Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018

Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018

Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018

Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018
Adu Prestasi di Ajang Pesona Kreativitas Siswa 2018

BANDUNG – Sebanyak 150 siswa-siswi tingkat SMA, SMK dan MA Negeri maupun Swasta se-Kota Bandung

menunjukan prestasinya dalam kegiatan yang bertajuk ”Pesona Kreativitas Siswa 2018”. Acara yang berlangsung siang hari itu melakukan pemilihan Duta Putra Putri Pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BP3) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Majalah Sekolah JUARA dan bekerjsama dengan DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) yang berlangsung di Aula SMK Negeri 4 Bandung, Sabtu (3/3) lalu.

Pemimpin Redaksi Majalah Sekolah JUARA sekaligus Panitia Pelaksana Kegiatan Rusyandi

menuturkan bahwa ajang Pesona Kreativitas Siswa ini merupakan kali kedua digelar oleh “Sekolah JUARA” dan bekerjsama dengan DPP AKSI. “Ini merupakan program kerja dari bagian promosi Sekolah JUARA,” tutur Rusyandi kepada Zetizen Bandung.

Walaupun para peserta banyak yang belum mengenal dunia modeling, namun penampilan dan lenggak-lenggok mereka di atas catwalk bagaikan model profesional. Aula SMK Negeri 4 Bandung yang biasa digunakan sebagai tempat serbaguna disulap menjadi arena modeling. Para peserta beraksi dengan segala kemampuannya untuk menunjukan bakat dan prestasinya di atas catwalk dengan karpet merah yang menyala.

Perhelatan Pesona Kreativitas Siswa 2018 dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Sekolah

Indonesia Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd., dan dihadiri oleh Sekjen AKSI, Dr. Drs. Zulkarnain, M.M.Pd., Sekretaris Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Kota Bandung, Drs. Iding Sunardi, M.Pd., Kepala SMK Guna Dharma, Ade D. Hendriana, S.H., dan Kepala SMA Sebelas Maret, Ahmad Sadiqin, S.Pd., serta perwakilan dari bank bjb.

Gelaran Pesona Kreativitas Siswa kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena setiap peserta mendapatkan buku tabungan dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dengan lebel “Pesona Kreativitas Siswa 2018” dari bank bjb.

Sepatu high heels atau hak tinggi yang menghiasi kaki para peserta putri, dan sepatu pantopel yang digunakan peserta putra begitu indah berjalan di atas catwalk. Mereka memperagakan busana raksukan Sunda, sehingga menambah kesemarakan acara.

Gemerlapnya aneka busana raksukan Sunda yang dikenakan para peserta menambah kemeriahan. Dengan diiringi kerasnya hendakan musik membuat semangat peserta untuk lebih serius menunjukan kebolehannya dihadapan tiga juri, yakni Neneng Dinar dari Dinas Pariwisata Jawa Barat, Model Senior Marina Syarif dan Rima Yano.

Sorak para penonton pun tak terbendung lagi dan bertepuk tangan menyaksikan perwakilan sekolahnya berlenggak-lenggok di atas catwalk dan menampilkan kabisanya, sehingga venue menjadi sangat bergemuruh menyatu dengan irama musik pengiring.

Rusyandi berharap kegiatan ini ada nilai positif dan bermanfaat yang bisa dipetik oleh para siswa tingkat atas, terutama dalam mengembangkan bakat dan kreativitasnya. ”Pesona Kreativitas Siswa 2018 ini digagas dalam upaya mengembambangkan bakat dan prestasi, sehingga bakat dan prestasi para peserta itu bisa tergali lagi lebih dalam. Selain itu, ini juga menjadi pengalaman yang baik untuk mereka dalam dunia modeling,” tambahnya.

 

Baca Juga :

Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi
Guru Harus Bisa Bebas Berekspresi

CIKARANG – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Barat memandang, harus ada peningkatan kualitas guru.

Salah satunya dengan meng-upgrade serta memberikan ruang bebas untuk guru mengekspresikan pola pengajaran.

Ketua IGI Jawa Barat Cucu Sukmana, ST, MM, seharusnya guru diberikan kebebasan mengajar. Dalam arti guru sebagai pribadi guru itu sendiri. ”Tidak zamannya lagi untuk dimonopoli. Biarkan dia memilih organisasi guru, seperti IGI, semua boleh mengutarakan pendapat,” kata Cucu usai mengisi seminar Guru Bermutu Bangsaku Maju di Celecton Hotel Jababeka, Cikarang Utara, Sabtu (10/3) lalu.

