Bidang Kompetensi Spesialis

Bidang Kompetensi Spesialis

Bidang Kompetensi Spesialis

Dengan mengetahui proses kerja dan aktivitas yang khas, spesialis TI selama proses TI dapat di klasfikasi dalam beberapa kelompok yang cukup majemuk. Sebut saja software developer, solution developer, system analyst, fatabase developer, dan banyak lagi.

Pembagian kelompok mencerminkan kembali bidang kompetensi, dimana seorang spesialis hams menguasai ilmu, kemampuan, metode dan tools. Bidang . kompetensi merupakan bagian yang dikenal dari kompetensi aksi spesialis. Sinthesis kompetensi keahlian, metode, sosial dan personal menggambarkan kompetensi aksi profesi seorang spesialis. Bidang komptensi merupakan juga bidang-bidang yang menyeluruh dari kompetensi aksi yang lengkap dan memuat pengalaman kerja atau profesi.

Proses rekayasa, metode-metode, dan tools dari pengembangan software, serta standard pengembangan dan standard kualitas merupakan bidang kompetensi yang khan dan penting untuk aktivitas-aktivitas di dalam pengembangan software. Developer dan coordinator hams memiliki dan menguasainya. Apabila developer memahami titik berat berikutnya pada analisis sistem, pada coordinator penitikberatannya diletakan pada perencanaan dan manajemen proyek, mediator/moderator dan penyelesain konflik
Bidang kompetensi yang menyangkut sistem bus, protocol, interface dan juga analisis hardware membedakan kelompok teknisi dari developer lainnya
Administrator berada sedikit jauh dari proses pengembangan. Keahlian utamamya terletak pada bidang sistem operasi, jaringan, kontrol keamanan, keamanan data, dan analisis dan solusi masalah yang terorientasi pada user.

Sumber : https://profilesinterror.com/

Kepsek Dituntut Atur Keuangan dengan Benar

Kepsek Dituntut Atur Keuangan dengan Benar

Kepsek Dituntut Atur Keuangan dengan Benar

Kepala sekolah SMA/SMK dituntut untuk mampu mengatur keuangan sekolah

dengan benar agar tidak menggangu jalannya proses pendidikan.

“Jika dalam pengelolaan dana itu benar, maka proses jalannya pendidikan pastinya akan baik,” ujar Kepala Cabang Dinas Wilayah III, Hery Pansila.

Hal itu dikatakan Hery, disela sosialisasi Tata Kelola Penggunaan Dana di Masing-masing Sekolah di Aula SMAN 1 Kota Bekasi, Selasa (25/6). Kegiatan ini diikuti oleh 37 kepala sekolah SMAN/SMKN se-Kota Bekasi.

Lebih lanjut Hery mengatakan, sosialisasi ini penting diberikan oleh kepala

sekolah agar mereka dapat memahami penggunaan anggaran pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan. Dengan demikian, tak ada kecurangan penggunaan anggaran.

“Seharusnya kepala sekolah paham bahwa jika ditemui adanya kecurangan didalam itu, maka semua itu akan ada tindak pidananya,” kata Hery.

Dalam sosialisasi tersebut, kepala sekolah diantaranya mendapatkan edukasi

seputar penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS), maupun dana sumbangan dari Inspektur Pembantu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Inspesktorat Jawa Barat Mohamad Yudi Ahadiat. Yudi menegaskan, penggunaan dana BOS maupun dana sumbangan harus dikoordinasikan oleh KCD Wilayah III.

“Semua itu harus sesuai dengan peraturan yang sudah ada sehingga tidak ada lagi dana-dana yang di pakai yang tidak tahu kemana arahnya, semua harus benar-benar jelas,” tegasnya.

 

Baca Juga :

Mahasiswa Fikom Ubhara Jaya Diajak Tangkal Hoaks

Mahasiswa Fikom Ubhara Jaya Diajak Tangkal Hoaks

Mahasiswa Fikom Ubhara Jaya Diajak Tangkal Hoaks

Penyebaran hoaks marak terjadi di media sosial (medsos). Mahasiswa, sebagai generasi milenial yang cukup aktif menggunakan medsos diajak untuk menangkal berita palsu atau bohong tersebut.

Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kampus Bekasi, antusias mengikuti workshop bertajuk Milenial Tangkis Hoaks Bersama Pertamina. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Tanoto Ubhara Jaya, Jalan Raya Perjuangan, Kota Bekasi, Kamis (27/6).

