Surat Keterangan Domisili Diakali, Kelurahan Lempar Tanggungjawab

Surat Keterangan Domisili Diakali, Kelurahan Lempar Tanggungjawab

Surat Keterangan Domisili Diakali, Kelurahan Lempar Tanggungjawab

Sejumlah kelurahan tidak mau disalahkan atas polemik surat keterangan domisili yang terbitkannya, khususnya surat yang diajukan oleh pendaftar PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di SMPN 1 Ponorogo.

Pasalnya surat sakti pengganti kartu keluarga sebagai prasarat mendaftar itu diakali oleh sejumlah orang tua yang alamat aslinya berada di luar zonasi. “Tidak ada sosialisasi soal aturan PPDB dari Dindik Ponorogo. Jadi selama persyaratan pemohon lengkap, kami kami akan terbitkan,” kata Lurah Bangunsari Sutadji, usai rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Ponorogo, Rabu (3/7/2019).

Sutadji mengungkapkan pihaknya tak kuasa menolak karena kebanyakan permohonan dilengkapi berbagai berkas. Meliputi surat pengantar dari RT dan surat pernyataan bermaterai dari pemohon. Karena dirasa cukup meyakinkan, dirinya pun tak kroscek dengan fakta yang ada di lapangan. “Problem teman-teman Lurah lain juga begitu. Setelah ada instruksi, kami kroscek semua,” ungkapnya.
Baca Juga:

Dikeluhkan Masyarakat, Pengumuman PPDB SMP di Gresik Ditunda Lusa

Ada PPDB, Pengurusan Akta Kelahiran di Ponorogo Meningkat
Formulasi Bantuan Pendidikan di Surabaya Diatur Ulang
Minta Sistem Zonasi Dibatalkan, Ratusan Warga Siap Bermalam di Dispendik Surabaya

Setelah dirinya melakukan kroscek di lapangan, Sutadji memang mendapati

ada yang tidak berdomisili di Bangunsari. Dari 9 surat keterangan domisili yang diterbitkannya, hanya ada 4 surat yang valid. Sementara 5 surat lainnya dicek tidak ada. “Padahal saat membuatnya mereka juga membawa surat pengantar dari RT,” pungkasnya.

Keadaan serupa juga dialami di sejumlah kelurahan. Meliputi kelurahan

Nologaten, Cokromenggalan, Mangkujayan, Kertosari, hingga Brotonegaran. Bahkan untuk kelurahan Kertosari, dari 3 surat keterangan domisili yang diterbitkan, semuanya belum ada yang dikroscek oleh pihak kelurahan

 

Baca Juga :

Unipa Surabaya Gelar Make-up Character untuk Ujian Akhir

Unipa Surabaya Gelar Make-up Character untuk Ujian Akhir

Unipa Surabaya Gelar Make-up Character untuk Ujian Akhir

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UNIPA) menggelar event make up

character and Fantasy sebagai ujian akhir mahasiswa. Diikuti oleh sekitar 33 peserta model, yang merupakan mahasiswa pendidikan vokasional kesejahteraan keluarga jurusan tata rias.

Dalam penjelasannya salah satu dosen penguji Atiek Prasetyo mengatakan acara ini digelar dalam rangka ujian akhir mahasiswa khususnya untuk mata kuliah fantasi dan karakter.

Acara serupa juga rutin digelar setiap akhir masa ujian semester. Hal yang

membedakan cuma lokasi nya saja yang berbeda. Kebetulan untuk kali ini digelar di Royal Plaza pada.

“Make up fantasy itu lebih main ke imajinasi, dan diterapkan dalam media body painting ke tubuh model atau peraga” tambah Atiek Rabu (03/07/2019).

Dalam event kali ini, mengusung 4 tema utama yakni flora, fauna, budaya, dan animasi. Masing masing menuangkan imajinasi mereka dalam warna warni body painting di tubuh model.

