Anak Tak Diterima, Puluhan Warga setempat Geruduk dan Hentikan Aktifitas SMAN 3 Mandau

Anak Tak Diterima, Puluhan Warga setempat Geruduk dan Hentikan Aktifitas SMAN 3 Mandau

Gerah, bingung dan resah, membuat puluhan orang tua murid yang berdomisili

disekitar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Mandau dijalan Tuanku Tambusai, Desa Simpang Padang, Kecamatan Batin Solapan, Bengkalis menggelar aksi demo mengeluhkan nasib mereka.

Pasalnya, sekitar 48 anak mereka masih terlantar tanpa kepastian akan diterima di sekolah favorite tersebut.

“Kami akan tetap bertahan di sekolah ini, jika perlu kami akan tidur disini hingga anak

kami diterima dan belajar,”teriak salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya dengan berapi – api.

Dikatakan warga itu, dirinya dan puluhan warga lainnya merasa terdzolimi akan keputusan Dinas Pendidikan Propinsi yang terkesan kaku akan peraturan yang dibuatnya sehingga menyengsarakan buah hati mereka untuk menimba ilmu.

“Katanya wajib sekolah sembilan tahun, tapi kok seakan dipersulit seperti ini,”keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Samsul, warga sekitar SMAN 3 Mandau. Menurutnya,

PPDB sistem Online belum tepat dilakukan khusus di Kota Duri dikarenakan banyaknya peminat dan tidak didukung dengan oleh solusi dari Pemerintah.

“Ini susahnya kalau sistem Online diterapkan, dari Papua pun bisa mendaftar disekolah ini. Jadi anak – anak lingkungan yang menjadi korbannya. Jika tidak ada solusi, tetap aktifitas disini kita hentikan,”tegasnya.

Terpisah, Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 3 Manda, Aslim melalui anggotanya, Dondian Putra menegaskan jika pihaknya tetap bersikap persuasif dengan mengumpulkan berkas warga tempatan yang masih tercecer dan menyerahkan ke pihak desa sembari menunggu keputusan Dinas Pendidikan Propinsi Riau bersama Kepala sekolah.

“Dari awal kita sudah serahkan masalah pendataan anak warga tempatan ini ke pihak desa, namun kenyataannya masih ada yang tercecer sampai menjadi polemik seperti ini. Kita sudah mengakomodir sebesar 40 persen anak lingkungan atau sebanyak 154 orang, namun diakhir – akhir masih ada 48 anak lagi yang masih tercecer,”jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kerumunan puluhan warga yang telah terbakar emosi dikarenakan tidak ada kepastian anak mereka akan diterima akhirnya bersepakat menghentikan seluruh aktifitas panitia PPDB dan menggembok gerbang sekolah.

Sumber :

http://ahmadali.wagomu.id/e107261.html

Wali Murid di Dumai Keluhkan Guru Minta Hadiah

Wali Murid di Dumai Keluhkan Guru Minta Hadiah

Peringatan Hari Guru Nasional atau disebut juga sebagai HUT PGRI tahun 2017 di Kota

Dumai menyisakan cerita yang harus menjadi evaluasi bagi pemerintah terutama Dinas Pendidikan.

Peringatan yuang jatuh pada tanggal 25 November 2017 ini masih terus digunjing hingga hari ini Minggu (26/11/2017). Pasalnya sejumlah wali murid mengeluh adanya kewajiban untuk membawa hadiah yang diminta sejumlah guru.

Jimmmy, salah seorang wali murid kepada awak media membeberkan bahwa ketiga

anaknya diharuskan membawa hadiah, meski tidak dipatokkan jenis dan harga untuk dibawa pada peringatan hari guru.

“Anak saya tiga yang masih sekolah, semua mengaku harus membawa hadiah sesuai arahan gurunya. Hal ini tentu saja memberatkan saya, karena hadiah untuk dibawa ketiga anak saya mesti disiapkan,” ujarnya.