Mahasiswa mendapatkan materi seputar maraknya hoaks di era digital oleh

beberapa narasumber. Diantaranya, Kepala Biro Multimedia divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Budi Setiawan dan Officer Integrated Newsroom at PT Pertamina (Persero), Reno Fri Daryanto.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Budi mengungkapkan, hoaks banyak beredar di media sosial. Parahnya, masih banyak masyrakat yang mudah percaya dengan kabar bohong tersebut.

Peredaran hoaks di Indonesia cukup tinggi. Polri mencatat, terdapat 2.000 laporan mengenai hoaks. Dari jumlah itu, 1.200 laporan telah memasuki proses hukum.

“Kami harap milenial bisa berkontrubusi besar dalam menangkal hoaks,” ujar

Brigjen Pol. Budi.
Sementara, Reno menyampaikan, tiap minggu perusahaan menemukan hoaks yang mengatasnamakan Pertamina. Produk hoaks biasanya berupa informasi lowongan kerja.

Menurutnya, hal tersebut berdampak buruk bagi Pertamina. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap mahasiswa bisa membantu memberantas peredaran hoaks.

“Dampak hoaks bukan hanya masyarakat saja yang merasakan tetapi kita

sebagai instansi juga ikut merasakan dampaknya,” ujar Reno.

Selain di Ubhara Jaya, kata dia, kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah kampus seperti Institut Pertanian Bogor, Politeknik Negeri Jakarta, dan UPN Veteran Jakarta.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

MPLS di SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School

MPLS di SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School

MPLS di SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru bakal

dilaksanakan oleh sekolah-sekolah dalam waktu dekat, tak terkecuali di SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi. Terdapat beberapa perbedaan MPLS di sekolah swasta ini dibandingkan sekolah pada umumnya.

SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi siap menghelat masa MPLS bagi siswa baru mulai 15-20 Juli 2019. Kepala Yayasan SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi, Zait Abdurahman Afif, mengungkapkan secara umum MPLS disekolahnya sama dengan sekolah pada umumnya. Namun ada beberapa poin yang membedakannya.

”Secara garis besar kegaiatan MPLS ini kan mengenalkan lingkungan sekolah

dan pembelajarannya. Kita pun sama, tetapi ada beberapa poin yang membedakan,” ujarnya belum lama ini.

Selain waktu kegiatan yang lebih panjang selama lima hari, siswa baru juga wajib menginap di sekolah. Perbedaan lainnya adalah siswa baru akan mendapatkan materi muslim style, suka duka di pesantren, dan menahan rindu karena jauh dari orang tua.

”Kita menginap karena sekolah kita adalah boarding school, kemudian poin

yang paling utama adalah mengajarkan siswa agar bisa menahan rindu terhadap orang tua nya yang jauh,” tuturnya.

Di sekolah umum, MPLS rata-rata dimulai pukul 06.30-15.00 WIB. Namun di SMP Qur’an Ibnu Katsir Boarding School Bekasi, lebih awal pukul 03.30-21.00 WIB.

Kegiatan yang melibatkan santri kelas 8 dan 9 ini akan dimulai dengan salat subuh berjamaah sampai dengan pukul 06.00 WIB, dilanjutkan kegiatan regular pukul 07.30 WIB. ”Ini waktu kegiatan kita memang waktu dan skupnya lebih panjang dibanding dengan siswa-siswa umum nya yang bisa pulang pergi sekolah,” ucapnya.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/

Perdagangan dalam bursa kontrak futures berfungsi

Perdagangan dalam bursa kontrak futures berfungsi

Perdagangan dalam bursa kontrak futures berfungsi

Perdagangan dalam bursa kontrak futures berfungsi
Perdagangan dalam bursa kontrak futures berfungsi
a) Transfer risiko (risk transfer)
Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana oleh para hedger untuk mengalihkan risiko harga yang melekat pada komoditas yang menjadi patokan kepada pihak spekulator yang melakukan perhitungan risiko untuk mendapatkan keuntungan.
b) Pembentukan harga (price discovery)
Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana pembentukan harga pasar yang transparan dan terbuka karena dibentuk melalui proses persaingan harga yang terbuka.
c) Stabilitas keuangan (financial stability)
Para hedger yang melakukan lindung nilai (hedging) terhadap aset yang dijadikan patokan akan lebih mudah menentukan tingkat keuntungan yang diharapkannya, karena dalam perdagangan di bursa kontrak futures, kepastian pencapaian nilai dari aset yang akan dijual sudah dilindungi nilainya (hedging).
d) Pengawasan mutu (quality control)
Spesifikasi tentang mutu aset patokan yang tercantum secara spesifik dalam kontrak futures akan bisa dijadikan acuan untuk menjamin kesesuaian mutu aset secara fisik dengan spesifikasi mutu yang tercantum dalam kontrak futures.
e) Pengumpulan informasi yang efisien (efficient information gathering)
Dengan adanya bursa terorganisir, maka informasi antarpelaku pasar yang ingin bertransaksi akan bisa dilakukan dengan efisien (cepat, mudah, dan sekaligus murah).

