FSGI Minta Presiden Tetap Lakukan Moratorium UN

FSGI Minta Presiden Tetap Lakukan Moratorium UN

FSGI Minta Presiden Tetap Lakukan Moratorium UN

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) tetap menyayangkan pernyataan Wakil

Presiden Jusuf Kalla yang menyebut permerintah menolak moratorium UN. Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Liustyarti dalam keterangaannya menyerukan agar Presiden Jokowi mendukung Mendikbud untuk melakukan moratorium UN sebagai bentuk mematuhi keputusan Mahkamah Agung tentang UN yang sudah ikrah sejak 2009.

“Sinyal adanya niat baik pemerintah melalui Kemendikbud Republik Indonesia

yang mengakomodir aspirasi masyarakat untuk mengusulkan moratorium UN sangat dinantikan banyak pihak di antaranya peserta didik, pendidik, dan orang tua, yang merasakan kebijakan UN tidak membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi rakyat,” ujar Retno.
Usulan moratorium, menurut Retno, sudah dilakukan sejak lama oleh FSGI, melalui perjuangan yang panjang bertahun-tahun diluar Pengadilan dengan cara berdialog dengan lembaga eksekutif di era Mendikbud M.Nuh, legislatif, dan juga perjuangan melalui Pengadilan. FSGI juga kosisten membuka posko pengaduan UN sejak 2011-2016.

Selain mendesak pemerintah pusat agar segera menerbitkan keputusan

moratorium UN, FSGI juga meminta pemerintah membuat pola UN secara berkala. Penyelenggaraan UN harus dilaksanakan setiap tiga atau lima tahun sekali.

Selain itu, pemerintah juga diminta merevisi PP No 19 Tahun 2005 pasal 68 huruf c yang menjadikan UN sebagai penentu kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. UN harus lebih difokuskan sebagai pemetaan mutu. Dana UN yang dianggarkan tiap tahun hendaknya dialokasikan kepada pembiayaan pencapaian standar kompetensi pendidik dan pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan, terutama pelatihan untuk meningatkan kualitas guru.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/