ASN Miliki Hak dan Larangan dalam Pemilu

ASN Miliki Hak dan Larangan dalam Pemilu

ASN Miliki Hak dan Larangan dalam Pemilu

 

ASN Miliki Hak dan Larangan dalam Pemilu

DISDIK JABAR

Pemilihan umum merupakan salah satu edukasi politik bagi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar), Ahmad Hadadi. Menurut Kadisdik Jabar, untuk menghadapi pemilu tahun ini, setiap warga negara memiliki hak masing-masing, begitu juga para Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN memiliki hak dan larangan tersendiri untuk mengadapi pemilu.

Sebagai ASN

“Sebagai ASN tentu kita ada koridor ada hak dan ada yang dilarang. Apa haknya, sebagai warga negara ia diberikan hak politik untuk menyampaikan isi hatinya dalam bilik suara. Sedangkan hal yang dilarang adalah tidak boleh menjadi tim sukses, juru kampanye, atau menghadiri proses kampanye terbuka,” ujar Kadisdik, Ahmad Hadadi saat ditemui di ruangannya, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 6, Kota Bandung, pada Selasa, 4 April 2018.

Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kadisdik Jabar

Ahmad Hadadi, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengedepankan ikatan emosi dalam kegiatan politik. Menurut dia, baiknya pemilu dapat dijadikan ajang edukasi politik, dibandingkan bermusuhan karena adanya perbedaan memilih salah satu paslon. Apalagi, Indonesia memiliki semangat Bineka Tunggal Ika.

“Walaupun berbeda, tetap jadi satu kesatuan. Itulah yang harus diperankan oleh kami, sebagai ASN, tetap bersikap netral dan tidak berkubu-kubu,” jelas Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi.

Sikap netral ASN tersebut diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, Pasal 2 Huruf f, yaitu penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan beberapa asas, salah satunya asas netralitas. Asas netralitas berarti setiap ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

Atas dasar tersebut, Ahmad Hadadi memberikan himbauan tegas kepada ASN, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat, untuk bersikap netral menghadapi pemilu. ASN harus profesional, tetap mendukung proses pemilu akan tetapi tidak menjadikan sekolah sebagai ajang politik praktis. Hal tersebut bertentangan dengan aturan yang ada.

“Saya tidak mau pendidikan ini disibukan dengan politik.Kami akan fokus kepada pendidikan, fokus mengedukasi masyarakat. Yang paling penting adalah, Jabar kondusif, masyarakat teredukasi, sekolah jangan dijadikan ajang politik praktis, para ASN profesional, sesuai dengan koridor hukum yang ada di Indonesia,” tegas Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi.

 

Artikel Terkait:

Naufal Fadhila dan Anissa Salsadila Toreh Prestasi Sebagai Atlet Renang

Naufal Fadhila dan Anissa Salsadila Toreh Prestasi Sebagai Atlet Renang

Naufal Fadhila dan Anissa Salsadila Toreh Prestasi Sebagai Atlet Renang

 

Naufal Fadhila dan Anissa Salsadila Toreh Prestasi Sebagai Atlet Renang

BANDUNG, DISDIK JABAR

Menjadi yang berprestasi adalah membanggakan. Para siswa ini telah menorehkan banyak prestasi dibidang non akademis. Sebut saja Naufal Fadhila dan Anissa Salsadila, adalah dua dari sekian banyak siswa berprestasi yang berasal dari SMAN 15 Jl. Sarimanis I No. 1, Sarijadi, Sukasari, Kota Bandung.

Naufal Fadhila

Telah menorehkan prestasi sebagai atlet renang yang menjuarai event Indonesian Open se-Asia dan Kejurda dengan meraih peringkat kedua dan membawa pulang Perak dari kedua event tersebut.

“Doa, kerja keras, berlatih, disiplin, dan menjaga kesehatan adalah hal yang harus dilakukan untuk bisa fokus berprestasi. Saya ingin mengharumkan nama Indonesia, sekolah, daerah, dan keluarga,” kata Naufal Fadhila.

Naufal Fadhila

“Tanpa dukungan dan motivasi dari orang tua dan pelatih, saya tidak akan menghasilkan prestasi ini,” ujar Naufal Fadhila yang mengaku berlatih berenang sebanyak 12 kali dalam satu pekan. “Saya latihan sebelum sekolah (subuh –red) dan sepulang sekolah (sore –red),” tambahnya.

