Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli
Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli

Pengertian Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw (Tim Ahli)

Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung – jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada orang lain dalam kelompoknya. Dalam teknik ini, siswa dapat bekerja sama dengan siswa lainnya dan mempunyai tanggung jawab lebih dan mempunyai banyak kesempatan pula untuk mengolah informasi yang di dapat dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi.
Model pembelajaran seperti ini harus dioptimalkan karena dapat meningkatkan kemampuan kreatif siswa dan tentunya meningkatkan prestasi siswa. Di samping itu, pembelajaran ini juga dapat meningkatkan komunikasi siswa karena berani menyampaikan apa yang telah ia dapat kepada kelompok lain maupun kelompok sendiri, sehingga siswa yang kurang percaya diri untuk menyampaikan bisa di latih untuk lebih berani dengan pembelajaran model ini. Disini, peran guru adalah memfasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah untuk memahami materi yang diberikan.
Kunci tipe Jigsaw ini adalah kemandirian setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang diperlukan. Artinya para siswa harus memiliki tanggunga jawab dan kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan memecahkan masalah yang diberikan.

Langkah – langkah metode pembelajaran tipe Jigsaw ini adalah :

  1. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok (disebut dengan kelompok asal, setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang heterogen). Setiap anggota kelompok nantinya diberi tugas untuk memilih dan mempelajari materi yang telah disiapkan oleh guru.
  2. Di kelompok asal, setelah masing-masing siswa menentukan pilihannya , mereka langsung membentuk kelompok ahli berdasarkan materi yang dipilih.
  3. Setelah setiap kelompok ahli mempelajari (berdiskusi) tentang materinya masing-masing, setiap anggota dalam kelompok ahli kembali lagi ke kelompok asal untuk menjelaskan/menularkan apa-apa yang telah mereka pelajari/diskusikan di kelompok ahli.
  4. Dalam tipe ini peran guru lebih banyak sebagai fasilitator, yaitu memfasilitasi agar pelaksanaan kegiatan diskusi dalam kelompok ahli maupun penularan dalam kelompok asal berjalan secara efektif dan optimal
  5. Setelah masing-masing anggota dalam kelompok asal selesai menyampaikan apa yang dipelajari sewaktu dalam kelompok ahli, guru memberikan soal/kuis pada seluruh siswa. Soal harus dikerjakan secara individual. Nilai dari pengerjaan kuis individual digunakan sebagai dasar pemberian nilai penghargaan untuk masing-masing kelompok. 

Kelebihan:

  1. Ruang lingkup dipenuhi ide – ide yang bermanfaat dan menarik untuk di diskusikan.
  2. Meningkatkan rasa tanggung – jawab siswa terhadap pemahaman pembelajaran materi untuk dirinya sendiri dan orang lain.
  3. Meningkatkan kerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang di tugaskan.
  4. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi untuk pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa.
  5. Meningkatkan kreatifitas siswa dalam berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan suatu masalah yang di hadapi.
  6. Melatih keberanian dan tanggung – jawab siswa untuk mengajarkan materi yang telah ia dapat kepada anggota kelompok lain.

Kelemahan:

  1. Kondisi kelas yang cenderung ramai karena perpindahan siswa dari kelompok satu ke kelompok lain.
  2. Dirasa sulit meyakinkan untuk berdiskusi menyampaikan materi pada teman jika tidak punya rasa percaya diri.
  3. Kurang partisipasi beberapa siswa yang mungkin masih bergantung pada teman lain, biasanya terjadi dalam kelompok asal.
  4. Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi.
  5. Awal penggunaan metode ini biasanya sulit di kendalikan, biasanya butuh waktu yang cukup dan persiapan yang matang agar berjalan dengan baik.
  6. Aplikasi model pembelajaran ini pada kelas yang besar (lebih dari 30 siswa) sangatlah sulit. Tapi bisa diatasi dengan model “team teaching”.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif
Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

1. Saling Ketergantungan Positif

Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal. Tiap siswa tergantung pada anggota lainnya karena tiap siswa mendapat materi yang berbeda atau tugas yang berbeda, oleh karena itu siswa satu dengan lainnya saling membutuhkan karena jika ada siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas tersebut maka tugas kelompoknya tidak dapat diselesaikan.