Ayah dari empat orang anak ini menambahkan, meski tidak dipatokkan jenis dan harga

hadiah yang harus dibawa namun untuk orang tua yang memiliki anak lebih dari satu tentunya cukup memberatkan.

Hal ini mendapat tanggapan dari Pendiri Forum Silaturahmi Guru Bantu Provinsi (FSGBP) Riau, Erwin Rodimart Siatompul, menurutnya hal semacam ini perlu menjadi evaluasi bagi Dinas Pendidikan.

“Ditengah morat-maritnya ekonomi saat ini jangan ada hal apapun yang membebankan wali murid. Dinas Pendidikan harus menginteruksikan kepada seluruh guru dan sekolah untuk menghindari hal seperti ini terjadi lagi,” ujar Erwin.

Erwin juga meminta kepada wali murid untuk tidak memenuhi permintaan guru jika memang bukan menjadi keharusan dan kebijakan dari sekolah atau pemerintah.

Sumber :

http://ahmadali.wagomu.id/e107259.html

RUANG LINGKUP SUPERVISI KELAS

RUANG LINGKUP SUPERVISI KELAS

RUANG LINGKUP SUPERVISI KELAS

RUANG LINGKUP SUPERVISI KELAS
RUANG LINGKUP SUPERVISI KELAS

Ada lima lingkup kerja kepengawasan proses pembelajaran. Kelima lingkup itu adalah pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut. Hal itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41/2007 tentang Standar Proses seperti berikut ini.

1.      Pemantauan

a.       Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.

b.      Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.

c.       Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.

2.      Supervisi

a.       Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan  penilaian hasil pem­belajaran.

b.      Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.

c.       Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan penga­was satuan pendidikan.

3.      Evaluasi

a.       Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk me­nentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

b.      Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara:

a)      membandingkan proses pembelajaran yang dilak­sanakan guru dengan standar proses,

b)      mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pem­belajaran sesuai dengan kompetensi guru.

c.       Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran.

4.      Pelaporan

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasiproses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan.

5.      Tindak Lanjut

a.       Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar.

b.      Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar.

c.        Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/pe­nataran lebih lanjut.

Kelima lingkup (pematauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut) kepengawasan merupakan kegiatan yang berentetan. Ada hubungan hierarkis dari lima kegiatan itu. Kegiatan diawali dengan pematauan. Hal yang dipantau adalah perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran. Hasil pemantauan itu tampil dalam wujud data berupa kondisi ril, kenyataan yang sebenarnya, dan fakta autentik. Hasil pematauan itu bisa berupa catatan, rekaman, dan dokumentasi. Untuk mendapatkannya dilakukan dengan berbagai cara atau teknik. Tentu saja cara dan teknik itu memerlukan instrument pemantauan. Instrumen itu pada hakikatnya adalah instrument pengumpulan data, informasi, dan fakta tentang kondisi ril dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran.

Baca Juga

Sedikit Bocoran tentang Cowok

Sedikit Bocoran tentang Cowok

Sedikit Bocoran tentang Cowok

Sedikit Bocoran tentang Cowok
Sedikit Bocoran tentang Cowok

Hei cewek, mungkin sudah lama kalian ingin tahu sebenarnya seperti apa sosok seorang cowok. Mungkin kalian bertanya2, kenapa sih sikapnya kok kyak gini amat liat cewek cma dr fisiknya doang. mungkin kalian juga menganggap dia kok gak perhatian, atau dia kok lebih mentingin kerjaan dr pada saya, and bla..bla..bla..

Ups.. ntar dulu cewek, jgn asal ambil kesimpulan.

Tentang Cowok

Kalian harus baca dulu bocoran dari saya (cowok) di jamin dah.. Penasarankan?

eits.. tp jangan terburu2 gitu dong

ni saya baru mo tulis.. hehe

y dah deh, selamat membaca ja.,

Mungkin, kalian para wanita berfikir bahwa kami selalu menginginkan wanita hanya berdasar fisik saja, cantik, seksi, elegan, imut, manis n bla..bla.bla…

Tapi taukah kalian itu hanya kriteria awal saja?

