Pidato Bahasa Jawa

Pidato Bahasa Jawa

 

Pidato Bahasa Jawa

Pidato Perpisahan Sekolah Bahasa Jawa

Ingkang dahad kinormatan Bapak Kepala Sekolah SMPN 22 Surabaya, Bapak ugi ibu guru, staf TU, Lan konco-konco ugi adek-adek sedaya kemawon ingkang kula tresnani.
Sapisan, monggo kita sedaya sesarengan ngaturaken puji syukur dumateng Gusti ingkang Maha Agung, Ingkang sampun maringaken nikmat kewarasan dumateng kita sedaya. Dados kita sedaya saget sesarengan kempal dhateng adicara perpisahan siswa kelas 9 sapunika. Kula siswa kelas 9E ingkang tinanggenah guru kagem mewakili konco-konco kelas 9 kagem ngaturaken matur sembah suwun kula sakonco namung saget ngaturaken ucapan matur sembah nuwun kagem sedaya bapak ibu guru ingkang sampun mbulawantah kula sakonco dangunipun tigang warsa dateng pawiyatan menika. Kula sakonco inggih badhe nyuwun pangestunipun supados kula sakonco saget nglebeti pawiyatan enggal ingkang sae ingkang sampun dhados tujuan kula sakonco. Ugi supados kula sakonco saget dados tiyang ingkang migunani kagem keluarga, masyarakat, ugi bahasa lan negara. Sejatosipun kula sakonco kraos awrat sanget kagem nilaraken pawiyatan menika. Kula inggih gadhah sekedik pesen kagem adek-adek kelas 7 kaliyan 8 supados sinal ingkang sregep sinau supados saget wujudaken cita-cita nipun ugi dados lare ingkang lanthip.

Cekap semanten saking kula, manawi anggen kula sakonco kagungan sisip sembering. Ingakang klenthu, kula nyuwun agunge panga puten dumateng sedaya kanawon. Kula aturaken matur sembah suwun

Sumber : http://sco.lt/4y5O0e

Pengembangan Organisasi

Pengembangan Organisasi

Pengembangan Organisasi

Cummings dan Worley (2001: 2) mengemukakan definisi PO dengan penekanan yang berbeda, misalnya: definisi Burke memfokuskan perhatian pada kultur sebagai target perubahan; definisi French dikaitkan dengan usaha jangka panjang perbaikan organisasi dan penggunaan konsultan; definis Bechard & Beer ditujukan pada proses pengembangan organisasi.

Fulan, Miles dan Taylor (dalam Owens, 1991: 223) mengatakan bahwa pengembangan organisasi, disingkat PO merupakan upaya perbaikan secara sistematik, terencana dan berkelanjutan yang difokuskan pada perubahan prosedur formal dan informal, proses, norma atau struktur. Tujuan pengembangan ini bukan hanya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja organisasi, melainkan juga untuk meningkatkan kualitas kehidupan individu anggota organisasi.

PO lebih banyak menekankan pada perubahan secara menyeluruh dan mendasar, bukan saja menyangkut cara kerja melainkan pula pada proses dan sikap memahami persoalan, membuat keputusan dan perlakukan terhadap orang dalam organisasi. Dalam praktiknya, PO mencakup sepuluh konsep yang bercirikan:

(1) tujuan PO                          (2) pembaruan sistem,                        (3) suatu pendekatan sistem,

(4) berfokus pada manusia     (5) suatu strategi pendidikan               (6) perilaku yang dialami

(7) berkaitan masalah nyata  (8) suatu strategi terencana                (9) agen perubahan

(10) melibatkan pimpinan tingkat atas (Owens, 1991).

Dalam berbagai definisi PO terdapat konsep pokok, yaitu:

(1) Perubahan dalam PO ditujukan pada strategi, struktur, tugas, teknologi dan manusia terutama perilaku individu yang membangun kultur organisasi (organizational culture)

(2) PO berkaitan dengan manajemen perubahan yang terencana (managing planned change)

(3) PO berdasarkan pada pengetahuan dan praktik ilmu perilaku (behavioral science)

(4) PO berorientasi pada peningkatna keefektifan organisasi (organization effectiveness). (Owens, 1991; Robbins, 1996; Siagian, 2000; Cumming & Worley, 2001; Sutarto, 2002; Thoha, 2002).

