Mengenal Sejarah Tokoh Pewayangan

Mengenal Sejarah Tokoh Pewayangan

Mengenal Sejarah Tokoh Pewayangan

 

Wayang dahulu kala berkembang di Indonesia sekitar ± 1500 SM.

Wayang sebagai salah satu bentuk dari kebudayaan Indonesia terutama Jawa yang kini telah banyak mengalami perkembangan dari zaman ke zaman seiring dengan perubahan laju modernisasi dan globalisasi.

Arti punakawan itu sendiri melambangkan kebanyakan orang, karakter yang diperankan sangatlah banyak dan bermacam-macam. Misalnya seperti penasihat para ksatria, penghibur, dan lain sebagainya. Di dalam pewayangan jawa punkawan ini terdiri atas Semar, Gareng, Bagong, dan Petruk.

Kata punakawan berasal dari kata “pana” yang artinya “paham”, dan “kawan” yang artinya “teman”. Jadi para punakawan ini artinya bukan hanya seorang pengikut biasa tetapi seorang teman atau pengikut yang dapat bertindak sebagai pembimbing, penasihat, pengasuh yang cerdik, cerdas, bijaksana, dan arif.

 

Sifat dan karakteristik unik pada setiap tokoh Pewayangan Punakawan sebagai berikut :

  1. Semar atau dapat disebut Begawan Ismaya atau Hyang Ismaya. Semar mewakili watak yang sederhana, tenang, rendah hati, tidak munafik, tidak pernah terlalu sedih dan riang. Semar memiliki pemikiran yang tenang dan menghanyutkan karena Semar memiliki ketajaman batin yang kuat, serta kejeniusan, dan kaya akan segala ilmu pengetahuan. Dalam filosofi Jawa Semar adalah Badranaya asal kata Bebadra yang artinya membangun sarana dari dasar, sedangkan Nayaka artinya mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah SWT untuk kesejahteraan manusia. Petuahnya adalah mengayomi semua orang disekitarnya.
  2. Gareng sebagai Kawula yang selalu hati-hati dalam bertindak. Gareng memiliki fisik yang tidak sempurna kakinya pincang. Dalam punakwan Gareng berkaki pincang, ia pernah diangkat menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. Gareng ini sangat sakti ia hanya bisa ditaklukan oleh Petruk.

Petruk merupakan

simbol dari keinginan dan kehendak, dalam pemawayangan ia digambarkan dengan tangn depan ke atas memilih apa yang dikehendaki sedangkan tangan yang dibelakang menggenggam erat apa yang telah dipilih. Petruk memiliki nama alias yakni Dawala. Dawa yang artinya panjang, sedangkan la artinya jelek. Petruk Kanthong Bolong menggambarka Petruk memilki kesabaran yang luas, hatinya lapang, tidak suka menggerutu. Petruk ini selalu tersenyum, sekalipun dalam duka ia selalu memperlihatkan wajah yang ramah dan murah senyum. Kehadiran Petruk ini memberikan semangat dan kebahagiaan di tengah kesedihan.

 

Bagong dalam pewayangan digambarkan dengan dua tangan

yang kelima jarinya terbuka lebar, artinya ia siap bekerja keras. Bagong diceritakan sebagai manusia berwatak lugu, sangat sederhana, memiliki ketabahan hati yang luar biasaa. Ia juga tidak kaget dalam menghadapi situasi apapun. Walaupun Bagong memiliki sosok lugu ia cukup disegani, dihormati, dipercaya dihati ksatrianya.

Sumber : https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/11142-rumus-volume-tabung