Sejarah Hukum Indonesia

Sejarah Hukum Indonesia

Sejarah Hukum Indonesia

Sejarah Hukum Indonesia
Sejarah Hukum Indonesia

Ada beberapa periode sejarahberkembangnya Hukum diindonesia, Yakni:
1.Periode kolonialisme terbagi ke dalam tiga tahapan besar, yakni: periode VOC, Liberal

Belanda dan Politik etis hingga penjajahan Jepang.
1.Periode VOC, sistem hukum yang diterapkan bertujuan untuk: Kepentingan ekspolitasi ekonomi demi mengatasi krisis ekonomi di negeri Belanda, Pendisiplinan rakyat pribumi dengan cara yang otoriter; dan Perlindungan terhadap pegawai VOC, sanak-kerabatnya, dan para pendatang Eropa. Hukum Belanda diberlakukan terhadap orang-orang Belanda atau Eropa. Sedangkan bagi pribumi, yang berlaku adalah hukum-hukum yang dibentuk oleh tiap-tiap komunitas secara mandiri. Tata pemerintahan dan politik pada zaman itu telah meminggirkan hak-hak dasar rakyat di nusantara dan menjadikan penderitaan yang mendalam terhadap rakyat pribumi di masa itu.

2.Pada 1854 di Hindia Belanda diterbitkan Regeringsreglement (selanjutnya disebut RR 1854) atau Peraturan tentang Tata Pemerintahan (di Hindia Belanda) yang tujuan utamanya melindungi kepentingan kepentingan usaha-usaha swasta di negeri jajahan dan untuk pertama kalinya mengatur perlindungan hukum terhadap kaum pribumi dari kesewenang-wenangan pemerintahan jajahan. Hal ini dapat ditemukan dalam (Regeringsreglement) RR 1854 yang mengatur tentang pembatasan terhadap eksekutif (terutama Residen) dan kepolisian, dan jaminan terhadap proses peradilan yang bebas. Otokratisme administrasi kolonial masih tetap berlangsung pada periode ini, walaupun tidak lagi sebengis sebelumnya. Namun, pembaruan hukum yang dilandasi oleh politik liberalisasi ekonomi ini ternyata tidak meningkatkan kesejahteraan pribumi, karena eksploitasi masih terus terjadi, hanya subyek eksploitasinya saja yang berganti, dari eksploitasi oleh negara menjadi eksploitasi oleh modal swasta.

3.Kebijakan Politik Etis dikeluarkan pada awal abad 20. Di antara kebijakan-kebijakan awal politik etis yang berkaitan langsung dengan pembaharuan hukum adalah: Pendidikan untuk anak-anak pribumi, termasuk pendidikan lanjutan hukum; Pembentukan Volksraad, lembaga perwakilan untuk kaum pribumi; Penataan organisasi pemerintahan, khususnya dari segi efisiensi; Penataan lembaga peradilan, khususnya dalam hal profesionalitas; Pembentukan peraturan perundang-undangan yang berorientasi pada kepastian hukum. Hingga runtuhnya kekuasaan kolonial, pembaruan hukum di Hindia Belanda mewariskan: Dualisme/pluralisme hukum privat serta dualisme/pluralisme lembaga-lembaga peradilan; Penggolongan rakyat ke dalam tiga golongan; Eropa dan yang disamakan, Timur Asing, Tionghoa dan Non-Tionghoa, dan Pribumi.
Masa pendudukan Jepang pembaharuan hukum tidak banyak terjadi seluruh peraturan perundang-undangan yang tidak bertentangan dengan peraturan militer Jepang, tetap berlaku sembari menghilangkan hak-hak istimewa orang-orang Belanda dan Eropa lainnya. Beberapa perubahan perundang-undangan yang terjadi: Kitab UU Hukum Perdata, yang semula hanya berlaku untuk golongan Eropa dan yang setara, diberlakukan juga untuk orang-orang Cina; Beberapa peraturan militer disisipkan dalam peraturan perundang-undangan pidana yang berlaku. Di bidang peradilan, pembaharuan yang dilakukan adalah: Penghapusan dualisme/pluralisme tata peradilan; Unifikasi kejaksaan; Penghapusan pembedaan polisi kota dan pedesaan/lapangan; Pembentukan lembaga pendidikan hukum; Pengisian secara massif jabatan-jabatan administrasi pemerintahan dan hukum dengan orang-orang pribumi.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Sekolah Peternakan Rakyat Binaan IPB Kini Diakui Dunia

