Bedanya Kamera DSLR dengan Mirrorless

Bedanya Kamera DSLR dengan Mirrorless

Bedanya Kamera DSLR dengan Mirrorless

Bedanya Kamera DSLR dengan Mirrorless
Bedanya Kamera DSLR dengan Mirrorless

Saat ini ada dua jenis kamera yang paling diminati, DSLR dan Mirrorless. Kedua kamera ini tentunya memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Nah, untuk kamu para pemula yang baru saja ingin membeli kamera, berikut ini ulasan perbedaan antara kamera DSLR dan mirrorless.

 

Apa Itu Kamera DSLR dan Mirrorless?

Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) adalah jenis kamera yang menggunakan cermin untuk memantulkan cahaya dari lensa ke jendela bidik (viewfinder) sehingga kamu akan melihat persis apa yang dilihat kamera secara optikal

Sedangkan kamera mirrorless, tidak memiliki cermin. Hal ini membuat gambar atau cahaya dari lensa lansung menuju sensor, sama seperti kamera pocket  atau smartphone. Lensa pada kamera mirrorless juga dapat dilepas dan diganti seperti DSLR.

 

Varian Lensa

Kamera DSLR memiliki lebih banyak varian lensa dibanding kamera mirrorless. Kamera DSLR dapat dihubungkan dengan beragam jenis lensa, mulai dari lensa fish eye, tele, wide angle, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk mirrorless, beberapa produsen memang sudah banyak yang memproduksi lensa dengan berbagai varian. Namun tetap tidak sebanyak DSLR.

 

Viewfinder

Viewfinder pada kamera DSLR disebut dengan Optical Viewfinder (OVF). Keunggulan dari OVF adalah kamu bisa melihat gambar langsung secara optikal, lebih jernih, dan responsif.

Sedangkan pada kamera Mirrorless, kamu hanya bisa melihat preview gambar pada layar LCD atau Electronic Viewfinder (EVF). Sayangnya jika melihat LCD pada siang hari, terkadang gambar akan sulit terlihat karena adanya pantulan sinar matahari. Keunggulan dari EVF adalah previewgambar akan sama seperti hasil jepretan yang akan disimpan.

 

Auto Fokus

Karena kamera DSLR menggunakan mekanisme cermin, maka proses auto fokusnya lebih cepat dibanding kamera mirrorless. Beberapa kamera mirrorless saat ini sudah ada yang dilengkapi dengan kemampuan auto fokus yang lebih cepat. Namun harganya jauh lebih mahal.

 

Ukuran dan Berat

Perbedaan yang paling mencolok adalah ukuran dan beratnya. Keberadaan cermin dan mekanisme shutter pada kamera DSLR membuatnya jauh lebih berat dan besar. Sedangkan, kamera mirrorless yang tidak membutuhkan cermin memiliki ukuran yang lebih kecil dan sederhana. Sehingga mirrorless lebih mudah untuk dibawa.

 

Daya Tahan Baterai

Dengan ukuran body yang lebih besar, otomotis kamera DSLR dapat menampung baterai yang berkapasitas besar pula. Kamu bahkan bisa memotret seharian tanpa takut kehabisan baterai. Sedangkan baterai kamera Mirrorless jauh lebih boros. Hal ini karena desain body-nya yang ramping sehingga kapasitas baterainya lebih kecil.

Nah, itu dia perbedaan antara kamera DSLR dan mirrorless, Sobat Shopee. Untuk masalah bagusan yang mana, semua tergantung dari seperti apa kebutuhanmu. Jika kamu tipe orang yang sering berpergian dan membutuhkan kamera yang ringan dan sederhana, maka kamera mirrorless bisa jadi pilihan terbaikmu.

Namun jika kamu membutuhkan kamera dengan kualitas gambar dan kecepatan yang baik serta varian lensa yang beragam, maka kamu bisa memilih kamera DSLR.

Baca Juga : 

 

Performa HP Spectre yang Perlu Anda Ketahui

Performa HP Spectre yang Perlu Anda Ketahui

Performa HP Spectre yang Perlu Anda Ketahui

Performa HP Spectre yang Perlu Anda Ketahui
Performa HP Spectre yang Perlu Anda Ketahui

Seperti sudah menempel dalam lifestyle masa kini

Mobilitas yang tinggi bukan lagi hanya sebuah tuntutan, tapi merupakan habit bagi para pekerja di era modern ini. Oleh karena itu, beban bawaan pun jadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar stamina selalu terjaga, salah satunya dengan beralih dari laptop yang kerap kali berukuran besar ke laptop yang lebih bebas berat, misalnya HP Spectre.

 

 

Kerap dipandang sebelah mata

Nyatanya laptop berdesain tipis ini memiliki jeroan bertenaga fantastis lho di dalamnya. Dari sisi prosesor, HP Spectre mengusung chip Intel teranyar, yaitu Core i7 generasai ke-8 dengan jumlah prosesor yang lebih tinggi. Untuk mendongkrak performanya pula, kapasitas memori RAM-nya kini telah mencapai 16 GB LPDDR3, meski varian dengan RAM 8 GB pun juga tetap disediakan.

 

Dalam hal penyimpanan

HP Spectre menyuguhkan kapasitas SSD hingga 1 TB. Meskipun tidak dibekali kartu grafis khusus dan masih mengandalkan mesin CPU untuk mengolah gambar, tetap saja tak ada satu pekerjaan atau aktivitas berlaptop lainnya yang akan terhambat dengan jeroan seciamik ini, bukan?

 

Dari segi fitur

HP Spectre dilengkapi dengan slot khusus MicroSD yang dapat mempermudah transfer data dari perangkat lain, misalnya kamera ataupun smartphone. Lebih kerennya lagi, HP Spectre teranyar pun telah dilengkapi dengan standar koneksi baru, yaitu USB Type-C (Thunderbolt) lho.