Dosen tersebut juga menjelaskan bahwa acara kali ini hanya bagian dari ujian

akhir semester bagi mahasiswa. Untuk tugas akhirnya ada tersendiri yakni Cipta Karya.

Acara diawali dengan proses merias diri model. Lebih tepatnya melakukan body painting untuk bagian lengan, kaki dan wajah. Serta penambahan aksesoris pendukung lainnya seperti kostum.

Acara berikutnya yakni peragaan oleh model. Selama proses peragaan diiringi oleh musik yang juga harus mendukung karakter yang ingin ditampilkan.

 

Sumber :

https://my.mac.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/MacMurray_College_Choir/Discussion.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=9e5eb741-e78d-4f95-be0b-92f8eccafccf

Demo PPDB: Ini Keluhan dan Protes Guru SMP Swasta

Demo PPDB: Ini Keluhan dan Protes Guru SMP Swasta

Demo PPDB Ini Keluhan dan Protes Guru SMP Swasta

Aksi demo damai ratusan guru perwakilan SMP swasta yang tergabung dalam

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta di Depan Gedung Balai Kota Surabaya pagi tadi, Selasa (2/7/2019), mengungkapkan protes dan tuntutannya.

Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo mewakili ratusan pendemo lainnya mengatakan bahwa tujuan aksi demo damai ini merupakan protes terhadap sistem PPDB yang dirasa merugikan sekolah swasta terlebih sekolah SMP swasta.

Pasalnya menurut Erwin peraturan yang dibuat dinas pendidikan tidak melibatkan SMP swasta dalam pengambilan kebijakan oleh karena itu SMP swasta dirugikan karena dirasa posisi SMP swasta dan negeri mengalami ketimpangan.

“Saat ini kebijakan PPDB malah membuat sekolah swasta kekurangan murid.

Hal itu terjadi karena pagu untuk sekolah negeri ditambah. Pagu SMP negeri dari pagu SMPN semula 16.000 ditambah menjadi 25.000.” ujar Erwin.

Ia pun menambahkan, hingga saat ini masih 30 persen seluruh total pagu sekolah swasta yang terisi. “Kebutuhan siswa kami adalah sekitar 23.000. Kini masih sekitar 16.000. Tapi itu tidak merata karena ada sekolah yang saat ini hanya mendapat 5 siswa baru,” kata Erwin.

Menurutnya, SMP swasta selama 3 tahun terakhir berusaha untuk menahan

diri dan berharap mendapatkan kebijakan yang lebih adil dari kepala Dispendik. Akan tetapi justru pada PPDB Zonasi 2019, yang di dalam Permendikbud-nya ada secercah harapan bagi kelangsungan hidup SMP swasta juga dilanggar aturannya dengan bermacam dalih yang tidak relevan.

 

Sumber :

https://uberant.com/article/632662-how-to-low-budget-marriage-invitations/

Lukisan Cat Minyak, Lukisan Kaca & Mozaik

Lukisan Cat Minyak, Lukisan Kaca & Mozaik

Lukisan Cat Minyak, Lukisan Kaca & Mozaik

Lukisan Cat Minyak, Lukisan Kaca & Mozaik
Lukisan Cat Minyak, Lukisan Kaca & Mozaik

Lukisan Cat Minyak

Teknik lukisan cat minyak ialah metode menerakan cat minyak di atas kanvas, papan, kertas, dan sebaginya. Cat yang dignakan ialah cat khusus untuk melukis dan dicampur dengan lijin-olie. Kanvas yang digunakan untuk melukis dibentuk dari kain yang sudah didiberi cat dasar semoga tidak tembus ke belakang kanvas ketika digunakan melukis.

Melukis diatas kanvas dengan memakai cat minyak banyak digunakan oleh pelukis-pelukis diseluruh dunia alasannya lebih tahan usang serta praktis digulung. Cat yang digunakan untuk melukis biasanya dikemas dalam tube timah berbentuk pasta sehingga praktis digunakan. Beberapa nama dagang cat minyak yang populer ialah Rembrandt, Tellens, Amsterdam, dan Naouvell. Disamping itu masih terdapat beberapa cat minyak produksi dalam negri yang kualitasnya cukup baik.

