Kukuhkan Dua Gubes, Prof Yoyon Bikin Gatoel, Prof Semin Manfaatkan Gas

Kukuhkan Dua Gubes, Prof Yoyon Bikin Gatoel, Prof Semin Manfaatkan Gas

Kukuhkan Dua Gubes, Prof Yoyon Bikin Gatoel, Prof Semin Manfaatkan Gas
Kukuhkan Dua Gubes, Prof Yoyon Bikin Gatoel, Prof Semin Manfaatkan Gas

Guru besar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Yakni, Prof Yoyon Kusnendar Suprapto dari Fakultas Teknologi Elektro yang mengembangkan gamelan digital. Juga, Prof Semin dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan dengan ide penggunaan energi gas sebagai penggerak kapal.

Usia 63 tahun dan masih semangat meraih gelar tertinggi dalam bidang akademik. Itulah sosok Prof Yoyon Kusnendar Suprapto. Pada usia yang tak lagi muda, dia berhasil dikukuhkan sebagai profesor ke-117 ITS.

Dalam orasinya, Yoyon menjelaskan penemuannya dalam menggabungkan kesenian dan sains. Yakni, alat musik gamelan digital yang dinamakan Gatoel. Kepanjangannya adalah Gamelan Toetoel. Alat musik berupa aplikasi tersebut telah tersedia di Playstore Android dan bisa diunduh secara gratis.
Kukuhkan Dua Gubes, Prof Yoyon Bikin Gatoel, Prof Semin Manfaatkan Gas
(Allex Qomarullah/Jawa Pos/JawaPos.com)

Pria yang sejak 1989 akrab dengan dunia seni itu sengaja melestarikan alat musik

tradisional tersebut dengan cara yang lebih modern. Alasannya, saat ini minat masyarakat untuk mempelajari musik tradisional semakin turun. Apalagi, harga satu set gamelan tidak murah.

Karena itu, Yoyon membuat gamelan dalam bentuk aplikasi. Di dalamnya, ada demung, saron, bonang barung, peking, kempul, bonang panerus, dan slentem. Masing-masing terdiri atas slendro dan pelog. Suara yang dihasilkan juga dibuat sangat mirip dengan aslinya. ”Cocok diterapkan untuk pembelajaran SD,” katanya.

Sejauh ini, pria kelahiran Surakarta tersebut melakukan uji coba pembelajaran dengan menggunakan Gatoel di beberapa sekolah di Surabaya. Di antaranya, SD Stella Maris, SD St Mikael, SD Santo Yosef, SDN Mojo, dan SD Petra.

Mahasiswa-mahasiswa di ITS, terutama di Departemen Teknik Elektro, ikut mempelajari Gatoel. ”Para siswa tidak perlu menghadap alat gamelan yang besar-besar. Cukup bawa gadgetnya sudah bisa main seperti gamelan asli,” jelasnya. Cara memainkannya juga lebih mudah. Layar tinggal disentuh, sudah muncul suara yang indah.

Sementara itu, Prof Semin berhasil meraih gelar profesor pada usia 46 tahun.

Bersama Prof Yoyon, Semin dikukuhkan sebagai profesor ke-116 ITS.

Dalam orasi ilmiahnya, Semin berupaya memberikan solusi terhadap permasalahan bahan bakar minyak yang mahal serta mencemari lingkungan. Dia menggunakan gas untuk menggantikan solar yang selama ini menjadi sumber energi kapal.

Compressed natural gas (CNG) merupakan bahan bakar yang lebih ringan daripada udara sehingga tidak korosif. Indonesia mempunyai potensi bahan bakar gas yang cukup tinggi. Namun, selama ini bahan bakar tersebut hanya diekspor. ”Kenapa tidak kita pakai sendiri?” ungkapnya.

Menurut Semin, harga CNG lebih murah. Yakni, sepertiga dari harga solar per liter.

Menggunakan CNG juga lebih hemat. Jumlah yang sama bisa mencapai jarak tempuh yang sama pula.

Konversi mesin armada maritim menjadi mesin bahan bakar gas telah dimulai. Peralatan untuk kepentingan konversi sudah tersedia. Meski demikian, Semin tak menampik anggapan bahwa masih ada permasalahan yang harus diselesaikan ketika armada maritim beralih ke bahan bakar gas.

Yakni, belum adanya stasiun pengisian gas di laut. ”Karena itu, masih dibutuhkan investasi yang besar untuk konversi serta pembangunan stasiun-stasiun pengisian bahan bakar oleh pemerintah,” ujarnya.

 

 

Sumber :

http://www.thebaynet.com/profile/ojelhtcmandiri