2. Tanggung Jawab Perseorangan

Pembelajaran kooperatif juga ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual. Hasil penilaian individual tersebut selanjutnya disampaikan guru kepada kelompok agar semua kelompok dapat mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa anggota kelompok yang dapat memberikan bantuan. Karena tiap siswa mendapat tugas yang berbeda secara otomatis siswa tersebut harus mempunyai tanggung jawab untuk mengerjakan tugas tersebut karena tugas setiap anggota kelompok mempunyai tugas yang berbeda sesuai dengan kemampuannya yang dimiliki setiap individu.

3. Interaksi Tatap Muka

Interaksi tatap muka menuntut para siswa dalam kelompok dapat saling bertatap muka sehingga mereka dapat melalukan dialog, tidak hanya dengan guru, tetapi juga dengan sesama siswa. Interaksi semacam ini memungkinkan siswa dapat saling menjadi sumber belajar sehingga sumber belajar lebih bervariasi dan ini juga akan lebih memudahkan siswa dalam belajar.
 

4. Komunikasi antar Anggota Kelompok

Dalam pembelajaran kooperatif keterampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide dan bukan mengkritik teman, berani mempertahan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi sengaja diajarkan dalam pembelajaran kooperatif ini. Unsur ini juga menghendaki agar para siswa dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, guru perlu mengajarkan cara – cara berkomunikasi, karena tidak semua siswa mempuanyai keahlian mendengarkan dan berbicara.

5. Evaluasi Proses Kelompok

Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.

Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional

Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional

Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional

 

Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional

Wakil Sekretaris II Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Edy Purwanto, menghimbau para pendaftar agar mengikuti aturan dan mekanisme PPDB. Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) kemarin, banyak pendaftar yang belum paham betul aturan-aturan, padahal informasi mengenai aturan dapat diakses melalui website, media sosial, hingga bertanya langsung ke sekolah. Misalnya, keterlibatan orang tua dalam pendaftaran.

Orang tua siswa harus terlibat aktif dalam proses pendaftaraan

Ini dikarenakan, ada beberapa berkas persyaratan yang membutuhkan pendampingan orang tua, seperti keterangan alamat rumah yang lengkap, penjelasan titik koordinat jarak sekolah dengan tempat tinggal serta berkas-berkas lainnya.

Sementaran itu, Kepala Cabang Dinas (KCD) XII

(Kab. Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya), Diding Gusutardi, mengharapkan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berjalan tanpa hambatan. Sebab Diding menjelaskan, Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah melakukan sosialisasi mengenai Petunjuk Teknis (juknis) PPDB dan aturan-aturan lainnya kepada sekolah dan masyarakat.

Diding mengatakan, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi bertahap, dimulai dari sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat di kantor pusat, sosialisasi di KCD, hingga sosialisasi ke SMP/MTS.

Kita sudah menyampaikan Juknis PPDB kepada mereka

Saya berharap semua petugas di lapangan sudah memahami aturan PPDB. Saya optimis pelaksanaan PPDB tahun ini lebih baik,” ujar Diding.

Walaupun demikian, Diding menegaskan, jika terjadi permasalahan, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa antisipasi. Salah satunya adalah dengan berkoordinasi dengan organisasi pendidikan, agar masalah yang ada cepat terselesaikan.

“Kami berkoordinasi dengan MKKS (Musyawaprah Kerja Kepala Sekolah) dan organisasi lainnya. Kami rapatkan. Sehingga, masalah yang muncul dari satuan pendidikan, dapat terselesaikan di satuan pendidikan itu sendiri. Jangan sampe ke berlanjut ke kantor pusat,” ujar Diding.

 

Artikel Terkait:

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Pelaksanaan PPDB Berjalan Tertib

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Pelaksanaan PPDB Berjalan Tertib

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Pelaksanaan PPDB Berjalan Tertib

 

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Pelaksanaan PPDB Berjalan Tertib

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya berupaya memberi pelayanan terbaik pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018/2019. Ini dibuktikan dengan pelaksanaan proses PPDB yang berjalan tertib.

Kami akan berupaya memberi pelayanan yang baik kepada peserta PPDB

Kami siapkan 5 loket dengan nomor antrean. Per hari sebanyak 100 antrean,” ungkap Wakil Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Yonandi saat ditemui di kantornya, Jalan Rumahsakit, Kamis, 5 Juli 2018.