Sekolah Peternakan Rakyat Binaan IPB Kini Diakui Dunia

Sekolah Peternakan Rakyat Binaan IPB Kini Diakui Dunia

Sekolah Peternakan Rakyat Binaan IPB Kini Diakui Dunia
Sekolah Peternakan Rakyat Binaan IPB Kini Diakui Dunia

Dunia saat ini dihadapkan pada persoalan peningkatan populasi, dan di Indonesia persoalan tersebut dihadapkan pula pada produksi pangan yang lambat bahkan cenderung stagnan dalam hal kuantitas dan kualitas.

Pengembangan strategi penyediaan pangan tersebut perlu ditangani oleh pemerintah Indonesia dengan serius.

Salah satu strategi yang diusulkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah Sekolah Peternakan Rakyat (SPR).

SPR muncul dari gagasan untuk memberdayakan peternak skala kecil

yang mengusahakan sekitar 98% ternak di Indonesia.

Lebih dari 4 juta peternak skala kecil merupakan aset bagi pemerintah dalam membantu program-program penyediaan produk ternak bagi rakyat Indonesia.

Sejak lima tahun terakhir, IPB telah membangun beberapa SPR di sentra-sentra produksi ternak di Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah daerah, dengan jenis ternak antara lain sapi, kambing, dan ayam.

Program SPR merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak Indonesia dengan melakukan pelatihan dan diseminasi teknologi serta pembentukan kelembagaan peternak yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan produksi daging nasional. Sampai hari ini sudah ada 29 SPR yang dikembangkan di 13 kabupaten di Indonesia.

Pada tahun ini, IPB mendapat kehormatan menjadi bagian dari Delegasi RI

dalam acara 62nd International Atomic Energy Agency (IAEA) General Conference di Wina, Austria tanggal 17 – 21 September 2018.

Delegasi RI dipimpin oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan diikuti perwakilan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), dan IPB.

Pada acara ini, IPB diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi, Prof.Dr.Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop, Tim SPR IPB Prof.Dr.Ir. Muladno, MSA dan Dr. Ir. Anggraini Sukmawati, MM serta 2 (dua) orang peternak Juwanto (SPR Soko, Bojonegoro, Jawa Timur) dan Wagiman (SPR Musi Banyuasin, Sumatera Selatan).

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi, Prof.Dr.Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop

dalam Scientific Forum juga berkesempatan menyampaikan materi tentang pemanfaatan teknologi nuklir untuk produksi ternak yang sustainable sekaligus memitigasi dampak perubahan iklim.

Dalam paparannya, Prof. Dodik menyampaikan bahwa teknologi nuklir dapat digunakan pada proses seleksi dan perbaikan genetik, pengembangbiakan dan produksi ternak, dan meningkatkan kesehatan hewan ternak.

Seluruh aplikasi teknologi nuklir di peternakan dilakukan melalui proses non destruktif, tanpa menyakiti hewan ternak. Salah satu prioritas adalah aplikasi teknologi nuklir dalam meningkatkan kualitas pakan ternak.

Penggunaan teknologi nuklir dapat meningkatkan kualitas pakan ternak dengan mengoptimalkan kandungan mikroba yang baik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ternak dan pada saat yang sama juga dapat mengurangi produksi gas metana, salah satu dari gas rumah kaca yang umumnya banyak dihasilkan dari peternakan, yang disebabkan oleh proses pencernaan yang kurang sempurna.

IAEA melihat Indonesia berpotensi untuk menjadi role model di bidang pertanian dan peternakan, terutama jika teknologi nuklir tersebut mampu diimplementasikan secara luas pada kelompok SPR maupun peternak kecil lainnya.

Penggunaan teknologi nuklir yang tepat dapat membantu peternak skala kecil di Indonesia maupun negara-negara berkembang lain untuk meningkatkan produksi ternak dan berpartisipasi aktif dalam mitigasi perubahan iklim.