Cucu mengungkapkan, IGI selalu berupaya untuk meningkatkan peningkatan mutu.

”Dan kita serahkan dalam proses mendidik, memberikan pelajaran atau pembelajaran kepada guru,” katanya pada Cikarang Ekspres (Jabar Ekspres Group).

Dia berpandangan, jika pro­ses pembelajaran diberikan kewenangan untuk bebas disampaikan, maka akan tum­buh kreativitas dan inovasi. Tidak hanya dari guru, tapi pola seperti itu juga akan me­rangsang kreativitas murid karena pola belajar tidak kaku. Begitupun dalam me­milih organisasi profesi guru.

”Seperti yang dilakukan IGI, kami mengajak untuk memahami diri sendiri (sebagai guru),

agar pro­fessional. Sehingga guru menjadi bermutu dan bangsanya menjadi maju,” tegasnya.

Direktur Pembinaan Guru pendidikan Menengah Ke­mendikbud Ir Sri Renani Pantjastuti juga mengajak guru agar terus berkarya. Sebab, hebatnya sebuah bangsa tergantung pada gu­runya.

Jika tak miliki keinginan untuk terus belajar agar meningkat keprofesiannya, jangan harap generasi muda zaman now da­pat berkiprah dan bisa menggantikan pemimpin-pemimpin di masa mendatang. ”Guru harus jadi diri sendiri dan pro­fesional,” tukasnya.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Berikan Kemudahan Minat Baca

Berikan Kemudahan Minat Baca

Berikan Kemudahan Minat Baca

Berikan Kemudahan Minat Baca
Berikan Kemudahan Minat Baca

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus berupaya

meningkatkan minat baca serta kemampuan literasi masyarakat khususnya para pelajar di Jawa Barat.

Untuk itu, Pemprov Jabar bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat menggandeng instansi lainnya membuat terobosan baru yaitu kartu multifungsi yang digadang-gadang mampu membantu meningkatkan indeks baca di Jawa Barat.

Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Netty Prasetyani Heryawan menuturkan, salah satu bentuk upaya yang bisa dilakukan untuk anak-anak dalam meningkatkan minat baca adalah dengan memudahkan aksesibilitas terhadap buku.

Selain itu, memperbaiki tampilan perpustakaan dan meningkatkan kapasitas pengelolan,

maka yang harus didorong adalah keterlibatan pihak swasta, yaitu toko buku dan penerbit.

’’Yang kita lakukan adalah mengolaborasikan dengan cara membuat kartu seperti kartu pelajar ditunjukan untuk membeli buku dan bisa bernilai diskon buat anak-anak,’’ kata Netty usai peluncuran kartu multifungsi di Bandung (16/03).

Dikatakan Netty, sebetulnya saat ini sudah banyak program yang dinilai mampu meningkatkan indeks baca anak-anak lebih tinggi. Namun, salah satu yang penting dan harus didorong adalah keterlibatan dunia usaha dan pihak swasta.

Netty meyakini, hingga kini masih ada keluarga yang mengagendakan kegiatannya

adalah untuk belanja buku atau rekreasi ke toko buku.

“Salah satu bentuk kemudahan yang diberikan kepada pelajar ini adalah kartu multifungsi, kartu pelajar termasuk kartu yang bisa memberikan potongan harga pada saat mereka membeli buku,” kata dia.

Menurutnya, hal tersebut akan mendorong masyarakat khususnya pelajar menjadi gemar menabung untuk membeli buku karena kartu tersebut berfungsi memberikan potongan harga. Dengan demikian, anak-anak akan lebih gemar membaca karena saat ini buku tidak lagi menjadi barang mewah dan bisa dijangkau dengan program kerjasama antara Pemprov Jabar dengan berbagai pihak.

“Kita pastikan dengan cara seperti ini anak-anak gak perlu lagi mengeluh harga buku mahal karena orangtua juga akan sangat mudah memberikan tambahan uang saku untuk belanja buku,” kata dia.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Cinta Nana untuk Aldi

Cinta Nana untuk Aldi

Cinta Nana untuk Aldi

Cinta Nana untuk Aldi
Cinta Nana untuk Aldi

Sejak malam itu, hati Nana selalu dirundung gelisah. Dia merasa sudah tidak sanggup lagi menatap kehidupan dengan kepala tengadah. Dia bukan Nana yang dulu lagi. Sekarang, dia sudah kotor. Walaupun telah berendam selama satu jam, walaupun telah menggosok tubuhnya berulang kali, tetapi dia bukanlah seorang gadis yang masih suci. Ah, Nana ingin menangis, meraung-raung, berteriak untuk melepaskan semua ini.