Selain itu, pihaknya juga menugaskan petugas di setiap loket untuk bertanggungjawab atas berkas yang masuk. Jadi, ke depan jika ada permasalahan maka bisa dengan cepat ke diperbaiki, karena penanggungjawabnya sudah jelas.

Kemudian, katanya untuk mengantisipasi menumpuknya berkasa pada entry data, pihaknya menuntaskannya dengan disaksikan peserta didik dan orangtuanya.

“Sekarang itu, siswa mendaftar, menyerahkan persyaratan, diverifikasi, menghitung jarak, dll. Setelah selesai kemudian diupload langsung disanksikan siswa dan orangtua tuanya. Dengan begitu pekerjaan upload data selesai dan tidak ada penumpukan berkas data pendaftar,” tegas Yonandi.

Nilai Hasil Ujian Nasional

Ia menyebutkan SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya akan menerima 394 siswa yang terdiri dari 244 siswa jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) dan sisanya jalur NHUN. Salah seorang orangtua siswa di SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Nurul Fitri Sari mengatakan ia mengapresiasi proses PPDB di SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya yang tanpa kendala. Anaknya, kata Fitri memiliki NHUN 27,00. Tahun lalu passing grade di SMAN 1 sekitar 29,00.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Tidak ribet sih. Mudah-mudahan prosesnya aman-aman saja. Tapi aturannya berbeda antara tahun ini dengan tahun lalu. Saya optimis anak saya diterima,” jelas Fitri.

Sementara itu, salah satu siswa pendaftar jalur NHUN di SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Naura Ulya Ahsanah, masih kebingungan mengola informasi yang ia dapatkan mengenai PPDB. Siswa asal dari SMP Al-Muttaqin Fullday School ini mengatakan, jalur PPDB terlalu beragam.

“PPDB lebih baik, tapi terlalu banyak jalur dan informasinya masih kurang saya pahami,” ujar Naura.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

SMKN 2 Kota Tasikmalaya Buka Stand Sekolah Swasta

SMKN 2 Kota Tasikmalaya Buka Stand Sekolah Swasta

SMKN 2 Kota Tasikmalaya Buka Stand Sekolah Swasta

 

SMKN 2 Kota Tasikmalaya Buka Stand Sekolah Swasta

TASIKMALAYA, DISDIK JABAR

Semua anak harus dan bisa sekolah. Itulah kalimat yang selalu disosialisasikan Dinas Pendidikan Jawa Barat agar semua pelajar di Jawa Barat bisa sekolah, tanpa kecuali. Baik di sekolah negeri maupun swasta.

 

Bagi siswa dari keluarga kurang mampu

pemerintah sudah memfasilitasinya dengan jalur KETM (Keluarga Ekonomi Tidak Mampu) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Tidak hanya di sekolah negeri, tapi mereka pun dibiayai pendidikannya ketika bersekolah di swasta. Salah satunya SMAN 2 Kota Tasikmalaya yang ikut menyosiaslisasikan sekolah swasta di sekitarnya, dengan membuka stand khusus saat PPDB berlangsung.

Kami sengaja membuka stand khusus sekolah SMK swasta di sekolah kami

Tujuannya untuk menyosialisasikan sekolah swasta mereka. Karena, sekolah negeri memiliki kuota yang terbatas,” kata Ketua Pelaksana PPDB SMKN 2 Kota Tasikmalaya, Herman Suherman, Kamis 5 Juli 2018.

Pihaknya berharap bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri bisa memilih sekolah swasta sesuai dengan minat dan bakatnya. “Jangan sampai ada anggapan bahwa tidak diterima di sekolah negeri itu adalah kiamat. Masih ada sekolah lain tempat mereka belajar. Makanya, kami juga membuka stand khusus SMK swasta,” tegas Herman.

Herman mengaku ada beberapa siswa yang mendaftar ke SMKN 2 melalui jalur non-NHUN (nilai hasil ujian nasional) ternyata tidak lolos dan mengurung diri di rumahnya. Saat orangtua mengadukan masalah tersebut ke sekolah, Herman menyuruh orangtua itu membawa anaknya untuk ke sekolah.