 

Baca Juga :

IPB Launching Agripoint Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya 2018

IPB Launching Agripoint Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya 2018

IPB Launching Agripoint Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya 2018

IPB Launching Agripoint Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya 2018
IPB Launching Agripoint Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya 2018

Dalam rangka Dies Natalis IPB ke-55, Tim Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

(LPPM) IPB bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) IPB, menggelar launching Agripoint Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya tahun 2018 dengan mengusung tema “Kebangkitan Ekonomi Pedesaan”, di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Minggu (23/9/2018).

Kegiatan ini merupakan pengabdian IPB dari kebun sampai ke konsumen, dimana IPB menciptakan akses pasar bagi produk-produk pertanian dan produk olahan. Terutama untuk memberdayakan para petani singkong dan ubi jalar di desa atau di Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang ada di lingkar kampus IPB.

Rektor IPB, Dr. Arif Satria saat membuka kegiatan mengatakan dalam Pasar Rakyat, IPB telah melakukan pembinaan kepada masyarakat petani lingkar kampus dan masyarakat petani lingkat kampus menginginkan IPB mempunyai andil.

Andil yang besar adalah bagaimana IPB bisa menghasilkan benih-benih unggul

yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat petani lingkar kampus dan petani lingkar kampus dapat menjual atau memasarkan ke IPB.

“IPB sendiri membantu memasarkan produk-produk tersebut atau IPB sebagai fasilitator untuk market produk petani lingkar kampus. Kalau ini bisa terjadi maka IPB akan benar-benar mengembangkan inovasinya untuk bermanfaat bagi masyarakat dan petani sekitar kampus,” tuturnya.

Pasar Rakyat juga dapat memberi kemudahan kepada petani dan masyarakat sekitar kampus IPB

untuk menciptakan media transaksi penjualan hasil-hasil produk petani dari desa-desa mitra IPB sekitar kampus.

“Masyarakat petani dapat memanfaatkan potensi pasar yang besar di IPB dengan adanya ribuan dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan serta alumni dan juga berbagai usaha pendukung seperti kantin yang tersebar di IPB, “ kata rektor.

Harapannya LPPM IPB harus terus punya peran yang luar biasa untuk mendongkrak hasil-hasil inovasi di masyarakat, agar masyarakat semakin berdaya dan mensejahterkan masyarakat tani.

Kepala LPPM IPB Dr.Ir. Aji Hermawan menyatakan rasa bangganya dengan adanya lauching Agripoint Pasar Rakyat dan Snack Sehat Kampung Posdaya di kampus rakyat IPB.

Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama yang harus terus dikembangkan. Menurutnya, IPB akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini, terutama karena secara langsung melibatkan petani, Posdaya, masyarakat lingkar kampus, juga BEM-KM IPB.

“Maka dengan diselenggarakan Pasar Rakyat ini akan memberikan manfaat bagi kita semua, ini bagian dari kegiatan IPB Share bagaimana IPB bekerjasama dengan masyarakat untuk saling belajar dan berkembang, ” tuturnya.

“Harapannya tidak hanya menjadi even yang setiap tahun diselenggarakan akan tetapi ini menjadi sebuah kegiatan yang memberikan manfaat banyak bagi masyarakat petani lingkar kampus, ” tandasnya.

Oleh karena itu dikatakannya, LPPM IPB tidak akan berhenti pada kegiatan ini. “Akan ada kegiatan yang setiap saat berdampingan dengan masyarakat, memajukan dan mengembangkan petani melalui beberapa program, ” jelasnya.

Dicontohkannya, IPB menyelenggarakan Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK), dengan menyiapkan lulusannya untuk mendampingi masyarakat petani lingkar kampus untuk meningkatkan hasil panen dan usaha kecil menengah agar lebih berkembang lagi.

Koordinator Tim Pengabdian Posdaya, P2SDM LPPM IPB, Ir. Yannefri Bakhtiar, MSi menjelaskan, Pasar Rakyat dirancang untuk menumbuhkan kemanfaataan bagi berbagai pihak.