Lukisan Kaca

Lukisan Kaca dikembangkan dengan memakai beling serta timah (atau kuningan dan tembaga)sebagai penyambungannya sehingga membentuk lukisan. metode lukisan beling pertama kali dikembangkan pada zaman gothic di Eropa sebagai bab dari seni arsitektur. Lukisan beling ini mencapai kegemilannya pada zaman Renaissance sebagai hiasan pada pintu dan jendela bangunan-bangunan besar menyerupai istana dan tempat peribadatan.
Di Indonesia, metode lukisan beling pada awalnya berkembang sebagai seni industri rumah tangga didaerah Cirebon sebagai warisan dari metode yang dicontohkan oleh seniman bangsa Belanda. Pada dikala ini, metode lukisan beling kain berkembang dan menjadi salah satu pujian pemilik bangunan yang menggunakannya.

Mozaik

Teknik mozaik ialah metode menempelkan kepingan beling berwarna-warni pada dinding atau permukaan datar lainnya sehingga membentuk objek gambar tertentu. Hasil dari metode ini lazim disebut sebagai lukisan mosai. Teknik mozaik ini juga digunakan untuk penyusunan batu-batu berwarna dan tanah liat.
Teknik mozaik yang memakai kayu sebagai bahannya dinamakan lukisan intarsia. Selain kayu, orang memakai juga bahan-bahan keramik, porselen, email, plastik, potongan kertas berwarna-warni yang disusun dengan metode mozaik.
Selain metode-metode diatas, kita mengenal pula metode melukis dengan mengunakan pensil, pena, tinta, grafis, arang, krayon, pastel, dan sebagainya . masing-masing metode tersebut digunakan dengan menerapkan metode-metode tertentu yang tidak sama satu sama lain.

Baca Juga:

Do’a Qunut Sholat Subuh atau Witir

Do’a Qunut Sholat Subuh atau Witir

Do’a Qunut Sholat Subuh atau Witir

Do’a Qunut Sholat Subuh atau Witir
Do’a Qunut Sholat Subuh atau Witir

Do’a Qunut Sholat Subuh/Witir

Perlu diketahui bahwa masih banyak saudara kita sesama muslim masih belum tahu doa qunut utamanya dilkalangan para bawah umur dan cukup umur kita, dan juga sebagian orang tua. Penyebab dari tiruana itu dikarenakan kurangnya perhatian untuk mempelajari ilmu agama, padahal Nabi selalu menyuruh kita untuk selalu menimbah ilmu terutama ilmu yang berafiliasi ukhrawi. Seperti hal nya dengan do’a qunut, do’a ini dilaksanakan semenjak zaman Rasulullah hingga kepada para sahabat dekat-teman dekatnya, Tabi’I, tabi’I tabi’in dan para ulama hingga sekarang.

Sebelum kita melangkah ke do’a qunut tersebut, maka perlu kami tegaskan terlebih lampau wacana makna dari qunut itu sendiri, dan tujuan dilakukannya qunut.

Dalam mazhab Imam Syafi’I dijelaskan bahwa membaca do’a qunut yakni sunnat Muakkad, doa qunut yakni suatu doa untuk bermohon kepada Allah supaya mendapat hidayah dari Allah, terhidar dari segala murka bahaya, baik ancaman pada diri sendiri, keluarga, maupun saudara-saudara kita sesama muslim.

