Metode driil dalam pembelajran Al-Qur’an

Metode driil dalam pembelajran Al-Qur’an

Metode driil dalam pembelajran Al-Qur’an

            Mengenai definisi atau pengertian metode drill, para ahli memberikan definisi yang agak sedikit berbeda meskipun pada intinya definisi-definisi tersebut sama. Diantaranya :

  • Menurut Roestiyah, ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.[6]
  • Menurut Ramayulis, metode drill atau disebut latihan siap dimaksudkan untuk memperoleh ketangkasan atau ketrampilan latihan terhadap apa yang dipelajari, karena hanya dengan melakukan secara praktis suatu pengetahuan dapat disempurnakan dan siap-siaga.[7]
  • Menurut Abdul Majid, suatu rencana menyeluruh tentang penyajian materi secara sistematis dan berdasarkan pendekatan yang ditentukan dengan cara latihan agar pengetahuan dan kecakapan tertentu dapat dimiliki dan dikuasai sepenuhnya oleh peserta didik.[8]
  • Menurut Nana Sudjana, metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu ketrampilan agar menjadi bersifat permanen.

Dapat disimpulkan bahwa metode driil adalah kegiatan membaca Al-Qur’an secara ber ulang-ulang dengan menggunakan hukum bacan nun mati atau tanwin dan mim mati dalam Al-Qura’an secara baik dan benar.

Langkah-langkah metode driil dalam pembelajran al-qur’an

  • Guru memberikan latihan bagaimana cara memebaca contoh kalimat dari bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati
  • Latihan tersebut dilakukan secara berulang-ulang agar siswa benar-benar faham dan fasih dalam mengucapkan contoh bacaan nun mati atau tanwin dan mim mati.

sumber :
https://scorpionchildofficial.com/seva-mobil-bekas/