Bagi Posdaya dan masyarakat lingkar kampus akan diperoleh kemudahan dalam mendapatkan pasar, harga yang lebih baik, dan digagas untuk dapat bertransaksi setiap hari.

Kreasi posdaya juga akan meningkat dengan peluang menciptakan olahan produk-produk pertanian menjadi kue-kue kampung yang juga menjadi bagian yang terintegrasi dengan pasar rakyat ini.

Bagi IPB, kata dia, akan diperoleh manfaat kemudahan berbelanja di dalam kampus, mengetahui sumber dan sejarah produk yang dibeli, dapat menyebarkan inovasi pertanian ke petani, dan memperluas cakupan ranah program pengabdian IPB ke masyarakat. Selain itu, mahasiswa akan dapat menjadikan Pasar Rakyat sebagai subjek kajian, praktek dan magang, bahkan sebagai bahan penyusunan berbagai jenis karya ilmiah. Dan dirancang juga kolaborasi dengan alumni IPB pengusaha produk-produk pertanian.

“Bagi Pemda, kegiatan ini akan membantu dampak kinerja dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan kemudahan masyarakat menjual hasil tani mereka,” ujarnya.

Sementara ketua BEM-KM IPB, Qudsyi Ainul Fawaid menyampaikan, pertanian harus digeluti, dijaga dan tingkatkan menjadi lebih baik. Pasar Rakyat merupakan konsep pemberdayaan masyarakat oleh IPB dengan mengembangkan akses pasar bagi produk-produk pertanian dan produk olahan di masyarakat petani lingkar kampus. (Awl)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

 

Lepas Rindu, Angkatan 1 Faperta IPB Gelar Reuni 55 Tahun Angkatan Pas

Lepas Rindu, Angkatan 1 Faperta IPB Gelar Reuni 55 Tahun Angkatan Pas

Lepas Rindu, Angkatan 1 Faperta IPB Gelar Reuni 55 Tahun Angkatan Pas

Lepas Rindu, Angkatan 1 Faperta IPB Gelar Reuni 55 Tahun Angkatan Pas
Lepas Rindu, Angkatan 1 Faperta IPB Gelar Reuni 55 Tahun Angkatan Pas

Setelah terpisah dalam jangka waktu yang lama, alumni angkatan pertama Institut Pertanian Bogor

(IPB) dari Fakultas Pertanian (Faperta) akhirnya menggelar Reuni 55 Tahun Angkatan Pas.

Reuni ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut di Kampus IPB Dramaga, Bogor (14-15/9). Para alumni datang dari berbagai kota bahkan negara untuk berkumpul dan bernostalgia mengenang masa lalu yang penuh kenangan.

Pada hari pertama, alumni Angkatan Pas melakukan penanaman 100 pohon Maniltoa sp. yang biasa disebut pohon sapu tangan.

Rektor IPB, Dr. Arif Satria, S.P, M.Si berkesempatan melakukan penanaman perdana pohon langka ini.

Penanaman pohon ini terintegrasi dengan lanskap Kampus IPB Dramaga saat ini

. Pohon Maniltoa sp. sengaja ditanam di daerah Common Class Room (CCR), Kampus IPB Dramaga Bogor karena bangunan CCR memiliki kemiripan dengan bangunan Kampus IPB Baranangsiang, tempat kuliah para alumni Angkatan Pas waktu itu. Selain itu, penanaman ini dimaksudkan sebagai peninggalan dari Angkatan Pas untuk para penerus perjuangannya di IPB.

Dalam kesempatan ini Rektor IPB memaparkan kiprah IPB dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kreativitas yang tinggi. Generasi sudah berubah. Era kini adalah era creativity based competition.

“Referensi grup generasi saat ini bukan lagi para pejabat tetapi para entrepreneur hebat yang mampu menguasai teknologi. Dunia menuntut untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kreativitas dan daya saing yang tinggi. Saat ini, kami berusaha mencetak leader di masa depan yang berkiprah sebagai entrepreneur dan sociopreneur,” ungkap Rektor IPB.

