Kekhalifahan Cordoba

Kekhalifahan Cordoba

Kekhalifahan Cordoba

Abdur Rachman, satu-satunya keturunan kekhalifahan Ummayah yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan golongan Abbasiyah mendirikan kekhalifahan Cordoba di Spanyol. Beliau tetap menyebut dirinya Amir dan tidak mau mengakui kekhalifahan Bagdad. Baru pada masa kekuasaan Abdur Rachman III, Cordoba menyatakan dirinya sebagai khalifah dan kedudukannya seimbang dengan kekhalifahan Bagdad (929 M).

Pada jaman kekhalifahan Cordoba ilmu Pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat. Masjid-masjid banyak dibangun istana dan perpustakaan didirikan ahli-ahli bangunan, tabib, pengarang, ahli-ahli fikir, ahli pakaian danahli-ahli kemasyarakatan banyak terdapat di Cordoba.

Kemajuan dalam bidang kebudayaan itu mendorong orang-orang Eropa untuk  belajar di spanyol. Kebudayaan dari timur yang telah tinggi dan juga warisan kebudayaan Romawi danYunani Kuno yang telah hidang dari Eropa Barat,diketemukan kembali melalui Islam di spanyol.

Daerah kekuasaan Islam pada perkembangan selanjutnya makin sempit. Akan tetapi, pikiran-pikiran Islam makin meluas. Apabila mula-mula mempertahankan dan meluaskan pengaruh islam dengan pedang tetapi pada waktu-waktu berikutnya perluasan Isalam dilakukan dengan jalan damai yaitu melalui perdagangan. Melalui perdagangan inilah Islam masuk ke wilayah Indonesia.

Faktor-faktor yang mendorong cepatnya penyebaran agama Islam di luar Jazirah Arab adalah sebagai berikut:

  1. Islam merupakan agama yang mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, serta hubungan manusia dengan manusia lain dalam masyarakat.
  2. Islam mengajarkan pentingnya dakwah untuk menyebarluaskan agama Islam.
  3. Islam dating dengan sikap simpatik dan toleran, tidak memaksa rakyat untuk mengubah agamanya untuk memeluk agama Islam.

sumber :

https://happinetjp.com/slice-it-apk/