Jenis-Jenis Validitas

Jenis-Jenis Validitas

Jenis-Jenis Validitas

Jenis-Jenis Validitas
Jenis-Jenis Validitas

Validitas Isi

Validitas isi (Content Validity) memperlihatkan sejauh mana pertanyaan, kiprah atau butir dalam suatu tes atau instrumen bisa mewakili secara keseluruhan dan proporsional sikap sampel yang dikenai tes. Validitas isi mengukur derajat kemampuan tes dalam mengukur cakupan substansi elemen yang ingin diukur. Validitas isi dipakai untuk mengukur kemampuan belajar, hasil berguru atau prestasi belajar.

Validitas Konstruk

Validitas Konstruk (Construct Validity) ialah validitas yang mempermasalahkan seberapa jauh butir tes bisa mengukur apa yang benar-benar hendak diukur sesuai dengan konsep khusus atau definisi konseptual yang telah ditetapkan. Validitas konstruk berkaitan dengan fenomena dan objek yang abstrak, namun gejalanya bisa diamati dan diukur.

Validitas Konstruk isa dipakai untuk mengukur sikap, minat konsep diri, lokus kontrol, gaya kepemimpinan, motivasi berprestas dan lain sebagainya, maupun yang bersifat performa maksimum menyerupai instrumen untuk mengukur talenta (tes bakat), inteligensi (kecerdasan intelektual), kecerdasan, emosional dan lain sebagainya.

Validitas Kriteria

Validitas kriteria atau validitas empriris (Criterion-Related Validity) ditentukan berdasarkan kriteria, baik kriteria internal maupun kriteria eksternal. Validitas kriteria dihasilkan melalui hasil uji coba tes pada responden yang setara dengan responden yang akan dievaluasi atau diteliti. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/lembaga-agama/)

Validitas kriteria merupakan ukuran validitas yang ditentukan dengan cara membandingkan skor tes dengan kinerja tertentu pada ukuran luar atau yang lain. Contoh penggunaan validitas kriteria yaitu tes intelijensi yang berkorelasi dengan rata-rata nilai akademis. Dengan asumsi, apabila intelijensi seseorang tinggi maka yang terjadi yaitu ia akan memperoleh nilai akademis yang bagus.

Validitas Muka

Validitas Muka (Face Validity) ialah tipe validitas yang paling rendah signifikasinya alasannya hanya didasarkan pada penilaian sepintas wacana isi alat ukur. Jika isi alat ukur sudah tampak sesuai dengan apa yang ingin diukur maka bisa dikatakan validitas muka telah terpenuhi. Validitas muka juga disebut sebagai validitas rendah dari validitas isi.