Baca Juga :

PERUBAHAN & PENGEMBANGAN ORGANISASI

PERUBAHAN & PENGEMBANGAN ORGANISASI

PERUBAHAN & PENGEMBANGAN ORGANISASI

PERUBAHAN & PENGEMBANGAN ORGANISASI

Perubahan

Secara umum, perubahan adalah membuat sesuatu menjadi berbeda dari keadaan sebelumnya. sesuai dengan pendapat Robbins (1996) bahwa perubahan adalah membuat sesuatu yang menjadi lain, tetapi pemahaman ini tidak dapat diterima karena perubahan harus mempunyai tujuan, yaitu terjadi perbaikan atau peningkatan (improvement) kinerja organisasi yang tidak sekedar melakukan perubahan tetapi juga menghasilkan perbaikan. Pengertian perubahan mengandung makna ke arah pencapaian tujuan dikemukakan oleh Wood, Nicholson & Findley (1979: 57) bahwa perubahan merupakan upaya terencana, sistematis dan terkendali untuk mengubah lebih dari satu aspek organisasi yakni:

(1) tugas,

(2) struktur,

(3) teknologi,

(4) cara berpikir anggota organisasi efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Oleh karena itu pengembangan organisasi bertujuan melakukan perubahan maka perubahan organisasi dapat dilakukan dengan mengubah perilaku, struktur, prosedur, tujuan atau output suatu unit dalam sebuah organisasi (Hanson, 1991). Sedangkan Jones (2004) mengemukakan perubahan organisasi sebagai proses yang mengantarkan organisasi beralih dari keadaan sekarang menuju ke keadaan yang diinginkan pada masa mendatang, dengan tujuan meningkatkan keefektifan organisasi tersebut.

Rumusan perubahan organisasi yang lebih umum dikemukakan oleh Hellieger & Slocum (dalam Winardi, 2002) yaitu perubahan organisasi yang direncanakan adalah upaya yang diintensifkan atau diarahkan untuk tujuan tertentu. Tujuan perubahan organisasi terencana (planned organizational change) adalah untuk menemukan cara baru dan dengan memperbaiki kegunakan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai dan memperbaiki hasil.

Ada beberapa aspek pokok yang perlu dicatat berkaitan dengan perubahan dalam pengembangan organisasi dalam  mengembangan sistem manajemen. Pertama, perubahan dalam organisasi dilakukan dengan sengaja, terencana dan menempuh langkah sistematis. Kedua, dalam pengembangan organisasi terjadi proses transisi, Ketiga, sebagai proses transisi. Keempat, perubahan dalam pengembangan organisasi mempunyai tujuan yang jelas. keefektifan dan akuntabilitas organisasi terhadap stakeholdersnya. Ini berarti bahwa perubahan yang dilakukan dalam organisasi tidak dapat terlepas dari upaya untuk meningkatkan atau memperbaiki kinerja organisasi dari keadaan masa lalu.

Pengembangan organisasi dalam sistem manajemen dapat dilakukan dengan cara mengadopsi ide, model, cara atau metode baru guna meningkatkan keefektifan organisasi (Owens, 1991). Ide, model, metoode atau cara baru yang diadopsi bisa saja berasal dari hasil analisis organisasi itu sendiri atau menerapkan pendekatan yang telah dikembangkan pihak lain.

Sumber : http://scalar.usc.edu/works/guest-author/explanation-of-living-things-that-can-make-your-own-food-complete?t=1573142235153

Bagian bagian IP Camera

Bagian bagian IP Camera

Bagian bagian IP Camera

Bagian bagian IP Camera:

1. Lensa , gunanya untuk memfokuskan gambar.

2. Sensor gambar (CCD atau CMOS) : digunakan untuk merubah cahaya ke signal listrik.

3. Prosessor pengolah gambar dan compresi gambar, supaya data tdk terlalu besar data perlu di compresi.

4. Microcomputer dan ethernet , mengontrol system dan menyambungkan ke jaringan komputer.

5. Input Output port, gunanya untuk mengontrol lensa (fokus,zoom) , menggerakan arah kamera , menggerakan relay dll.

6. Input Audio/ suara.

Jenis-jenis IP camera :

