Upaya Pemberantasan Korupsi

Upaya Pemberantasan Korupsi

Upaya Pemberantasan Korupsi

 

Upaya Pemberantasan Korupsi

Definisi Korupsi

Definisi korupsi dari Transparency Internasional adalah perbuatan menyalahgunakan kekuasaan dan kepercayaan publik untuk keuntungan pribadi. Dalam definisi tersebut, terkandung

Tiga unsur dari pengertian korupsi yaitu:

  • keuntungan pribadi (tidak selalu hanya untuk pribadi orang yang menyalahgunakan kekuasaan, tetapi juga anggota keluarga dan temantemannya);
  • menyalahgunakan kekuasaan;
  • kekuasaan yang dipercayakan, baik di sektor publik maupun di sektor swasta, memilki akses bisnis atau keuntungan materi.
Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, korupsi adalah perbuatan yang dapat merugikan perekonomian negara secara melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri dan atau orang lain (perseorangan atau korporasi). Unsur-unsur korupsi adalah
  • memperkaya diri sendiri dan atau orang lain,
  • melawan hukum, dan
  • dapat merugikan keuangan/perekonomian negara.

 

Dasar hukum pemberantasan korupsi

Serangkaian tindakan untuk mencegah dan menanggulangi korupsi (melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan pemeriksanaan sidang pengadilan) dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku disebut pemberantasan korupsi (UU 30/2002 Pasal 1 butir 3).Dasar hukum pemberantaran tidak pidana korupsi adalah sebagai berikut.
  • UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
  • UU No. 28 tahun 1999 tentang Penyelengaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
  • UU No. 3 tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
  • UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
  • Ketetapan MPR No. X/MPR/1998 tentang Penyelengaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
  • UU No. 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
  • UU No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).
  • Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.
  • Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
  • Peraturan Pemerintah No. 63 tahun 2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia KPK.

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Selain membentuk undang-undang pemberantasan korupsi, pemerintah juga membentuk lembaga untuk menangani korupsi, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pembentukan KPK ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Pasal 43, yaitu perlunya dibentuk Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Komisi ini diatur dalam Undang-Undang No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang selanjutnya dapat disingkat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuan pembentukan komisi tersebut adalah meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan, dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku disebut pemberantasan tindak pidana korupsi.

Struktur Komisi Pemberantasan Korupsi terdiri atas pimpinan yang terdiri atas lima anggota, pegawai yang bertugas sebagai pelaksana tugas, dan tim penasihat yang terdiri atas empat anggota. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi disusun atas ketua merangkap anggota dan empat orang wakil ketua, masing-masing merangkap anggota. Komisi Pemberantasan Korupsi mempunyai tugas sebagai berikut.
  • Supervisi terhadap instansi yang berwenang dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Koordinasi dengan instansi yang berwenang dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Mengoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi.
  • Memonitor penyelenggaraan pemerintahan negara.
  • Meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak pidana korupsi.
  • Penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.
  • Tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi.
  • Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi yang terkait;
Untuk mewujudkan visi pemberantasan korupsi Indonesia yang bebas dan korupsi.

Strategi pencegahan tindak pidana korupsi yang handal, seperti:

  • penyusunan sistem pelaporan pengaduan masyarakat dan sosialisasi,
  • peningkatan efektivitas sistem petaporan kekayaan penyelenggaraan negara,
  • penyusunan sistem pelaporan gratifikasi dan sosialisasi,
  • pengkajian dan penyampaian saran perbaikan atas sistem administrasi pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang berindikasikan korupsi, dan
  • penelitian dan pengembangan teknik dan metode yang mendukung pemberantasan korupsi.

Setelah Menunggu 30 Tahun

Setelah Menunggu 30 Tahun

Setelah Menunggu 30 Tahun

Bagi yang tidak percaya dengan keabadian cinta, sebaiknya mendengar
cerita ini. Desember lalu, setelah menunggu selama 30 tahun, sepasang
kekasih dari Korea Utara dan Vietnam akhirnya bersatu dalam
pernikahan. Tiga dasawarsa bukanlah waktu yang pendek, tapi mereka
berhasil menjaga kesucian cinta mereka dari seberang lautan.

