LAPAN Gelar Bimtek Guru dan Jurnalis

LAPAN Gelar Bimtek Guru dan Jurnalis

LAPAN Gelar Bimtek Guru dan Jurnalis
LAPAN Gelar Bimtek Guru dan Jurnalis

BANDUNG-PSTA-LAPAN Bandung- Bidang Pemodelan Atmosfer

, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Guru Geografi Sekolah Menengah Umum dan jurnalis untuk meningkatkan pemahaman mengenai fenomena cuaca dan iklim Indonesia, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Kegiatan bimtek tersebut juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih memahami gejala cuaca dan iklim secara ilmiah.

“Kami memilih guru dan jurnalis karena mereka memiliki peran

sentral dalam mendidik masyarakat,” jelas Ketua Bimtek, Haries Satyawardhana, pada acara Bimtek Cuaca dan Iklim untuk Guru dan Jurnalis di kantor PSTA LAPAN, Bandung.

Sehingga, imbuhnya, dengan mengedukasi guru dan jurnalis, diharapkan penyebaran informasi dan pengetahuan yang benar mengenai cuaca dan iklim dapat terjadi secara massif ke seluruh masyarakat.

Apalagi, Haries menjelaskan, fenomena yang berkaitan dengan

anomali cuaca, cuaca ekstrem, anomali iklim, bahkan iklim ekstrem memiliki dampak buruk yang merugikan masyarakat. Di sisi lain, tambahnya, masyarakat sering bertanya mengenai gejala cuaca dan iklim yang mereka lihat sehari-hari terutama yang tidak lazim terjadi. Seperti terjadinya hujan lebat disertai badai di musim kemarau, hujan es, puting beliung, kekeringan, dan lainnya.

“Kami berharap bimtek ini dapat memperkaya pemahaman para Guru
Geografi agar dapat menjelaskan ilmu cuaca dan iklim dengan lebih baik kepada murid-murid di sekolah,” ujar Haries. Para guru juga diharapkan melihat cuaca dan iklim sebagai ilmu yang sangat dinamis dan terus berkembang.

Apalagi, banyak teori dan hal-hal baru yang ditemukan para ahli meteorologi dalam menjelaskan terjadinya fenomena cuaca dan iklim. Teori mengenai angin monsun, fenomena ElNino, LaNina, IOD, dan MJO, terus menerus diperbarui dan diperkuat dengan bukti-bukti ilmiah baru. “Kami ingin mengajak para guru untuk menyadari bahwa cuaca dan iklim di Indonesia merupakan materi yang sangat menarik karena dampaknya kita rasakan langsung sehari-hari,” ujarnya.

Sementara untuk jurnalis, bimtek dapat dijadikan sarana bagi para jurnalis agar dapat memperoleh pengetahuan mendasar yang nantinya berguna untuk menuliskan berita mengenai kejadian-kejadian cuaca dan iklim sehingga kualitas tulisan menjadi lebih baik dan lebih berbobot. jo

 

Sumber :

https://500px.com/ojelhtcmandiri