 

Dengan segudang fitur yang hits di atas, masih ada kah cela untuk tak mendambakan HP Spectre? Pastinya tidak dong. Nah, jika Anda sudah tak sabar untuk membawa laptop tipis nan canggih ini pulang ke rumah, kamu nggak perlu lagi bingung mencarinya. Hanya dengan beberapa klik di aplikasi Shopee, kamu bisa langsung membungkusnya dan menikmati fiturnya lho. Tunggu apalagi, yuk intip halaman resmi HP di Shopeesekarang !

 

Sumber : https://ngelag.com/

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran
Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah

Suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Perencanaan adalah menentukan apa yang akan di lakukan mempunyai arah lain, menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu.

Sedangkan pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengolahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar .

Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang

Penerapan prinsip-prinsip umum mengajar di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun di luar kelas. Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan di kelas atau di luar kelas. Perencanaan pembelajaran tersebut perlu dilakukan agar guru dapat mengkoordinasikan berbagai komponen pembelajaran yang berorientasi (berbasis) pada pembentukan kompetensi siswa, yakni kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian berbasis kelas (PBK). Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap kompetensi dasar. Indikator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Sedangkan PBK sebagai alat untuk mengukur pembentukan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus dilakukan jika kompetensi standar belum tercapai.

Perencanaan pengajaran sebelum melakukan pembelajaran

Di kelas sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaan pengajaran disusun atau direncanakan dengan baik dan matang sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik
Perencanaan pengajaran mempunyai beberapa faktor yang mendukung tujuan pembelajaran tercapai misal :
Persiapan sebelum mengajar
Situasi ruangan dan letak sekolah dari jangkauan kendaraan umum
Tingkat intelegensi siswa

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi

Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi

Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi

Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi
Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi

Penciptaan Fiksi

Hakikat masyarakat dan kebudayaan pada umunya adalah kenyataan, sedangkan hakikat karya sastra adalah rekaan, dengan sebutan yang lebih populer, yaitu imajinasi. Berbeda dengan kenyataan dalam ilmu kealaman, kenyataan dalam ilmu kenyataan yang sudah ditafsirkan, kenyataan sebagai fakta sosial. Berbeda dengan imajinasi dalam kehidupan sehari-hari, yang dianggap sebagai semata-mata khayalan, imajinasi dalam karya sastra adalah imajinasi yang didasarkan atas kenyataan, imajinasi yang juga diimajinasikan oleh orang lain.

Masalah ini perlu dijelaskan dengan pertimbangan bahwa sebagai karya seni karya sastra tidak secara keseluruhan merupakan imajinasi. Pertama, meskipun hakikat karya seni adalah rekaan, tetapi jelas karya seni, dikontruksi atas dasar kenyataan. Kedua, dalam setiap karya seni, khususnya sastra terkandung unsur-unsur tertentu yang merupakan faktor objektif, pada umumnya fakta-fakta tersebut merupakan nama-nama orang, (toponim), peristiwa-peristiwa bersejarah, monumen dan sebagainya. Ketiga, karya seni yang analisis, tidak dapat dipahami secara benar sebab tidak memiliki referensi sosial. Kutha Ratna (2007:307).

Kutha Ratna

Selanjutnya Kutha Ratna menambahkan bahwa hakikat karya seni, sastra khusunya jelas merupakan sebuah imajinasi dan kreativitas. Dalam karya seni, ciri-ciri imajinasi lebih khas, lebih dominan dibandingkan dengan kreativitas, demikian juga sebaliknya kreativitas mengimplikasikan imajinasi. Perbedaannya sebagai daya bayang imajinasi seolah-olah memiliki kekuatan yang jauh lebih luas dan tidak terbatas. Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas adalah hasil imajinasi. Imajinasi adalah cakrawala pada saat kekuatan-kekuatan yang berkaitan dengan proses kreatif yang dipertaruhkan.

Imajinasi

Dengan pengertian bahwa imajinasi dan kreativitas adalah daya, energi dan kekuatan, maka imajinasi dan kreativitas, dan kreativitas jelas mengimplikasikan subyek manusia, lebih khusus lagi subyek kreator. Imajinasi dan kretivitas tidak semata-mata terkandung dalam karya seni. Kehidupan praktis sehari-hari dipenuhi bahkan dikendalikan oleh imajinasi dan kreativitas. Perbedaannya imajinasi dan kreativitas kehidupan sehari-hari didorong dengan demikian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan praktis. Semua aktivitas kehidupan merupakan kesadaran, bukan insting. Kesadaran pada gilirannya memberikan kemungkinan untuk berpikir, merasakan, merenungkan, sehingga bentuk-bentuk aktivitas tidak terjadi secara refleks, melainkan tertunda. Ruang-ruang kosong inilah yang memberikan kemungkinan untuk berimajinasi dan berkreativitas.

Apabila ciri-ciri tertunda dan ruang kosong seperti tersebut di atas dapat disebut sebagai mediator timbulnya imajinasi, maka karya seni inilah yang paling sarat mengandung unsur imajinasi dan kreativitas. Pada seniman jelas merupakan subyek yang paling banyak menyediakan diri untuk berkomtemplasi. Oleh sebab itu, biasanya mereka memilih tempat yang suci dan tenang sebab kontemplasi dan dialog pada dasarnya dilakukan dengan dirinya sendiri, sebagai dialog intersubjektif.

