Pengambilan Manfaat Barang Gadai

 Pengambilan Manfaat Barang Gadai

Dalam pengambilan manfaat barang-barang yang digadaikan para ulama’ berbeda pendapat, diantara jumhur fuqaha dan ahmad. Jumhur fuqoha berpendapat bahwa murtahin tidak boleh mengambil suatu manfaat barang-barang gadaian tersebut, sekalipun rahin mengizinkannya, karena hal ini termasuk kepada utang yang terdapat menarik manfaat, sehingga bila dimanfaatkan termasuk riba.

Rasul bersbada:

“Setiap orang yang menarik manfaat adalah termasuk riba” ( riwayat Harits bin Abi Usamah).

Menurut Imam Ahmad, Ishak, al-Laits, dan al-Hasan, jika barang gadaian berupa kendaraan yang dapat dipergunakan atau binatang ternak yang dapat diambil susunya, maka penerima gadai dapat mengambil manfaat dari kedua benda tersebut disesuaikan dengan biaya pemeliharaan yang dikeluarkan selama kendaraaan atau binatang itu ada padanya. Jika dia dibiayai oleh pemiliknya, maka pemilik uang tetap tidak boleh menggunakan barang gadai tersebut.

Rasul bersabda:

“ Binatang tunggangan boleh ditunggangi karena pembiyayaannya apabila digadaikan, binatang boleh diambil susunya untuk diminum karena pembiyayaannya, bila digadaikan bagi orang yang memegang dan meminumnya wajib memberikan biaya”.[7]

Pengambilan manfaat pada benda-benda gadai tersebut ditekankan pada biaya atau tenaga untuk pemeliharaan sehingga bagi yang memegang barang-barang gadai punya kewajiban tambahan. Pemegang barang gadai berkewajiban memberikan makanan bila barang gadaian itu adalah hewan. Harus membelikan bensin bila pemegang barang gadaian berupa kendaraan. Jadi yang di bolehkan disini adalah adanya upaya pemeliharaan terhadap barang gadaian yang ada pada dirinya.[8]

  1. Perlakuan Akuntansi Rahn

Bagi Pihak yang Menerima Gadai (Murtahin)

Pada saat menerima barang gadai tidak dijurnal tetapi membuat tanda terima atas barang.

  1. Pada saat menyerahkan uang pinjaman.

Jurnal:

Dr. Piutang                                                                        xxx

      Cr. Kas                                                                                    xxx

  1. Pada saat menerima uang untuk biaya pemeliharaan dan penyimpanan.

Jurnal:

Dr. Kas                                                                              xxx

      Cr. Pendapatan                                                                                   xxx

  1. Pada saat mengeluarkan biaya untuk biaya pemeliharaan dan penyimpanan.

Jurnal:

Dr. Beban                                                                          xxx

      Cr. Kas                                                                                                xxx

  1. Pada saat pelunasan uang pinjaman, barang gadai dikembalikan dengan membuat tanda serah terima barang.

Jurnal:

Dr. Kas                                                                              xxx

      Cr. Piutang                                                                                          xxx

  1. Jika pada saat jatuh tempo, uang tidak dapat dilunasi dan kemudian barang gadai dijual oleh pihak yang menggadaikan.

Penjualan barang gadai, jika nilainya sama dengan piutang.

Jurnal:

Dr. Kas                                                                              xxx

      Cr. Piutang                                                                                          xxx

Jika kurang, maka piutangnya masih tersisa sejumlah selisih antara nilai penjualan dengan saldo piutang.

sumber :
https://mammoth.co.id/microsoft-word-apk/