Do’a Qunut Untuk Sendiri

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ، فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَوَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Baca Juga: Ayat Kursi

Doa Qunut Untuk Berjamaah

اَللّهُمَّ اهْدِناَ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِناَ فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّناَ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارِكْ لِنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قََضَيْتَ، فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَوَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allah hummah dinii fiiman hadait. ( Kata dinii diganti dinaa jikalau jadi imam)
Wa’aa finii fiiman ‘aafait. . ( Kata dinii diganti dinaa jikalau jadi imam)
Watawallanii fiiman tawal-laiit. . ( Kata Watawallanii diganti Watawallanaa jikalau jadi imam)
Wabaariklii fiimaa a’thait. . ( Kata Wabaariklii diganti Wabaariklanaa jikalau jadi imam)
Waqinii syarramaa qadhait. . ( Kata waqinii diganti waqinaa jikalau jadi imam)
Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik.
Wainnahu laayadzilu man walait.
Walaa ya’izzu man ‘aadait.
Tabaa rakta rabbanaa wata’aalait.
Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait.
Astaghfiruka wa’atuubu ilaik.
Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihi washahbihi Wasallam.

Terjemahan Do’a Qunut

Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang sudah Engkau tunjukkan
Dan diberilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau sudah diberikan kesihatan
Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang sudah Engkau peliharakan
Dan diberilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang sudah Engkau kurniakan
Dan selamatkan saya dari ancaman kejahatan yang Engkau sudah tentukan
Maka bergotong-royong Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum
Maka bergotong-royong tidak hina orang yang Engkau pimpin
Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
Maha bagi Engkau segala kebanggaan di atas yang Engkau hukumkan
Ku memohon ampun dari Engkau dan saya bertaubat kepada Engkau
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat dekatnya.

Bentuk Karya Dan Tehnik Dalam Melukis

Bentuk Karya Dan Tehnik Dalam Melukis

Bentuk Karya Dan Tehnik Dalam Melukis

Bentuk Karya Dan Tehnik Dalam Melukis
Bentuk Karya Dan Tehnik Dalam Melukis

Melukis ternyata tidak spesialuntuk sanggup dilakukan dengan memakai cat saja, akakn tetapi juga sanggup memakai atau dilakukan dengan aneka macam materi yang ada disekitar kehidupan insan atau disekeliling kita. Penggunaan bahan-bahan tertentu dalam melukis ini akan melahirkan tehnik melukis tertentu pula dikarenakan materi yang digunakan tentu punya tehnik masing-masing dalam melukis. Ada beberapa tehnik yang dilakukan para pelukis semenjak lampau hingga kini dan inilah yang kita uraikan pada goresan pena di bawah ini, dimana ada beberapa materi dan tehnik dalam melukis.

Lukisan Acrylic

Lukisan Acrylic ialah lukisan yang dihasilkan dengan memakai cat akrilik, adapun warna-warna yang dihasilkan dalam lukisan akrilik ialah warna yang cerah dan menyala, tehnik lukisan akrilik biasanya digunakan dalam bentuk eksperimen

Lukisan Tempera

Lukisan tempera dikenal semenjak zaman periode pertengahan dan mengalami puncak kejayaannya pada zaman renaissance di italia, lukisan tempera dibentuk dipermukaan trmpok, papan atau perkamen kertas. Cat yang digunakan untuk lukisan ini diaduk dengan perekat yang diasanya dibentuk dari materi putih telur dan sagu.Lukisan tempera ini pada zamannya banyak digunakan sebagai hiasan dinding istana dan gereja-gereja kaum nasrani. Dan lukisan yang dibentuk dipapan dipercaya sebagai penolak ancaman dan digunakan sebagai jimat dan lazin dikenal sebagai sebutan icon.

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

Lukisan Alfresco

sepertiyang lukisan tempera, tehnik lukisan al-fresco ini pun berkembang dengan pesat pada zaman renaessance. Tehnik melukisnya diterapkan pada dinding yang masih berair dengan permukaan dinding dilaburi dengan perekat.

Lukisan Al-Secco

Teknik al-secco ialah kebalikan dari metode al-fresco, yakni menerapkan metode tempere pada permukaan dinding tembok yang sudah kering. Leonardo da Vinci membuat lukisan berjudul The Last Supper yang menghiasi dinding gereja Santra Maria di Kota Milan, Italia.