Memang pada awalnya kami mendekati kalian karena faktor itu, tapi saat sudah masuk ke jenjang pacaran, kami jauh memilih hati kalian dari pada fisik kalian.

Kami setuju dengan pendapat kalian bahwa wanita mana yg nggak matre? tapi kalau dari awal kalian sudah menunjukan kematrean kalian, kami akan berpikir dua kali sebab kita kaum cowok yg membiayai biaya shoping dan hidup kalian nantinya’

Kalian juga suka berkata : cowok itu egois, nggak perhatian, cowok lebih mengutamakan kerja dari pada wanitanya.?

Mari kita sederhanakan saja :

wanita mana yg nggak mau hidupnya bahagia?

wanita mana yg mau melarat? Dan pria mana yang tega melihat wanitanya menderita?

Taukah kalian, kami mengutamakan kerja demi anak istri di masa depan?

Supaya kalian hidup bahagia..

inilah bentuk perhatian kami  sesungguhnya.

Mungkin kalian berpikir bahwa kami  akan menginggalkanmu saat tua nantinya?

karena sudah nggak cantik, tapi pria itu juga punya perasaan nggak hanya logika saja’

sebab dari kalianlah kami punya keturunan.

kalian yg kasih kami suport dan perhatian.

kecantikan itu nggak abadi, tapi perhatian dan kasih sayang yg abadi!

Ingat kah kalian? saat kalian pergi, kami selalu berkata:

-kalo sudah sampe kasih tau ya..

-hati2 d jalan..

-jaga diri, bla bla..

Walau singkat, itu adalah bentuk perhatian kami dari lubuk hati yg terdalam yg hendak mengatakan:

            “I LOVE YOU”

Kami memang mengunakan logika, karena itu kodrat kami

tapi bukan berarti kami tidak berperasaan?

kami tetap berusaha menjaga kalian dgn sepenuh hati, walau kadang kami terkesan kaku’

Kami tidak menuntut macam2, hanya perhatian, kami hanya ingin yg terbaik untuk kalian..

karena sebenarnya bersama kalian sudah cukup membahagiakan kami.!!

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html

Tipe Cewek yang Disukai Cowok Pendiam

Tipe Cewek yang Disukai Cowok Pendiam

Tipe Cewek yang Disukai Cowok Pendiam

Tipe Cewek yang Disukai Cowok Pendiam
Tipe Cewek yang Disukai Cowok Pendiam

Sahabat Diamond, saya punya info menarik ni tentang 5 tipe cewek yang disukai cowok pendiam. Buat sahabat diamond yang sekarang lagi jatuh cinta dengan seorang cowok pendiam saya rekomendasikan untuk baca ini, mudah-mudahan bisa membantu. 

1. Tipe cewek yang rame alias banyak ngomong

Sangat jelas kenapa cowok pendiam menyukai cewek yang rame ini. Mereka sadar betul dengan kekurangan mereka. Dan untuk menutupinya, mereka memilih cewek-cewek yang rame untuk jadi pasangannya. Bayangin aja, kalau cowok pendiam ini pacaran sama cewek yang pendiam juga. Bisa-bisa mereka pacaran diam-diam. Hihihi…, maksudnya pacaran tanpa ada yang ngomong. Hanya mata yang sanggup bicara. Halah…!!!

2. Tipe cewek yang agresif

Tipe cewek yang agresif juga disukai cowok pendiam. Kebanyakan cowok pendiam di dunia percintaan adalah menunggu sinyal yang jelas dari lawan jenisnya. Karena itulah mereka menyukai tipe cewek yang agresif, yang tidak ragu untuk bertindak selangkah lebih dulu. Cewek agresif seprti ini berpeluang besar untuk mendapatkan cowok pendiam.

3. Tipe cewek yang cerdas

Pada dasarnya, si cowok pendiam ini adalah tipe pemikir. Kebanyakan dari mereka juga termasuk cowok yamg cerdas. Jadi, mereka juga sangat menyukai cewek-cewek yang cerdas. Tipis kemungkinan buat cewek yang IQ-nya di bawah rata-rata untuk mendapatkan cowok pendiam ini.