“Tuhan, mengapa aku begitu bodoh? Aku … aku …,” Nana tidak dapat melanjutkan kata-katanya, karena di detik berikutnya matanya telah kembali tertutup oleh air mata. Namun, nasi telah menjadi bubur. Apa yang dapat dia lakukan sekarang?
“Ya, aku harus menguburnya dalam-dalam,” tekad Nana.

Dua bulan kemudian, apa yang semual dikhawatirkan oleh Nana benar-benar terjadi. Kini, dia benar-benar panik. Dia tidak tahu apa yang mesti dilakukannya.

“Sudah dua bulan …,” gumam Nana lirih, hampir pingsan melihat tes uji kehamilan yang menunjukkan dua buah garis merah yang jelas. Nana merasa sangat lemas, tidak sanggup lagi berdiri. Dunia Nana menjadi terbalik seketika, runtuh menimpanya, membuat jiwanya hancur menjadi kepingan. Kiamat sudah!

Tak ada yang Nana lakukan selain menangis sepanjang hari. Dia tidak lag memiliki nafsu makan, apalagi tidur pulas. Yang tidak bisa dia lakukan lagi, sejak …

Nana ingin mati sekalian saja. Namun, dia tidak bisa melakukannya! Sudah ada seseorang yang berada di dalam tubuhnya dan menyatu bersama dengannya. Dia tidak tega untuk membunuh janin itu bersama dengannya. Janin ini tidak berdosa, dia berhak untuk mendapatkan kehidupan dan menghirup udara bebas di luar rahim ibunya. Yang pasti, dia tidak minta untuk dilahirkan ke dunia.

“Aldi …,” panggil Nana lirih. Seandainya tidak sedang mengandung, dia tidak akan mau mengemis di hadapan Aldi seperti saat ini.
“Ada apa?” tanya Aldi agak ketus pada Nana.
Nana tersentak. Padahal, sebelum ini, Aldi selalu bersikap manis kepadanya, tidak pernah berkata kasar sekalipun.
“Al, aku hamil,” kata Nana sangat pelan hampir tidak terdengar.
“Apa?” teriak Aldi. Ternyata, kata-kata itu masih bisa didengarnya. Bagai disambar petir Aldi mendengarnya.
Cepat! Gugurkan dia, Na! Aku belum siap punya anak,” kata Aldi panik.
“Tapi, dia tetap anakmu.”
“Tidak.”
“Al, dia tetaplah darah dagingmu.”
“Na, dengarkan kata-kataku. Kita berdua akan hancur karena anak sialan ini!”
“Jadi …,” Nana menatap Aldi dengan perasaan yang bercampur aduk. Wajahnya semakin bertambah pucat. Tiba-tiba, dia merasakan firasat yang buruk datang menghampirinya.
“Na, aku belum siap menjadi ayah!”
Hati nana sangat sakit mendengarnya. Padahal, selama ini, dia begitu percaya kepada Aldi. Aldi yang mampu membangkitkan rasa cinta yang entah sekian tahun terkubur di dasar hatinya. Aldi yang baik, pengertian, selalu siap menolong itu sudah tidak ada lagi. Kini, yang dilihatnya adalah seorang cowok yang tidak berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dimana Aldi yang dulu?
Seketika Nana tersadar. Ternyata, cinta selama ini telah membutakan matanya, menutup telinganya, membelenggu hatinya.
“Jadi, semua itu benar? Aku … telah dijadikan taruhan olehmu dan teman-temanmu?” kata Nana dengan suara bergetar.
Aldi terkejut menyadari ke arah mana pembicaraan mereka saat ini. Dia terdiam tak menanggapi. Bukannya tak mau bertanggungjawab, tetapi karena dia tidak pernah menyangka kejadiannya akan berakhir dengan jalan cerita seperti ini.
“Jawab, Al! Aku ingin mendengarnya langsung darimu,” kata Nana dengan suara serak.
Aldi tetap membisu. Dia diam saja, berusaha tidak menanggapi pertanyaan Nana. Dia masih punya hati. Jika dia mengatakan semuanya, gadis yang ada di hadapannya sekarang pasti akan sangat … sangat terluka.
“Al, aku siap mendengar apapun darimu.”
Walaupun sebenarnya Nana tidak pernah siap menghadapi apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ini.
Setelah didesak terus oleh Nana, akhirnya Aldi menyerah. Dia sungguh ingin menggeleng, tetapi entah mengapa dia justru mengangguk membenarkannya.
Nana memandang Aldi dengan perasaan terluka, perih, kecewa, sakit …
Kini, dia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, dia tidak peduli lai seandainya Aldi melihatnya menangis di hadapannya.
“Maafkan aku, Na! Aku … aku …,” kata Aldi sambil meraih tangan Nana. Namun, Nana menepisnya.
“Sudahlah, kamu tidak perlu mengatakan apa-apa lagi. Aku sudah tahu …”jawab Nana setelah dia bisa mengatur perasaannya. Bukankah kenyataan ini terlalu memilukan?
“Al, jadi kamu tidak pernah mencintaiku?”
Kali ini Nana sudah siap mendengar jawaban tidak dari mulut Aldi.
“Na, maaf. Aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya ingin …”
Sebelum Aldi sempat meneruskan kata-katanya, Nana sudah memotong,” Ya, aku tahu.” Nana tersenyum pilu,” terima kasih karena kau telah memberikan makna cinta untukku. Setelah hari ini, semoga kamu tidak pernah melihatku lagi.”
Nana beranjak dari kursinya. Akan tetapi, Aldi masih saja duduk, masih terpana dengan kata-kata yang diucapkan oleh Nana. Begitu tersadar, Aldi berlari mengejar, tetapi Nana sudah menghilang. Padahal, tadi dia sudah siap apabila dipukul, ditampar, atau diapakan juga.
Itulah terakhir kali Aldi melihat Nana. Sejak saat itu, Nana sudah tidak pernah masuk kuliah. Kosnya kosong, dan dia pergi tanpa pamit. Teman-temannya pun tidak ada yang tahu dimana Nana terakhir berada. Nana bagaikan ditelan bumi. Entah kemana dia pergi, Aldi tidak tahu …
Nana memutuskan untuk tinggal di kota ini. Kota yang damai. Kota yang bisa digunakannya untuk melupakan masa lalunya yang kelam. Dengan uang tabungannya, Nana mengontrak sebuah rumah kecil yang akan ditinggalinya bersama anaknya kelak. Anak dari seseorang yang sangat dicintainya …