Saya beri pengertian kepada anak tersebut

bahwa dunia tidak akan kiamat ketika kamu tidak masuk SMKN 2. Masih ada sekolah lain. Atau bisa mengikuti PPDB ke sekolah negeri melalui jalur NHUN. Akhirnya mereka mau dan bisa tersenyum kembali,” ujarnya. Dikatakan, menimba ilmu tidak hanya di sekolah negeri, tapi juga di sekolah swasta.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/

Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja
Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

PENDAHULUAN

Speedtest-cli adalah sebuah aplikasi berbasis text yang berguna untuk melakukan tes kecepatan internet pada komputer. kalian bisa mengetes speed atau kecepatan download maupun upload menggunakan speedtest-cli.

B. LATAR BELAKANG

Dapat dilihat dari topologi diatas, dari gambaran diatas saya ingin melihat speed download dan upload dari server saya.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Dapat digunakan untuk memantau aktifitaspenggunaan kecepatan akses internet pada server.

  1. ALAT DAN BAHAN

1.Listrik

2.Debian Router

3.Server

4.Koneksi Internet

5.Laptop Client

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Pada kali ini jangka waktu yang dibutuhkan untuk menginstall aplikasi dan menjalankannya pada server hanya membutuhkan waktu kurang lebih hanya 5 menit saja.

F.LANGKAH KERJA

1. Nyalakan laptop client dan sambungkan laptop client pada jaringan server.
2. Lalu masuk ke root server atau client yang ingin diketahui speed internetnya.
3. Kemudian masukan perintah : #apt-get install speedtest-cli untuk menginstall  aplikasi speed test.

 

  1. 4.Langkah terakhir masukan perintah : #speedtest-clidan tunggu prosesnya berjalan, kemudian akan terlihat berapa speed download dan upload yang  dilakukan oleh si user.
  2. Melihat Akses Internet Menggunakan SPeedTest via CLI

KESIMPULAN
Setiap orang dapat melihat speed atau kecepatan download dan upload pada servernya, dan speedtest ini adalah aplikasi mudah untuk melihat kecepatan pada laptop client ataupun pada laptop anda serndiri.

Sumber: https://www.kuliahbahasainggris.com/

Pengertian Bandwidth dan Proxy

Pengertian Bandwidth dan Proxy

Pengertian Bandwidth dan Proxy

Pengertian Bandwidth dan Proxy
Pengertian Bandwidth dan Proxy

Bandwidth

Bandwidth memiliki beberapa arti terkait:

Bandwidth (pemrosesan sinyal) atau bandwidth analog, bandwidth frekuensi atau bandwidth radio: ukuran lebar rentang frekuensi, diukur dalam hertz

Bandwidth (komputasi) , laju transfer data, bit rate atau throughput, diukur dalam bit per detik (bit / s)

Linewidth spektral : lebar garis spektral atom atau molekul, diukur dalam hertz

Bandwidth adalah bit-rate kapasitas informasi yang tersedia atau dikonsumsi dinyatakan biasanya dimetrik kelipatan bit per detik.

Bandwidth dapat dicirikan sebagai : Bandwidth jaringan,Bandwidth data,Bandwidth digital.

Definisi ini bandwidth ini berbeda dengan bidang Pemprosesan sinyal,Komunikasi nirkabel,Modem Transmisi Data ,Komunikasi digital, dan Elektronik, di mana bandwidth yang digunakan untuk merujuk ke analog Bandwidth sinyal diukur dalam hertz , yang berarti rentang frekuensi antara terendah dan tertinggi frekuensi dicapai saat pertemuan tingkat penurunan yang didefinisikan dalam kekuatan sinyal.

Namun, bit rate yang sebenarnya yang dapat dicapai tidak hanya tergantung pada bandwidth sinyal, tetapi juga pada kebisingan pada saluran.

  1. KAPASITAS BANDWIDTH JARINGAN

Istilah bandwidth kadang mendefinisikan bit rate bersih (aka. Peak bit rate, tingkat informasi, atau lapisan fisik bit rate yang berguna),Kapasitas saluran , atau Throughput maksimum dari jalur komunikasi logis atau fisik dalam sistem komunikasi digital. Misalnya, Bandwidth tes mengukur throughput maksimum jaringan komputer. Tingkat maksimum yang dapat dipertahankan pada link dibatasi oleh untuk sistem komunikasi ini, yang tergantung pada Shannon-Hartley kapasitas saluran Bandwidth yang di hertz dan kebisingan pada saluran.