Kisah cinta ini bermula saat seorang mahasiswa kimia asal Vietnam
pergi ke Korea Utara pada 1971 untuk belajar. Mahasiswa muda itu,
Pham Ngoc Canh, jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang
wanita yang sekilas dilihatnya melewati pintu laboratorium di
Hamhung, tak jauh dari Pyongyang.

Pham pun nekat menemui Ri Young-Hui. Mereka lalu bertukar hadiah,
Pham memberi foto dan Ri memberikan alamat yang ditulis di sobekan
kertas.

Mereka bertemu diam-diam dan berpisah diam-diam. Pham memberitahu ibu
Ri agar memaksa putrinya menikah dengan pria lain saja karena mereka
berdua tidak mungkin dipertemukan. Rezim Korea Utara melarang
warganya berhubungan dengan orang asing, meski dari negara komunis
seperti Vietnam.

Ri menolak saran Pham dan ibunya untuk menikah dengan pria lain.
Bahkan ketika Pham pulang ke Hanoi karena tugas belajarnya selesai,
Ri berusaha bunuh diri. Pham pun akhirnya bertekad untuk
memperjuangkan cinta mereka.

Dibantu oleh ibu Ri, kedua kekasih ini menjalin hubungan hanya lewat
surat selama 20 tahun tanpa pernah bertemu sekalipun. Surat terakhir
diterimanya pada 1992.

Mengetahui Ri tak mungkin memperjuangkan persatuan mereka kembali,
Pham pun mengambil inisiatif untuk selalu mengusahakan pertemuan
mereka kembali.

Sebagai seorang penerjemah tim olahraga nasional, Pham beberapa kali
mengunjungi Korea Utara. Kesempatan ini selalu digunakannya untuk
menghubungi Ri. Namun, usahanya selalu gagal. Orang-orang di Korea
Utara selalu mengatakan, Ri telah menikah atau meninggal, tapi Pham
lebih percaya kesejatian cinta Ri ketimbang omongan orang-orang. Ia
menolak untuk percaya telah kehilangan kekasihnya.

Pham juga pernah berusaha melunakkan kakunya birokrasi dengan membawa
40 surat cinta dalam bahasa Korea yang dikumpulkannya selama 20 tahun
itu ke Kedutaan Besar Korea Utara di Hanoi. Ia berharap mereka mau
membantu. Namun usaha ini, seperti perjuangan sebelumnya, menemui
ketidakpastian.

Tahun-tahun terus berlalu dan rambut mereka sudah mulai beruban,
namun cinta mereka tak juga pupus. Tahun lalu, Pham melakukan usaha
terakhirnya saat ia mendengar delegasi politik Vietnam berkunjung ke
Pyongyang.

Ia kemudian menulis surat kepada Presiden dan Menteri Luar Negeri
Vietnam. Usahanya kali ini tak sia-sia. Beberapa bulan kemudian, ia
mendapat jawaban yang ditunggunya selama 30 tahun: pemerintah Korea
Utara mengizinkannya untuk menikahi Ri Young Hui.

September lalu, pasangan yang telah berusia 50 tahunan itu bertemu
kembali. Mereka pun sepakat untuk tidak menunda-nunda lagi pernikahan
yang sudah lama dinantikan itu. Desember lalu, di Hanoi, keduanya
menikah dengan dihadiri 700 tamu yang datang dengan mata berkaca-
kaca. bbc/qaris

Baca Juga : 

KEAJAIBAN DUNIA

KEAJAIBAN DUNIA

KEAJAIBAN DUNIA

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari “Tujuh Keajaiban Dunia.” Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan “Tujuh Keajaiban Dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi;1) Piramida 2) Taj Mahal 3) Tembok Besar Cina 4) Menara Pisa5)Kuil Angkor 6) Menara Eiffel 7) Kuil Parthenon.

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.” Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.”

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, “Saya pikir, “Tujuh KeajaibanDunia” adalah, 1) Bisa melihat, 2) Bisa mendengar, 3) Bisa menyentuh, 4)Bisa menyayangi,Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan, 5) Bisa merasakan,6)Bisa tertawa,7) Dan, bisa mencintaiRuang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untukmelihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban”.

Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kitamenyebutnya sebagai “biasa”. Semoga anda hari ini diingatkan tentang segalahal yang betul betul ajaib dalam kehidupan anda.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

BAJU-BAJU YANG MENIPU

BAJU-BAJU YANG MENIPU

BAJU-BAJU YANG MENIPU

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.”Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut. “Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat. “Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita. Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut Akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.”Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang Mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.

Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap. Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.” “Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.” Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.” Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?” Suaminya mengangguk.
Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS. Kita, seperti pimpinan Harvard itu, seringkali silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, seringkali menipu.

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk
Sejarah PT. Unilever Indonesia, Tbk

1980 – 1989: Berfokus pada inti

Pada awal tahun 1980-an, Unilever merupakan perusahaan terbesar ke-26.

Minatnya termasuk plastik, kemasan, perkebunan tropis, dan maskapai pelayaran, serta beragam makanan, produk perawatan rumah dan pribadi.

Di awal dekade ini, dengan strategi perubahan yang berani, Unilever memutuskan untuk berfokus pada area produk inti dengan pasar yang kuat dan potensi perkembangan yang sama kuatnya. Rasionalisasi yang diperlukan berujung pada akuisisi besar dan divestasi yang sama besarnya, termasuk penjualan makanan hewan, bisnis pengemasan, pengangkutan, dan peternakan ikan. Tetapi pada tahun 1989 hasil perkembangan bisnis inti sangat besar.

Peristiwa penting

1982

Kue es krim Viennetta diluncurkan pertama kali, diawali di Inggris sebagai sajian khusus Natal.

1983

Semprotan tubuh Axe untuk pria (Lynx di Inggris) diluncurkan pertama kali, diawali di Perancis.

1984

Unilever mengumumkan Strategi Bisnis Intinya dan akuisisi besar serta pelepasan mengikuti selama beberapa dekade.

Brooke Bond diakuisisi dalam pengambilalihan bersengketa yang pertama bagi Unilever.

1985

Unipath meluncurkan alat penguji kehamilan di rumah, Clearblue, yang dijual melalui outlet farmasi di Inggris.

1986

Akuisisi Naarden menggandakan bisnis Unilever dalam wangi-wangian dan perisa makanan. Chesebrough-Pond’s, yang memiliki Pond’s dan Vaseline, diakuisisi di AS.

1987

Dove diluncurkan ulang di Eropa, diawali di Italia.

1989

Calvin Klein dan Elizabeth Arden/Fabergé diakuisisi, sementara es krim Magnum diluncurkan di Jerman.

1990 – 1999: Restrukturisasi dan konsolidasi

Fokus bisnis yang baru terus berlanjut dengan jumlah kategori dikurangi dari lebih 50 menjadi hanya 13 di akhir dekade ini.

Ini termasuk keputusan untuk menjual atau menarik banyak merek dan berkonsentrasi pada merek dengan potensi terbesar.

Restrukturisasi menghasilkan empat area bisnis inti: Perawatan Rumah, Perawatan Pribadi, Makanan, dan Bahan Kimia Khusus. Struktur yang baru dipimpin oleh tim baru, ExCo (Komite Eksekutif) dan termasuk 12 kelompok bisnis, masing-masing bertanggung jawab untuk gabungan area geografis dan produk.

Selain itu, selama dekade ini, Unilever membuat program pertanian berkelanjutan sehubungan dengan tekanan lingkungan dan kepedulian konsumen yang semakin tinggi menyangkut rantai makanan. Prakarsa lain untuk melestarikan sumber daya air dan ikan dari stok berkelanjutan segera dilakukan.

1992

Unilever memasuki Republik Ceko dan Hongaria, serta mendirikan UniRus di Rusia.

1993

Es krim Breyers diakuisisi di AS dan sampo Organics diluncurkan pertama kali di Thailand. Pada tahun 1995, Organics dijual di lebih dari 40 negara.

1994

Pelepasan United Africa Company, perusahaan perdagangan, pembuat bir, dan tekstil besar milik Unilever di Afrika Barat selesai.

1995

Unilever menerbitkan Kode Etik Prinsip Bisnis-nya.

Keputusan yang belum pernah diambil sebelumnya dilakukan untuk secara praktis menyingkirkan lemak trans dari produksi makanan sebagai tanggapan cepat terhadap penelitian baru yang menunjukkan bahwa efeknya pada kolesterol darah setidaknya sama merugikannya seperti lemak jenuh.

1996

Unilever membuat komitmen ambisius untuk mendapatkan semua ikan dari stok berkelanjutan dan mulai bekerja sama dengan WWF untuk membuat program sertifikasi untuk industri perikanan yang dikenal sebagai Marine Stewardship Council (MSC).

Hindustan Lever dan Brooke Bond Lipton India merger untuk menciptakan perusahaan sektor swasta terbesar, dan bisnis perawatan rambut Helene Curtis di AS diakuisisi. Pusat Gizi Unilever dibuat.

Garam beryodium Annapurna diluncurkan di India dan mulai membuat dampak besar dalam upaya penanganan kekurangan yodium.

1997

Es krim Kibon diakuisisi di Brasil. Bisnis bahan kimia Unilever, termasuk National Starch dan Quest International dijual.

1999

Pemegang saham mengesahkan dividen khusus sebesar €7,4 miliar konsolidasi saham untuk mengurangi jumlah saham per terbit.

Baca juga artikel:

Kereta Api Sore

Kereta Api Sore

Kereta Api Sore

Kereta Api Sore
Kereta Api Sore

Disuatu sore, aku tengah berada di sebuah kereta api jurusan Moungli

Di depan tempatku duduk, ada seorang pemuda bersama sang ayah. Pemuda itu kelihatan sudah cukup dewasa.

Setiap saat dalam perjalanan, ia selalu saja memandang ke arah luar jendela kereta api. “Ayah-ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian mengikuti kita”, ujarnya dengan histeris.

 

Tak jauh dari tempatku berada

tampak sepasang muda-mudi duduk berdekatan. Mereka seakan heran melihat tingkah aneh pemuda tersebut. Bagaimana tidak, untuk ukuran seusianya, tingkah pemuda itu seakan tampak kekanak-kanakan sekali.

Seolah tak peduli dengan tatapan-tatapan heran penumpang lain, pemuda itu tetap saja asik dengan apa yang dilihatnya, “Ayah lihatlah, awan itu seperti melayang-layang mengikut kita yah!”

 

Mungkin karena sudah tidak sabar

salah seorang dari sepasang anak muda tadi bertanya kepada Ayah dari pemuda itu. “Kalau boleh tahu, mengapa Anda tidak membawa putra Anda itu menemui seorang dokter? mungkin ia bisa memmbantu putera Anda.”

Sambil tersenyum ringan, sang Ayah berkata. “Sebenarnya kami ini baru saja dari sebuah rumah sakit ternama di kota. Dan Anda benar, dokter dapat membantunya. Sekarang, ia sudah dapat melihat kembali setelah mengalami kebutaan waktu masih kecil.”

***

Kawan, di dunia ini setiap manusia memiliki kisahnya masing-masing. Sungguh sangat tidak bijaksana sekali jika kita memberikan penilaian terhadap orang lain sebelum kita mengenalnya masalahnya terlebih dahulu. Kadang kala sebuah kebenaran boleh jadi mengejutkan kita.

Sumber : https://merekbagus.co.id/

Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja
Inovasi yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Dari sekian banyak penemuan yang telah dilakukan, ternyata ada beberapa inovasi yang hingga saat ini banyak digunakan ditemukan karena kecelakaan. Apa sajakah itu?

 

Smart Dust

Jamie Link, seorang mahasiswi Universitas California sedang mengerjakan chip silikon untuk proyeknya yang kemudian meledak. Kemudian ia menyadari kalau debu hasil ledakan tersebut dapat berfungsi sebagai sensor. Setelah memenangkan Kompetisi Inovator Collegiate 2003, sensor debu tersebut dikembangkan dan digunakan untuk melacak kandungan berbahaya di udara, seperti gas kimia, agen biologis, kejernihan air, bahkan dapat melacak dan menghacurkan sel tumor di dalam tubuh.

 

Penisilin

Penemuan terbaik sepanjang masa yang terjadi secara tidak sengaja, setelah Alexander Fleming meninggalkan tempat kerjanya yang kotor selama 24 jam pada tahun 1928. Ketika ia kembali, beberapa bahan organik telah ditumbuhi oleh jamur. Kejadian aneh ketika tidak ada bakteri yang tumbuh disekitarnya. Penisilin inilah, antibiotik pertama yang digunakan secara luas.

Coca Cola

Dari semua penemuan bahan makanan, Coca Cola adalah yang paling terkenal. Ketika John Pemberton, seorang apoteker dari Atlanta berusaha membuat obat untuk sakit kepala, ternyata ia telah menghasilkan sebuah formula, yang hingga kini masih menjadi rahasia. Setelah berjalan 8 tahun,minuman ini akhirnya dibotolkan dan dikomersilkan secara luas hingga saat ini.

Karet Vulkanisir

Charles Goodyear selalu mengalami kegagalan untuk membuat karet yang tahan terhadap suhu panas maupun dingin. Secara tidak sengaja menumpahkan timah, sulfur, dan campuran karet ke atas tungku panas, campuran tersebut langsung hangus tetapi tidak hancur, mudah dipotong tetapi tetap keras. Terobosan tersebut telah menghasilkan ban kendaraan, sepatu, wadah-wadah, dll. 5. Penisilin

Penemuan terbaik sepanjang masa yang terjadi secara tidak sengaja, setelah Alexander Fleming meninggalkan tempat kerjanya yang kotor selama 24 jam pada tahun 1928. Ketika ia kembali, beberapa bahan organik telah ditumbuhi oleh jamur. Kejadian aneh ketika tidak ada bakteri yang tumbuh disekitarnya. Penisilin inilah, antibiotik pertama yang digunakan secara luas.

Super Glue

Terjadi masih pada zaman perang tahun 1942, ketika para ilmuwan hanya memikirkan bagaimana cara membuat senjata yang lebih baik. Dr. Harry Coover sedang bekerja dengan bahan Cyanoacrylate di laboratorium Eastman Kodak ketika ia membuat bahan yang terlalu lengket untuk digunakan. Dia melemparnya hingga menempel di tembok. Bahkan setelah perang selesai, ia baru menyadari kalau bahan yang ia lempar sebelumnya masih menempel dengan kuat dan usaha yang dia lakukan untuk melepasnya dengan tangan selalu gagal. Setelah meyakinkan atasannya, pada tahun 1985, Eastman 910 atau yang biasa dikenal umum dengan nama Krazy Glue, mulai dipasarkan.

Sumber : https://how.co.id

Ini Dia Cara Gratis untuk Hidup Sehat

Ini Dia Cara Gratis untuk Hidup Sehat

Ini Dia Cara Gratis untuk Hidup Sehat

Ini Dia Cara Gratis untuk Hidup Sehat

Cara Gratis Untuk Hidup Sehat

Siapa bilang hidup sehat harus mahal? Tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis, Anda juga bisa hidup dengan sehat. Ada beberapa cara gratis yang bisa Anda lakukan agar memiliki kesehatan yang baik.

Berikut cara-cara hidup sehat yang tidak perlu mengeluarkan biaya, seperti dilansir Menshealth, Jumat (7/12/2012):

1. Bersosialisasi

Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung.