Siswa lain, Anissa Salsadila, yang juga atlet renang pernah menjadi juara kedua Kejurda dan Juara 3 Kejurda

“Kunci meraih juara harus disiplin, fokus, dan berdoa,” ungkap Anissa Salsadila.   Tidak berbeda dengan Naufal, Anissa juga termotivasi oleh keluarga terutama ayahnya.

“Tidak boleh membuang waktu, kita harus bisa memanfaatkan waktu untuk berlatih hal yang bermanfaat,” tandas Anissa.   Dua siswa siswi ini menjadi cerminan bagi yang lain agar memanfaatkan waktu mereka diluar bidang non akademis untuk hal yang lebih positif.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli
Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menurut Ahli

Pengertian Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw (Tim Ahli)

Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung – jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada orang lain dalam kelompoknya. Dalam teknik ini, siswa dapat bekerja sama dengan siswa lainnya dan mempunyai tanggung jawab lebih dan mempunyai banyak kesempatan pula untuk mengolah informasi yang di dapat dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi.
Model pembelajaran seperti ini harus dioptimalkan karena dapat meningkatkan kemampuan kreatif siswa dan tentunya meningkatkan prestasi siswa. Di samping itu, pembelajaran ini juga dapat meningkatkan komunikasi siswa karena berani menyampaikan apa yang telah ia dapat kepada kelompok lain maupun kelompok sendiri, sehingga siswa yang kurang percaya diri untuk menyampaikan bisa di latih untuk lebih berani dengan pembelajaran model ini. Disini, peran guru adalah memfasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah untuk memahami materi yang diberikan.
Kunci tipe Jigsaw ini adalah kemandirian setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang diperlukan. Artinya para siswa harus memiliki tanggunga jawab dan kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan memecahkan masalah yang diberikan.

Langkah – langkah metode pembelajaran tipe Jigsaw ini adalah :

  1. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok (disebut dengan kelompok asal, setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang heterogen). Setiap anggota kelompok nantinya diberi tugas untuk memilih dan mempelajari materi yang telah disiapkan oleh guru.
  2. Di kelompok asal, setelah masing-masing siswa menentukan pilihannya , mereka langsung membentuk kelompok ahli berdasarkan materi yang dipilih.
  3. Setelah setiap kelompok ahli mempelajari (berdiskusi) tentang materinya masing-masing, setiap anggota dalam kelompok ahli kembali lagi ke kelompok asal untuk menjelaskan/menularkan apa-apa yang telah mereka pelajari/diskusikan di kelompok ahli.
  4. Dalam tipe ini peran guru lebih banyak sebagai fasilitator, yaitu memfasilitasi agar pelaksanaan kegiatan diskusi dalam kelompok ahli maupun penularan dalam kelompok asal berjalan secara efektif dan optimal
  5. Setelah masing-masing anggota dalam kelompok asal selesai menyampaikan apa yang dipelajari sewaktu dalam kelompok ahli, guru memberikan soal/kuis pada seluruh siswa. Soal harus dikerjakan secara individual. Nilai dari pengerjaan kuis individual digunakan sebagai dasar pemberian nilai penghargaan untuk masing-masing kelompok. 

Kelebihan:

  1. Ruang lingkup dipenuhi ide – ide yang bermanfaat dan menarik untuk di diskusikan.
  2. Meningkatkan rasa tanggung – jawab siswa terhadap pemahaman pembelajaran materi untuk dirinya sendiri dan orang lain.
  3. Meningkatkan kerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang di tugaskan.
  4. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi untuk pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa.
  5. Meningkatkan kreatifitas siswa dalam berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan suatu masalah yang di hadapi.
  6. Melatih keberanian dan tanggung – jawab siswa untuk mengajarkan materi yang telah ia dapat kepada anggota kelompok lain.