  1. PENGERTIAN PROXY

Server proxy adalah Server yang (sistem komputer atau aplikasi) yang bertindak sebagai perantara untuk permintaan dari clien mencari sumber daya dari server lain. Seorang klien terhubung ke server proxy, meminta beberapa layanan, seperti file, koneksi, halaman web, atau sumber daya lain yang tersedia dari server yang berbeda dan server proxy mengevaluasi permintaan sebagai cara untuk mempermudah dan mengontrol kompleksitas. Proxy diciptakan untuk menambah struktur dan enkapsulasi  untuk sistem terdistribusi. Saat ini, kebanyakan proxy adalah proxy web, memfasilitasi akses ke konten di World Wide Web , menyediakan anonimitas dan dapat digunakan untuk memotong IP blocking alamat .

D. JENIS SERVER PROXY

Sebuah server proxy dapat berada di komputer lokal pengguna, atau pada berbagai titik antara komputer dan server tujuan pengguna di Internet.

1.Sebuah server proxy yang melewati permintaan dan tanggapan yang tidak dimodifikasi biasanya disebut gerbang atau kadang-kadang proxy tunneling.

2.Sebuah proxy maju adalah proxy internet menghadapi digunakan untuk mengambil dari berbagai sumber (dalam banyak kasus di mana saja di Internet).

3.Sebuah reverse proxy biasanya proxy internal menghadapi digunakan sebagai front-end untuk mengontrol dan melindungi akses ke server di jaringan pribadi. Sebuah reverse proxy umumnya juga melakukan tugas-tugas seperti load-balancing, otentikasi, dekripsi atau caching.

Sumber: https://dosenpendidikan.co.id/

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran
Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah

Suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Perencanaan adalah menentukan apa yang akan di lakukan mempunyai arah lain, menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu.

Sedangkan pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengolahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar .

Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang

Penerapan prinsip-prinsip umum mengajar di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun di luar kelas. Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan di kelas atau di luar kelas. Perencanaan pembelajaran tersebut perlu dilakukan agar guru dapat mengkoordinasikan berbagai komponen pembelajaran yang berorientasi (berbasis) pada pembentukan kompetensi siswa, yakni kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian berbasis kelas (PBK). Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap kompetensi dasar. Indikator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Sedangkan PBK sebagai alat untuk mengukur pembentukan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus dilakukan jika kompetensi standar belum tercapai.

Perencanaan pengajaran sebelum melakukan pembelajaran

Di kelas sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaan pengajaran disusun atau direncanakan dengan baik dan matang sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik
Perencanaan pengajaran mempunyai beberapa faktor yang mendukung tujuan pembelajaran tercapai misal :
Persiapan sebelum mengajar
Situasi ruangan dan letak sekolah dari jangkauan kendaraan umum
Tingkat intelegensi siswa

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi

Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi

Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi

Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi
Penciptaan Karya Sastra Fiksi dan Unsur Pembangun Fiksi

Penciptaan Fiksi

Hakikat masyarakat dan kebudayaan pada umunya adalah kenyataan, sedangkan hakikat karya sastra adalah rekaan, dengan sebutan yang lebih populer, yaitu imajinasi. Berbeda dengan kenyataan dalam ilmu kealaman, kenyataan dalam ilmu kenyataan yang sudah ditafsirkan, kenyataan sebagai fakta sosial. Berbeda dengan imajinasi dalam kehidupan sehari-hari, yang dianggap sebagai semata-mata khayalan, imajinasi dalam karya sastra adalah imajinasi yang didasarkan atas kenyataan, imajinasi yang juga diimajinasikan oleh orang lain.

Masalah ini perlu dijelaskan dengan pertimbangan bahwa sebagai karya seni karya sastra tidak secara keseluruhan merupakan imajinasi. Pertama, meskipun hakikat karya seni adalah rekaan, tetapi jelas karya seni, dikontruksi atas dasar kenyataan. Kedua, dalam setiap karya seni, khususnya sastra terkandung unsur-unsur tertentu yang merupakan faktor objektif, pada umumnya fakta-fakta tersebut merupakan nama-nama orang, (toponim), peristiwa-peristiwa bersejarah, monumen dan sebagainya. Ketiga, karya seni yang analisis, tidak dapat dipahami secara benar sebab tidak memiliki referensi sosial. Kutha Ratna (2007:307).