Opsi vs Futures

Opsi vs Futures

Opsi vs Futures
Perbedaan mendasar antara karakteristik kontrak futures dengan karakteristik yang dimiliki opsi adalah bahwa dalam kontrak futures, pembeli maupun penjual kontrak mempunyai kewajiban untuk melaksanakan kontrak tersebut, apapun kenyataan yang terjadi di kemudian hari (menguntungkan ataupun merugikan), sedangkan dalam opsi pembeli opsi hanya mempunyai hak untuk melaksanakan kontrak opsi tersebut di kemudian hari. Dalam kontrak futures, pembeli akan memperoleh keuntungan yang sama besar dengan jumlah peningkatan harga futures, dan sebaliknya akan memperoleh kerugian yang sama besar pula dengan adanya penurunan harga futures. Sedangkan dari sudut pandang penjual futures, hubungan keuntungan (kerugian) dengan kenaikan (penurunan) harga futures, merupakan kebalikan dari hubungan yang terjadi dalam sudut pandang pembeli futures, di mana keuntungan (kerugian) yang diperoleh penjual futures akan sama besar dengan penurunan (kenaikan) harga futures.
Forward vs Futures
  • Perbedaan pertama antara kontrak forward dan kontrak futures adalah kontrak forward merupakan kontrak yang dinegosiasikan oleh dua belah pihak (terkadang melibatkan perantara bank investasi) dan diperjualbelikan di pasar nonreguler (over the counter market/OTC), sedangkan kontrak futures merupakan kontrak yang dilakukan oleh dua belah pihak (juga melibatkan broker dan lembaga kliring) yang memuat spesifikasi yang terstandarisir pada pasar reguler yang terorganisir.
  • Perbedaan kedua terkait dengan perlakuan terhadap perubahan harga dan arus kas yang terjadi. Pada kontrak forward, nilai arus kas ditentukan pada tanggal penyerahan atau pelunasan kontrak (settlement date), di mana nilai ini bisa negatif atau positif tergantung dari selisih harga pasar komoditi tersebut pada saat jatuh tempo dengan harga komoditi yang disepakati dalam kontrak forward. Sedangkan, dalam kontrak futures, nilai futures dan arus kas disesuaikan setiap hari sesuai dengan perubahan harga pasar komoditi yang terjadi setiap harinya. Perlakuan seperti ini disebut marked-to-market.

Sumber : https://ekonomija.org/

UU NO 19 TENTANG HAK CIPTA

UU NO 19 TENTANG HAK CIPTA

UU NO 19 TENTANG HAK CIPTA

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Berikut ini penjelasan mengenai UU NO 19 secara gari besar :

 Ketentuan Umum (BAB I)

Pasal 1

Dalam undang-undang ini yang dimasud dengan hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada undang-undang ini juga dijelaskan mengenai pencipta (sesorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya menghasilkan ciptaan), ciptaan ( hasil setiap karya pencipta yang menunjukkan keasliannya), pemegang hak cipta (pencipta sebagai pemilik hak cipta atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta), pengumuman akan hak cipta tersebut melalui berbagai media, serta dibahas juga mengenai perbanyakkan yaitu penambahan jumlah suatu ciptaan & hak terkait yaitu hak yang berkaitan dengan hak cipta adalah hak untuk memperbanyak atau menyiarkan karya siarnya.

Pada undang-undang ini juga dibahas mengenai program komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi- fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang instruksi- instruksi tersebut.

Hak cipta yang dijelaskan pada pasal ini tidak hanya untuk pencipta yang meciptakan sebuah inovasi, pelaku di dunia seni juga medapat perhatian dari pemerintah makanya pada pasal ini terdapat aturan yang mengatur mereka. Tidak hanya pelaku di dunia saja, produsen rekaman suara, lembaga penyiaran, kuasa, menteri, dan direktorat jenderal juga diatur dalam ketentuan undang-undang ini.