Kelemahan:

  1. Kondisi kelas yang cenderung ramai karena perpindahan siswa dari kelompok satu ke kelompok lain.
  2. Dirasa sulit meyakinkan untuk berdiskusi menyampaikan materi pada teman jika tidak punya rasa percaya diri.
  3. Kurang partisipasi beberapa siswa yang mungkin masih bergantung pada teman lain, biasanya terjadi dalam kelompok asal.
  4. Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi.
  5. Awal penggunaan metode ini biasanya sulit di kendalikan, biasanya butuh waktu yang cukup dan persiapan yang matang agar berjalan dengan baik.
  6. Aplikasi model pembelajaran ini pada kelas yang besar (lebih dari 30 siswa) sangatlah sulit. Tapi bisa diatasi dengan model “team teaching”.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif
Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif

1. Saling Ketergantungan Positif

Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal. Tiap siswa tergantung pada anggota lainnya karena tiap siswa mendapat materi yang berbeda atau tugas yang berbeda, oleh karena itu siswa satu dengan lainnya saling membutuhkan karena jika ada siswa yang tidak dapat mengerjakan tugas tersebut maka tugas kelompoknya tidak dapat diselesaikan.

2. Tanggung Jawab Perseorangan

Pembelajaran kooperatif juga ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual. Hasil penilaian individual tersebut selanjutnya disampaikan guru kepada kelompok agar semua kelompok dapat mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa anggota kelompok yang dapat memberikan bantuan. Karena tiap siswa mendapat tugas yang berbeda secara otomatis siswa tersebut harus mempunyai tanggung jawab untuk mengerjakan tugas tersebut karena tugas setiap anggota kelompok mempunyai tugas yang berbeda sesuai dengan kemampuannya yang dimiliki setiap individu.

3. Interaksi Tatap Muka

Interaksi tatap muka menuntut para siswa dalam kelompok dapat saling bertatap muka sehingga mereka dapat melalukan dialog, tidak hanya dengan guru, tetapi juga dengan sesama siswa. Interaksi semacam ini memungkinkan siswa dapat saling menjadi sumber belajar sehingga sumber belajar lebih bervariasi dan ini juga akan lebih memudahkan siswa dalam belajar.
 

4. Komunikasi antar Anggota Kelompok

Dalam pembelajaran kooperatif keterampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide dan bukan mengkritik teman, berani mempertahan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi sengaja diajarkan dalam pembelajaran kooperatif ini. Unsur ini juga menghendaki agar para siswa dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, guru perlu mengajarkan cara – cara berkomunikasi, karena tidak semua siswa mempuanyai keahlian mendengarkan dan berbicara.

5. Evaluasi Proses Kelompok

Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.

Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional

Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional

Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional

 

Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional

Wakil Sekretaris II Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Edy Purwanto, menghimbau para pendaftar agar mengikuti aturan dan mekanisme PPDB. Melihat pelaksanaan PPDB jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) kemarin, banyak pendaftar yang belum paham betul aturan-aturan, padahal informasi mengenai aturan dapat diakses melalui website, media sosial, hingga bertanya langsung ke sekolah. Misalnya, keterlibatan orang tua dalam pendaftaran.

Orang tua siswa harus terlibat aktif dalam proses pendaftaraan

Ini dikarenakan, ada beberapa berkas persyaratan yang membutuhkan pendampingan orang tua, seperti keterangan alamat rumah yang lengkap, penjelasan titik koordinat jarak sekolah dengan tempat tinggal serta berkas-berkas lainnya.

Sementaran itu, Kepala Cabang Dinas (KCD) XII

(Kab. Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya), Diding Gusutardi, mengharapkan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berjalan tanpa hambatan. Sebab Diding menjelaskan, Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah melakukan sosialisasi mengenai Petunjuk Teknis (juknis) PPDB dan aturan-aturan lainnya kepada sekolah dan masyarakat.

Diding mengatakan, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi bertahap, dimulai dari sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat di kantor pusat, sosialisasi di KCD, hingga sosialisasi ke SMP/MTS.

Kita sudah menyampaikan Juknis PPDB kepada mereka

Saya berharap semua petugas di lapangan sudah memahami aturan PPDB. Saya optimis pelaksanaan PPDB tahun ini lebih baik,” ujar Diding.

Walaupun demikian, Diding menegaskan, jika terjadi permasalahan, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa antisipasi. Salah satunya adalah dengan berkoordinasi dengan organisasi pendidikan, agar masalah yang ada cepat terselesaikan.