Kutha Ratna

Selanjutnya Kutha Ratna menambahkan bahwa hakikat karya seni, sastra khusunya jelas merupakan sebuah imajinasi dan kreativitas. Dalam karya seni, ciri-ciri imajinasi lebih khas, lebih dominan dibandingkan dengan kreativitas, demikian juga sebaliknya kreativitas mengimplikasikan imajinasi. Perbedaannya sebagai daya bayang imajinasi seolah-olah memiliki kekuatan yang jauh lebih luas dan tidak terbatas. Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas adalah hasil imajinasi. Imajinasi adalah cakrawala pada saat kekuatan-kekuatan yang berkaitan dengan proses kreatif yang dipertaruhkan.

Imajinasi

Dengan pengertian bahwa imajinasi dan kreativitas adalah daya, energi dan kekuatan, maka imajinasi dan kreativitas, dan kreativitas jelas mengimplikasikan subyek manusia, lebih khusus lagi subyek kreator. Imajinasi dan kretivitas tidak semata-mata terkandung dalam karya seni. Kehidupan praktis sehari-hari dipenuhi bahkan dikendalikan oleh imajinasi dan kreativitas. Perbedaannya imajinasi dan kreativitas kehidupan sehari-hari didorong dengan demikian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan praktis. Semua aktivitas kehidupan merupakan kesadaran, bukan insting. Kesadaran pada gilirannya memberikan kemungkinan untuk berpikir, merasakan, merenungkan, sehingga bentuk-bentuk aktivitas tidak terjadi secara refleks, melainkan tertunda. Ruang-ruang kosong inilah yang memberikan kemungkinan untuk berimajinasi dan berkreativitas.

Apabila ciri-ciri tertunda dan ruang kosong seperti tersebut di atas dapat disebut sebagai mediator timbulnya imajinasi, maka karya seni inilah yang paling sarat mengandung unsur imajinasi dan kreativitas. Pada seniman jelas merupakan subyek yang paling banyak menyediakan diri untuk berkomtemplasi. Oleh sebab itu, biasanya mereka memilih tempat yang suci dan tenang sebab kontemplasi dan dialog pada dasarnya dilakukan dengan dirinya sendiri, sebagai dialog intersubjektif.

Kenyataan dan rekaan pada umumnya memiliki makna yang sejajar dengan fakta dan fiksi. Dalam ilmu sosial dan humaniora fakta yang sebenarnya tidak ada dapat menjadi ada, penafsiran menjadi awal dari munculnya sebuah fakta, dan inilah yang biasa dikenal dengan fakta-fakta sosial yang akhirnya memperoleh sumber aktivitas kreatif yang tidak pernah ada ujungnya. Secara etimologi fiksi dapat pula disepadankan atau disejajarkan dengan rekaan dan khayalan, namun, dalam aktivitas kreatif, untuk menghindari salah paham hanya rekaanlah yang dapat mewakili pengertian mengenai hakikat karya sastra secara umum, sementara khayalan dianggap semata-mata sebagai dongeng. Khayalan dalam kehidupan sehari-hari sama dengan angan-angan, lamunan, dan fantasi (fancy, fantasy, fictitious). Wellek dan Werren (1962:26-28) bahwa ciri utama karya sastra adalah fiksi, imajinasi dan invensi.

Imajinasi pada gilirannya adalah pengalaman sebagaimana juga yang dialami oleh orang lain. Imajinasi dalam karya seni hanya mengevokasi imajinasi pembaca yang secara laten sudah tersedia pada setiap orang. Dalam hubungan ini juga karya seni dikatakan memiliki fungsi-fungsi sosial sebab dalam masyarakat jelas terkandung berbagai energi yang tak terhitung jumlahnya, dan harus dihidupkan demi mencapai tujuan-tujuan yang positif. Benar, ilmu pengetahuan merupakan penelitian objektif, yang diperoleh melalui verifikasi ilmiah, namun, kerangka objektivitas tersebut pada dasarnya didahului oleh berbagai kemampuan imajiner, baik sebagai pengalaman langsung maupun sebagai kekuatan intuitif.