1. Fix Ip camera.

2. Dome IP Camera.

REPORT THIS AD

3. PTZ (pan, tilt, zoom) IP Camera.

2013-01-23_171351

Dari segi media komunikasinya IP camera terbagi 2 yaitu

1. Wire IP camera

2. Wireless IP Camera

2013-01-23_171441

Perbedaan CCTV dengan IP Camera

CCTV adalah kamera analog dgn standar output sinyal analog PAL atau NTSC. CCTV bisa langsung dihubungkan ke Televisi. Untuk merekam biasanya menggunakan VCR (video cassete recorder).

CCTV—->monitor Televisi dan atau VCR

Apakah CCTV analog yg sudah terpasang bisa di integrasikan kejaringan komputer/digital? ya bisa ,dengan menambahkan k DVR (digital video recorder) atau Video Encoder.

CCTV—>DVR<—->LAN atau

CCTV—->Video encoder<—->LAN

Sedangkan output IP Camera sudah berbentuk data digital (diantaranya berformat M-JPEG atau MPEG-4) yg bisa langsung di hubungkan ke jaringan komputer.

IP Camera <—->LAN

Dasar Jaringan IP Camera

Pada dasarnya menghubungkan IP Camera ke jaringan tdk jauh berbeda dgn alat2 yg terhubung dgn jaringan komputer.Yaitu yg pertama ia harus punya alamat IP. Cara memberi (setting) alamat IP berbeda2 untuk tiap merk. Caranya bisa dilihat pada buku manualnya masing-masing.

Contoh jaringan sederhana IP Camera :

2013-01-23_171640

Cara Mengakses IP Camera yg paling mudah dengan web browser semacem mozilla atau IE atau google crome. Cukup dgn mengetik alamat IP camera di web rowser maka akan muncul tampilan atau menu sederhana untuk mengaktifkan IP Camera.

Untuk penggunaan yg lebih luas web browser tdk memadai lagi maka diperlukan sebuah software khusus yang kita namakan saja Software management Video. Software ini digunakan untuk:

– Mengelola IP Camera dgn jumlah banyak.

– Merekam data video dan audio .

– Mengelola akses user.

– Melihat secara bersamaan (simultan) dari banyak Camera

– Mencari data rekaman.

– Video motion detector(VMD).

-Dll.

Demikianlah sedikit penjelasan ttg IP Camera smoga bermanfaat..

BTW jika anda punya HP android bisa juga digunakan untuk IP camera. Coba anda cari aplikasi IPCAM di android market. Dengan IPCAM yg terinstall di HP Android , camera di HP android anda bisa diakses Laptop anda via wifi.

Sumber : https://www.thebaynet.com/community/science/13-factors-that-cause-ocean-damage-and-its-explanations.html

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan Pembelajaran

Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran

1. Rombongan belajar

Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah:

  • SD/MI : 28 peserta didik
  • SMP/MT : 32 peserta didik
  • SMA/MA : 32 peserta didik
  • SMK/MAK : 32 peserta didik

2. Beban kerja minimal guru

  • beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan;
  • beban kerja guru sebagaimana dimaksud adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

3. Buku teks pelajaran

  • buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari buku buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri;
  • rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran;
  • selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya;
  • guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan sekolah/madrasah.

4. Pengelolaan kelas

  • guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;
  • volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik;
  • tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik;
  • guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik;
  • guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dan kepatuhan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran;
  • guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung;
  • guru menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang agama, suku, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi;
  • guru menghargai pendapat peserta didik;
  • guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi;
  • pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran yang diampunya; dan
  • guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

B. Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

1. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

  • menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
  • mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  • menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
  • menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

2. Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  • melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
  • menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
  • memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lainlain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

  • memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
  • memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
  • memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
  • memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
  • berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengar menggunakan bahasa yang baku dan benar
  • membantu menyelesaikan masalah;
  • memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
  • memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
  • memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

  • bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
  • melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
  • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik  tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
  • menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Baca Juga :

Pengawasan Proses Pembelajaran

Pengawasan Proses Pembelajaran

Pengawasan Proses Pembelajaran

PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses  pembelajaran.

Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN

A. Pemantauan

  • Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
  • Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawacara, dan dokumentasi.
  • Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.

B. Supervisi

  • Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
  • Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi
  • Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.

C. Evaluasi

  • Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.
  • Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: [a] membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, dan [b] mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan  kompetensi guru.
  • Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran.

D. Pelaporan

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan.

E. Tindak lanjut

  • Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar.
  • Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar.
  • Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/ penataran lebih lanjut.

Majalah Psikologi Islam

Majalah Psikologi Islam

Majalah Psikologi Islam

emarin siang (Rabu, 3 Juni 2009) sekitar pukul 11-an pintu rumah saya ada yang mengetuk, setelah dibuka pintu ternyata di luar sudah ada Pak Pos. Sambil menyerahkan sebuah bungkusan, dia meminta saya untuk menandatangani resi tanda bukti serah-terima barang kiriman. Tidak lama kemudian saya merobek bungkusan kiriman yang dibawa Pak Pos tadi dan isinya ternyata sebuah majalah.

Qalam: Majalah Psikologi Islam

Majalah yang berpenampilan cantik-mungil ini bernama QALAM, sebuah majalah yang dikelola oleh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan – Madura, berkantor pusat di Jakarta dan diedarkan secara nasional

Majalah yang dikirimkan ke  saya ini adalah edisi ke-2,  yang diberikan sebagai apresiasi atas dimuatnya tulisan saya pada majalah edisi kedua ini. Setelah membolak-balik isi majalah ini, dan kesan saya terhadap majalah ini bahwa majalah ini berusaha tampil sebagai majalah psikologi Islam, yang di Indonesia jenis majalah ini tampaknya masih tergolong langka

Ruang lingkup isi majalah edisi ke-2 yang saya terima terdiri dari: rubrik tetap, cerita sampul, feature dan artikel, dengan aneka informasi yang aktual dan konstektual, yang dapat menyejukkan jiwa bagi para pembacanya

Hal lain yang terasa membuat lebih istimewa dari majalah ini adalah suplememen majalah yang menyajikan informasi dalam bahasa Inggris.

Disdik Salurkan Beasiswa pada 30 Mahasiswa

Disdik Salurkan Beasiswa pada 30 Mahasiswa

Disdik Salurkan Beasiswa pada 30 Mahasiswa

Dinas Pen­didikan (Disdik) Kota Bogor bakal menyalurkan beasiswa bagi ma­

hasiswa berprestasi dari keluarga miskin (gakin) senilai Rp400.000.000. Dana tersebut berasal dari Ang­garan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor 2018. Sasaran­nya sebagai tolok ukur untuk me­ningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi lulusan SMA/SMK berprestasi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (S-1).

Akan tetapi, pemberian bea­siswa tersebut ditetapkan melalui beberapa

seleksi. Tujuannya agar penyalurannya tepat sasaran. ”Sebelum disalurkan terlebih dulu kita akan memgadakan se­leksi administrasi, terutama pen­ghasilan orang tua, tes wawan­cara dan kunjungan ke rumah calon penerima beasiswa,” terang Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan dan Pelaporan, Disdik Kota Bogor, Jajang Koswara, ketika dihubungi Metropolitan, kemarin.

Untuk tahun ini, sambung Jajang, beasiswa akan disalurkan kepada sepuluh

mahasiswa baru yang tidak mampu selama empat tahun. Se­belumnya, disdik telah menyalur­kan beasiswa kepada sepuluh mahasiswa yang diterima di UI dan IPB. ”Yang telah menerima sebe­lumnya juga akan kita evaluasi lagi. Terutama apakah dia telah memenuhi syarat indeks prestasi (IP) yang memadai yaitu 2,75 atau tidak. Kalau tidak tercapai, kita akan alihkan ke mahasiswa lainnya,” terangnya.

