MASYA ALLAH TERNYATA ADA 7000 TAWANAN PALESTINA HIDUP DALAM KUBURAN MASAL ISRAEL

MASYA ALLAH TERNYATA ADA 7000 TAWANAN PALESTINA HIDUP DALAM KUBURAN MASAL ISRAEL

MASYA ALLAH TERNYATA ADA 7000 TAWANAN PALESTINA HIDUP DALAM KUBURAN MASAL ISRAEL
MASYA ALLAH TERNYATA ADA 7000 TAWANAN PALESTINA HIDUP DALAM KUBURAN MASAL ISRAEL

Qabhah mengkritik peran Otoritas

Palestina yang belum memenuhi harapan. Ia meminta agar agenda utama perundingan dengan Israel adalah menjamin dibebaskannya seluruh tawanan Palestina. Tetapi selama ini Otoritas Palestina yang mengandalkan perundingan dengan Israel masih gagal. Bahkan Otoritas Palestina tidak pernah berhasil membawa persoalan tawanan Palestina ke forum-forum internasional dan lembaga-lembaga penegak hukum.

Qabhah menegaskan diplomasi Palestina gagal menjadikan tawanan Palestina sebagai persoalan nurani dunia internasional.

Oslo Mendhalimi Tawanan Palestina

Ketua Badan Eksekutif urusan tawanan Amin Soman menegaskan Hari Tawanan Palestina adalah hari nasional yang istimewa yang merupakan peluang untuk memberikan perhatian terhadap derita tawanan Palestina dan menggulirkan kembali bola isu ini kelapa ke masyarakat internasional. Sebab masih ada 7000 warga Palestina yang hidup di balik jeruji besi. Soman menegaskan, kesepakatan Oslo selama ini telah mendhalimi tawanan Palestina, terutama tawanan senior yang seharusnya mereka dibebaskan sesuai dengan poin kesepakatan Oslo. Israel menolak pembebasan tawanan warga Palestina jajahan 48.

Ini dilakukan Israel sebagai bagian dari politik balas dendam untuk menunjukkan kekejaman Israel. Pakar hukum Palestina ini menegaskan, harapan pembebasan Palestina muncul dalam bentuk upaya pertukaran tawanan yang disebutnya sarana paling efektif dan paling dekat untuk bisa membebaskan warga Palestina.

Baca Juga: Kalimat Syahadat

Penyanderaan Pasukan Israel

Di sisi lain pengamat politik Abdus Sattar Qosim menegaskan gerakan Hamas merupakan satu-satunya gerakan yang mengembangkan strategi – selama beberapa tahun belakangan – untuk membebaskan tawanan Palestina dari penjara Israel. Strategi mereka adalah penyanderaan serdadu Israel untuk kemudian ditukarkan dengan tawanan Palestina.

Kepada Quds Press, Abdussatar menegaskan, tidak ada sarana paling manjur dan efektif untuk membebaskan ribuan tawanan Palestina kecuali dengan pertukaran tawanan. Pengalaman perundingan sudah membuktikan kegagalannya dalam membebaskan tawanan Palestina. Selama tidak ada satu kesepakatan satupun dari perundingan yang bisa membebaskan tawanan Palestina sejak Yasser Arafat hingga saat ini.

Sementara itu eks tawanan Palestina asal Hebron, Sufyan Jumjum, salah satu tawanan Palestina yang selama 20 tahun merasakan derita di penjara Israel menegaskan, dirinya harus menempuh jalur hukum untuk memperoleh haknya berupa jatah bulanan sebagaimana tawanan-tawanan lainnya setelah berusaha melakukan usaha mendekati seluruh lembaga-lembaga resmi dan lembaga HAM akan tetapi itu tidak berguna.

Mereka tidak mendapatkan jatah itu memang disengaja oleh Otoritas Palestina. Sebab sebagian besar tawanan tersebut berasal dari Hamas yang gaji mereka diputus dengan alasan gerakan ini illegal.

Bahkan selama lima tahun terakhir, Jumjum bersama keluarganya menjadi korban penangkapan Israel dan pengejaran dari Otoritas Palestina. Dia terpaksa menjadi menjadi duta produk penjualan selama berjam-jam untuk mendapatkan sepotong roti untuk anak-anaknya. “Ada teman yang mendapatkan gaji bulanan lebih dari 2000 dolar karena dia bukan dari Hamas,” sungguh miris. (at/infopalestina)