Kenyataan dan rekaan pada umumnya memiliki makna yang sejajar dengan fakta dan fiksi. Dalam ilmu sosial dan humaniora fakta yang sebenarnya tidak ada dapat menjadi ada, penafsiran menjadi awal dari munculnya sebuah fakta, dan inilah yang biasa dikenal dengan fakta-fakta sosial yang akhirnya memperoleh sumber aktivitas kreatif yang tidak pernah ada ujungnya. Secara etimologi fiksi dapat pula disepadankan atau disejajarkan dengan rekaan dan khayalan, namun, dalam aktivitas kreatif, untuk menghindari salah paham hanya rekaanlah yang dapat mewakili pengertian mengenai hakikat karya sastra secara umum, sementara khayalan dianggap semata-mata sebagai dongeng. Khayalan dalam kehidupan sehari-hari sama dengan angan-angan, lamunan, dan fantasi (fancy, fantasy, fictitious). Wellek dan Werren (1962:26-28) bahwa ciri utama karya sastra adalah fiksi, imajinasi dan invensi.

Imajinasi pada gilirannya adalah pengalaman sebagaimana juga yang dialami oleh orang lain. Imajinasi dalam karya seni hanya mengevokasi imajinasi pembaca yang secara laten sudah tersedia pada setiap orang. Dalam hubungan ini juga karya seni dikatakan memiliki fungsi-fungsi sosial sebab dalam masyarakat jelas terkandung berbagai energi yang tak terhitung jumlahnya, dan harus dihidupkan demi mencapai tujuan-tujuan yang positif. Benar, ilmu pengetahuan merupakan penelitian objektif, yang diperoleh melalui verifikasi ilmiah, namun, kerangka objektivitas tersebut pada dasarnya didahului oleh berbagai kemampuan imajiner, baik sebagai pengalaman langsung maupun sebagai kekuatan intuitif.

Karya Sastra

Karya sastra dengan demikian tidak secara keseluruhan merupakan rekaan. Seperti yang telah diuraikan di depan, karya sastra yang secara keseluruhan merupakan rekaan justru tidak mungkin untuk dipahami sebab pembaca tidak memiliki referensi-referensi untuk mengadakan identifikasi. Secara genetis karya sastra diciptakan sebagai tiruan masyarakat, sebagai dunia dalam kata, baik sebagian maupun seluruhnya, oleh karena itu dalam setiap karya sastra bahkan karya yang paling absurd, terkandung petunjuk-petunjuk yang secara hermeneutis tekstual dapat mengembalikan karya pada semesta tertentu. Dalam hubungan inilah fiksi dianggap lebih menarik, dengan alasan sebagai berikut:

  1. Dalam fiksi terjadi tumpang tindih, silang sengketa antara rekaan dan kenyataan, sehingga pembaca seolah-olah tidak mungkin untuk menangkapnya, bahkan selalu tertangkap ke dalam keingintahuan.
  2. Fiksi merupakan pelarian dari dunia nyata yang tidak bisa dijangkau secara keseluruhan, senantiasa terdapat sisa yang harus diselesaikan.
  3. Fiksi menampilkan berbagai masalah kehidupan manusia, dari kehidupan yang paling rendah hingga yang paling mewah. Dalam membaca fiksi para pembaca memperoleh kepuasan total, seluruh keinginannya terpenuhi secara fiksional.
  4. Pembaca dapat mengidentifikasi diri dengan tokoh-tokoh, kejadian, dan latar belakang, pembaca seolah-olah menjadi hero dan raja.
  5. Fiksi menampilkan kualitas ekstetis, tujuan yang paling dirindukan manusia. Karya seni pada gilirannya membawa manusia pada dunia pencerahan, penyucian, disitulah setiap individu akan menemukan kedamaian. Kutha Ratna (2007:312)

Sebagai seni bahasa, sumbangan terpenting karya sastra dengan masalah-masalah kemasyarakatan adalah kemampuannya dalam mentransformasikan sekaligus mengabadikan kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari, sebagai interaksi sosial, ke dalam peristiwa-peristiwa sastra, sebagai perilaku fiksional. Sebuah fiksi memiliki keterkaitan unsur intrinsik yang seringkali yang sulit diurai perunsur, karena kebermaknaan estetika kefiksiannya justru terletak pada bangunan untuk menyampaikan message komunikasi estetik yang memikat atau tidak.

Baca juga:

Tips Menghemat Batrey Smartphone yang Cepat Habis

Tips Menghemat Batrey Smartphone yang Cepat Habis

Tips Menghemat Batrey Smartphone yang Cepat Habis

Tips Menghemat Batrey Smartphone yang Cepat Habis
Tips Menghemat Batrey Smartphone yang Cepat Habis

Baterai merupakan sumber tenaga utama dari sebuah smartphone. Tanpa baterai, ponsel pintar kamu tidak akan bisa berguna untuk mendukung aktivitas online maupun offline.
Kehabisan baterai pada momen-momen penting sangatlah menyebalkan, kegiatan jejaring sosial terhenti, tidak bisa berfoto selfie, mata gaya saat lagi santai hingga tak bisa mengecek rute perjalanan. Banyak kerugiannya timbang keuntungannya.

Supaya kamu tetap bisa online dan tidak khawatir kehabisan baterai, berikut ini adalah 8 cara paling mudah menghemat baterai tanpa perlu menambah powerbank dan aplikasi tertentu.

1. Jangan Gunakan Auto Brightness

Layar merupakan salah satu faktor yang membuat baterai cepat boros. Untuk menghemat baterai, sebaiknya jangan gunakan auto brightness. Tampilan layar yang diatur dengan pengaturan auto brightness biasanya lebih terang dibandingkan dengan kebutuhan. Smartphone Anda akan lebih hemat baterai jika pengaturan brightness atau tingkat kecerahan dilakukan secara manual.

