KAIST Korea tertarik kerja sama startup di ASEAN, termasuk Indonesia

KAIST Korea tertarik kerja sama startup di ASEAN, termasuk Indonesia

KAIST Korea tertarik kerja sama startup di ASEAN, termasuk Indonesia

Institute for Startup dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) menyatakan minat mereka untuk bekerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam mengembangkan perusahaan rintisan.

“Negara-negara di Asia Tenggara punya populasi anak muda yang besar, banyak yang dapat dikolaborasikan,” kata Direktur Institute for Startup KAIST, Steve Ahn, di kampus KAIST di Daejeon, Selasa, saat kunjungan Antara dalam program kolaborasi organisasi media ASEAN dan Korea, dari Korea Press Foundation, Selasa.

Startup KAIST, yang berdiri sejak 2014 lalu, ingin mendorong agar anak-anak

muda tertarik untuk mengembangkan usahanya sendiri. Salah satu usaha mereka untuk menumbuhkan jiwa perusahaan rintisan di kalangan anak muda adalah dengan menggandeng institut dari negara lain dalam program kerja sama.

Ahn menyatakan, hingga saat ini mereka belum menandatangani kesepakatan dengan negara di Asia Tenggara untuk startup, namun mereka pernah bekerja sama dengan Ecole Polytechnique, Prancis, untuk pertukaran pelajar dan pengajar startup.

Baca juga: Palo Alto sediakan layanan untuk startup

Institute for Startup KAIST memberikan pendidikan mengenai perusahaan

rintisan bagi mahasiswa KAIST, Steve menyatakan mereka melakukan pendekatan yang berbeda dengan pendidikan wirausaha di sekolah bisnis.

KAIST terkenal dengan jurusan teknik sehingga yang mereka ajarkan adalah bagaimana dapat mengembangkan teknologi yang dipelajari mahasiswa ke dalam produk nyata dan membuat perusahaan rintisan.

Salah satu program yang ditawarkan Startup KAIST bernama K-School,

berupa mata kuliah kewirausahaan yakni mahasiswa tetap berkuliah di jurusan teknik dan mengambil mata kuliah bisnis di Startup KAIST.

 

sumber :

https://www.ilmubahasainggris.com/seva-mobil-bekas/