“Kami berkoordinasi dengan MKKS (Musyawaprah Kerja Kepala Sekolah) dan organisasi lainnya. Kami rapatkan. Sehingga, masalah yang muncul dari satuan pendidikan, dapat terselesaikan di satuan pendidikan itu sendiri. Jangan sampe ke berlanjut ke kantor pusat,” ujar Diding.

 

Artikel Terkait:

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Pelaksanaan PPDB Berjalan Tertib

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Pelaksanaan PPDB Berjalan Tertib

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Pelaksanaan PPDB Berjalan Tertib

 

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Pelaksanaan PPDB Berjalan Tertib

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya

SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya berupaya memberi pelayanan terbaik pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018/2019. Ini dibuktikan dengan pelaksanaan proses PPDB yang berjalan tertib.

Kami akan berupaya memberi pelayanan yang baik kepada peserta PPDB

Kami siapkan 5 loket dengan nomor antrean. Per hari sebanyak 100 antrean,” ungkap Wakil Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Yonandi saat ditemui di kantornya, Jalan Rumahsakit, Kamis, 5 Juli 2018.

Selain itu, pihaknya juga menugaskan petugas di setiap loket untuk bertanggungjawab atas berkas yang masuk. Jadi, ke depan jika ada permasalahan maka bisa dengan cepat ke diperbaiki, karena penanggungjawabnya sudah jelas.

Kemudian, katanya untuk mengantisipasi menumpuknya berkasa pada entry data, pihaknya menuntaskannya dengan disaksikan peserta didik dan orangtuanya.

“Sekarang itu, siswa mendaftar, menyerahkan persyaratan, diverifikasi, menghitung jarak, dll. Setelah selesai kemudian diupload langsung disanksikan siswa dan orangtua tuanya. Dengan begitu pekerjaan upload data selesai dan tidak ada penumpukan berkas data pendaftar,” tegas Yonandi.

Nilai Hasil Ujian Nasional

Ia menyebutkan SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya akan menerima 394 siswa yang terdiri dari 244 siswa jalur non-Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) dan sisanya jalur NHUN. Salah seorang orangtua siswa di SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Nurul Fitri Sari mengatakan ia mengapresiasi proses PPDB di SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya yang tanpa kendala. Anaknya, kata Fitri memiliki NHUN 27,00. Tahun lalu passing grade di SMAN 1 sekitar 29,00.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Tidak ribet sih. Mudah-mudahan prosesnya aman-aman saja. Tapi aturannya berbeda antara tahun ini dengan tahun lalu. Saya optimis anak saya diterima,” jelas Fitri.

Sementara itu, salah satu siswa pendaftar jalur NHUN di SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya, Naura Ulya Ahsanah, masih kebingungan mengola informasi yang ia dapatkan mengenai PPDB. Siswa asal dari SMP Al-Muttaqin Fullday School ini mengatakan, jalur PPDB terlalu beragam.

“PPDB lebih baik, tapi terlalu banyak jalur dan informasinya masih kurang saya pahami,” ujar Naura.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

SMKN 2 Kota Tasikmalaya Buka Stand Sekolah Swasta

SMKN 2 Kota Tasikmalaya Buka Stand Sekolah Swasta

SMKN 2 Kota Tasikmalaya Buka Stand Sekolah Swasta

 

SMKN 2 Kota Tasikmalaya Buka Stand Sekolah Swasta

TASIKMALAYA, DISDIK JABAR

Semua anak harus dan bisa sekolah. Itulah kalimat yang selalu disosialisasikan Dinas Pendidikan Jawa Barat agar semua pelajar di Jawa Barat bisa sekolah, tanpa kecuali. Baik di sekolah negeri maupun swasta.

 

Bagi siswa dari keluarga kurang mampu

pemerintah sudah memfasilitasinya dengan jalur KETM (Keluarga Ekonomi Tidak Mampu) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Tidak hanya di sekolah negeri, tapi mereka pun dibiayai pendidikannya ketika bersekolah di swasta. Salah satunya SMAN 2 Kota Tasikmalaya yang ikut menyosiaslisasikan sekolah swasta di sekitarnya, dengan membuka stand khusus saat PPDB berlangsung.