Ckittt …, Aldi mengerem mobilnya. Di hadapannya, ada seorang anak kecil yang hendak menyeberang. Untunglah, dia bisa menghentikan laju mobilnya tepat pada waktunya. Terlambat sedikit saja, Aldi tidak yakin lagi apakah anak itu akan selamat atau tidak. Dia merasa bersalah, hanya karena dia tidak ingin terlambat menghadiri rapat bersama Bapak Bupati, dia mau saja menerobos lampu kuning.
Aldi turun dari mobilnya.
“Dek, kamu tidak apa-apa?” tanya Aldi pada anak kecil yang memakai seragam SD itu.
“Aldi tidak apa-apa kok, Om,” jawabnya polos sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya.
Deg! Aldi merasa ada yang tidak beres dengan jantungnya. Nama anak ini sama dengan dirinya. Dan, apabila diperhatikan, bisa dibilang anak ini mirip dengannya.
“Mungkinkah?”
Namun, Aldi menepis pikirannya jauh-jauh.
“Tidak mungkin,” gumamnya pada dirinya sendiri.
“Da … da …, Om,” teriak anak itu dari seberang jalan.
Aldi hanya tersenyum dan segera teringat dengan rapat yang harus dihadirinya. Segera dilarikannya mobil itu menuju kantor Bupati dengan perasaan yang tidak tenang. Aldi masih memikirkan anak SD itu. Seakan, ada ikatan batin yang tidak terlihat di antara mereka berdua.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Rela

Rela

Rela

Rela
Rela

Tak ubah berbunga lalang
Rendahnya pandanganmu
Padaku yang amat memerlukan
Kegersangan sekeping hati
Mengharapkan setitis embun
Agar basah rindu ini

Aku yang terbuang
Sejak mula lagi
Puas ku merintih
Puas ku berduka

Ku hanya mampu berserah
Berserta doa harapan
Ubahlah haluan hidup ini

Demi cinta yang menyala
Kurela menggenggam bara api
Demi kasih yang mengharum
Sungguh aku rela

Biarpun pada pandangan
Seperti bunga yang layu terbuang
Namun kau pasti tahu
Semua kerna
Aku masih lagi setia padamu
Biar ku menangis seumpama pengemis

Ku hanya mampu berserah
Berserta doa harapan
Ubahlah haluan hidupku ini

Sumber : https://filehippo.co.id/

Dua Mahasiswa Unjani Ciptakan Bamat

Dua Mahasiswa Unjani Ciptakan Bamat

Dua Mahasiswa Unjani Ciptakan Bamat

Dua Mahasiswa Unjani Ciptakan Bamat
Dua Mahasiswa Unjani Ciptakan Bamat

Berawal dari ke­prihatinan pada para petani tomat yang hampir 80 persen hasil panennya selalu mem­busuk, dua mahasiswa juru­san Sains dan Informatika Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani) Kota Cimahi berpikir untuk memanfaatkan tomat-tomat busuk tersebut.