Karya Sastra

Karya sastra dengan demikian tidak secara keseluruhan merupakan rekaan. Seperti yang telah diuraikan di depan, karya sastra yang secara keseluruhan merupakan rekaan justru tidak mungkin untuk dipahami sebab pembaca tidak memiliki referensi-referensi untuk mengadakan identifikasi. Secara genetis karya sastra diciptakan sebagai tiruan masyarakat, sebagai dunia dalam kata, baik sebagian maupun seluruhnya, oleh karena itu dalam setiap karya sastra bahkan karya yang paling absurd, terkandung petunjuk-petunjuk yang secara hermeneutis tekstual dapat mengembalikan karya pada semesta tertentu. Dalam hubungan inilah fiksi dianggap lebih menarik, dengan alasan sebagai berikut:

  1. Dalam fiksi terjadi tumpang tindih, silang sengketa antara rekaan dan kenyataan, sehingga pembaca seolah-olah tidak mungkin untuk menangkapnya, bahkan selalu tertangkap ke dalam keingintahuan.
  2. Fiksi merupakan pelarian dari dunia nyata yang tidak bisa dijangkau secara keseluruhan, senantiasa terdapat sisa yang harus diselesaikan.
  3. Fiksi menampilkan berbagai masalah kehidupan manusia, dari kehidupan yang paling rendah hingga yang paling mewah. Dalam membaca fiksi para pembaca memperoleh kepuasan total, seluruh keinginannya terpenuhi secara fiksional.
  4. Pembaca dapat mengidentifikasi diri dengan tokoh-tokoh, kejadian, dan latar belakang, pembaca seolah-olah menjadi hero dan raja.
  5. Fiksi menampilkan kualitas ekstetis, tujuan yang paling dirindukan manusia. Karya seni pada gilirannya membawa manusia pada dunia pencerahan, penyucian, disitulah setiap individu akan menemukan kedamaian. Kutha Ratna (2007:312)

Sebagai seni bahasa, sumbangan terpenting karya sastra dengan masalah-masalah kemasyarakatan adalah kemampuannya dalam mentransformasikan sekaligus mengabadikan kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari, sebagai interaksi sosial, ke dalam peristiwa-peristiwa sastra, sebagai perilaku fiksional. Sebuah fiksi memiliki keterkaitan unsur intrinsik yang seringkali yang sulit diurai perunsur, karena kebermaknaan estetika kefiksiannya justru terletak pada bangunan untuk menyampaikan message komunikasi estetik yang memikat atau tidak.

Baca juga:

Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan

Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan

Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan

Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan
Beberapa Pendekatan Dalam Apresiasi Puisi dan Kode-Kode Estetik Yang Disampaikan
Dalam memahami atau mengapresiasi puisi dikenal berbagai macam pendekatan yang dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk mendekati apresiasi yang kita lakukan. Pendekatan-pendekatan itu dipilh, biasanya, dengan mempertimbangkan kecendrungan puisi yang kita hadapi. Tidak semua puisi itu dapat didekati dengan semua pendekatan. Di sinilah, maka penting untuk dipertimbangkan pemilihan pendekatan agar dalam mengapresiasi puisi tidak jauh dari kode-kode estetik yang disampaikan penyairnya.
Ada beberapa pendekatan yang dikenal dalam teori sastra mencakup beberapa hal:

Pendekatan Analitik

Pendekatan ini dilandasi pemikiran bahwa setiap karya sastra (puisi) dibangun dari beberapa unsur pembangunnya. Pendekatan analitik ini dimaksud untuk menjawab unsur-unsur yang ada di dalamnya, yang membangun totalitas puisi. Dalam hal ini akan menjawab pertanyaan berikut:
  • Unsur apakah yang membangun puisi
  • Bagaimanakah pengarang menata unsur itu sehingga menjadi sebuah totalitas teks estetis
  • Bagaimanakah keunikan bangunan unsur itu jika terpisah tanpa dikaitkan dengan unsur yang lainnya.

Pendekatan Emotif

Pendekatan emotif merupakan pendekatan yang berupaya untuk menemukan unsur-unsur penting yang berpengaruh terhadap pembaca. Dengan demikian, unsur apakah yang begitu menyentuh pembaca dalam sebuah puisi akan menjadi pertanyaan mendasar. Pemahaman pembaca terhadap feeling dan tone dalam puisi akan berpengaruh besar dalam menentukan keberhasilan apresiasi menggunakan pendekatan ini.

