Pendekatan Pengembangan Sistem Instruksional

Pendekatan Pengembangan Sistem Instruksional

Pendekatan Pengembangan Sistem Instruksional

Dalam berfikir menurut sistem

jalan yang ditempuh untuk mengemukakan suatu pendapat biasanya akan mengikuti suatu pendapat biasanya akan mengikuti suatu pola tertentu yang logis dan berurutan. Cara berfikir semacam ini mempunyai keuntungan yang besar sekali karna kita harus berpandangan terbuka selain pendapat sendiri, sebagai masukan dalam proses berfikir, kita menerima masukan dari orang lain, diperlukan toleransi. Seorang dosen yang menerapkan pendekatan ini, misalnya akan melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Perhatian awalnya akan di arahkan kepada tujuan instruksional. Dia akan merumuskan dahulu arah yang harus dituju sebelum menetapkan bagaimana cara mencapai tujuan. Tujuan ini akan menentukan proses maupun komponen yang diperlukan untuk keperluan belajar. Makin jelas tujuan itu dirumuskan akan makin berguna untuk dapat menetapkan kegiatan belajar yang paling efektif,. Dia juga akan menyadari bahwa tujuan yang dirumuskannya sebagai suatu unsur sistem, akan mengalami penilaian dan penyesuaian yang didasarkan atas kegunaannya bagi anak didik maupun masyarakat.[1]
  2. Perhatian kemudian akan ditujukan kepada pengumpulan data dan analisis. Dia akan mengumpulakan data misalnya, yang berhubungan dengan anak didik. Data tentang siswa dapat dikumpulkan dengan berbagai cara seperti tes awal dengan mempelajari hasil awal sebelemnya atau dengan tanya jawab langsung.
  3. Atas dasar kesimpulan yang diperolehnya ia akan menjabarkan bahan kuliah dalam serangkaian sasaran yang sistematis. Dia akan mempelajari berbagai kemungkinan dan membuka diri terhadap umpan balik baik yang berupa hasil belajar, tanggapa, atau sasaran.

Disamping itu pengaruh yang lebih mendasar terletak pada perkembangan pola instruksional, perubahan tingkat pengambilan keputusan instruksional, serta tumbuhnya berbagi bentuk lembaga pendidikan. Pada umumnya telah kita kenal pola instruksional dimana dosen atau guru pada umumnya mempunyai kedudukan sebagai satu-satunya sumber belajar dalam sistem instruksional. Dosen memegang kontrol dan kendali sepenuhnya dalam menempatkan isi dan metode belajar, bahkan kadang-kadang juga dalam menilai kemajuan belajar mahasiswa. Pola instruksional dapat disebut pola tradisional.


Baca Juga :