Dalam Bidang Arsitektur

Dalam Bidang Arsitektur

Di samping penciptaan ritus-ritus keagamaan, akulturasi Islam juga dibuat dalam bentuk simbol-simbol kebudayaan. Contoh dari simbol ini adalah bentuk arsitektur bangunan masjidmasih berbentuk pure atau candi, kemudian penamaan pintu gerbang dengan istilah ‘gapura’ nama yang diambil dari bahasa Arab ghofura yang berarti pengampunan.

Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep ‘Meru’ dari masa pra Islam (Hindu-Budha) yang terdiri dari sembilan susun. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing, arsitektur Barat.

Namun demikian, perpaduan islam dan budaya lokal dalam bidang seni tidak hanya dalam bentuk masjid atau makam, namun juga dalam ruang lingkup yang besar, misalnya bentuk kraton, tamansari maupun arsitektur wilayah yang mencerminkan unsur-unsur budaya lokal dan unsur-unsur keislaman.

  1. Dalam Bidang Shalawat

Bentuk-bentuk akulturasi dalam bidang ini dapat juga dikategorikan sebagai suatu dampak dari kentalnya nilai-nilai islam yang mempengaruhi budaya lokal namun nuansa kedua unsur tersebut baik itu islam maupun budaya lokal masih tetap terasa. Contoh misalnya beberapa shalawatan yang ada di jogjakarta, antara lain:

sumber :

https://anneau-de-sable.org/zombie-dead-set-apk/