Sementara itu, menurut Ketua Paguyuban Angkatan Pas, Ir. Ida Ismail Nasution, MDA

ada tiga rahasia agar orang tua mampu bertahan. Pertama, harus sering bergerak. Kedua, harus berbicara. Ketiga, harus sering bergaul dengan sesama umur. “Seperti sekarang ini, rasanya, kami menjadi muda kembali,” tuturnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB, Dr. Ir. Nurhayati, M.Sc takjub melihat kekompakan dari Angkatan Pas yang masih dapat berkumpul dan bernostalgia bersama. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagi para alumni lainnya untuk terus menjaga silaturahim dengan teman-teman seperjuangan di IPB dahulu.

Akhir acara ini ditutup dengan tour keliling kampus dengan menggunakan armada bus IPB. Hal ini dilakukan agar para alumni lebih mengenal Kampus IPB Dramaga.

Dahulu, para alumni Angkatan Pas melaksanakan kegiatan perkuliahan di Kampus IPB Baranangsiang yang sekarang diperuntukkan bagi kegiatan Sekolah Pascasarjana dan kantor dari berbagai pusat-pusat penelitian yang ada dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Selain itu, tour ini dijadikan sebagai momen pengulangan masa pengenalan kampus yang telah dilakukan para alumni Angkatan Pas puluhan tahun lalu.

“Sama seperti puluhan tahun lalu, kami sangat takjub akan megahnya bangunan kampus yang menjadi tempat perkuliahan. Tour semacam ini sangat membantu kami yang dahulunya adalah mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah,” ujar Ketua Pelaksana Reuni 55 Tahun Angkatan Pas, Ir. Srikanti Wiwahari (AD/Zul).

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

SUPM Waiheru Terima 122 Calon Siswa

SUPM Waiheru Terima 122 Calon Siswa

SUPM Waiheru Terima 122 Calon Siswa

SUPM Waiheru Terima 122 Calon Siswa
SUPM Waiheru Terima 122 Calon Siswa

Sekolah Usaha Menengah Perikanan (SUPM) Negeri Waiheru Ambon

pada tahun ajaran 2016/2017 hanya akan menerima calon siswa baru sebanyak 122 orang.

“Dari jumlah calon siswa baru itu, terdapat kuota sebanyak 50 orang anak yang berasal dari berbagai daerah pada pulau-pulau terluar di Provinsi Maluku,” kata Kepala SUPM Negeri Waiheru, Ahmad Jays Ely di Ambon, Sabtu (23/4).

Penerimaan siswa baru tahun ajaran 2016/2017 juga sedikit mengalami penurunan

dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 180 orang, sedangkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SUPM Waiheru semakin tinggi.

Menurut Ahmad, calon siswa baru yang mendaftarkan di SUPM tahun ajaran 2015/2016 mencapai 800-an orang dari berbagai daerah di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

 

Namun keterbatasan kuota, maka ada sebagian dari mereka yang disarankan masuk ke SUPM di Papua.

 

“Diprakirakan tahun ajaran 2016/2017 kemungkinan jumlah calon siswa yang mendaftar juga meningkat, namun kuotanya hanya 122 orang yang benar-benar lulus seleksi untuk masuk pada jurusan yang ada, diantaranya nautika pelayaran laut atau jurusan budidaya dan pengolahan,” ujarnya.

Indonesia saat ini memiliki sembilan SUPM. SUPM Negeri Waiheru Ambon menjadi sekolah percontohan di Tanah Air karena memiliki kedisiplinan yang tinggi serta nilai hasil ujian nasional terbaik.

Pada awal Juni 2016 nanti, SUPM Negeri Waiheru juga akan melantik para siswa angkatan XXVIII yang dinyatakan lulus ujian nasional versi Dinas Pendidikan maupun versi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Acara pelantikan tersebut dijadwalkan dihadiri Kepala Badan Litbang Sumberdaya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP), Reky Haryanto, sejumlah pejabat eselon I di KKP serta Gubernur Maluku Said Assagaff.

