Al-Qur’an Sebagai Pembeda

Al-Qur’an Sebagai Pembeda

Allah Swt juga menyifati al-Qur’an sebagai Furqaan (pembeda) sebagaimana firmanya :

“…Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu al-Qur’an) kepada hamba-hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam…” (QS. Al-Furqaan:1) Artinya al-Qur’an membedakan antara yang hak dengan yang batil, antara yang lurus dengan yang sesat, yang bermanfaat dengan yang berbahaya. Dia menyuruh kita untuk berbuat kebaikan dan melarang kita untuk berbuat yang buruk dan dia memperlihatkan segala apa yang kita butuhkan untuk urusan di dunia maupun di akhirat kekal, maka dia adalah Furqaan dalam arti membedakan antara yang hak dengan yang batil.

Al-Qur’an juga menetapkan hak-hak manusia, al-Qur’an menegaskan kemulian manusia atau yang didengungkan oleh manusia pada era kontemporer ini sebagai hak-hak asasi manusia (HAM) semenjak empat belas abad lalu.Sementara orang yang jahil menyangkanya sebagai pencapaian zaman modern.

Hak-hak manusia yang dijamin oleh Al-qur’an itu dapat kita lihat pada beberapa firman Allah berikut ini

  1. Hak berfikir, meneliti, dan mengkaji dengan bebas.

“Katakanlah, perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi…”(Yunus: 101)

  1. Hak menentukan keyakinan.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam)…”(al-Baqarah: 256)

  1. Hak berekspresi, memberi perintah, dan mengeluarkan larangan.

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar…” (at-Taubah: 71)

  1. Persamaan dengan manusia lainnya yang berbeda ras, warna kulit, dan keturunan.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki san seorang rezeki yang baik dari Allahperempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwadi antara kamu..”(al-Hujurat: 13)

  1. Hak untuk menikmati rezeki yang baik dari Allah SWT.

“Katakanlah, siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah di keluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik…?” (al-A’raf: 32)

  1. Hak untuk menikah dan membina rumah tangga.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepada-Nya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(ar-Rum: 21)

  1. Hak untuk melahirkan keturunan.

“Allah menjadikan kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu…”(an-Nahl: 72)

  1. Hak untuk hidup.

Islam memberikan hak kepada manusia untuk hidup.Itulah sebabnya Al-qur’an sangat mempersalahkan orang-orang jahiliyah yang mengubur hidup-hidup anak perempuan mereka, dan membunuh anak-anak mereka karena takut kelaparan.Al-qur’am menilai hal itu sebagai kesalahan dan dosa yang amat besar. Allah SWT berfirman,

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada merekn dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”(al-Isra: 31)

  1. Hak untuk hidup selama tidak melakukan kejahatan.

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan suatu sebab yang benar.”(al-An’am: 51 dan al-Isra: 33)

  1. Hak untuk bekerja dan bepergian.

“Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.” (al-Mulk: 15)

 

sumber :