Lukisan Aquarel

Aqua ialah air. Teknik aquarel ialah metode melukis dengan memakai zat air di atas permukaan kertas. Air digunakan sebagai pencampur pasta cat sebelum digunakan untuk melukis.

Lukisan Batik

Lukisan batik ialah metode melukis dengan memakai tata cara membatik. Permukaan kain tidak digambari denagn cat, tetapi ditutup dengan lilin, lalu dicelup ke dalam larutan cat. Teknik lukisan batik ini pertama dikembangkan di Yogyakarta. Prof. Dr. H. Amri Yahya dikenal sebagai tokoh pelukis batik yang berhasil.

MABA IAIN Madura Diminta Junjung Tinggi Akhlakul Karimah

MABA IAIN Madura Diminta Junjung Tinggi Akhlakul Karimah

MABA IAIN Madura Diminta Junjung Tinggi Akhlakul Karimah

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Mohammad Kosim mengimbau mahasiswa baru alias maba agar selalu menjunjung tinggi nilai dan norma di perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) bagi 2.175 maba tahun akademik 2019-2020 di halaman kampus yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Kamis (15/8/2019).

“Pertama-tama kami sampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa baru peserta PBAK, karena sudah berhasil lulus tes ujian masuk dan menjadi bagian dari keluarga besar IAIN Madura,” kata Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim.

Selain itu, pihaknya juga memaparkan secara singkat seputar visi dan misi IAIN Madura. Hal itu diharapkan bisa menjadi acuan sekaligus motivasi bagi para mahasiswa khususnya maba ketika nantinya menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa di lingkungan kampus.
Baca Juga:

Pentingnya Mendeskripsikan Nilai Toleransi di Indonesia
Demo Ricuh, Fasilitas Umum di Pamekasan Rusak
DPRD Pamekasan Pastikan Aspirasi Mahasiwa Dikirim
Innalillahi, Mantan Ketua STAIN Pamekasan Wafat

“Visi misi dari IAIN Madura adalah religius dan kompetitif, sehingga mahasiswa

baru nantinya harus mampu berdaya saing, baik di bidang akademik maupun non akademik. Namun tidak kalah penting juga harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai akhlaqul karimah, karena akhlak berada di atas ilmu,” ungkapnya.

Dari itu, pihaknya mengimbau agar maba agar serius mengikuti program PBAK yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan. “Kami berharap pelaksanaan PBAK 2019 berjalan lancar dan tidak ada hambatan, semoga tidak ada yang sakit selama pelaksanaan,” harapnya.

Untuk diketahui, tercatat sebanyak 2.175 maba dari total sebanyak 2.190

calon maba ikut serta dalam pelaksanaan PBAK 2019. Mereka merupakan mahasiswa baru yang dinyatakan lolos proses seleksi dari total sebanyak 5.095 pendaftar.

Mereka merupakan mahasiswa yang tersebar di empat fakultas berbeda,

masing-masing Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah, serta Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.

 

Baca Juga :

SDN di Kota Mojokerto Manfaatkan Panggung Boneka untuk Sarana Sosialisasi

SDN di Kota Mojokerto Manfaatkan Panggung Boneka untuk Sarana Sosialisasi

SDN di Kota Mojokerto Manfaatkan Panggung Boneka untuk Sarana Sosialisasi

SDN Kranggan 4 Kota Mojokerto memanfaatkan panggung boneka sebagai sarana sosialisasi kepada para siswanya. Panggung boneka yang digelar di halaman sekolah merupakan sarana untuk melakukan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk cerita.

Para siswa membuat media pertunjukkan dengan alat sederhana. Sebuah

bangku sekolah dijadikan sebagai arena panggung. Sementara kardus bekas juga disulap sebagai latar panggung. Agar terlihat menarik, permukaannya dihias dengan kertas bergambar tokoh film superhero.