 

Baca Juga :

126 Siswa SMAN 9 Lulus UN 100 Persen

126 Siswa SMAN 9 Lulus UN 100 Persen

126 Siswa SMAN 9 Lulus UN 100 Persen

126 Siswa SMAN 9 Lulus UN 100 Persen
126 Siswa SMAN 9 Lulus UN 100 Persen

Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, SMK, MA, tanggal 7 Mei 2016 diumumkan

serempak di seluruh Indonesia, dan hasil UN diumumkan lewat Kantor Pos atas kerjasama dengan pihak sekolah sehingga Kantor Pos mengantarkannya ke alamat masing-masing siswa.

Kepala SMA Negeri 9 Ambon Drs. La Kampono ketika ditemui Tribun Maluku.com

Minggu (8/5) mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya dalam mengumumkan hasil UN, menggunakan jasa Kantor Pos sebagaimana sekolah lainnya.

Dikatakan, hasil UN tidak menentukan untuk tidak lulusnya siswa, maka para siswa tidak terlalu terpengaruh dengan hasil UN. Jika hasil UN salah satu mata pelajarannya mendapat nilai 3 namun Ujian Sekolah mendapat nilai 6, maka siswa tersebut bisa dinyatakan lulus mengingat hasil kelulusan itu ada di pihak sekolah.

Sebanyak 126 siswa SMAN 9 yang mengikuti UN dan pertemuan antara dewan

guru bersama Kepala Sekolah, hasilnya telah dikirimkan melalui Kantor Pos ke alamat masing-masing siswa dan sudah pasti ke-126 siswa tersebut dinyatakan lulus.

Nilai kelulusan ditentukan oleh sekolah yaitu nilai Ujian Nasional ditambah nilai Ujian Sekolah, dan 126 siswa yang ikut UN dinyatakan lulus 100 persen.

Kampono inginkan agar sekolah yang dipimpinnya kedepan masuk dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) karena sangat baik, terarah, demi peningkatan mutu pendidikan.(TM04)

 

Sumber :

https://sorastudio.id/sejarah-jepang/

Dikbud Maluku Gelar Lomba Mozaik dan Mewarnai Tingkat TK

Dikbud Maluku Gelar Lomba Mozaik dan Mewarnai Tingkat TK

Dikbud Maluku Gelar Lomba Mozaik dan Mewarnai Tingkat TK

Dikbud Maluku Gelar Lomba Mozaik dan Mewarnai Tingkat TK
Dikbud Maluku Gelar Lomba Mozaik dan Mewarnai Tingkat TK

Lomba Mosaik dan Mewarnai tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) digelar di Museum Siwalima

Ambon, Kamis (12/5) diikuti 50 TK di Kota Ambon dan sekitarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Museum Negeri Provinsi Maluku Siwa Lima, Ot. Lawalata, S.Sos sekaligus membuka dengan resmi lomba dimaksud mengemukakan, Museum sesuai dengan tupoksinya sebagai lembaga perlindungan dan pemeliharaan benda cagar budaya, sekaligus sebagai sarana pembinaan dan pelestarian budaya bangsa.

Karenanya Museum Siwa Lima Ambon sejak berdirinya tahun 1973 hingga kini

telah memiliki koleksi sebanyak 5.300 buah, yang diklasifikasi dalam 10 jenis disiplin ilmu termasuk didalamnya koleksi kelautan, sekaliugus mengembangkan misinya diberbagai kegiatan fungsionalisasi baik didalam maupun diluar Museum.

Lomba Mozaik dan Mewarnai tingkat TK yang digelar bertujuan untuk Memperkenalkan, Menanamkan kesadaran, serta Memberikan apresiasi kepada peserta didik akan pentingnya nilai-nilai budaya, Menggali potensi dan menumbuhkembangkan bakat, minat, serta kreativitas anak sejak dini.

Kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan Hardiknas 2 Mei 2016 dan Hari Pattimura

15 Mei 2016, dimana Museum Negeri Provinsi Maluku Siwa Lima selaku penyelanggara berkeinginan untuk lebih banyak menarik pengunjung agar datang ke Museum, sehingga memiliki rasa cinta terhadap budaya bangsa dan anak negeri.