4. Tipe cewek yang dominan

Kamu juga harus bisa menunjukkan kelebihan kamu sebagai cewek kalau ingin menarik perhatian cowok pendiam ini. Sesuatu yang menonjol ternyata bisa juga menarik perhatian si cowok pendiam ini. Beberapa tipe cowok ini juga mengaku tidak keberatan berada dibawah dominasi ceweknya. Selama itu tidak mengusik harga dirinya sebagai cowok. Just fine..!

5. Tipe cewek yang suka dimanja

Tipe cowok pendiam ini ternyata punya sifat kedewasaan yang lebih baik dari cowok-cowok pada umumnya. Dia punya segudang kasih sayang untuk memanjakan cewek yang ada di hati dan di dekatnya. So, cukup beralasan kenapa cowok pendiam ini menyukai cewek yang rada-rada manja. Supaya mereka bisa menumpahkan kasih sayang mereka untuk orang-orang yang dicintainya.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/09/sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi-dan-rasul-beserta-artinya.html

Setelah Menunggu 30 Tahun

Setelah Menunggu 30 Tahun

Setelah Menunggu 30 Tahun

Bagi yang tidak percaya dengan keabadian cinta, sebaiknya mendengar
cerita ini. Desember lalu, setelah menunggu selama 30 tahun, sepasang
kekasih dari Korea Utara dan Vietnam akhirnya bersatu dalam
pernikahan. Tiga dasawarsa bukanlah waktu yang pendek, tapi mereka
berhasil menjaga kesucian cinta mereka dari seberang lautan.

Kisah cinta ini bermula saat seorang mahasiswa kimia asal Vietnam
pergi ke Korea Utara pada 1971 untuk belajar. Mahasiswa muda itu,
Pham Ngoc Canh, jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang
wanita yang sekilas dilihatnya melewati pintu laboratorium di
Hamhung, tak jauh dari Pyongyang.

Pham pun nekat menemui Ri Young-Hui. Mereka lalu bertukar hadiah,
Pham memberi foto dan Ri memberikan alamat yang ditulis di sobekan
kertas.

Mereka bertemu diam-diam dan berpisah diam-diam. Pham memberitahu ibu
Ri agar memaksa putrinya menikah dengan pria lain saja karena mereka
berdua tidak mungkin dipertemukan. Rezim Korea Utara melarang
warganya berhubungan dengan orang asing, meski dari negara komunis
seperti Vietnam.

Ri menolak saran Pham dan ibunya untuk menikah dengan pria lain.
Bahkan ketika Pham pulang ke Hanoi karena tugas belajarnya selesai,
Ri berusaha bunuh diri. Pham pun akhirnya bertekad untuk
memperjuangkan cinta mereka.

Dibantu oleh ibu Ri, kedua kekasih ini menjalin hubungan hanya lewat
surat selama 20 tahun tanpa pernah bertemu sekalipun. Surat terakhir
diterimanya pada 1992.

Mengetahui Ri tak mungkin memperjuangkan persatuan mereka kembali,
Pham pun mengambil inisiatif untuk selalu mengusahakan pertemuan
mereka kembali.

Sebagai seorang penerjemah tim olahraga nasional, Pham beberapa kali
mengunjungi Korea Utara. Kesempatan ini selalu digunakannya untuk
menghubungi Ri. Namun, usahanya selalu gagal. Orang-orang di Korea
Utara selalu mengatakan, Ri telah menikah atau meninggal, tapi Pham
lebih percaya kesejatian cinta Ri ketimbang omongan orang-orang. Ia
menolak untuk percaya telah kehilangan kekasihnya.

Pham juga pernah berusaha melunakkan kakunya birokrasi dengan membawa
40 surat cinta dalam bahasa Korea yang dikumpulkannya selama 20 tahun
itu ke Kedutaan Besar Korea Utara di Hanoi. Ia berharap mereka mau
membantu. Namun usaha ini, seperti perjuangan sebelumnya, menemui
ketidakpastian.