Papan kardus berukuran sekitar 1,5 meter x 1 meter itu sebelumnya juga telah diberi lobang persegi panjang di bagian tengahnya. Setelah itu, papan ditutup dengan kain korden. Sementara di belakangnya, tampak dua dalang cilik yang sibuk menyiapkan jalan ceritanya.

Sementara keduanya dengan piawai memainakan dua buah boneka tangan. Semetara di balik panggung, siswa tersebut memainkan dialog cerita sembari membaca naskah. Tema yang diangkat dalam cerita adalah tentang lingkungan. Mereka mensosialisasikan akan pentingnya menjaga lingkungan.

Khususnya menjaga kebersihan sekolah dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kepala SDN Kranggan 4, Anik Winarni mengatakan, semua yang memerankan

para siswa. “Dalam pertunjukkan panggung boneka, siswa bisa dengan bebas mengusung berbagai topik cerita. Adegan itu biasanya ditampilkan pada waktu dan momen-momen tertentu,” ungkapnya, Jumat (16/8/2019).

Seperti pada jam istirahat, para siswa memberikan penyuluhan tentang makanan sehat di depan kantin sekolah. Saat musim penghujan, wabah demam berdarah menjadi tema penyuluhan dalam bentuk panggung boneka tentang cara penanggulangan maupun pencegahannya.

“Melalui cara tersebut diharapkan pesan atau informasi akan lebih efektif

tersampaikan kepada seluruh siswa. Selain aksi panggung yang dapat memikat perhatian massa, penyampaian pesan yang dibawakan sesama siswa juga dinilai lebih mudah diterima oleh peserta didik,” harapnya.

 

Sumber :

https://pitchengine.com/danuaji/9999/12/31/no-headline/002518289542394003803

GeoIcon Bahas Pemetaan Laut dan Perkembangan Ekonomi Negara

GeoIcon Bahas Pemetaan Laut dan Perkembangan Ekonomi Negara

GeoIcon Bahas Pemetaan Laut dan Perkembangan Ekonomi Negara

Geomatics International Conference (GeoIcon) 2019 oleh Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali digelar untuk kali keempat, Rabu (21/8/2019). Ajang pertemuan para akademisi ini membahas pentingnya pemetaan laut untuk keselamatan navigasi dan perkembangan perekonomian suatu negara.

Konferensi skala internasional bertajuk Geospatial Technology for Mapping the Future: Integrating Land and Marine Development ini, mengundang beberapa pemateri dari berbagai perguruan tinggi mancanegara. Di antaranya Dr Ian Church dari University of New Brunswick Canada, Prof Kai Wei Chiang dari National Cheng Kung University Taiwan, dan Prof Wan Mohd Main dari Universiti Teknologi Mara Malaysia.

Ketua Panitia GeoIcon 2019, Danar Guruh Pratomo PhD mengatakan, fokus utama hajatan tahunan Departemen Teknik Geomatika ITS ini ingin memperkenalkan bahwa hidrografi itu penting untuk kemaslahatan umat. Menurutnya, tidak banyak yang mengetahui betapa pentingnya peta alam, khususnya peta laut. “Karena memang peta laut tidak terlalu familiar,” ujarnya.

Padahal, lanjut Danar, Indonesia merupakan negara pesisir yang komposisinya

didominasi oleh laut. Sehingga dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa dilakukan tukar pikiran mengenai peta laut. “Karena masing-masing negara berbeda karakteristik lautnya,” beber dosen Teknik Geomatika ini.
Baca Juga:

AUN J Orchestra Kenalkan Alat Musik Klasik Jepang
Angkat Tesis Asian Games, Mantan Ketua HIPMI: Jatim Layak Jadi Pusat MICE-Event
Making Indonesia 4.0 dari Menteri Perindustrian RI untuk UMKM
SNMPTN Masih Dibuka, Ini Prodi Dengan Saingan Paling Sedikit di ITS dan UNAIR
Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Bantu Treadmill

Di Indonesia, peta laut berguna untuk keperluan keselamatan navigasi. Selain itu, pemetaan laut juga dapat berguna untuk menunjang perekonomian suatu negara. “Misalnya saja, akses ke pelabuhan, jalur distribusi barang, dan lain sebagainya,” terang pria berkacamata ini.

