Furnitur kayu

Furnitur kayu

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa beberapa furnitur di rumah Anda terbuat dari triplek? Furnitur seperti meja, lemari pakaian, meja samping tempat tidur, tempat tidur, backdrop, TV stand, dll. Tahukah Anda bahan-bahan tersebut?

Penggunaan triplek sudah lama digunakan untuk membuat furnitur rumah tinggal. Ini sudah digunakan di semua gedung, baik perumahan, komersial maupun perkantoran. Kayu lapis memang lebih murah untuk digunakan daripada kayu solid karena stok kayu solid menipis setiap hari, yang menyebabkan kenaikan harga yang tajam.

Triplek, seperti namanya, terdiri dari beberapa lapis lembaran kayu yang direkatkan. Di sini saya akan membahas beberapa jenis plywood, beberapa di antaranya saya ketahui dan gunakan di beberapa proyek interior saya, termasuk:

1. Konektor untuk kompor

Biasanya terdiri dari tiga lapis kayu. Memiliki berbagai ukuran ketebalan; 0,9 – 1,8 cm; 122 x 244 cm. Ini terdiri dari satu lapisan lembaran kayu, di mana 2 potong kayu tipis ditumpangkan. Biasanya ketebalan lapisan luar dari bengkel tukang kayu adalah 0,5-2 mm. Sheathing board memiliki serat yang bermacam-macam, mulai dari serat kayu biasa (biasa disebut tripleks), jati (juga berbagai bentuk serat), dilapisi melamine (finishing putih tipis yang biasa digunakan untuk papan tulis dengan menggunakan spidol), dan ijuk. -Serat lainnya dengan corak / motif berbeda. Di tengah papan, yang merupakan yang terbesar, biasanya digunakan akasia dan meranti. Karena bentuknya yang kokoh, bahan penghubung tidak bengkok.

2. Multipleks

Terdiri dari tiga atau lebih lapisan dengan ketebalan yang sama. Multipleks biasanya lebih berat dari papan kayu. Karena jenis kayu yang digunakan berbeda-beda. Kayu akasia / meranti berukuran sedang pada papan balok cenderung ringan. Dan ada lebih banyak lapisan di multipleks, oleh karena itu kerapatannya lebih tinggi. Ukuran multipleks sama dengan papan bengkel tukang kayu. Karena bahan yang digunakan, harga multipleks biasanya lebih tinggi daripada papan blok. Dan, seperti papan bengkel tukang kayu, multipleks tidak bengkok.

3. Partikel

Penggunaan bahan partikulat sangat besar saat ini. Biasanya digunakan untuk furnitur jadi yang tersebar di sekitar toko furnitur. Partikel-partikel tersebut adalah serbuk gergaji besar yang saling menempel dan kemudian menekannya untuk membentuk lembaran. Furnitur partikel biasanya menggunakan lapisan tambalan; seperti HPL, Decosit, Takonsit dan lainnya. Tidak seperti bengkel tukang kayu dan multipleks, pelapis semprot (melamin dan ducos) tidak dapat digunakan untuk padatan. Dalam hal kualitas / kekuatan, ini jauh lebih rendah daripada pertukangan dan multipleks. Densitas partikel 160-450 kg / m3.

4. MDF

Itu adalah singkatan dari Medium Density Fiberboard. Seperti partikel, MDF adalah paduan kayu yang disatukan oleh lilin dan resin. MDF lebih padat dan lebih kuat dari partikel. MDF memiliki kepadatan 600-800 kg / m3. Kelebihan lainnya – MDF bisa ditekuk, karena serbuk gergaji lebih lembut daripada partikel. Finishing yang digunakan sama dengan partikelnya yaitu finishing pasty seperti HPL, Decosit, Takonsit, dll. Biasanya kayu pinus digunakan sebagai MDF.

furniture lainnya: tubaguskencanaarsitek.co.id

5. Kayu Jati.

Seperti namanya, centang berarti centang. Namun, dalam hal ini, tanda centang disajikan dalam bentuk lembaran. Dalam ukuran sebagai blockboard dan multipleks, kayu jati biasa digunakan untuk menutupi kedua bahan tersebut. Kayu jati digunakan untuk membuat blockboard atau multipleks. Gaya kayu jati bermacam-macam. Biasanya, jati diletakkan di atas papan balok bermuka melamin untuk memperlihatkan serat jati.