Tahun-tahun terus berlalu dan rambut mereka sudah mulai beruban,
namun cinta mereka tak juga pupus. Tahun lalu, Pham melakukan usaha
terakhirnya saat ia mendengar delegasi politik Vietnam berkunjung ke
Pyongyang.

Ia kemudian menulis surat kepada Presiden dan Menteri Luar Negeri
Vietnam. Usahanya kali ini tak sia-sia. Beberapa bulan kemudian, ia
mendapat jawaban yang ditunggunya selama 30 tahun: pemerintah Korea
Utara mengizinkannya untuk menikahi Ri Young Hui.

September lalu, pasangan yang telah berusia 50 tahunan itu bertemu
kembali. Mereka pun sepakat untuk tidak menunda-nunda lagi pernikahan
yang sudah lama dinantikan itu. Desember lalu, di Hanoi, keduanya
menikah dengan dihadiri 700 tamu yang datang dengan mata berkaca-
kaca. bbc/qaris

Baca Juga : 

KEAJAIBAN DUNIA

KEAJAIBAN DUNIA

KEAJAIBAN DUNIA

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia.” Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi;1) Piramida 2) Taj Mahal 3) Tembok Besar Cina 4) Menara Pisa5)Kuil Angkor 6) Menara Eiffel 7) Kuil Parthenon.

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.” Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, “Tujuh KeajaibanDunia” adalah, 1) Bisa melihat, 2) Bisa mendengar, 3) Bisa menyentuh, 4)Bisa menyayangi,Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan, 5) Bisa merasakan,6)Bisa tertawa,7) Dan, bisa mencintaiRuang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untukmelihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”.

Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kitamenyebutnya sebagai “biasa”. Semoga anda hari ini diingatkan tentang segalahal yang betul betul ajaib dalam kehidupan anda.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

BAJU-BAJU YANG MENIPU

BAJU-BAJU YANG MENIPU

BAJU-BAJU YANG MENIPU

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.”Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut. “Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat. “Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita. Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut Akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.”Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang Mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.

Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap. Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.” “Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.” Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.” Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?” Suaminya mengangguk.
Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS. Kita, seperti pimpinan Harvard itu, seringkali silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, seringkali menipu.

Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018

Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018

Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018

Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018
Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018

BANDUNG – Sebanyak 150 siswa-siswi tingkat SMA, SMK dan MA Negeri maupun Swasta se-Kota Bandung

menunjukan prestasinya dalam kegiatan yang bertajuk ”Pesona Kreativitas Siswa 2018”. Acara yang berlangsung siang hari itu melakukan pemilihan Duta Putra Putri Pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BP3) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Majalah Sekolah JUARA dan bekerjsama dengan DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) yang berlangsung di Aula SMK Negeri 4 Bandung, Sabtu (3/3) lalu.

Pemimpin Redaksi Majalah Sekolah JUARA sekaligus Panitia Pelaksana Kegiatan Rusyandi

menuturkan bahwa ajang Pesona Kreativitas Siswa ini merupakan kali kedua digelar oleh “Sekolah JUARA” dan bekerjsama dengan DPP AKSI. “Ini merupakan program kerja dari bagian promosi Sekolah JUARA,” tutur Rusyandi kepada Zetizen Bandung.

Walaupun para peserta banyak yang belum mengenal dunia modeling, namun penampilan dan lenggak-lenggok mereka di atas catwalk bagaikan model profesional. Aula SMK Negeri 4 Bandung yang biasa digunakan sebagai tempat serbaguna disulap menjadi arena modeling. Para peserta beraksi dengan segala kemampuannya untuk menunjukan bakat dan prestasinya di atas catwalk dengan karpet merah yang menyala.

Perhelatan Pesona Kreativitas Siswa 2018 dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Sekolah

Indonesia Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd., dan dihadiri oleh Sekjen AKSI, Dr. Drs. Zulkarnain, M.M.Pd., Sekretaris Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Kota Bandung, Drs. Iding Sunardi, M.Pd., Kepala SMK Guna Dharma, Ade D. Hendriana, S.H., dan Kepala SMA Sebelas Maret, Ahmad Sadiqin, S.Pd., serta perwakilan dari bank bjb.