2. Atur Screen Timeout Lebih Singkat

Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghemat baterai adalah dengan mengatur screen timeout (batas waktu aktif layar) menjadi lebih singkat. Misalnya, jika sebelumnya layar smartphone Android Anda akan nonaktif setelah 1 menit, ubah menjadi 30 detik. Caranya, masuk ke menu ‘Setting’ kemudian pilih ‘Display’ dan kemudian pilih ‘Screen timeout’ dan pilih ke waktu yang lebih singkat, misalnya 30 atau 15 detik.

3. Matikan Notifikasi Getar dan Aplikasi

Penggunaan fitur getar pada smartphone juga dianggap sebagai salah satu hal yang membuat baterai cepat habis. Untuk langkah penghematan, matikan getar untuk panggilan masuk.
Pengiriman notifikasi aplikasi juga membuat baterai cepat habis. Atur aplikasi tersebut supaya tidak mengirimi notifikasi. Cara ini bisa membantu menghemat baterai smartphone android karena bisa mengurangi aktivitas sinkronisasi di latar belakang sistem.

4. Tutup Aplikasi yang Jarang Dipakai

Banyak aplikasi yang jarang dipakai, misalnya aplikasi cuaca atau widget cuaca. Untuk bisa mendapatkan manfaat dari aplikasi cuaca ini, kamu bisa akses dari Google Now. Selain aplikasi, matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan. Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat habis.

5.Matikan Fitur Smart

Menonaktifkan fitur smart yang ada pada smartphone Anda rupanya bisa menghemat masa pemakaian baterai. Misalnya, fitur smart seperti air gesture dan smart scrolling yang muncul di smartphone terbaru.

6. Jangan Hapus Recent Apps

Jika recent apps dihapus baterai smartphone malah akan bekerja lebih keras. Hal ini dikarenakan sistem akan membuka aplikasi dari awal dan membutuhkan banyak tenaga dari pada mengakses memori yang sudah tersimpan. Meski berjalan di background masih akan menyerap baterai, tetapi tidak akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka sebuah aplikasi secara berulang-ulang.

7.Batasi Penggunaan Data

Membatasi pemakaian data akan menghemat konsumsi baterai ponsel. Pembatasan pemakaian data di latar belakang sistem akan melarang aplikasi memakai koneksi internet secara otomatis. Cara membatasi pemakaian data yakni dengan membuka panel yang berisi tabel konsumsi data di perangkat Android. Dari situ Anda akan bisa melihat aplikasi yang banyak mengkonsumsi data.

8. Gunakan Baterai Original

Jika ingin smartphone kamu hemat baterai, aturan utama tentu saja gunakan baterai original, bawaan smartphone kamu. Begitu pentingnya baterai bahkan pabrikan smartphone local brand membuat baterai berkapasitas super sebesar 5800 mAh untuk mendukung aktivitas online pengguna smartphone lebih lama.
Itulah cara paling mudah untuk menghemat baterai, selamat mencoba dan bijaklah dalam menggunakan smartphone

Sumber: https://www.galerinfo.com/

Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan

Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan

Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan

Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan
Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan
Dalam memahami atau mengapresiasi puisi dikenal berbagai macam pendekatan yang dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk mendekati apresiasi yang kita lakukan. Pendekatan-pendekatan itu dipilh, biasanya, dengan mempertimbangkan kecendrungan puisi yang kita hadapi. Tidak semua puisi itu dapat didekati dengan semua pendekatan. Di sinilah, maka penting untuk dipertimbangkan pemilihan pendekatan agar dalam mengapresiasi puisi tidak jauh dari kode-kode estetik yang disampaikan penyairnya.
Ada beberapa pendekatan yang dikenal dalam teori sastra mencakup beberapa hal:

Pendekatan Analitik

Pendekatan ini dilandasi pemikiran bahwa setiap karya sastra (puisi) dibangun dari beberapa unsur pembangunnya. Pendekatan analitik ini dimaksud untuk menjawab unsur-unsur yang ada di dalamnya, yang membangun totalitas puisi. Dalam hal ini akan menjawab pertanyaan berikut:
  • Unsur apakah yang membangun puisi
  • Bagaimanakah pengarang menata unsur itu sehingga menjadi sebuah totalitas teks estetis
  • Bagaimanakah keunikan bangunan unsur itu jika terpisah tanpa dikaitkan dengan unsur yang lainnya.

Pendekatan Emotif

Pendekatan emotif merupakan pendekatan yang berupaya untuk menemukan unsur-unsur penting yang berpengaruh terhadap pembaca. Dengan demikian, unsur apakah yang begitu menyentuh pembaca dalam sebuah puisi akan menjadi pertanyaan mendasar. Pemahaman pembaca terhadap feeling dan tone dalam puisi akan berpengaruh besar dalam menentukan keberhasilan apresiasi menggunakan pendekatan ini.

Pendekatan Parafrase

Pendekatan ini berupaya agar pembaca mampu mengungkapkan kembali sesuai dengan teknik parafrase masing-masing bait dan larik dengan bahasa sendiri adalah tujuan penting dari pendekatan ini. Pendekatan ini sering diformulasikan sebagai sebuah strategi pemahaman kandungan puisi dengan jalan mengungkapkan kembali kata dan larik dalam bait (puisi) dengan bahasa sendiri. Menurut Aminuddin (2001:41) dapat dengan berpijak pada hal-hal berikut:
  • Gagasan yang sama dapat disampaikan lewat bentuk yang berbeda
  • Simbol-simbol konotatif dalam puisi dapat diganti dengan lambang atau bentuk lain yang bernilai sama
  • Kalimat dan baris dalam puisi mengalami pelesapan dan dapat dikembalikan lagi pada bentuk dasarnya
  • Pengubahan puisi yang baik ke dalam bahasa yang lebih muda akan membantu pemahaman atas makna yang terkandung didalamnya, dan
  • Pengungkapan makna puisi dapat menggunakan media atau bentuk yang tidak sama dengan kode-kode yang dimiliki pembaca sendiri.

