Instrumen Baru, Disdik dan Kemenag Disarankan Anggarkan Dana Persiapan Akreditasi S/M 2020

Instrumen Baru, Disdik dan Kemenag Disarankan Anggarkan Dana Persiapan Akreditasi S/M 2020

Instrumen Baru, Disdik dan Kemenag Disarankan Anggarkan Dana Persiapan Akreditasi S M 2020

Mulai tahun 2020 Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM) Pusat akan mulai memberlakukan instrument akreditasi baru yang diberi nama Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP). IASP yang baru ini akan diberlakukan untuk mengakreditasi 710 S/M se-Provinsi Jambi.

Masalahnya, karena instrument ini baru dan akan mulai diterapkan tahun depan maka sekolah/madrasah akan menemui kesulitan. Karena IASP belum disosialisasikan kepada semua S/M yang akan diakreditasi tahun 2020 mendatang.

Hal ini dibenarkan Ketua BAN-SM Provinsi Jambi, H. Mohd. Saleh, M.Pd. Dirinya mengakui bahwa instrumen akreditasi baru ini menerapkan pendekatan baru dalam penilaian akreditasi sekolah/madrasah yaitu dari compliance menuju performance.

“Pergeseran paradigma dalam pelaksanaan akreditasi ini mutlak diperlukan

sebagai bagian penting dari upaya BAN-S/M sebagai evaluasi mutu pendidikan untuk ikut ambil bagian dalam mendorong continuous improvement, yaitu perubahan akreditasi Sekolah/Madrasah ke arah yang lebih baik,” ujar Saleh kemarin.

Diakuinya akreditasi mulai tahun 2020 pada akhirnya tidak bergantung pada pemenuhan aspek yang bersifat administratif, tetapi akan difokuskan pada penilaian Sekolah/Madrasah pada pemenuhan mutu yang lebih substantive.

“Instrumen baru ini tetap harus memenuhi 8 SNP, tetapi berbasis kinerja. Kayaknya sekolah maupun madrasah harus serius mempersiapkan diri agar bisa memahami IASP yang baru,” akunya.

Makanya BAN-SM menyarankan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,

Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Dinas Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dan semua pihak terkait agar ikut membinaan sekolah/madrasah terkait persiapan mereka menghadapai akreditasi 2020. Apalagi sudah diberlakukan IASP tahun depan.

“Mudah-mudahan Disdik dan Kemenag bisa menganggarkan dana pembinaan sekolah/madrasah sebagai persiapan mereka ikut akreditasi dengan instrumen IASP yang baru. Kita juga ada anggaran, tetapi hanya untuk mensosialisasikan IASP bukan pembinaan. Apalagi kita memiliki keterbatasan anggaran,” pintanya.

        Sebagaimana diketahui bahwa jumlah sekolah/madrasah yang habis masa

berlaku sertifikat pada tahun 2020 lebih kurang 710 S/M. Terdiri dari SD 252, MI 74, SMP 101, MTs 114, SMA 101, MA 33 dan SMK 35 yang tersebar se-Provinsi Jambi.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/38LTHBN