempengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut.

7. C. Kluckhohn melihat bahwa semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup hal-hal berikut.
a. Nilai mengenai hakikat hidup manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan bahwa hidup itu indah.
b. Nilai mengenai hakikat karya manusia. Contohnya, ada manusia yang beranggapan bahwa manusia berkarya demi harga diri.
c. Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. Misalnya, ada manusia yang berorientasi pada masa lalu atau masa depan.
d. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam.
e. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya. Misalnya, ada manusia yang berorientasi pada individualisme.

Penilaian manusia terhadap suatu hal sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahamannya akan hal tersebut. Tingkat pemahaman itu umumnya menyangkut berbagai aspek kehidupan, misalnya aspek politik, aspek sosial, dan aspek ekonomi. Aspek politik menyangkut peranan ideologi yang dianutnya. Aspek sosial menyangkut status dan peranannya di masyarakat. Contohnya, masyarakat yang maju akan berbeda dengan masyarakat yang masih sederhana. Segi kebutuhan hidupnya pun jelas berbeda. Kebutuhan hidup masyarakat maju cenderung kompleks, sedangkan kebutuhan masyarakat sederhana lebih sederhana. Di dalam kenyataan sehari-hari, sangat sulit untuk membedakan nilai yang dianut seseorang dengan nilai yang dianut sekelompok masyarakat. Hal ini terjadi karena nilai suatu budaya sangat relatif.

Sumber : https://cialis.id/