Gelaran Pesona Kreativitas Siswa kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena setiap peserta mendapatkan buku tabungan dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dengan lebel “Pesona Kreativitas Siswa 2018” dari bank bjb.

Sepatu high heels atau hak tinggi yang menghiasi kaki para peserta putri, dan sepatu pantopel yang digunakan peserta putra begitu indah berjalan di atas catwalk. Mereka memperagakan busana raksukan Sunda, sehingga menambah kesemarakan acara.

Gemerlapnya aneka busana raksukan Sunda yang dikenakan para peserta menambah kemeriahan. Dengan diiringi kerasnya hendakan musik membuat semangat peserta untuk lebih serius menunjukan kebolehannya dihadapan tiga juri, yakni Neneng Dinar dari Dinas Pariwisata Jawa Barat, Model Senior Marina Syarif dan Rima Yano.

Sorak para penonton pun tak terbendung lagi dan bertepuk tangan menyaksikan perwakilan sekolahnya berlenggak-lenggok di atas catwalk dan menampilkan kabisanya, sehingga venue menjadi sangat bergemuruh menyatu dengan irama musik pengiring.

Rusyandi berharap kegiatan ini ada nilai positif dan bermanfaat yang bisa dipetik oleh para siswa tingkat atas, terutama dalam mengembangkan bakat dan kreativitasnya. ”Pesona Kreativitas Siswa 2018 ini digagas dalam upaya mengembambangkan bakat dan prestasi, sehingga bakat dan prestasi para peserta itu bisa tergali lagi lebih dalam. Selain itu, ini juga menjadi pengalaman yang baik untuk mereka dalam dunia modeling,” tambahnya.

 

Baca Juga :

Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi
Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

CIKARANG – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Barat memandang, harus ada peningkatan kualitas guru.

Salah satunya dengan meng-upgrade serta memberikan ruang bebas untuk guru mengekspresikan pola pengajaran.

Ketua IGI Jawa Barat Cucu Sukmana, ST, MM, seharusnya guru diberikan kebebasan mengajar. Dalam arti guru sebagai pribadi guru itu sendiri. ”Tidak zamannya lagi untuk dimonopoli. Biarkan dia memilih organisasi guru, seperti IGI, semua boleh mengutarakan pendapat,” kata Cucu usai mengisi seminar Guru Bermutu Bangsaku Maju di Celecton Hotel Jababeka, Cikarang Utara, Sabtu (10/3) lalu.

Cucu mengungkapkan, IGI selalu berupaya untuk meningkatkan peningkatan mutu.

”Dan kita serahkan dalam proses mendidik, memberikan pelajaran atau pembelajaran kepada guru,” katanya pada Cikarang Ekspres (Jabar Ekspres Group).

Dia berpandangan, jika pro­ses pembelajaran diberikan kewenangan untuk bebas disampaikan, maka akan tum­buh kreativitas dan inovasi. Tidak hanya dari guru, tapi pola seperti itu juga akan me­rangsang kreativitas murid karena pola belajar tidak kaku. Begitupun dalam me­milih organisasi profesi guru.

”Seperti yang dilakukan IGI, kami mengajak untuk memahami diri sendiri (sebagai guru),

agar pro­fessional. Sehingga guru menjadi bermutu dan bangsanya menjadi maju,” tegasnya.

Direktur Pembinaan Guru pendidikan Menengah Ke­mendikbud Ir Sri Renani Pantjastuti juga mengajak guru agar terus berkarya. Sebab, hebatnya sebuah bangsa tergantung pada gu­runya.

Jika tak miliki keinginan untuk terus belajar agar meningkat keprofesiannya, jangan harap generasi muda zaman now da­pat berkiprah dan bisa menggantikan pemimpin-pemimpin di masa mendatang. ”Guru harus jadi diri sendiri dan pro­fesional,” tukasnya.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/