Ketua panitia lomba Ny. J. Nendissa melaporkan, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dengan harapan anak-anak usia dini dapat menunjukkan kreativitasnya, juga memberikan pemahaman yang benar tentang pentingnya seni lukis baik itu mewarnai ataupun mozaik

Lomba Mozaik dan Mewarnai tahun 2016 ini diikuti 50 TK, dengan jumlah peserta 300 anak usia dini se-Kota Ambon dan sekitarnya, berlangsung di Museum Siwa Lima Taman Makmur Ambon, dengan biaya dibebankan kepada APBD Maluku tahun anggaran 2016.(TM04)

 

Sumber :

https://sorastudio.id/arti-puasa/

Kenapa Bapak Bukan Bos

Kenapa Bapak Bukan Bos

Kenapa Bapak Bukan Bos

Kenapa Bapak Bukan Bos
Kenapa Bapak Bukan Bos

Minggu malam, saya bermain Lego dengan anak saya Niel yang masih berumur 5.5 tahun. Saat itu dia sangat asyik membuat drone termasuk kontrollernya (mungkin terinspirasi dari Pamannya yang sering menggunakan drone). Saat bermain-main, tiba-tiba Niel menyeletuk dengan bahasa campuran Inggris-Indonesia. Berikut percakapan kami:

  • Niel: “Bap (panggilan Niel ke saya, dia menyingkat kata Bapak), are you a boss or leader di kantormu?”
  • Saya: Terdiam sejenak…. “No, I am not a leader or boss, Bud (panggilan saya ke Niel, dari kata Buddy), I am just a normal people
  • Niel: “Kenapa Bapak bukan leader atau boss?”
  • Saya: “Ya… belum kali…?”
  • Niel: “I think you have to work hard, hard, hard, and harder, so that you will become a boss
  • Niel: Berpikir sejenak, “Bap, nanti kalau aku sudah umur….. 7 ….. Umur 7 sudah boleh main listrik belum?”
  • Saya: “Sudah….”
  • Niel:” Nah, nanti kalau aku sudah umur 7, Bapak kubikinin alat buat dipasang di tangan, jadi nanti Bapak bisa kerja cepat sekali (Niel menunjukkan tangan yang mengetik cepat)… Nanti juga kubuatin alat buat dipasang di kepala, jadi nanti Bapak bisa berpikir cepat sekali… Jadi, nanti Bapak bisa work harder and faster, daaaan bisa jadi Bos…”
  • Saya: “Woooow, that is a great idea Bud!

Yah, kadang anak saya menyeletuk pertanyaan-pertanyaan dan ide-ide yang mengejutkan. Namun yang dia lakukan kali ini mirip seperti Challenger Sales yang pernah saya pelajari waktu kuliah. Niel menchallenge posisi saya dengan memahami posisi saya yang berada di lingkungan kantor. Kemudian, dia mulai mengarahkan pertanyaan kenapa saya bukan bos di kantor saya, dan dia mulai mengarahkan bahwa jika saya mau jadi bos, saya harus bekerja lebih keras lagi. Namun, dari situ Niel entah bagaimana memahami pain atau suatu hal yang merepotkan namun harus saya lakukan untuk menjadi bos, yaitu bekerja keras, dan Niel, dengan imajinasi anak-anaknya, menawarkan solusi atas pain tersebut dengan alat berdasar listrik yang bisa dipasang di tangan dan kepala, untuk bekerja dan berpikir cepat.

Demikian sekilas mengenai kisah celetukan Niel kali ini.

Salam,

Handoko

Catatan: akhir-akhir ini Niel menambahkan informasi bahwa alat idenya tersebut memiliki warna yang sama dengan warna kulit, jadi tidak terlihat jika saya bekerja cepat dengan menggunakan alat khusus.

Baca Juga :

Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi

Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi

Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi

Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi
Komunikasi Bisnis dalam Teknologi Informasi
Dalam praktek komunikasi bisnis diperlukan sarana yang dapat menunjang proses komunikasi tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistem informasi, komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistem informasi dan teknologi mempercepat proses globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa penghalang apapun. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai macam media.

