5 Kekurangan Aplikasi VPN Yang Jarang diketahui Orang

5 Kekurangan Aplikasi VPN Yang Jarang diketahui Orang

5 Kekurangan Aplikasi VPN Yang Jarang diketahui Orang

Beberapa waklu lalu, pemerintah melalui Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) melakukan pembatasan akses internet untuk sejumlah media sosial di tanah air.

Imbasnya, pengguna perangkat seluller mengalami kesulitan dalam mengakses layanan dan menggunakan beberapa fitur yang ada di media sosial, seperti Facebook, Instagram dan juga layanan pesan instan WhatsApp.
Muat Lebih

Makin Mudah, Kirim DM Instagram Kini Bisa Lewat DesktopArti PO Saat Belanja di Online ShopBeberapa Istilah Populer di WhatsApp yang Harus Kalian Tahu

Tak lama berselang setelah adanya pembatasan akses internet tersebut, pengguna internet beramai-ramai mengakalinya dengan menggunakan layanan Virtual Private Network atau VPN guna bisa tetap mengakses layanan tersebut.

Meski cukup efektif untuk membypass jaringan internet untuk tetap bisa menggunakan fitur dan layanan dari sejumlah media sosial yang di batasi aksesnya, namun ternyata penggunaan aplikasi VPN tersebut juga memiliki sejumlah kekurangan.

Apa saja kekurangan VPN tersebut yang di gunakan dalam membypass jaringan internet yang di blokir? berikut ulasannya yang sudah redaksi lansir dari laman VPN Mentor.
5 Kekurangan Aplikasi VPN Yang Jarang diketahui Orang

Tak dapat dipungkiri, memang aplikasi VPN ini memiliki sejumlah kelebihan dan manfaat yang luar biasa bagi penggunanya. Kendati demikian, di balik semua kelebihan yang di tawarkan tetap saja ada beberapa kekurangan ketika menggunakan layanan VPN ini.
Baca Juga : #BloggerMelawan, 12 Ribu Lebih Netizen Tanda Tangani Petisi Online Cabut Blokir Tumblr

Beberapa di antaranya yang cukup riskan dan dinilai berbahaya adalah aktivitas data kita yang dipantau oleh penyedia VPN hingga ancaman terhadap keamanan perangkat.

Selain itu, berikut ini adalah beberapa kekurangan VPN:

Bisa mengancaman Keamanan Perangkat

Beberapa tahun terakhir, banyak insiden pelanggaran data yang dilakukan oleh penjahat cyber yang memanfaatkan aplikasi mobile untuk menyebarkan malware.

Salah satunya adalah melalui aplikasi VPN gratis yang diunduh bukan melalui

market resmi. Kebanyakan malware itu ternyata berhubungan dengan iklan yang tampil di aplikasi VPN.

Karena itu, pastikan anda mengunduh aplikasi VPN dari sumber yang terpercaya dan sudah mendapat reputasi baik di halaman testimoninya.

Aktivitas pengguna dapat dipantau oleh penyedia layanan

Baca Juga : Deretan Seri Smartphone Xiaomi Yang Akan Dapat Update MIUI 11

Dalam sebuah laporan, disebutkan bahwa sekitar 72 persen dari aplikasi VPN yang beredar saat ini disematkan pelacak atau tracking code oleh pihak penyedia layanan.

Adanya pelacak yang tertanam dalam aplikasi VPN tersebut biasanya

digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas online pengguna yang memakainya.

Nantinya, data tersebut akan digunakan oleh penyedia layanan untuk untuk memperlihatkan iklan yang tertarget dan sesuai dengan aktifitas penggunanya.

Kuota data jadi membengkak

VPN adalah jenis aplikasi yang membutuhkan koneksi internet untuk bisa

digunakan. Jika tanpa VPN kita hanya mengeluarkan data sesuai dengan aplikasi atau media sosial yang digunakan, maka ketika menggunakan VPN kita akan mengeluarkan data dua kali lipat.

Data untuk akses aplikasi VPN, dan juga data yang digunakan untuk akses internet lain, misal sosial media, chatting dan sebagainya.

 

Baca Juga :