Untuk memperoleh hak cipta, seorang pencipta harus membuat permohonan pendaftaran ciptaan yang diajukan ke Direktorat Jenderal. Selanjutnya pencipta akan mendapat lisensi yaitu izin yang diberikan oleh pemegang hak cipta untuk mengumumkan/memperbanyak ciptaannya.

Baca Juga :

Macam-macam Bentuk COCOMO

Macam-macam Bentuk COCOMO

Macam-macam Bentuk COCOMO

Macam-macam Bentuk COCOMO
Macam-macam Bentuk COCOMO

1.    Model COCOMO Dasar

Menghitung usaha pengembangan PL (dan biaya) sebagai fungsi dari ukuran prgram yang diekspresikan dalam baris kode yang diestimasi.

 

Tabel1. Model COCOMO Dasar

Persamaan COCOMO dasar berbentuk :

E = abKLOCbb

D = cbEdb

Dimana       E adalah usaha yang diaplikasikan dalam person-month,

D adalah waktu pengembangan dalam bulan kronologis

KLOC adalah jumlah baris penyampaian kode yang diperkirakan untuk proyek tsb.

Koefisien ab dan cb  dan eksponen bb dan db ada pada tabel1

 

2.    Model COCOMO Intermediate

Menghitung usaha pengembangan PL sebagai fungsi ukuran program dan serangkaian “pengendali biaya” yang menyangkut penilaian yang subyektif terhadap produk, perangkat keras personil, dan atribut proyek.

 

Tabel2. Model COCOMO Intermediate

 

 

Model COCOMO menengah berbentuk :

E = aiKLOCbi x EAF

Dimana                  E adalah usaha yang diaplikasikan dalam person-month,

KLOC adalah jumlah baris penyampaian kode yang diperkirakan untuk proyek tsb.

Koefisien ai dan eksponen bi ada pada Tabel2.

 

3.    Model COCOMO Advanced

Menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian terhadap pengaruh pengendali biaya pada setiap langkah (analisis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL.

Sumber : https://synthesisters.com/

Sejarah dan Definisi COCOMO

Sejarah dan Definisi COCOMO

Sejarah dan Definisi COCOMO

Sejarah dan Definisi COCOMO
Sejarah dan Definisi COCOMO

Pada tahun 1981, Barry Boehm mendesain COCOMO untuk memberikan estimasi/perkiraan jumlah person-months untuk mengembangkan suatu produk

perangkat lunak. Referensi pada model ini dikenal dengan nama COCOMO 81. Model estimasi COCOMO telah digunakan oleh ribuan manajer proyek suatu proyek perangkat lunak, dan berdasar pada pengalaman dari ratusan proyek sebelumnya.

 

Secara umum, referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada model original COCOMO yaitu COCOMO 81, kemudian setelah itu merujuk pada COCOMO II.

COCOMO II adalah suatu usaha untuk memperbarui model estimasi biaya perangkat lunak COCOMO yang dipublikasikan dalam Software Engineering Economics oleh Dr. Barry Boehm pada tahun 1981.

 

Usaha penelitian COCOMO dilakukan oleh Direktur Pusat Rekayasa Perangkat Lunak di University Of Southern California, Dr. Barry Boehm dan beberapa peneliti lainnya.

 

Definisi COCOMO

COCOMO, kependekatan dari COnstructive COst Model (Model Biaya Konstruktif) adalah lgoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm . Model ini menggunakan dasar regresi formula, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini.

COCOMO merupakan model terbuka sehingga semua detail dapat dipublikasi, termasuk :

  • Dasar persamaan perkiraan biaya
  • Setiap asumsi yang dibuat dalam model
  • Setiap definisi
  • Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit

Model COCOMO ditetapkan untuk tiga kelas proyek PL :

1.     mode organik – proyek PL yang sederhana dan relatif kecil di mana tim kecil dengan pengalaman aplikasi yang baik.

2.     mode semi-detached – proyek PL menengah 9dalam ukuran dan kompleksitas) di mana tim dengan pengalaman pada tingkat tingkat yang berbeda-beda harus memenuhi bauran yang kurang kuat dari syarat yang ketat (misalnya sistem pemrosesan transaksi dengan syarat tertentu untuk PK terminal dan PL database)

3.     mode embedded – proyek PL yang harus dikembangkan ke dalam serangkaian PK, Pl dan batasan operasional yang ketat (seperti PL  kontrol penerbangan untuk pesawat udara).

Sumber : https://belinda-carlisle.com/