Pendekatan Didaktis

Pendekatan ini dilakukan seorang pembaca yang biasanya untuk menemukan nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya.

Pendekatan Psikologis

Pendekatan ini digunakan untuk menemukan nilai psikologis (kejiwaan), nilai kejiwaan dalam sebuah puisi/cerfin (fiksi) dapat digali untuk memberikan pencerahan batin kepada pembaca.

Pendekatan Historis

Untuk menemukan nilai-nilai historis dari sebuah puisi, puisi Taufik Ismail dapat diambil sebagai contoh, puisinya kuat akan nilai-nilai kesejarahan.

Pendekatan Antropologis

Untuk menemukan nilai-nilai budaya yang tercermin di dalamnya pendekatan ini sering diformulasikan sebagai strategi pemahaman puisi untuk menemukan budaya yang ada dalam puisi.

Pendekatan Biografis

Pendekatan ini banyak digunakan oleh H.B. Jassin dalam menulis kritik-kritik sastra yang dibuatnya. Pendekatan ini mengamanatkan akan pentingnya pemahaman pembaca terhadap biografi pengarang sebelum memahami puisi yang ditulisnya.

Pendekatan Sosiologis

Yang memandang bahwa penyair itu merupakan anggota masyarakat. Tidak mengherankan, jika apa yang dialami dalam kehidupan sosiologis penyairnya berpengaruh terhadap karya-karya puisi yang ditulisnya, karena pendekatan ini merupakan pendekatan yang mengarahkan pada pemahaman pembaca dalam menemukan nilai-nilai sosial yang terdapat di dalam sebuah teks puisi.

Pendekatan Objektif

Puisi tidak perlu dikaitkan dengan berbagai hal di luar dari dirinya artinya bahwa segala isi puisi itu bersifat otomi, karena itu puisi dengan pendekatan ini menyarangkan pentingnya melihat puisi sebagai apa adanya. Pendekatan ini hakikatnya merupakan pendekatan dalam pemahaman puisi untuk menemukan nilai-nilai intrinsik puisi tanpa mengaitkannya dengan dunia luar.

Pendekatan Mimesis

Pendekatan ini memandang bahwa sebuah puisi merupakan tiruan dari kejadian alam dan sosial. Pendekatan ini sangat cocok dalam memuat realitas potret kehidupan sosial dan alam. Yang memerlukan pendekatan ini adalah Aristoteles.

Pendekatan Pragmatis

Pendekatan tersebut menekankan pada kemampuan membaca, pendekatan ini berdasarkan pada teori resepsi satra. Yang ditekankan adalah bagaimana meningkatkan kemampuan estetis apresiasi seorang pembaca dengan menggunakan pendekatan.

Pendekatan Mitopoik

Pendekatan ini jarang digunakan pembaca, yang hakikatnya merupakan pendekatan yang berupaya untuk menemukan nilai-nilai mitologi yang terkandung dalam sebuah puisi.

Pendekatan Ekspresi

Pendekatan ini memandang bagaimana karya puisi hakikatnya merupakan ekspresi dari penyairnya, pendekatan ini hampir sama dengan pendekatan biografis. Karena apa yang dialami dalam proses kreatif kepenyairannya hakikatnya merupakan ekspresi batin penyair. Dari sekian banyak pendekatan yang diuraikan, cukup membantu kita dalam mengembangkan imajinasi dan gagasan yang selama ini diam terpendam dalam angan.

Al-Kisah Tiga Malam di Gua Tsur

Al-Kisah Tiga Malam di Gua Tsur

Al-Kisah Tiga Malam di Gua Tsur

Al-Kisah Tiga Malam di Gua Tsur
Al-Kisah Tiga Malam di Gua Tsur
Malam itu kota Mekah telah sunyi. Semua telah lelap di perpaduannya. Tidak ada lagi lalu lalang orang. Malam semakin larut, terus merambat seluruh kota Mekah hingga mendekati waktu shubuh. Dua orang terlihat mengendap-endap meninggalkan Kota Mekah. Hingga ketika rumah terakhir kota itu telah dilalui, waktu Shubuh hampir menjelang.

Rasulullah Saw dan Abu Bakar

Rasul paling mulia dan sahabat paling mulia itu merencanakan hijrah menuju kota harapan Madinah Nabawiyyah. Malam tanggal 26 Shafar 14 Kenabian bertepatan dengan12 September 622 M. Dalam sejarah Islam tangal tersebut adalah tangal bersejarah yang menentukan perjalanan setelahnya. Satu langkah yang membuat langkah-langkah selanjutnya menjadi mudah. Dan satu langkah yang mengawali sebuah kemenangan yang besar dikemudian hari. Dimulai dengan mengendap-endap di malam hari dengan ujung kakinya agar tidak membekas jelas di padang pasir.
Pada hari rencana pembunuhan Nabi yang gagal, telah membuat geger masyarakat Quraisy, pasalnya, Nabi Muhammad Saw telah pergi tanpa sepengetahuan mereka. Menghilang tanpa jejak  beserta teman akrabnya Abu Bakar. Mekah meradang. Sayembara diumumkan. Kepala Nabi dihargai 100 unta bagi yang bisa mengembalikan keduanya hidup atau mati. Masyarakat haus dunia berlomba untuk mendapatkan keberadaan Muhammad Saw sekaligus mengantongi pundi-pundi. Senjata-senjata dikalungkan untuk siap mengejar Muhammad Saw atau menebasnya. Suasan sangat gawat pada saat itu.
Nabi dan Abu Bakar perlu tempat bersembunyi. Gunung Tsur menjadi tujuan. Gunung yang tinggi dan terjal itu ada di sebelah selatan Mekah pada jalan menuju Yaman. Sepanjang lima Mil Nabi dan Abu Bakar harus berjalan hingga  bisa sampai kesana. Gunung yang di puncaknya terdapat  gua yang dikenal dengan gua Tsur. Tetapi tidak mudah untuk mencapai puncaknya. Terjal, tinggi. jalanan yang berbatu. Perlu perjuangan dan tenaga yang prima untuk sampai kesana.

