Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan

Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan

Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan

Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan
Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan

Penerapan Fullday School pada Sekolah Dasar (SD) di Kota Cimahi masih memerlukan penyempurnaan konsep standar

belajar agar tak membuat anak didik kelelahan dan stres.

Ani (30) salah seorang orang tua murid warga Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi menetapkan standar kegiatan pada penerapan fullday school.

Penerapan delapan jam belajar saat ini dirasa belum efektif dirasakan manfaatnya oleh anak didik.

 

“Di sekolah anak mulai fullday tapi jam pulang enggak jelas. Pas ditanya belajar tambahan apa, kata anaknya paling tematik aja, itu kan sudah seperti sebelum fullday school. Mestinya ada standar kegiatan sehingga sekolah tinggal menerapkan,” ujarnya, Senin (5/2).

Ia berharap, jika memang konsep Fullday School Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan itu diterapkan, tak lantas menjadikan anak didik menjadi capek dan malah stres dengan hanya dijejali pelajaran yang kurang beragam.

“Jangan sampai terlalu diforsir dan pulang kelelahan belajar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan menerangkan,

sekolah yang ada di Kota Cimahi tengah dalam masa transisi untuk menerapkan konsep fullday school.

“Sejumlah sekolah mulai menerapkan fullday school dari 125 SD se-Kota Cimahi. Kami harapkan sebanyak-banyaknya ikut serta meski tidak ada target,” ujarnya.

Dikatakannya, siswa dan para orang tua perlu memahami bahwa waktu anak akan terkuras di sekolah. Pasalnya, dengan konsep full day school, anak akan berada di sekolah hingga delapan jam.

“Ada tambahan jam berarti ada tambahan pelajaran yang diterima. Semua memerlukan kesiapan,” imbuhnya

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-pasar-modal/