Kesediaan prasarana dan sarana informasi serta tingkat pemilihan akses dan aset terhadap penggunaan informasi merupakan prasyarat untuk dapat memanfaatkan dan memberikan nilai (volume) terhadap sesuatu informasi. Tanpa adanya dukungan infrastruktur sarana dan prasarana dalam komunikasi bisnis, teknologi informasi dan komunikasi tentunya tidak akan berjalan dengan lancar. Selain itu tanpa adanya peranan teknologi informasi dan komunikasi, praktek komunikasi bisnis akan menjadi ketinggalan zaman, informasi yang didapat akan jauh tertinggal, dan akan membawa dampak perkembangan bisnis akan menjadi lambat.

Masalah yang bisa saja muncul dalam praktek komunikasi bisnis dengan peranan teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya :

•) Masalah Infrastruktur. Sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi yang terbilang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga bagi pelaku bisnis yang tidak memiliki banyak modal mengakibatkan kurangnya pembangunan infrastruktur pendukung komunikasi bisnis.

•) Masalah Kemampuan Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Walaupun fasilitas komunikasi bisnis telah memadai, kendala yang bisa saja muncul adalah kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Mungkin masih ada beberapa pelaku bisnis yang belum mampu menggunakan alat komunikasi dalam bisnisnya, sehingga walaupun peralatan yang digunakan adalah peralatan dengan teknologi canggih sekalipun, jika manusianya tidak dapat mengoperasikan/menggunakan peralatan tersebut maka akan menjadi percuma.

•) Masalah Kemampuan Individu dalam Berkomunikasi. Masalah ini merupakan hal yang paling mendasar dalam praktek komunikasi bisnis baik dengan peran teknologi informasi dan komunikasi. Apabila seseorang memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik, maka secara otomatis praktek komunikasi bisnisnya akan mengalami kendala, walaupun telah didukung oleh peranan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang memadai sekalipun. Cara orang tersebut menyampaikan pesan kepada pihak lain itulah yang menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam berkomunikasi.

Syarat dan Kriteria Seorang Wirausahawan dalam Bidang Teknologi

Syarat dan Kriteria Seorang Wirausahawan dalam Bidang Teknologi

Syarat dan Kriteria Seorang Wirausahawan dalam Bidang Teknologi
Syarat dan Kriteria Seorang Wirausahawan dalam Bidang Teknologi
Seorang wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.

Seorang wirausahawan yang bergerak dibidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yaitu seorang wirausahawan yang merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kesempatan bisnis dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi dengan sebaik-baiknya untuk meraih kesuksesan.

Seorang wirausahawan TIK ini tentunya adalah orang mempunyai tekad dan kemauan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi agar tetap eksis di dunia usaha dan dapat menjadi perseorangan yang kreatif, inovatif dan kompetitif.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang wirausahawan yang bergerak dibidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dibutuhkan syarat dan kriteria sebagai berikut :
•) Memiliki keterampilan akademis, pengetahuan yang riil, dan pendidikan tinggi yang menjadi solusi SDM dalam penguasaan TIK.
•) Memiliki kemampuan dasar dalam bisnis TIK
•) Memahami infrastruktur teknologi bisnis dunia TIK.
•) Mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
•) Memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat untuk tetap optimis dan eksis dalam dunia bisnis.
•) Mampu bersaing secara kompetitif dalam menghadapi persaingan bisnis TIK.
•) Mampu mengahasilkan ide-ide kreatif untuk menciptakan terobosan-terobosan baru dalam dunia bisnis TIK.
•) Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
•) Memiliki nilai kultur yang mendukung inovasi.
•) Memiliki persepsi dan cara pandang/pola pikir yang berorientasi pada masa depan.
•) Memiliki komimten yang tinggi, jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan), dengan mengidentifikasi cita-cita, harapan dan target-target bisnis yang akan direncanakan.

Semua syarat dan kriteria tersebut harus dapat dimiliki dan dikuasai oleh seorang wirausahawan TIK yang ingin menjalankan bisnisnya. Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan dengan peran aktif dari seorang pengusaha yang dapat menangani semua hal dalam berbagai situasi yang menantang. Jadi pada dasarnya, keberhasilan berbisnis seseorang dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi itu disebabkan oleh kemampuan dari diri seorang pengusaha/wirausahawan itu sendiri dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang dimilikinya seiring dengan perkembangan dunia bisnis.