Gua Tsur

yang seperti itu keadaannya, bukan merupakan gua yang biasa dikunjungi orang. Sehingga, ketika pendakian telah sampai di bibir gua, Abu Bakar meminta kepada Nabi Saw menunggu hingga dia memasukinya untuk memastikan keamanan gua dari binatang buas dan ular “Demi Allah engkau jangan memasukinya sampai saya yang masuk terlebih dahulu. Jika di dalam sana ada sesuatu yang membahayakan
maka hanya akan mengenaiku dan tidak mengenaimu,” begitu Abu Bakar mempunyai inisiatif.
Ada tiga lubang dalam gua. Biasanya lubang ular. Sarung Abu Bakar disobek untuk menutup lubang pertama. Tapi masih ada dua lubang. Tidak ada yang bisa digunakan untuk menutupi keduanya. Maka, Abu Bakar menutupinya dengan kedua kakinya dan mempersilahka Rasulullah Saw untuk masuk ke dalam gua.

Perjalanan malam yang melelahkan

Nabi merebahkan badannya. Beliau meletakkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar dan tertidur. Saat suasana seperti itu, Abu Bakar merasakan ada yang menyakiti kakinya. Tetapi Abu Bakar tidak berani bergerak. Karena pasti akan membangunkan Nabi. Tetapi rasa sakit yang tak tertahankan. Hingga air mata menetes, menahan rasa sakit. Tetesannya jatuh di wajah Rasulullah. Beliau terbangun. “Ada apa wahai Abu Bakar?” “Saya dipatuk”. Maka kemudian Nabi meludahi luka kakinya dan hilanglah rasa sakit tersebut. Dalam riwayat misykat al-Mashabih disebutkan bahwa racun itu beraksi di akhir kehidupan Abu Bakar dan itu merupakan penyebab kematiannya.
Hari itu kamis. Abdullah dan Asma’ yang merupakan putra-putri Abu Bakar mengambil peran pentingnya. Asma’ bertugas mengantarkan makanan dan minuman yang diikat dengan ikat pinggang yang dikenakannya. Sehingga ia digelari dzat an-Nithaqain (yang mempunyai dua ikat pinggang). Sementara Abdullah tidur malam hari di sekitar Gunung Tsur. Masih ada orang ketiga yang mempunyai tugas tidak kalah pentingnya. Amir bin Fuhairah yang membawa kambing gembalaannya. Pembantu Abu Bakar itu bertugas membawa kambingnya untuk menghapus jejak kaki Abdullah dan Asma’. Agar orang-orang Quraisy tidak mengetahui jejak keduanya.
Semua itu dilakukan di malam hari. Jika waktu Isya’ telah lewat. Dan Mekah mulai tidur setelah lelah seharian mencari berita tentang raibnya Muhammad. Saat itulah skenario tiga orang itu dijalankan. Mereka ada di Gunung Tsur hingga menjelang pagi. Amir bin Fuhairah yang membangunkan keduanyaa untuk kembali menggiring kambingnya menghapus jejak dan pulang ke Mekah. Agar terkesan mereka bermalam di Mekah. Supaya tidak ada kecurigaan terhadap mereka. Itu mereka lakukan setiap malam hingga Nabi dan Abu Bakar meninggalkan tempat persembunyian.

Mekah semakin linglung

Ali bin Abi Thalib yang menggantikan tidur di tempat tidur Rasul, ditekan untuk memberitahu keberadaan Muhammad. Tetapi Ali bugkam seribu bahasa. Tidak cukup puas menekan Ali, mereka datang ke rumah Abu Bakar dan Asma’ telah ada di dalam rumah. “Mana ayahmu?” bentak mereka “Tidak tahu dimana ayah saya, demi Allah,” jawab Asma’ mantap. Mendengar jawaban itu, Abu jahal tidak tahan dan langsung menampar Asma’. Tamparan yang sampai melepaskan giwang Asma’. La’nahullah.
Sementara pencarian orang-orang Mekah berjalan. Peminatnya semakin banyak. Pencarian hingga tempat yang tidak disangka. Dan mereka pun sampai di Gunung Tsur. Mari kita dengarkan Abu Bakar bertutur perasaannya ketika melihat kaki mereka dalam gua. “Sewaktu saya bersama Nabi dalam gua, saya angkat kepala saya dan ternyata saya melihat kaki-kaki mereka. Aku berkata: Ya Nabiyallah, kalau ada salah seorang di antara mereka yang melihat ke arah kaki mereka, pasti melihat kita.” Rasul berkata mantap, “Diamlah, wahai Abu Bakar. Apa menurutmu tentang dua orang, dimana Allah yang ketiganya?”
Malam jum’at, malam sabtu dan malam Ahad. Tiga malam di Gua Tsur. Ahad siang berlalu. Matahari kembali keperaduannya. Malam kembali menjelang. Saat itulah Nabi dan Abu Bakar meniggalkan Gua Tsur bersejarah dan berangkat menuju Madinah. “Tiga malam penuh makna”. “Tiga malam penuh pelajaran”. Untuk pelajaran hijrah yang besar pahalanya dan titik awal dari kebesaran.
Baca juga:

Sanggama Terputus Cara Tradisional dan Efektif untuk Menjarangkan Kehamilan

Sanggama Terputus Cara Tradisional dan Efektif untuk Menjarangkan Kehamilan

Sanggama Terputus Cara Tradisional dan Efektif untuk Menjarangkan Kehamilan

Sanggama Terputus Cara Tradisional dan Efektif untuk Menjarangkan Kehamilan
Sanggama Terputus Cara Tradisional dan Efektif untuk Menjarangkan Kehamilan

Sanggama terputus adalah metode keluarga berencana tradisional, dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi.