Pendekatan Parafrase

Pendekatan ini berupaya agar pembaca mampu mengungkapkan kembali sesuai dengan teknik parafrase masing-masing bait dan larik dengan bahasa sendiri adalah tujuan penting dari pendekatan ini. Pendekatan ini sering diformulasikan sebagai sebuah strategi pemahaman kandungan puisi dengan jalan mengungkapkan kembali kata dan larik dalam bait (puisi) dengan bahasa sendiri. Menurut Aminuddin (2001:41) dapat dengan berpijak pada hal-hal berikut:
  • Gagasan yang sama dapat disampaikan lewat bentuk yang berbeda
  • Simbol-simbol konotatif dalam puisi dapat diganti dengan lambang atau bentuk lain yang bernilai sama
  • Kalimat dan baris dalam puisi mengalami pelesapan dan dapat dikembalikan lagi pada bentuk dasarnya
  • Pengubahan puisi yang baik ke dalam bahasa yang lebih muda akan membantu pemahaman atas makna yang terkandung didalamnya, dan
  • Pengungkapan makna puisi dapat menggunakan media atau bentuk yang tidak sama dengan kode-kode yang dimiliki pembaca sendiri.

Pendekatan Didaktis

Pendekatan ini dilakukan seorang pembaca yang biasanya untuk menemukan nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya.

Pendekatan Psikologis

Pendekatan ini digunakan untuk menemukan nilai psikologis (kejiwaan), nilai kejiwaan dalam sebuah puisi/cerfin (fiksi) dapat digali untuk memberikan pencerahan batin kepada pembaca.

Pendekatan Historis

Untuk menemukan nilai-nilai historis dari sebuah puisi, puisi Taufik Ismail dapat diambil sebagai contoh, puisinya kuat akan nilai-nilai kesejarahan.

Pendekatan Antropologis

Untuk menemukan nilai-nilai budaya yang tercermin di dalamnya pendekatan ini sering diformulasikan sebagai strategi pemahaman puisi untuk menemukan budaya yang ada dalam puisi.

Pendekatan Biografis

Pendekatan ini banyak digunakan oleh H.B. Jassin dalam menulis kritik-kritik sastra yang dibuatnya. Pendekatan ini mengamanatkan akan pentingnya pemahaman pembaca terhadap biografi pengarang sebelum memahami puisi yang ditulisnya.

Pendekatan Sosiologis

Yang memandang bahwa penyair itu merupakan anggota masyarakat. Tidak mengherankan, jika apa yang dialami dalam kehidupan sosiologis penyairnya berpengaruh terhadap karya-karya puisi yang ditulisnya, karena pendekatan ini merupakan pendekatan yang mengarahkan pada pemahaman pembaca dalam menemukan nilai-nilai sosial yang terdapat di dalam sebuah teks puisi.

Pendekatan Objektif

Puisi tidak perlu dikaitkan dengan berbagai hal di luar dari dirinya artinya bahwa segala isi puisi itu bersifat otomi, karena itu puisi dengan pendekatan ini menyarangkan pentingnya melihat puisi sebagai apa adanya. Pendekatan ini hakikatnya merupakan pendekatan dalam pemahaman puisi untuk menemukan nilai-nilai intrinsik puisi tanpa mengaitkannya dengan dunia luar.

Pendekatan Mimesis

Pendekatan ini memandang bahwa sebuah puisi merupakan tiruan dari kejadian alam dan sosial. Pendekatan ini sangat cocok dalam memuat realitas potret kehidupan sosial dan alam. Yang memerlukan pendekatan ini adalah Aristoteles.

Pendekatan Pragmatis

Pendekatan tersebut menekankan pada kemampuan membaca, pendekatan ini berdasarkan pada teori resepsi satra. Yang ditekankan adalah bagaimana meningkatkan kemampuan estetis apresiasi seorang pembaca dengan menggunakan pendekatan.

Pendekatan Mitopoik

Pendekatan ini jarang digunakan pembaca, yang hakikatnya merupakan pendekatan yang berupaya untuk menemukan nilai-nilai mitologi yang terkandung dalam sebuah puisi.

Pendekatan Ekspresi

Pendekatan ini memandang bagaimana karya puisi hakikatnya merupakan ekspresi dari penyairnya, pendekatan ini hampir sama dengan pendekatan biografis. Karena apa yang dialami dalam proses kreatif kepenyairannya hakikatnya merupakan ekspresi batin penyair. Dari sekian banyak pendekatan yang diuraikan, cukup membantu kita dalam mengembangkan imajinasi dan gagasan yang selama ini diam terpendam dalam angan.