MACAM HATI NURANI

MACAM HATI NURANI

MACAM HATI NURANI

Hati nurani merupakan penuntun dalam perbuatan-perbuatan yang akan datang, mendorong kita untuk mengerjakannya atau menghindarinya, atau merupakan hakim atas perbuatan yang telah lalu, sumber pembenaran diri atau sumber rasa sesal kita. Yang pertama disebut antencedent conscience, yang terahir consequent  conscience . bila kita memeriksa hati nurani kita menbicarakan consequent  conscience . tetapi untuk kepentingan etika, antencedent conscience jauh lebih penting.inilah yang memerintah atau melarang  apabila melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan moral dan yang meyakinkan atau mengizinkan apabila terhadap pesoalan mana yang baik dan mana yang buruk.

Oleh karena itu keputusan hati nurani adalah keputusan intelek dan intelek bisa sesaat karena memakai premis-premis yang palsu atau memakai atau karena menarik keputusan yang tidak logis, maka hati nurani juga seksama atau keliru.

Hati nurani yang seksama adalah hati nurani yang memutuskan sebagai baik hal yang benar-benar baik, atau memutuskan hal yang benar-benar buruk. Disini ada terdapat persesuaian moralitas subjektif dan moralitas obyektif. Hati nurani yang keliru memutuskan hal yang buruk, atau seburuk hal yang sebenarnya baik. Semua kekeliruan mencapai ketidak tahuan karena seseorang tidak bisa membuat keputusan palsu dalam pikirannya, kecuali jika dia tidak tahu dengan kebenarannya.  Kekeliruan yang terdapat dalam ketidak tahuan itu bisa di atasi dan bisa juga tidak diatasi, hati nurani juga mengandung kepastian  yang memutuskan sesuatu tanpa rasa takut bahwa hal yang berlawanan bisa benar. Hati nurani yang penuh keraguan, atau sama sekali dengan was-was bahwa yang bertentangan mungkin juga benar,  bila tidak mebuat keputusan, intelek dalam keadaan terapung-apung karena tidak melihat motif-motif atau karena melihat motif yang sama dalam kedua belah pihak.

Apabila intelek memutuskan dengan rasa khuatir padahal yang bertentangan, ia memang memberi persetujuan pada satu pihak tetapi keputusannya merupakan suatu opini yang petrobel. Oleh karena itu hati nurani  yang penuh keraguan semacam ini kadang-kadang disebut hati nurani dalam keragu-raguan (probable consince). Tingkat probalitasnya berbeda-beda,  berkisar dari adanya dugaan sedikit saja sampai ke ambang kepastian.

Sesudah kita meliahat hati nurani dan bentuk-bentuknya , sekarang haruslah kita perbincangkan keharusan kita mengikuti hati nurani. Terhadap dua aturan pokok yang harus kita buktikan, dan masing-masing memuat peroblema yang gawat :

  1. Selalu patuhilah hati nurani yang pasti.

sumber :

https://9apps.id/

  1. Jangan pernah berbuat dengan hati nurani yang penuh keraguan.