Cara kerja

Alat kelamin (penis) dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak masuk ke dalam vagina sehingga tidak ada pertemuan antara sperma dan ovum, dan kehamilan dapat dicegah.

Manfaat

Kontrasepsi

  • Efektif bila dilaksanakan dengan benar.
  • Tidak mengganggu produksi ASI.
  • Dapat digunakan sebagai pendukung metode KB lainnya.
  • Tidak ada efek samping.
  • Dapat digunakan setiap waktu.
  • Tidak membutuhkan biaya.

Nonkontrasepsi

  • Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana.
  • Untuk pasangan memungkinkan hubungan lebih dekat dan pengertian yang sangat dalam.

Keterbatasan

  • Efektifitas sangat bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan sanggama terputus setiap melaksanakannya (angka kegagalan 4 – 27 kehamilan per 100 perempuan per tahun).
  • Efektivitas akan jauh menurun apabila sperma dalam 24 jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis.
  • Memutus kenikmatan dalam melakukan hubungan seksual.

Dapat dipakai untuk

  • Suami yang ingin berpartisipasi aktif dalam keluarga berencana.
  • Pasangan yang taat beragama atau mempunyai alasan filosofi untuk tidak memakai metode-metode lain.
  • Pasangan yang memerlukan kontrasepsi dengan segera.
  • Pasangan yang memerlukan metode sementara, sambil menunggu metode yang lain.
  • Pasangan yang membutuhkan metode pendukung.
  • Pasangan yang melakukan hubungan seksual tidak teratur.

Tidak dapat dipakai untuk

  • Suami dengan pengalaman ejakulasi dini.
  • Suami yang sulit melakukan sanggama terputus.
  • Suami yang memiliki kelainan fisik atau psikologis.
  • Istri yang mempunyai pasangan yang sulit bekerja sama.
  • Pasangan yang kurang dapat saling berkomunikasi.
  • Pasangan yang tidak bersedia melakukan sanggama terputus.

Instruksi bagi Klien

  • Meningkatkan kerja sama dan membangun saling pengertian sebelum melakukan hubungan seksual dan pasangan harus mendiskusikan dan menyepakati penggunaan metode sanggama terputus.
  • Sebelum berhubungan pria terlebih dahulu mengosongkan kandung kemih dan membersihkan ujung penis untuk menghilangkan sperma dari ejakulasi sebelumnya.
  • Apabila merasa akan ejakulasi, pria segera mengeluarkan penisnya dari vagina pasangannya dan mengeluarkan sperma di luar vagina.
  • Sanggama tidak dianjurkan pada masa subur.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/

Tujuan dan Fungsi Hukum

Tujuan dan Fungsi Hukum

Tujuan dan Fungsi Hukum

Tujuan dan Fungsi Hukum
Tujuan dan Fungsi Hukum

Hukum dibuat untuk mengatur perilaku manusia. Oleh karena itu, hukum dalam masyarakat memiliki tujuan, yaitu:

  • Mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada masyarakat;
  • Menciptakan pergaulan hidup antar anggota masyarakat;
  • Mengatur kebahagiaan sebanyak-banyaknya pada masyarakat;
  • Memberi petunjuk dalam pergaulan masyarakat.

J.P. Glastra Van Loan

mengemukakan bahwa hukum mempunyai fungsi yang sangat penting. Fungsi hukum menurut J.P Glastra Van Loan adalah:

  • Menertibkan masyarakat dan pergaulan masyarakat;
  • Menyelesaikan pertikaian;
  • Memelihara dan mempertahankan tata tertib dan aturan, jika perlu, dengan kekerasan;
  • Mengubah tata tertib dan aturan-aturan dalam rangka penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat;
  • Memenuhi tuntutan dan kepastian hukum dengan merealisasikan fungsi hukum sebagaimana disebutkan di atas.

Selain J.P. Glastra Van Loan, Aristoteles, dan Utrecht

menyampaikan pendapat tentang fungsi hukum dasar, yaitu sebagai berikut:

  • Aristoteles mengatakan bahwa tujuan hukum adalah terwujudnya keadilan.
  • E.Utrecht berpendapat bahwa hukum bertujuan untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat.

Dengan demikian, hukum dalam masyarakat bertujuan

  • Agar tercipta ketertiban dalam pergaulan masyarakat;
  • Menyelesaikan setiap perselisihan yang terjadi dalam masyarakat, baik karena faktor perbedaan kepentingan maupun karena faktor lain.

Di samping itu, hukum juga bertujuan

  • Melindungi hak-hak manusia agar tidak terjadi pelanggaran hak orang lain.
  • Menciptakan hubungan yang selaras, serasi, dan seimbang antara berbagai kepentingan individu dan kepentingan umum.

Prinsip-Prinsip Hukum

Norma hukum memiliki sifat mengikat dan tegas berlaku secara lebih luas jangkauannya dibandingkan dengan norma-norma lainnya. Ada tiga prinsip hukum yang harus dijadikan pegangan oleh setiap warga negara.