Jajang menambahkan, beasiswa itu diberikan per tahun, tapi dise­suaikan pembayaran uang kuliah di universitas atau instittut negeri mereka kuliah.

 

Baca Juga :

Semiloka Cetak Pembina Pramuka Teladan

Semiloka Cetak Pembina Pramuka Teladan

Semiloka Cetak Pembina Pramuka Teladan

Sebanyak 120 pembina Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bogor mengikuti Seminar dan Lokakarya (Semiloka) di aula SMK Negeri 3 Kota Bogor, Selasa (31/7).

Menurut Andalan Cabang Urusan Binawasa Kwarcab Kota Bogor, En­dang

Suhandi, Semiloka tersebut bertujuan untuk membantu pem­bina pramuka baik dari golongan Siaga, Penggalang dan Penegak menyusun narakarya dan naratama. Penyusunan ini juga menjadi salah satu syarat pembina jika ingin naik ke tingkat selanjutnya. “Membuat narakarya dan naratama menjadi kewajiban setiap pembina pramu­ka yang sudah mengikuti pelatihan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML),” ka­tanya.

Lewat semiloka, sambung dia, pe­serta akan diberikan materi tentang

bagaimana menyusun narakarya dan naratama di gugus depan ma­sing-masing. Karena banyak juga dari pembina pramuka yang belum memahami hal tersebut. Sehingga ketika selesai KMD dan KML tidak membuat laporannya. ”Narakarya atau naratama ini mirip-mirip se­perti pembuatan skripsi. Makanya kami ajari di sini dengan detail dan lengkap biar mereka bisa menyusun­nya dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Ge­rakan Pramuka Kota Bogor, Ade Sarip

Hidayat, mengatakan, nara­karya dan naratama menjadi bentuk kewajiban sekaligus bagian tugas setelah KMD dan KML. Ia berharap semiloka ini dimanfaatkan betul-betul oleh peserta untuk belajar dan menghasilan narakarya atau nara­tama yang terbaik.

”Pembina pramuka itu harus men­jadi teladan dan contoh dalam ber­sikap dan berperilaku sesuai Dasa Dharma Pramuka, karena akan juga berpengaruh pada kualitas anak didik,” pungkasnya

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/wQl2/history-of-the-establishment-of-a-palestinian-state

Ciptakan Sekolah Sehat lewat Taman

Ciptakan Sekolah Sehat lewat Taman

Ciptakan Sekolah Sehat lewat Taman

SDN Gunung Batu 1 Kota Bogor terus mengupayakan agar muridnya betah

berada di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat melalui pembangunan taman. Taman ini nantinya diharapkan dapat menjadi tempat para peserta didik menghabiskan waktu saat istirahat kegiatan belajar mengajar.

”Saya berharap, dengan di tatanya lingkungan sekolah ini para siswa akan

menggunakan seluruh waktunya untuk membaca buku di taman tersebut. Setidaknya, bisa beristirahat di tempat yang sejuk dan nyaman itu,” kata Kepala SDN Gunungbatu 1 Bogor, Dedy.

MENURUTNYA, selain telah mengingatkan para guru harus memiliki kesabaran, kreativitas dan menjadi teladan. Pihaknya juga telah meminta para tenaga pen­didik agar memiliki pengetahuan dasar dalam mengajar. Karena, guru sangat berperan untuk membangkit­kan rasa cinta siswa terhadap ilmu dan bidang studi.

”Yang perlu dijaga, tingkah laku dan tutur bahasa dalam menyampaikan mata

pelajaran. Ke­mudian, etika da­lam bergaul dengan siswa serta penampilan sang­atlah mempengaruhi rasa cinta anak terhadap ilmu yang diajarkan,” ucap­nya.

Ia meyakinkan, bukan tanpa sebab hal ini harus dilakukan. Sebab, jika hal ini dilakukan, tentu akan tumbuh rasa suka murid terhadap guru yang menyampaikannya. Apalagi, jika penyampaiannyan sangat mudah di­terima anak-anak. ”Karena, guru yang teladan dalam segala hal akan ber­pengaruh terhadap minat belajar siswa,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Kr6a/history-of-the-churchs-existence-in-indonesia