MEMIKIRKAN KEMBALI ISLM DALAM MENGHADAPI TRADISINYA

MEMIKIRKAN KEMBALI ISLM DALAM MENGHADAPI TRADISINYA

MEMIKIRKAN KEMBALI ISLM DALAM MENGHADAPI TRADISINYA

MEMIKIRKAN KEMBALI ISLM DALAM MENGHADAPI TRADISINYA
MEMIKIRKAN KEMBALI ISLM DALAM MENGHADAPI TRADISINYA

Solusi yang komprehensif sangat diperlukan pada situasi semacam ini, disini tidak akan dibahas panjang dengan teori yang kompleks tinjauan bersifat selintas, tetapi menyentuh aspek-aspeknya masing-masing aspek harus mendapat porsi yang memadai8.

Pertama

theologies, kita fahm bahwa manusiahidup ini dibekali dengan berbagai potesi hal itu artinya mahwa manusia harus bias mengubah diri sendiri (QS ar rad (13): 11).

Kedua

takdir, percaya takdir bukanlah suatu alat pemangkas ikhtiyar manusia, takdir adalah ukuran, komposisi yang telah ditentukan oleh Allah SWT dalam segala hal.
Takdir bukan alat mengancam usaha seseorang. Biarlah nanti kalau takdir datang kepadanya Jangan tanya!!! Bukan begini.

Ketiga

ldentifikasi. Kita memiliki figur identifikasi ideal,yaitu Rasulullah saw. Rasulullah saw tidak pernah sama sekali mengandalkan kerja dengan keaiaiban. Beliau selalu menggunakan sunnatullah pada alam ini. Beliau bekerla, beliau rnernegang tampuk kepemimpinan negara dan agama. Beliau mengatur siasat perang. Beliau merancang perdamaian. Beliau mencari obat dan berd”‘. ,’sb. lntinya, ilmu keajaiban itu sudah saatnya ditinggalkan. Dia akan datang sendiri pada orangya-rrg betaqwa. Bukan masanya lagi kita bertahun-tahun mencari ilmu keaiaiban.

Keempat

Pemilahan fardhu.Ada fardhu ‘aion ada fardhu kifayah. llmu wudhu adalah fardhu ‘ain. llmu matematika adalah fardhu kifayah. Hal itu sepintas memang betul. Akan tetapi matematika yang menuju kecerdasan sehingga orang tidak menipu atau tertipu, adalah fardhu ‘ain. Geologi, geografi, astronomi, yang menjadikan orang tidak mengalarni split personality adalah fardhu ‘ain.Tentu saja tidak semua muslim harus jadi insinyur atau dokter.Akan tetaPi ilmu yang menjadikan sains dan teknologi rnenjadi populair adalah fardhu ‘ain. Karena dengan sebaras itupun, nantinya sains dan teknologi tidak akan menjadi elitis” Masyarakat tidak hanya akan terkagum-kagum dengan temuan semua itu sehingga sering lupa kekuasaanAllah swt.Atau menjadi konsumen yang dikuras uantnya habis-habisan oleh para produsen.Akh!rnya mereka menjadi orang miskin yang dekat dengan kekufuran.

Kelima

Tawzin al-Manhaj (Penyeimbangan kurikulum). Kuril<ulum minimal ada;l) membacakan ayar-ayat Allah swt. Termasuk ayat kauniyah yang melahirkan ekaguman
terhadap eksistensi Allah swt dan melahirkan sains .

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/