  • Supermasi hukum (kekuasaan tertinggi) pada aturan-aturan hukum, artinya tidak ada kekuasaan yang lebih tinngi dari pada hukum, tidak ada kekuasaan sewenang-wenang, dan setiap orang hanya boleh dihukum apabila melanggar hukum.
  • Kedudukan yang sama dalam menghadapi hukum, baik pejabat maupun rakyat biasa. Artinya, siapa pun orangnya mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum, tanpa memandang keddudukan, pangkat, jabatan, status sosial, agama, dan golongan. Semua harus tunduk dan patuh terhadap hukum.
  • Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang serta oleh keputusan-keputusan pengadilan, artinya hak-hak warga negara harus diatur, dijamin, dan dilindungi oleh undang-undang.

Asas Hukum

Asas-asas hukum adalah dasar-dasar yang menjadi yang menjadi sumber pandangan hidup, kesadaran, dan cita-cita hukum dari masyarakat. Thomas Aquino dalam konsepsi mengenai hukum alam membagi asas-asas hukum menjaddi dua jenis, yaitu.

  • Prinsipia prima atau asas-asas umum, yaitu asas-asas yang langsung dimiliki manusia sejak kelahirannya.
  • prinsipia secundaria, yaitu asas-asas yang dijabarkan dari asas-asas umum yang tidak berlaku mutlak dan dapat berubah karena pengaruh ruang dan waktu.

Sumber: https://www.studinews.co.id

Indikator Minat Belajar

Indikator Minat Belajar

Indikator Minat Belajar

Indikator Minat Belajar
Indikator Minat Belajar

Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari untuk sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya karena tidak ada daya tarik baginya (Slameto, 1995: 57).

Usman Effendi dan Juhaya S. Praja (1989: 72) berpendapat bahwa minat itu dapat ditimbulkan dengan cara sebagai berikut:

Membangkitkan suatu kebutuhan misalnya, kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan penghargaan dan sebagainya.
Menghubungkan dengan pengalaman-pengalaman yang lampau
Memberikan kesempatan mendapat hasil yang baik “Nothing succes like success” atau mengetahui sukses yang diperoleh individu itu sebab success akan memberikan rasa puas.
Selanjutnya, akan memperoleh ukuran dan data minat belajar siswa, kunci pokoknya adalah dalam mengetahui indikatornya. Indikator minat belajar terdiri dari perbuatan, perhatian dan perasaan senang.

1. Partisipasi/Perbuatan

Minat yang telah muncul, diikuti oleh tercurahnya perhatian pada kegiatan belajar mengajar, dengan sendirinya telah membawa murid ke suasana partisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar (Ahmad Tafsir, 1992: 24).

Kegiatan berpartisipasi aktif tidak selalu berupa gerakan-gerakan badaniah. Murid-murid yang ikut aktif secara aqliyah atau secara bathiniyah dalam proses pengajaran. Sementara itu, Bernard yang dikutif Sardiman A.M. (1996: 76) mengatakan bahwa minat tidak timbul secara tiba-tiba atau spontan melainkan timbul akibat dari partisipasi. Jadi, jelas bahwa soal minat akan selalu berkait dengan soal kebutuhan atau keinginan. Oleh karena itu, yang penting bagimana menciptakan kondisi tertentu agar siswa selalu aktif dan ingin terus belajar.

2. Perhatian

Perhatian merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang dalam hubungannya dengan pemulihan rangsangan yang datang dari lingkungannya (Slameto, 1996: 183) mengemukakan bahwa istilah perhatian dapat berarti sama dengan konsentrasi, dapat pula minat momentan, yaitu perasaan tertarik pada suatu masalah yang sedang dipelajari. Konsentrasi dalam belajar dipengaruhi oleh perasaan siswa dalam minatnya terhadap belajar. Siswa yang berperasaan tidak senang dalam belajar dan tidak berminat dalam materi pelajaran. Akan mengalami kesulitan dalam memusatkan tenaga dan energinya. Sebaliknya siswa yang berperasaan senang dan berminat akan mudah berkonsentrasi dalam belajar. Senada dengan pendapat di atas Agus Sujanto (1991: 89) menyatakan bahwa perhatian adalah konsentrasi atau aktifitas jiwa kita terhadap pengamatan, pengertian dan sebagainya. Dengan mengenyampingkan yang lain dari pada itu.

3. Perasaan

Perasaan adalah suatu pernyataan jiwa yang sedikit banyak yang bersifat subjektif, untuk merasakan senang atau tidak senang dan yang tidak bergantung pada perangsang dan alat-alat indra (Agus Sujanto, 1991: 75). Sementara itu Kartini Kartono (1996: 87) menyebut perasaan dengan istilah rencana. Maka merasa itu adalah kemampuan untuk menghayati perasaan atau rencana. Rencana itu bergantung kepada (a) isi-isi kesadaran, (b) kepribadian, (c) kondisi psikisnya. Ringkasnya, rencana ini merupakan reaksi-reaksi rasa dari segenap organisme psiko fisik manusia.

W.S. Winkel (1996: 187)

menyatakan bahwa yang dimaksud dengan perasaan di sini, adalah perasaan momentan dan intensional. Momentan berarti bahwa perasaan pada saat-saat tertentu, intensional; berarti bahwa reaksi perasaan diberikan terhadap sesuatu, seseorang atau situasi tertentu. Apabila situasi berubah, maka perasaan berganti pula sehingga perasaan momentan dan intensional dapat digolongkan ke dalam perasaan tidak senang. Antara minat dan berperasaan senang terdapat hubungan timbal balik, sehingga tidak mengherankan kalau siswa yang berperasaan tidak senang juga akan kurang berminat dan sebaliknya.

Baca juga: