Merek Smartphone Baru Segera Masuk Indonesia

Merek Smartphone Baru Segera Masuk Indonesia

Merek Smartphone Baru Segera Masuk Indonesia

Dengan populasi terbesar keempat dunia dan demografi milenial melebihi 50 persen penduduk, Indonesia menjadi sasaran empuk bagi perusahaan global dalam menjajakan produknya. Tidak terkecuali produsen smartphone.

Tahun lalu saja, pasar smartphone tanah air kedatangan tiga merek baru mulai

dari Honor, Pocophone, sampai Realme. Ketiganya merupakan sub-brand dari vendor raksasa Huawei, Xiaomi, dan Oppo.

Tampaknya tahun ini tren itu tidak berubah. Sub-brand Vivo, iQoo, kemungkinan akan ikut bertarung di arena pasar Indonesia segera. Pasalnya, pangsa pasar Vivo cukup besar di tanah air.

Menurut data IDC Q3 2018, Vivo menguasai 11% market smartphone Indonesia. Sehingga wajar bila perusahaan ingin memasukkan sub-brandnya ke wilayah kekuasaannya.

“Kami memang punya sub-brand iQoo untuk level premium dan kemungkinan akan foldable kalau dilihat dari media sosial,” kata Tyas Rarasmurti, PR Manager Vivo Indonesia, ketika ditemui media usai Product Review di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Belum ada produk resmi, iQoo dijadwalkan akan memperkenalkan produk

pertamanya pada 1 Maret nanti secara global.

Dari postingan media sosial diketahui produk perdananya akan disokong prosesor Snapdragon 855, mengusung RAM 12GB, storage 256GB, baterai kapasitas 4.000mAh type-C, Super HDR, dan NFC.

Ketika disinggung apakah produk perdana iQoo akan mampir ke pasar tanah air, Tyas menjawab tidak tahu.

“Sampai saat ini sub-brand belum ada pembicaraan untuk masuk Indonesia.

Karena so far untuk di sini kami masih fokus di V series dan Y series,” tutur Tyas.

Ketika ditanya apakah iQoo akan cocok dengan konsumen Indonesia, Tyas menjawab belum tahu.

“Kami harus research dulu. Kan high-spec soalnya. Kami sendiri belum pernah melakukan research untuk produk flagship selevel itu,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Dilan 1991 Bisa Diunduh Dalam Game Android

Dilan 1991 Bisa Diunduh Dalam Game Android

Dilan 1991 Bisa Diunduh Dalam Game Android

Dalam hitungan hari tepatnya 28 Februari, kelanjutan Film Dilan akan kembali

ditayangkan di bioskop-bioskop kesayangan.

Bersamaan dengan itu, seperti ditulis dalam blog Ciayo Game, Dilan akan hadir dalam game. Game tersebut merupakan hasil kerja sama antara developer game Agate, Ciayo Game dan penulis cerita Dilan, Pidi Baiq.

Di dalam Game Dilan, pemain berperan sebagai Milea, sehingga jalinan cerita bersama Dilan bergantung pada pilihan gamer.

Gamer bisa mencoba berbagai variasi pilihan untuk menentukan alur cerita.

Jika bisa mencapai sebuah adegan tertentu dan menambah afeksi dari Dilan, gamer akan mendapatkan ilustrasi spesial yang dapat dikoleksi kemudian disimpan ke dalam bentuk album.

Game Dilan merupakan satu-satunya game resmi Dilan di Indonesia. Game Dilan hadir dalam platform Ciayo Stories berbentuk novel visual hasil adaptasi novel dan serial webtoon di Ciayo Comics. Melalui cerita pada novel dan serial webtoon, dikembangkan dengan gameplay klasik khas novel visual.

Game ini memiliki 5 episode dari Dilan 1990 dan 10 episode dari Dilan 1991

yang akan rilis pada 24 Februari 2019 bertepatan dengan Hari Dilan,

Game Dilan akan bisa dimainkan secara resmi di perangkat Android.Game-nya sudah dibuka melalui Google Play Store untuk 1000 download pertama setiap harinya.

Ciayo Stories adalah platform pertama untuk permainan novel visual. Dikembangkan langsung oleh developer Indonesia, langsung untuk smartphone.

 

Sumber :

https://danu-aji-s-school.teachable.com/blog/196912/titaniumbackuppro

Google Kian Selektif Pilih Aplikasi Masuk ke Play Store

Google Kian Selektif Pilih Aplikasi Masuk ke Play Store

Google Kian Selektif Pilih Aplikasi Masuk ke Play Store

Google sepertinya kian selektif dalam memasukan aplikasi di google play store. Hal ini dapat dilihat dari data yang diumumkan Google baru-baru ini. Jumlah aplikasinya kian turun.

Pada tahun lalu Google tidak mengijinkan 55 persen lebih banyak aplikasi

untuk masuk ke Play Store dibandingkan 2017. Sementara penangguhan aplikasi naik tidak kurang dari 66 persen.

Seperti dilansir Uber Gizmo, Andrew Ahn, Product Manager Google Play menjelaskan, alasannya, seluruh aplikasi tersebut dinilai berbahaya, sehingga bisa memicu aktivitas berbahaya termasuk hadware dan mengumpulkan data pengguna.

Hal tersebut juga juga merupakan investasi dalam perlindungan secara

otomatis dan proses ulasan manusia yang memainkan peran penting untuk mengidentifikasi dan menindak aplikasi-aplikasi buruk,peningkatan penolakan dan penangguhan aplikasi ini merupakan bentuk upaya berkelanjutan untuk memperkuat kebijakan, dan mengurangi jumlah aplikasi berbahaya di Play Store.

Selain selektif dengan menolak aplikasi yang masuk, Google pun cukup sering membersihkan Play Store.Pada tahun lalu, perusahaan menghapus 700 ribu aplikasi berbahaya.

Mengingat penjahat siber selalu memanfaatkan peluang untuk melancarkan aksinya, termasuk melalui aplikasi, maka pengguna sebaiknya lebih berhati-hati. Pengguna harus lebih waspada, terutama terhadap aplikasi-aplikasi dari developer tidak dikenal.

Namun sebenarnya, Google sudah menghalau serangan Malware dalam

Google Play Store. Untuk menghalau serangan mlaware selain menghapus dari Play Store, tahun lalu, Google sudah mengumumkan Google Play Protect.

FItur ini hadir di semua perangkat Android dengan dukungan Google Play Services 11 dan terbaru.Fitur ini merupakan versi sempurna atau versi baru dari “Verify Apps”yang merupakan layanan Google Play yang sudah lama ada.

Walaupun difungsikan untuk menghalau malware, namun sepertinya Google Play Protect tidak cukup ampuh untuk menghalau serangan malware di Android.Google Play Protect hanya mampu mendeteksi 65,8% ancaman malware di Android.AV-Test juga turut menyusupkan jenis malware yang cukup lawas. Lagi-lagi Google Play Protect masih kewalahan dalam menangkalnya.

 

Sumber :

https://www.selasar.com/question/25919/Bagaimana-Cara-Download-Titanium-Backup-Pro-Apk-Mod

Android 10 Usung Konsep Berbeda

Android 10 Usung Konsep Berbeda

Android 10 Usung Konsep Berbeda

Penamaan OS Android sepertinya tidak akan menggunakan sebutan unik lagi,

terutama nama makanan. Keunikan yang telah dibangun Google sejak 9 Periode, rupanya akan terpatahkan pada seri Android 10 tahun ini.

Tahun ini, yang merupakan versi 10 dikenal sebagai Android Q. Dilansir dari

blog resmi perusahaan, Google secara resmi belum mengungkapkan apa yang disebut pembaruannya.

Sebelumnya untuk seri Android 9.0, Google memberi nama Pie pada OS-nya tersebut. Akan tetapi hal berbeda disampaikan Google. Perusahaan memutuskan mereka akan menandai akhir era penggunaan nama pencuci mulut pada OS-nya.

Baca juga: Ini Fitur Unggulan Android Pie

Lebih lanjut Google mengatakan hal ini berkaitan dengan kemudahan

pelafalan nama Android Q, serta dapat memberikan umpan balik yang positif ke depannya.

Sulitnya membedakan versi pendahulu dengan penggantinya juga diungkapkan Google menjadi salah satu penyebab berakhirnya masa penggunaan nama sebagai pencuci mulut.

 

Baca Juga :

Saling Klaim Nomor Satu, Oppo Tantang Keluarkan Data Publik

Saling Klaim Nomor Satu, Oppo Tantang Keluarkan Data Publik

Saling Klaim Nomor Satu, Oppo Tantang Keluarkan Data Publik

Beberapa waktu lalu, firma riset pasar Canalys mempublikasikan laporan

pangsa pasar smartphone di Indonesia untuk kuartal kedua 2019. Laporan itu menyebutkan bahwa Oppo sudah menduduki posisi teratas.

Data itu menunjukkan bahwa Oppo menggeser posisi Samsung yang bertahun-bertahun merajai pangsa pasar smartphone tanah air.

Meski Canalys mengatakan Oppo sudah mengalahkan Samsung, firma riset lain, Counterpoint Research, memaparkan hasil berbeda.

Dalam laporannya, Counterpoint Research masih mendudukkan Samsung di posisi nomor satu untuk kuartal kedua 2019. Oppo justru menempati posisi ketiga dalam laporan tersebut.

Sementara itu pada saat launching Samsung Galaxy Note 10 dan Note 10+,

Samsung mengungkapkan bahwa hingga Juni 2019 masih menjadi brand smartphone nomor satu di Indonesia.

Menaggapi hal itu, Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia mengatakan bahwa masing masing punya strategi sendiri.

Baca juga: Disalip Oppo, Samsung Fokus pada Kebutuhan Konsumen

Namun Aryo mengatakan apakah ada data publiknya. Jika data publik ada

boleh dirilis hal ini supaya publik bisa lihat.

“Saya waktu itu sudah mau nyebut nomor satu, tapi saya tidak bisa ngomong karena tidak ada data publik Canalys, karena sudah ada baru kita bicara,” ujar Aryo, di Jakarta (22/08/19).

Aryo menyebutkan bahwa Canalys bukan perusahaan asal-asalan. Tapi yang jelas Oppo bisa lihat bahwa presentase Oppo bisa lebih besar.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Youtube Hapus Iklan yang Menargetkan Anak-anak

Youtube Hapus Iklan yang Menargetkan Anak-anak

Youtube Hapus Iklan yang Menargetkan Anak-anak

YouTube kini tengah berencana untuk mengakhiri iklan dengan target anak-

anak. Seperti yang dilaporkan Bloomberg, Youtube memfokuskan hal itu kepada video yang kemungkinan akan ditonton oleh anak-anak.

Hal itu karena Komisi Perdagangan Federal sedang menyelidiki apakah YouTube melanggar Undang-Undang Privasi Daring Anak-anak (COPPA). Pihak Youtube enggan berkomentar terkait kabar tersebut.

Platform Youtube sendiri telah lama mengumumkan bahwa konten mereka

tidak ditunjukan bagi anak-anak. Jika anak-anak ingin menikmati layanannya, Youtube Kids bisa menjadi pilihan.

Baca juga: Youtube Tambah Opsi Unduh Video Offline 1080p

Menghilangkan iklan dengan target anak-anak di platform Youtube akan sampai pada wilayah Google. Namun, solusi itu diduga lebih murah jika dibandingkan harus menempuh solusi lainnya.

Saat ini, Youtube hanya memiliki 2 jenis iklan video yang berbeda. Jenis yang

pertama cukup dengan memasangkan konteks video dengan pesan komersial.

Sedangkan jenis lainnya menggunakan berbagai sinyal digital. Jadi, pemasar iklan dapat menjangkau pasar demografi yang didasarkan pada hasil search engine Google.

Sampai dengan saat ini, masih belum jelas kapan Youtube akan melarang penargetan ini.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

Meluncur 19 November, Google Stadia Hadirkan 12 Game

Meluncur 19 November, Google Stadia Hadirkan 12 Game

Meluncur 19 November, Google Stadia Hadirkan 12 Game

Google telah mengumumkan akan mulai menyediakan platform game online

terbarunya Google Stadia pada bulan ini. Tepatnya 19 November 2019, Google akan merilis platorm game online berbasis cloud atau komputasi awan.

Tidak seperti informasi sebelumnya, bahwa untuk awalnya Google Stadia akan menyuguhkan 30 game dari publisher game ternama seperti Electronic Arts, Warner Bros, dan Sega. Di tulis The Verge, Google baru-baru ini menyebutkan bahwa ada 12 game yang akan disuguhkan dari berbagai genre yang bakal menandai debut Stadia. Sebagian besar di antaranya adalah game papan atas yang biasa disebut dengan istilah “triple-A” (AAA). Assassin’s Creed: Odysey, Destiny 2, hingga Red Dead Redemption 2 termasuk dalam daftar.

Selain 12 game tadi, Google juga berjanji bakal menambahkan 14 game lainnya

ke koleksi judul yang bisa dimaikan secara streaming lewat Stadia sebelum 2020. Aneka game tersebut mencakup Borderlands 3, Final Fantasy 15, Dragon Ball Xenoverse 2, Tom Clancy’s Ghost Recon Breakpoint, Metro Exodus, dan masih banyak lagi.

Dalam deskripsi aplikasi yang tertera pada Google Play, aplikasi ini memberikan lebih banyak informasi tentang apa yang akan diperoleh pengguna ketika menggunakan Google Stadia.
Sebagai contoh, aplikasi ini bisa menampilkan galeri game yang sudah diunduh hanya dengan menekan tombol play.

Selain itu, ada juga tab “Jelajahi” yang menampilkan konten terkait game, serta

menu untuk membagikan video atau screenshot dari game yang dimainkan pengguna melalui berbagai platform media sosial, seperti Reddit, Twitter, Facebook, Discord, dan YouTube.
Untuk sementara waktu, aplikasi ini baru tersedia di Google Play saja. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan aplikasi pendamping Google Stadia ini hadir di iOS.

 

Baca Juga :

Gojek Ungkap Pencapaian selama GoFood Mamimumemo 2

Gojek Ungkap Pencapaian selama GoFood Mamimumemo 2

Gojek Ungkap Pencapaian selama GoFood Mamimumemo 2

GoFood kembali hadirkan festival promo makan-minum murah-menang-mobil-motor-mobile phone (Mamimumemo) 2.

Di pesta Mamimumemo GoFood tahun ini, ada banyak promo yang berbeda

setiap harinya. Promo ini berlaku di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Semarang, Medan, Bali, Palembang, Padang, Lampung, Solo, Manado, Pekanbaru, Batam, dan Malang, mulai 8 November 2019, hingga 12 Januari 2020

Menurut Marsela Renata, Senior Marketing Manager GoFood, di festival promo Mamimumemo 2, GoFood menghadirkan 20 ribu outlet kuliner yang bisa dipilih dengan promo menarik.

Dikatakan Marsela, jumlah outlet yang hadir di Festival Promo Mamimumemo 2, mengalami kenaikan 4 kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Tentunya dengan peningkatan jumlah outlet, menunjukan kalau Mamimumemo sebelumnya direspon cukup baik, dan kami bisa sebutkan mitra merchant GoFood mengalami peningkatan pendapatan hinggal 2 kali lipat lebih,” kata Marsela, di Jakarta (14/11/11).

Dikatakan Marsela, akan ada Promo Harian yang diberikan hingga 40 persen,

\kemudian potongan hingga 70 persen, untuk promo Happy Hour, dan 50 persen untuk puncak promo.

Dikatakan Marsela, inovasi diskon Happy Hour setiap senin, pukul 13.00 hingga 16.00 untuk mendorong transaksi para mitra merchant GoFood.

“Tiga hari diluncurkan, sejak 8 November 2019, promo ini membantu transaksi

merchant untuk tumbuh berkisar 50 persen,” ungkap Marsela.

Melalui festival Promo ini, pelanggan GoFood dapat menikmati hadiah mencapai Rp1 milliar. Untuk mendapatkannya, konsumen dapat mengumpulkan sebanyak-banyaknya dengan mengorder GoFood sebanyak-banyaknya.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/

Facebook Pay Meluncur di AS

Facebook Pay Meluncur di AS

Facebook Pay Meluncur di AS

Dimulai dari AliPay di Cina 2015 silam, disusul Apple Pay dan Google Pay,

kemudian merambah ke “Pay” lainnya, kini kita tiba di Facebook Pay.

Hari ini Facebook mengumumkan layanan pembayaran lintas-platform Facebook Pay. Selain berfungsi di aplikasi Facebook, layanan juga akan berlaku di Messenger, Instagram, dan WhatsApp.

Facebook Pay sudah diluncurkan di Facebook dan Messenger minggu ini di AS. Pengguna bisa menggunakan layanan untuk penggalangan dana, pembelian dalam game, tiket acara, transfer dana ke pengguna lain, serta pembelian di Facebook Marketplace.

Integrasi Instagram dan WhatsApp dijadwalkan tiba “seiring waktu”. Ekspansi

internasional juga masuk dalam rencana, tetapi belum ada kurun waktu yang lebih konkret.

Facebook Pay bertujuan untuk membuat transaksi di seluruh aplikasi perusahaan lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih konsisten, sambil tetap memberikan keamanan dan perlindungan untuk informasi pribadi Anda.

Anda bisa menambahkan metode pembayaran ini satu kali dan kemudian

menggunakan Facebook Pay seterusnya, daripada harus selalu memasukkan detail kartu setiap kali bertransaksi.

Pengguna diberi opsi untuk mengatur semua aplikasi berbayar dengan Facebook Pay atau untuk digunakan di aplikasi tertentu saja. Jadi jika Anda memutuskan hanya ingin menggunakan layanan untuk aplikasi Facebook saja, maka ia tidak akan berfungsi di Messenger.

Ketika semua terintegrasi, pengguna akan bisa melihat riwayat transaksi mereka, mengelola metode pembayaran, dan memperbarui pengaturan di satu tempat. Facebook Pay juga menyediakan customer service real-time melalui live chat.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/

 

Situs Terpopuler Dengan Pengunjung Terbanyak di Indonesia

Situs Terpopuler Dengan Pengunjung Terbanyak di Indonesia

Situs Terpopuler Dengan Pengunjung Terbanyak di Indonesia

Situs Terpopuler Dengan Pengunjung Terbanyak di Indonesia
Situs Terpopuler Dengan Pengunjung Terbanyak di Indonesia

Situs web dari tahun ke tahun kian meningkat dengan kemudahan yang sudah di sediakan pada internet. Pada kuartal kedua 2017 saja sudah ada sekitar 1,3 juta nama domain yang telah terdaftar pada internet.

Jadi dengan bertambahnya jumlah 1,3 juta di kuartal kedua 2017 jadi sudah ada sekitar 331,9 juta dari seluruh TLD (Top-level domains) per 30 Juni 2017. Peningkatan TLD yang telah terdaftar menandai bahwa pertumbuhan TLD disuluruh dunia sudah meningkat sekitar 0.4% dibandingkan dengan kuartal pertama di 2017 tahun ini.

Dengan begitu banyaknya TLD yang sudah terdaftar bisa dibayangkan dong susahnya persaingan didunia blogging, untuk mendatangkan pengunjung yang ber-imbas kepada web kecil untuk mendapatkan pengunjung ke situs baru yang mereka ciptakan.

Nah dari sekian situs web tentu ada web yang bertujuan untuk membagikan hal positif dan bahkan ada juga  situs mengerikan yang dilarang untuk kita kunjungi. Tapi pada tulisan ini saya tidak akan membagikan postingan yang mengarah ke situs yang negatif melainkan membahas tentang Situs Terpopuler Dengan Pengunjung Terbanyak di Indonesia.

Penghitungan ini saya ambil dari banyaknya pengunjung yang membuka situs di internet menggunakan perangkat mobile, jadi kunjungan dekstop tidak terhitung kedalamnya. Kenapa alasan saya mengambil pengunjung yang mengakses dengan perangkat mobile? karena dijaman yang canggih ini orang lebih memilih menggunakan gadget untuk mencari informasi di internet karena alasan praktis.

Nah agar tidak lebih panjang lagi saya akan langsung saja ke inti tulisan Situs Terpopuler Dengan Pengunjung Terbanyak di Indonesia, lets check this out :

  •     Google site

Cara Membuka Situs yang Diblokir Internet Positif di Google Chrome – semua orang memang sudah tau Google kan? setiap kita mau mencari sesuatu informasi kita selalu mencarinya di Google, Google memang menjadi salahsatu mesin pencari terbesar didunia. Tapi setiap negara yang berbeda Google juga menggunakan ekstensi yang berbeda pula lho sebagai contohnya di Indonesia Google menggunakan akhiran .co.id (Google.co.id).

Google memang banyak memiliki situs dibawahnya seperti Youtube, Google Mail, Google Driver dan masih banyak lainnya.

Setiap harinya Google.co.id mendapatkan lebih dari jutaan kali kunjungan yang dilakukan oleh orang Indonesia, entah itu untuk mencari berita, mencari harga barang seperti gadget, dan hal lainnya.

  •     Facebook

Siapa sih ya enggak tau situs jejaring Sosial Facebook. Facebook telah berdiri sejak tahun 2004 lalu yang didirikan oleh Mark Zuckerberg dan sampai saat ini masih mendulang kesuksesan dan semakin populer di masyarakat kita. Dari alasan tersebutlah Facebook mesuk kedalam list situs populer.

Dari kutipan yang saya ambil di Wikipedia, setiap tahunnya dari 2008 Facebook mengalami perkembangan sampai 100 juta pengguna aktif yang terdaftar. Pengunjung aktif tersebut lebih didominasi oleh kaum muda-mudi.

  •     Kompas Gramedia

Kompas Gramedia ini pertama kali didirikan pada 17 Agustus 1953 yang di didirikan oleh P.K.Ojong dan Jakob Oetama, dan kantor pusatnya yang terletak di Jakarta ini menempati urutan ketiga terpopuler dan terbanyak dikunjungi di Indonesia.

Situs yang mereka kelola Kompas.com dan Tribunnews.com lah yang menjadikan Kompas Gramedia mendapatkan peringkat ketiga terbanyak dikunjungi di Indonesia. Tapi bukan alasan itu saja yang membuat Kompas Gramedia mendapatkan pengunjung yang banyak, alasan yang membuat Kompas Gramedia jadi terkenal adalah dari situs Tribunnews.com yang memiliki banyak subdomain.

  •     Kapan Lagi Network

Kapan Lagi Network adalah situs yang memiliki jangkauan yang cukup luas di wilayah Indonesia dalam media daring. Kapan Lagi Network pertama kali berdiri pada tahun 2003 yang berkantor pusat di Jakarta.

Kapan Lagi Network menjadi populer karena tidak hanya memiliki satu website saja, namun memiliki banyak website yang di gawangi oleh Kapan Lagi Network yang berbeda di setiap topik pembahasannya. Situs ini kian meningkat dan populer karena tidak adanya konten yang berbau hoax dan yang bermaksud menjebak ataupun menghasut suatu individu.

  •     Kreatif Media Karya Online

Kreatif Media Karya Online ini memiliki salah satu anak yang sudah terkenal yaitu Liputan6.com yang dimana situs tersebut adalah portal berita yang menyajikan berita yang memiliki submenu yang berbagai jenis. Hal tersebutlah yang menjadi salahsatu faktor pengunjung situs ini membludak karena berita yang mereka suguhkan selalu berita terbaru.

Situs liputan6.com terus memiliki peringkat atas, Kreatif Media Karya Online memang masih banyak memiliki anak asuh tapi yang paling menonjol adalah liputan6,com sendiri. Walaupun sudah mendulang sukses tapi Kreatif Media Karya Online masih tetap gencar untuk mempromosikan web asuh mereka agar peminat lebih banyak lagi yang berkunjung kesitus mereka.

Memang masih banyak Situs Terpopuler Dengan Pengunjung Terbanyak di Indonesia yang belum saya sebutkan, tapi saya hanya mengambil beberapa saja sebagai referensi. Apabila kalian ingin mengetahui lebih lanjut kalian bisa menunggu update artikel yang mungkin akan saya buat.