2. Menarik Napas Dalam

Studi dari Health Psychology menemukan bahwa orang dewasa sehat dengan tingkat kebencian atau tidak sabar memiliki fungsi paru-paru yang rendah. Para peneliti berpikir bahwa penurunan nilai tersebut akan terakumulasi secara bertahap selama bertahun-tahun hingga akhirnya merugikan kesehatan.

Untuk mengatasinya, sering-seringlah menarik napas dalam dengan hitungan 10 kali. Hal ini bisa mencegah terjadinya penurunan fungsi paru-paru.

3. Berjemur Sinar Matahari

Sebuah studi baru-baru ini dipimpin oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung.

Dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.

4. Berhubungan Seks yang Sehat

Penelitian dari Wilkes University menunjukkan bahwa berhubungan seks sehat sekali atau dua kali seminggu dapat meningkatkan level imunoglobulin A, yaitu sebuah antibodi yang melindungi tubuh terhadap flu dan infeksi lainnya.

5. Tidur yang Cukup

Peneliti Stanford menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 8 jam sehari, memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang berbanding terbalik dengan durasi tidur. Dengan kata lain, orang dengan waktu tidur pendek lebih cenderung untuk menjadi gemuk.

Tidur dengan waktu singkat juga terkait dengan rendahnya tingkat leptin (hormon yang menekan nafsu makan) dan tingkat ghrelin lebih tinggi (zat kimia yang merangsang nafsu makan). Inilah yang menyebabkan orang yang kurang tidur menjadi lebih banyak makan.

6. Olahraga dan Bergerak

Melakukan olahraga yang tidak mengeluarkan biaya seperti jogging atau jalan kaki sudah bisa membuat tubuh Anda sehat dan mencegah menumpuknya lemak dan kalori.

Baca Juga Artikel Lainnya:

ILMIAH DAN NON ILMIAH

ILMIAH DAN NON ILMIAH

ILMIAH DAN NON ILMIAH

ILMIAH DAN NON ILMIAH

Hakikat dan Karakteristik Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.
Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, menulis karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, di samping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.

Ciri-ciri Karya Ilmiah

Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu:

1. Struktur Sajian Karya Ilmiah Sangat Ketat

Biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

2. Komponen Karya Ilmiah

Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

3. Sikap Penulis Dalam Karya Ilmiah

Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

4. Bahasa yang Digunakan Dalam Karya Ilmiah

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Macam-macam Karya Ilmiah

a. Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.

Contoh kata ilmiah kata popular :
analogi kiasan
anarki kekacauan
bibliografi daftar pustaka
biodata biografi singkat
definisi batasan
diskriminasi perbedaan perlakuan
eksentrik aneh
final akhir
formasi susunan
format ukuran
friksi bagian, pecahan
indeks penunjuk
konklusi kesimpulan
kontemporer masa kini, mutakhir
kontradiksi pertentangan
menganalisa menguraikan
prediksi ramalanpasien orang sakit

b. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya.
Artikel ilmiah bukan sembarangan artikel, dan karena itu, jurnal-jurnal ilmiah mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel dapat dimuat. Pada setiap komponen artikel ilmiah ada pehitungan bobot. Karena itu, jurnal ilmiah dikelola oleh ilmuwan terkemuka yang ahli dibidangnya. Jurnal-jurnal ilmiah terakredetasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akredetasi jurnal mulai dari D, C, B, dan A, dan atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya ditebitkan pada jurnal internasional, pertanda keilmuawannya ‘diakui’.

c. Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

d. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

e. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.

f. Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

g. Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melalui kedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja) atau induktif (saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.
Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa.

Sikap Ilmiah

Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin yakni “Aptus” yang berarti keadaan siap secara mental yang bersifat untuk melakukan kegiatan. Triandis mendefenisikan sikap sebagai : “ An attitude ia an idea charged with emotion which predis poses a class of actions to aparcitular class of social situation” .
Rumusan di atas diartikan bahwa sikap mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif dan komponen tingkah laku. Sikap selalu berkenaan dengan suatu obyek dan sikap terhadap obyek ini disertai dengan perasaan positif atau negatif. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk berprilaku atau bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan suatu masalah atau obyek.