Danar menjelaskan, fakta di lapangan mengenai edukasi pentingnya hidrografi

sudah bagus. Namun, masih banyak masyarakat baik nelayan maupun para pelaku bisnis yang belum memanfaatkannya secara maksimal. “Saat ini masih di tahap diskusi, akan ada kesempatan sendiri di mana kita akan melibatkan banyak pihak, khususnya nelayan,” ungkapnya.

Dijelaskan Danar, peta laut sendiri sebenarnya sudah tersedia dan di-update

oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang diperbaharui setiap tahun. Kehadiran peta laut yang baik diyakini Danar, sebenarnya bisa meminimalisasi terjadinya kecelakaan laut sekaligus memperbaiki kondisi perekonomian suatu daerah.

Pada kesempatan yang sama, dilangsungkan pula penandatanganan nota kesepahaman antara ITS yang diwakili Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dan Magellan System Japan yang diwakili Nobuhiro Kishimoto. Kolaborasi ini merupakan kerja sama joint-research yang difokuskan pada permasalahan pemetaan digital

 

Sumber :

https://www.quibblo.com/story/DbAY-Ptn/Meaning-of-Explanation-Text

Ekonomi Dualistik Masa Kolonial di Aceh

Ekonomi Dualistik Masa Kolonial di Aceh

Ekonomi Dualistik Masa Kolonial di Aceh

Pembangunan kembali perekonomian dalam negeri Aceh yang hancur akibat dari peperangan, pemerintah kolonial Belanda membuat kebijakan membuka Aceh bagi modal-modal Barat, dan juga berusaha memperbaiki sektor pertanian lokal dengan menggalakkan penanaman kembali tanaman seperti lada dan beras yang telah banyak menghasilkan pada periode sebelum Perang Aceh. Modal-modal swasta Barat banyak bergerak di bidang pertambangan minyak dan sektor perkebunan, sementara lada dan beras yang masih menjadi ciri khas perekonomian tradisional. Lahan baru dibuka untuk meningkatkan produksi, kemudian pemerintah kolonial juga mendatangkan penyuluh-penyuluh pertanian dari luar daerah demi meningkatkan kualitas tanaman. Hal tersebut merupakan kebijakan yang diambil oleh pihak kolonial untuk memperbaiki perekonomian masyarakat Aceh. Sedangkan, kegiatan perkebunan yang dilakukan oleh sektor swasta baru marak setelah tahun 1900-an, dan untuk eksplorasi minyak sendiri telah dilakukan pada tahun 1882 dan baru memperlihatkan hasil sekitar tahun 1890 yang kemudian berkembang lagi setelah tahun 1900-an.

