Anak Tak Diterima, Puluhan Warga setempat Geruduk dan Hentikan Aktifitas SMAN 3 Mandau

Anak Tak Diterima, Puluhan Warga setempat Geruduk dan Hentikan Aktifitas SMAN 3 Mandau

Gerah, bingung dan resah, membuat puluhan orang tua murid yang berdomisili

disekitar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Mandau dijalan Tuanku Tambusai, Desa Simpang Padang, Kecamatan Batin Solapan, Bengkalis menggelar aksi demo mengeluhkan nasib mereka.

Pasalnya, sekitar 48 anak mereka masih terlantar tanpa kepastian akan diterima di sekolah favorite tersebut.

“Kami akan tetap bertahan di sekolah ini, jika perlu kami akan tidur disini hingga anak

kami diterima dan belajar,”teriak salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya dengan berapi – api.

Dikatakan warga itu, dirinya dan puluhan warga lainnya merasa terdzolimi akan keputusan Dinas Pendidikan Propinsi yang terkesan kaku akan peraturan yang dibuatnya sehingga menyengsarakan buah hati mereka untuk menimba ilmu.

“Katanya wajib sekolah sembilan tahun, tapi kok seakan dipersulit seperti ini,”keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Samsul, warga sekitar SMAN 3 Mandau. Menurutnya,

PPDB sistem Online belum tepat dilakukan khusus di Kota Duri dikarenakan banyaknya peminat dan tidak didukung dengan oleh solusi dari Pemerintah.

“Ini susahnya kalau sistem Online diterapkan, dari Papua pun bisa mendaftar disekolah ini. Jadi anak – anak lingkungan yang menjadi korbannya. Jika tidak ada solusi, tetap aktifitas disini kita hentikan,”tegasnya.

Terpisah, Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 3 Manda, Aslim melalui anggotanya, Dondian Putra menegaskan jika pihaknya tetap bersikap persuasif dengan mengumpulkan berkas warga tempatan yang masih tercecer dan menyerahkan ke pihak desa sembari menunggu keputusan Dinas Pendidikan Propinsi Riau bersama Kepala sekolah.

“Dari awal kita sudah serahkan masalah pendataan anak warga tempatan ini ke pihak desa, namun kenyataannya masih ada yang tercecer sampai menjadi polemik seperti ini. Kita sudah mengakomodir sebesar 40 persen anak lingkungan atau sebanyak 154 orang, namun diakhir – akhir masih ada 48 anak lagi yang masih tercecer,”jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kerumunan puluhan warga yang telah terbakar emosi dikarenakan tidak ada kepastian anak mereka akan diterima akhirnya bersepakat menghentikan seluruh aktifitas panitia PPDB dan menggembok gerbang sekolah.

Sumber :

http://ahmadali.wagomu.id/e107261.html