Kesalahan Dalam Penulisan Karya Ilmiah

Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak konsisten’ dalam penulisan. Bentuk ketidak konsisten itu menyangkut banyak hal, dapat berupa diksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.
Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
– salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
– salah dalam menyusun struktur pelaporan,
– salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
– salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
– penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
– tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri),
– tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah)

Pengertian Non Ilmiah

Karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah:

a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

Contoh Karangan Nonilmiah:

Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh karangan nonilmiah. Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.

Perbedaan

Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis_menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.

1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.

2. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah_langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.

3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan- perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel, feature,kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.

Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Tabel Periodik Karya nonilmiah bersifat:

(1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi,

(2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative,

(3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan

(4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

 

Pengertian Proposal

1. Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal.

2. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain.

3. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar.

Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

Proposal yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang sering
digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap harus mengindahkan kaidah¬kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬orang yang membaca proposal tersebut. Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya.

Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis :
1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.

Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain :
1. nama proposal
2. pendahuluan
3. tujuan
4. bentuk/jenis kegiatan
5. pelaksanaan
6. panitia pelaksana (terlampir)
7. biaya/dana (rincian terlampir)
8. harapan
9. lampiran

Manfaat Proposal :

1. Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
2. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan
tersebut.
3. Untuk meyakinkan para donatur/ sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

Jenis-Jenis Proposal :

1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Tujuan Membuat Proposal:

Tujuan Proposal adalah memperoleh bantuan dana,memperoleh dukungan atau sponsor, dan memperoleh perizinan. Unsur-unsur proposal yaitu, nama/ judul kegiatan, pendahuluan,tujuan, waktu dan tempat, sasaran kegiatan, susunan panitia, anggaran, penutup, tanda tangan dan nama terang.

Sistematika Membuat Proposal:

Sistematika Pembuatan Proposal:
1. Pendahuluan
a. Berisi tentang hal­hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
b.Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari­hari(nyata)
c.Point­point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S­W­O­T yang telah dibahas sebelumnya.

2. Dasar Pemikiran
a. Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain­lain
b. Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian

3. Tujuan
a. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
b. Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
Contoh :
Memperoleh kader­kader KMHDI
Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI

4. Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut

5. Jenis Kegiatan
a. Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
b. Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

6. Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran­ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh :
Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing­masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata­rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.

7. Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)

8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.

9. Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri

10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting­penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.

11. Jadwal Kegiatan
a. Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
b. Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.

12. Penutup
a. Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
b. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
c. Terakhir, diikuti dengan lampiran

A. Latar Belakang

Keberhasilan suatu perusahaan pada umumnya dinilai berhasil dilihat dari kemampuannya dalam memperoleh laba. Dengan laba yang diperoleh, perusahaan akan dapat mengembangkan berbagai kegiatan, meningkatkan jumlah aktiva dan modal serta dapat mengembangkan dan memperluas bidang usahanya.
Laba dapat di peroleh perusahaan dengan cara menghitung selisih penjualan dengan biaya-biaya yang terjadi dalam rangka memperoleh penghasilan. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengandalkan kegiatannya dalam bentuk penjualan, semakin besar volume penjualan semakin besar pula laba yang akan diperoleh perusahaan. Perusahaan pada umumnya mempunyai tiga tujuan dalam penjualan yaitu mencapai volume penjualan, mendapatkan laba tertentu, dan menunjukan pertumbuhan perusahaan.
Penjualan Angsuran adalah penjualan yang pembayarannya dilakukan secara bertahap pada waktu dan jumlah yang telah ditentukan dan disertai dengan uang muka pembayaran. Dari penjualan angsuran ini perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau laba yang besar dari proses penjualannya dan akan mendapatkan konsumen dengan mudah. Tetapi pada perusahaan Mega Auto Finance untuk menghasilkan keuntungan atau laba perusahaan mengandalkan kegiatan penerimaan kas terhadap angsuran motor yang berasal dari penjualan angsuran motor tersebut, penerimaan kas ini berasal dari penjualan angsuran yang pembayarannya itu dilakukan oleh konsumen, karena konsumen telah melakukan pengkreditan sepeda motor. Selain keuntungan, perusahaan akan mengalami beberapa hambatan diantaranya yaitu perusahaan harus menanggung resiko apabila terjadi keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh konsumen atau konsumen tidak semuanya membayar angsurannya dengan tepat waktu, dan jika konsumen tidak sanggup membayar angsurannya dan barang yang dibeli oleh konsumen itu hilang.
Dari uraian diatas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan observasi untuk memenuhi Tugas Akhir Komputerisasi Akuntansi Pada Perusahaan Mega Auto Finance ( M A F ) dengan judul: SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN ANGSURAN KREDIT SEPEDA MOTOR PADA PT. ETUNAS BERBASIS WEB

