NEGARA YANG MENGANUT SISTEM EKONOMI CAMPURAN

NEGARA YANG MENGANUT SISTEM EKONOMI CAMPURAN

NEGARA YANG MENGANUT SISTEM EKONOMI CAMPURAN

Sebenarnya pelaksanaan sistem ekonomi campuran ini sebagian besar digunakan oleh negara-negara di dunia. Mereka memadukan sistem-sistem ekonomi yang ada dan didesain sedemikian rupa sesuai kondisi negaranya, kendati mengaku menganut paham sistem ekonomi tertentu.

Sebagai contoh, Amerika Serikat dikenal dengan sistem ekonomi liberal. tapi praktiknya tidak benar benar berpaham liberal, karena ada campur tangan pemerintah dalam hal pengaturan atau undang-undang anti monopoli. Negara yang memakai sistem ekonomi campuran termasuk sebagai negara bekas non blok, di mana sebagian besar terdapat di benua Asia dan Afrika. Mereka ialah Indonesia, India, Malaysia, Mesir.

INDONESIA

Di Indonesia, perekonomian mengalami berbagai tahap yang dipengaruhi oleh masalah politik. Tahap pertama setelah Indonesia merdeka yang dikenal sebagai Ekonomi Orde Lama (1945-1965). Pada masa ini Indonesia menganut sistem liberal. Kekuasaan ada pada beberapa partai politik yang memicu seringnya terjadi perselisihan hingga berakhir pada kehancuran perekonomian nasional.

Tahap berikutnya dikenal dengan Ekonomi Orde Baru (1966-1998). Masa ini pemerintah memproritaskan perhatian pada peningkatan kemakmuran masyarakat secara ekonomi maupun sosial. Juga mempraktikan sistem ekonomi terbuka buat perusahaan dan penanaman modal asing. Kesuksesan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik menaikan tingkat penghasilan masyarakat. Karenanya, terjadi perubahan teknologi dan kebijakan industri di tahun 1980-an.

Sehingga bentuk perekonomian mengalami pergeseran dari agraris ke arah semi industry. Tahap ketiga yang berjalan setelah orde baru sampai saat ini dikenal dengan Ekonomi Reformasi. Naik turun perekonomian dipicu pergantian Presiden. Masalah ekonomi yang sempat terjadi di awal masa reformasi mulai terkendali sejak pemerintahan Megawati. Inflasi, suku bunga, kurs rupiah serta politik semakin stabil.

Perekonomian di Indonesia menganut sistem campuran antara paham ekonomi sosialis dan liberal. Walaupun sebenarnya lebih dikenal sebagai sistem ekonomi campuran dengan pemikiran Pancasila, atau sistem ekonomi Pancasila. Maksudnya, sistem kegiatan ekonomi didasari oleh pemahaman Pancasila, yaitu kegiatan ekonomi yang dijalankan berdasarkan usaha bersama beralaskan asas kekeluargaan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat di bawah pengawasan serta pengendalian pemerintah.

Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, perekonomian juga berfokus pada pemanfaatan maksimal area kelautan yang sempat luput perhatian dari pemerintahan sebelumnya. Padahal wilayah Indonesia didominasi oleh perairan. Dalam jangka panjang kebijakan ini diharapkan juga dapat membantu pembentukan ekonomi mandiri bagi Indonesia.

Sehingga terjadi penerapan pemahaman Pancasila pada roda ekonomi yang sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 terkait asas kekeluargaan ekonomi Indonesia dengan pemanfaatan sumber daya digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

INDIA

Negara India juga menggunakan sistem ekonomi campuran tapi mempunyai kecenderungan pada paham sosialis. Sangat tingginya intervensi pemerintah dalam perekonomian disebabkan fokus berlebihan pada pemerataan pendapatan dan kesejahteraan publik. Hal itu terjadi mulai tahun 1950-an setelah kemerdekaan India. Sehingga kreatifitas ssetiap masyarakat sangat kecil bahkan mati yang membuat mereka sulit untuk maju sebab segala hal diatur dan dikendalikan oleh pemerintah.

Sejak tahun 1997 India mulai memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan terjadi penurunan angka kemiskinan masyarakat. Faktor penyokong terbesar didalam perkembangan perekonomian tersebut ialah area pariwisata bangunan Taj Mahal.

Industri otomotif juga tidak ketinggalan menyokong perekonomian negara ini, adalah TVS motor yang merupakan produsen kendaraan bermotor roda 2 dan masuk ke dalam jajaran 10 besar di dunia. Selain dua hal itu, area penyokokng lainnya ialah pertambangan serta tekstil.

FILIPINA

Negara Filipina mempunyai sejarah ekonomi politik yang tidak stabil yang diakibatkan korupsi yang merajalela. Pergantian presiden yang tidak menghasilan pembaruan juga berpengaruh besar. Sebagai bekas negara persekutuan Amerika Serikat sejak tahun 1935, Filipina diperkirakan telah mengalami peningkatan ekonomi yang kecil dan lambat.

Tapi, memasuki abad 20, ekonomi Filipina bergerak naik karena kebijakan-kebijakan oleh presiden baru, termasuk oleh presiden Beniqno Aquino (2010-2016). Pada tahun 2012-2013 perekonomian bergerak cepat sehingga dapat dikatakan sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Asia.

Filipina menggunakan sistem ekonomi campuran dengan agrikultur sebagai penyumbang utama perekonomiannya. Fokus industri Filipina ada di bidang elektronik, pengolahan makanan, otomotif, tekstil dan pertambangan . Filipina memberikan kebebasan yang besar dalam melakukan segala hal kepada pihak swasta sehingga meningkatkan kreatifitas masyarakat.

Peran swasta dalam perekonomian pun menembus angka 95% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pengakuan kepada kepemilikan individu juga penumpukan modal menjelaskan bahwa sistem ekonomi campuran Filipina lebih cenderung pada sistem kapitalis. Prinsip keadilan sistem kapitalis adalah “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya” membuat pengaruh besar pada motivasi individu masyarakatnya untuk maju dan berkembang.

MALAYSIA

Sejak tahun 1963, Malaysia mempunya dua sistem ekonomi, yaitu sistem Sara Diri dan sistem Komersil. Sistem Sara Diri ialah kegiatan ekonomi dari kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-harinya sendiri melalui cara berkebun, bercocok tanam, perikanan, kehutanan serta perikanan. Jika memiliki kelebihan hasil dari kegiatan tersebut segera dimanfaatkan untuk perdagangan.

Hal tersebut dapat menekan laju inflasi karena penggunaan uang lebih sedikit. Sedangkan sistem komersil adalah sistem kegiatan ekonomi yang menuju pada pasar terbuka seperti penanaman modal, teknologi baru, investor asing, pengenalan jenis tanaman baru, dan lain lain. Dalam perekonomian Malaysia, tugas pemerintah sangat kecil sehingga membuatnya mudah dalam hal birokrasi.

Banyak pengusaha dari negara-negara lain yang melakukan bisnis di Malaysia mampu menurunkan tingkat pengangguran masyarakat dan menaikkan pendapatan nasional. Kemajuan teknologi juga berdampak dalam mempercepat pembangunan infrastrukturnya. Itulah yang membuat perekonomian Malaysia tumbuh dengan cepat.


Baca Juga :