Kami sengaja membuka stand khusus sekolah SMK swasta di sekolah kami

Tujuannya untuk menyosialisasikan sekolah swasta mereka. Karena, sekolah negeri memiliki kuota yang terbatas,” kata Ketua Pelaksana PPDB SMKN 2 Kota Tasikmalaya, Herman Suherman, Kamis 5 Juli 2018.

Pihaknya berharap bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri bisa memilih sekolah swasta sesuai dengan minat dan bakatnya. “Jangan sampai ada anggapan bahwa tidak diterima di sekolah negeri itu adalah kiamat. Masih ada sekolah lain tempat mereka belajar. Makanya, kami juga membuka stand khusus SMK swasta,” tegas Herman.

Herman mengaku ada beberapa siswa yang mendaftar ke SMKN 2 melalui jalur non-NHUN (nilai hasil ujian nasional) ternyata tidak lolos dan mengurung diri di rumahnya. Saat orangtua mengadukan masalah tersebut ke sekolah, Herman menyuruh orangtua itu membawa anaknya untuk ke sekolah.

Saya beri pengertian kepada anak tersebut

bahwa dunia tidak akan kiamat ketika kamu tidak masuk SMKN 2. Masih ada sekolah lain. Atau bisa mengikuti PPDB ke sekolah negeri melalui jalur NHUN. Akhirnya mereka mau dan bisa tersenyum kembali,” ujarnya. Dikatakan, menimba ilmu tidak hanya di sekolah negeri, tapi juga di sekolah swasta.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/

Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja
Pengertian Speedtest-cli, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

PENDAHULUAN

Speedtest-cli adalah sebuah aplikasi berbasis text yang berguna untuk melakukan tes kecepatan internet pada komputer. kalian bisa mengetes speed atau kecepatan download maupun upload menggunakan speedtest-cli.

B. LATAR BELAKANG

Dapat dilihat dari topologi diatas, dari gambaran diatas saya ingin melihat speed download dan upload dari server saya.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Dapat digunakan untuk memantau aktifitaspenggunaan kecepatan akses internet pada server.

  1. ALAT DAN BAHAN

1.Listrik

2.Debian Router

3.Server

4.Koneksi Internet

5.Laptop Client

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Pada kali ini jangka waktu yang dibutuhkan untuk menginstall aplikasi dan menjalankannya pada server hanya membutuhkan waktu kurang lebih hanya 5 menit saja.

F.LANGKAH KERJA

1. Nyalakan laptop client dan sambungkan laptop client pada jaringan server.
2. Lalu masuk ke root server atau client yang ingin diketahui speed internetnya.
3. Kemudian masukan perintah : #apt-get install speedtest-cli untuk menginstall  aplikasi speed test.

 

  1. 4.Langkah terakhir masukan perintah : #speedtest-clidan tunggu prosesnya berjalan, kemudian akan terlihat berapa speed download dan upload yang  dilakukan oleh si user.
  2. Melihat Akses Internet Menggunakan SPeedTest via CLI

KESIMPULAN
Setiap orang dapat melihat speed atau kecepatan download dan upload pada servernya, dan speedtest ini adalah aplikasi mudah untuk melihat kecepatan pada laptop client ataupun pada laptop anda serndiri.

Sumber: https://www.kuliahbahasainggris.com/

Pengertian Bandwidth dan Proxy

Pengertian Bandwidth dan Proxy

Pengertian Bandwidth dan Proxy

Pengertian Bandwidth dan Proxy
Pengertian Bandwidth dan Proxy

Bandwidth

Bandwidth memiliki beberapa arti terkait:

Bandwidth (pemrosesan sinyal) atau bandwidth analog, bandwidth frekuensi atau bandwidth radio: ukuran lebar rentang frekuensi, diukur dalam hertz

Bandwidth (komputasi) , laju transfer data, bit rate atau throughput, diukur dalam bit per detik (bit / s)

Linewidth spektral : lebar garis spektral atom atau molekul, diukur dalam hertz

Bandwidth adalah bit-rate kapasitas informasi yang tersedia atau dikonsumsi dinyatakan biasanya dimetrik kelipatan bit per detik.

Bandwidth dapat dicirikan sebagai : Bandwidth jaringan,Bandwidth data,Bandwidth digital.