B. Identifikasi Masalah

Sesuai dengan latar belakang yang telah dijelaskan, maka kami akan menguraikan pokok-pokok masalah yang dikaji dalam Tugas Proyek Komputerisasi Akuntansi ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana penerapan prosedur yang membentuk sistem yang digunakan dalam sistem akuntansi penerimaan angsuran kredit sepeda motor pada Perusahaan
Bagaimana pelaksanaan dan penerapan Sistem Pengendalian Intern dalam sistem akuntansi penerimaan angsuran kredit sepeda motor pada perusahaan
Bagaimana cara menentukan besar angsuran kredit sepeda motor pada perusahaan yang sesuai dengan sistem akuntansi pada perusahaan tersebut.
Bagaimana cara perhitungan denda yang di berikan pada konsumen bila pembayaran angsurannya melebihi waktu jatuh tempo.
Masalah-masalah yang timbul dalam pembayaran angsuran kredit sepeda motor yang dilakukan oleh konsumen

C. Batasan Masalah Masalah

Agar Permasalahan yang akan dibahas dalam Proyek ini tidak berkembang terlalu luas dan mengarah pada suatu penyelesaian yang benar, maka perlu adanya batasan masalah. Resensi Adapun batasan masalah dari Perancangan Sistem Akuntansi Penerimaan Angsuran Kredit Sepeda Motor Pada Perusahaan ETUNAS Cirebon meliputi beberapa prosedur-prosedur sebagai berikut :
Prosedur pengajuan kredit.
Prosedur penentuan besarnya angsuran tiap bulan.
Prosedur penerimaan angsuran dan perhitungan denda.
Prosedur pencatatan transaksi.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
Untuk mempermudah konsumen dalam melakukan pembayaran angsuran motor.
Untuk mempermudah proses pencatatan akuntansi perusahaan.
Untuk mempermudah perusahaan dalam menentukan besarnya jumlah angsuran kredit sepeda motor yang diambil oleh konsumen
Untuk mempermudah perusahaan menghitung denda keterlambatan pembayaran angsuran kredit sepeda motor yang dilakukan oleh konsumen
Untuk memberikan informasi yang lebih cepat dan tepat mengenai laporan pembayaran angsuran kredit sepeda motor.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini jika diterapkan di perusahaan adalah
Data Pembayaran konsumen dapat terekap dengan mudah.
Pencatatan bisa dilakukan secara otomatis
Mempermudah perhitungan besarnya angsuran bagi konsumen
Dapat memperoleh rekap piutang dengan mudah
Dapat mengetahui konsumen yang terlambat
Dapat memberikan informasi lebih mudah mengenai pembayaran angsuran kredit motor.

F. Rancangan Penelitian

1. Input
Form Karyawan
Form Barang
Form Pengajuan Angsuran
Form Pembayaran Angsuran

2. Output Program
Laporan Piutang
Laporan Pembayaran
Laporan Keterlambatan
Laporan data Kreditur
Kwitansi
Kartu Angsuran
Jurnal Penerimaan Kas
Buku Besar