Boeke berpendapat bahwa terdapat dua jenis kegiatan ekonomi yang bergerak pada periode itu, yaitu ekonomi lokal dan ekonomi asing, yang keduanya berjalan sendiri-sendiri secara beriringan tanpa campur tangan satu sama lain. Seperti yang telah disebutkan, ekonomi lokal bergerak pada perkebunan rakyat seperti lada dan tanaman pangan yaitu padi, sedangkan ekonomi swasta memegang kendali pada sektor tambang terutama minyak.. Namun pendapat ini berusaha disanggah oleh penulis lain, seperti yang telah diungkapkan oleh Kelley dan Williamson, mereka berpendapat bahwa pasti terdapat respon dari perekonomian tradisional terhadap masuknya perekonomian swasta ke tanah Aceh, baik positif maupun negatif. Sisi positifnya tentu saja kedua perekonomian tersebut dapat bercampur dan bekerja sama, dan sisi negatifnya, seperti yang telah diungkapkan Boeke, keduanya gagal bercampur. Namun pada prakteknya, memang kedua jenis kegiatan tersebut tidak selamanya berjalan sendiri-sendiri, pasti terdapat hubungan antara keduanya pada titik tertentu..Furnivall menjelaskan bahwa dualistik ekonomi memang terjadi di Aceh, tetapi tetap ada pertemuan diantara keduanya. Ketika sektor swasta membutuhkan pasokan bahan makanan bagi pekerja-pekerjanya yang mayoritas berasal dari luar Aceh, tentu yang bisa diharapkan untuk memenuhi hal tersebut yaitu petani-petani pribumi, di sinilah keduanya bertemu. Pasar menjadi titik pertemuan antara ekonomi tradisional dan ekonomi swasta asing, yang kemudian menyandingkan keduanya pada relasi komersial. Relasi komersial ini hanya sebatas pada pemenuhan kebutuhan oleh sektor domestik kepada sektor swasta. Selain itu, budaya masyarakat Aceh yang sangat dipengaruhi oleh tradisi Islam pada waktu itu tidak memungkinkan mereka untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dari pertemuan tersebut, karena Islam sangat mengharamkan riba’. Begitupun yang terjadi di internal ekonomi tradisional, menurut Boeke, tradisi tersebut membuat masyarakat pribumi Aceh tidak begitu termotivasi untuk mencari keuntungan material dari sesamanya. Inilah yang kemudian mencirikan ekonomi tradisional Aceh yang hanya berdasar pada relasi kultural dan sosial, dan jauh dari sisi komersial.
Kedatangan pihak swasta ke Aceh sebenarnya memberi jalan kepada masyarakat pribumi untuk lebih meningkatkan taraf hidupnya, melihat kesempatan yang diberikan sangat menggiurkan, apalagi pada sektor pertambangan minyak. Namun, seperti yang telah dijelaskan di atas, benturan dengan tradisi dan sikap mental yang sudah tertanam di benak masyarakat pribumi masing-masing sejak dulu, membuat mereka tidak menjadikan hal tersebut sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan penghasilan. Mayoritas masyarakat Aceh berpendapat bahwa bekerja sebagai buruh pada perkebunan atau pertambangan swasta merupakan sesuatu yang hina, dipertegas lagi ketika mereka merasa sudah mendapat penghasilan yang memadai dari pertanian domestik. Namun, ini hanya penggeneralisasian dari gambaran tentang respon negatif dari ekonomi domestik terhadap kedatangan ekonomi swasta. Karena yang sebenarnya terjadi tidak sepenuhnya demikian, selain yang telah dijelaskan oleh Furnivall di atas, terdapat pihak-pihak yang memang memanfaatkan kedatangan pihak swasta tersebut sebagai moment untuk mencari keuntungan komersil sebanyak-banyaknya. Pihak tersebut yaitu para elit lokal, mereka ini lah yang sangat diuntungkan ketika modal swasta masuk ke Aceh. Selain telah mendapat gaji yang cukup besar tiap bulan dari pemerintah kolonial Belanda, para elit lokal juga sering mendapatkan keuntungan ketika pihak swasta membangun usaha di daerah-daerah kekuasaan mereka. Tidak jarang beberapa dari mereka pun banyak yang mempromosikan wilayahnya yang kaya akan sumber daya kepada pihak pemerintah dan swasta demi untuk mendapatkan keuntungan komersial semata.. Hal ini lah yang kemudian menjadikan para elit sebagai kapitalis tingkat lokal.
Jadi, kesimpulannya yang dapat diambil dari penjelasan di atas yaitu bahwa kedatangan pihak swasta tidak begitu mempengaruhi masyarakat ekonomi tradisional Aceh secara umum untuk meraih keuntungan, walaupun memang terjadi relasi komersil antara keduanya tetapi hanya pada titik-titik tertentu. Kemudian, ikatan budaya Islam yang mengharamkan riba’ ternyata berpengaruh terhadap cara pandang “masyarakat Aceh” kebanyakan untuk tidak begitu mementingkan keuntungan material pada waktu itu.