Definisi ini bandwidth ini berbeda dengan bidang Pemprosesan sinyal,Komunikasi nirkabel,Modem Transmisi Data ,Komunikasi digital, dan Elektronik, di mana bandwidth yang digunakan untuk merujuk ke analog Bandwidth sinyal diukur dalam hertz , yang berarti rentang frekuensi antara terendah dan tertinggi frekuensi dicapai saat pertemuan tingkat penurunan yang didefinisikan dalam kekuatan sinyal.

Namun, bit rate yang sebenarnya yang dapat dicapai tidak hanya tergantung pada bandwidth sinyal, tetapi juga pada kebisingan pada saluran.

  1. KAPASITAS BANDWIDTH JARINGAN

Istilah bandwidth kadang mendefinisikan bit rate bersih (aka. Peak bit rate, tingkat informasi, atau lapisan fisik bit rate yang berguna),Kapasitas saluran , atau Throughput maksimum dari jalur komunikasi logis atau fisik dalam sistem komunikasi digital. Misalnya, Bandwidth tes mengukur throughput maksimum jaringan komputer. Tingkat maksimum yang dapat dipertahankan pada link dibatasi oleh untuk sistem komunikasi ini, yang tergantung pada Shannon-Hartley kapasitas saluran Bandwidth yang di hertz dan kebisingan pada saluran.

  1. PENGERTIAN PROXY

Server proxy adalah Server yang (sistem komputer atau aplikasi) yang bertindak sebagai perantara untuk permintaan dari clien mencari sumber daya dari server lain. Seorang klien terhubung ke server proxy, meminta beberapa layanan, seperti file, koneksi, halaman web, atau sumber daya lain yang tersedia dari server yang berbeda dan server proxy mengevaluasi permintaan sebagai cara untuk mempermudah dan mengontrol kompleksitas. Proxy diciptakan untuk menambah struktur dan enkapsulasi  untuk sistem terdistribusi. Saat ini, kebanyakan proxy adalah proxy web, memfasilitasi akses ke konten di World Wide Web , menyediakan anonimitas dan dapat digunakan untuk memotong IP blocking alamat .

D. JENIS SERVER PROXY

Sebuah server proxy dapat berada di komputer lokal pengguna, atau pada berbagai titik antara komputer dan server tujuan pengguna di Internet.

1.Sebuah server proxy yang melewati permintaan dan tanggapan yang tidak dimodifikasi biasanya disebut gerbang atau kadang-kadang proxy tunneling.

2.Sebuah proxy maju adalah proxy internet menghadapi digunakan untuk mengambil dari berbagai sumber (dalam banyak kasus di mana saja di Internet).

3.Sebuah reverse proxy biasanya proxy internal menghadapi digunakan sebagai front-end untuk mengontrol dan melindungi akses ke server di jaringan pribadi. Sebuah reverse proxy umumnya juga melakukan tugas-tugas seperti load-balancing, otentikasi, dekripsi atau caching.

Sumber: https://dosenpendidikan.co.id/

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran
Konsep Dasar Perencanaan Pengajaran

Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah

Suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Perencanaan adalah menentukan apa yang akan di lakukan mempunyai arah lain, menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu.

Sedangkan pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengolahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar .

Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang

Penerapan prinsip-prinsip umum mengajar di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun di luar kelas. Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan di kelas atau di luar kelas. Perencanaan pembelajaran tersebut perlu dilakukan agar guru dapat mengkoordinasikan berbagai komponen pembelajaran yang berorientasi (berbasis) pada pembentukan kompetensi siswa, yakni kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian berbasis kelas (PBK). Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap kompetensi dasar. Indikator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Sedangkan PBK sebagai alat untuk mengukur pembentukan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus dilakukan jika kompetensi standar belum tercapai.

Perencanaan pengajaran sebelum melakukan pembelajaran

Di kelas sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaan pengajaran disusun atau direncanakan dengan baik dan matang sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik
Perencanaan pengajaran mempunyai beberapa faktor yang mendukung tujuan pembelajaran tercapai misal :
Persiapan sebelum mengajar
Situasi ruangan dan letak sekolah dari jangkauan kendaraan umum
Tingkat intelegensi siswa

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/