Selain kepada petani tomat kedua mahasiswa tersebut yakni Muhammad Abidin dan Fitri Isni Apriliyani juga pri­hatin akan pencemaran yang terjadi akibat dari limbah batu batrai yang mengandung zat kadmium yang bisa me­rusak sistem saraf dan menga­kibatkan kelumpuhan dan ini memerlukan penanganan yang serius

Berbekal keprihatinana ter­sebutlah akhirnya kedua ma­hasiswa itu mempunyai ide untuk memanfaatkan limbah tomat dan batrai untuk kem­bali dijadikan batrai yang diberi nama BAMAT (Batrai Tomat).

Abidin mengungkapkan, dirinya bersama Fitri memu­lai risetnya untuk membuat baterai yang lebih ramah ling­kungan. Awalnya Abidin dan Fitri menggunakan belimbing wuluh, namun hasilnya tidak optimal baik dari faktor daya mau pun ekonomis.

”Sebelum tomat, kami juga sempat mencari sayuran yang memiliki keasaman

yang sama dengan belimbing wu­luh, kemudian kami melihat tumpukan tomat busuk di pasar,” ungkap Abidin, saat ditemui di Gedung Rektorat Unjani, Jalan Terusan Jende­ral Sudirman, Kota Cimahi, baru-baru ini.

Setelah mendapat tomat-tomat busuk itu, mereka lu­matkan dengan menggunakan blender. Pasta tomat kemu­dian ditampung di dalam wadah dan diukur keasaman­nya.

”Hingga tingkat keasaman yang ditentukan didapatkan, pasta tomat kemudian dima­sukkan ke dalam tabung ba­terai yang telah dibongkar,” ujarnya.

Abidin mengatakan, proses trial dan error pembuatan Bamat memakan waktu seki­tar

dua bulan. Ia pun telah melakukan uji coba baterai pada mesin dinamo.

Mereka membuat konsep Bamat sebagai baterai yang bisa diisi ulang, sehingga tak dibuang sekali pakai dan kem­bali mencemari lingkungan. Abidin mengatakan, pro­duknya masih harus disem­purnakan sebelum dipro­duksi massal.

”Sekarang masih dalam ta­hap penyempurnaan, kalau tegangannya standar 1,5 V, Bamat ini masih 1,25 Volt untuk baterai C,” katanya.

Meski terbilang baru, namun Bamat buatan mereka telah mendapatkan

penghargaan utama pada Himagro Incre­dible Festival yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang.

”Alhamdulillah produk kami bersaing dengan produk dari ITB, UGM dan universi­tas besar lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Anceu Mur­niati, pembimbing kedua mahasiswa tersebut menga­takan saat ini sudah ada salah satu mitra yang tertarik untuk mengembangkan Ba­mat. Namun pihaknya masih akan mengembangkan karya tersebut.

”Kami masih mencari kom­posisi yang stabil dan lain­nya. Kami juga akan terus melakukan inovasi,” sing­katnya.(ziz)

 

Baca Juga :

Belum Semua SMP di Kabupaten Bandung Laksanakan UNBK

Belum Semua SMP di Kabupaten Bandung Laksanakan UNBK

Belum Semua SMP di Kabupaten Bandung Laksanakan UNBK

Belum Semua SMP di Kabupaten Bandung Laksanakan UNBK
Belum Semua SMP di Kabupaten Bandung Laksanakan UNBK

Dari 322 Seko­lah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Bandung,

119 sekolah dian­taranya melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) dan 203 sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

Kepala Disdik (Kadisdik) Kabupaten Bandung, Juhana mengungkapkan, saat ini siswa yang mengikuti UNBK sebanyak 32.418 siswa, dengan menggunakan 12.758 unit komputer dan server seba­nyak 692 unit.

”UNBK di kabupaten Bandung sekarang sudah be­rada di posisi 70 persen, ar­tinya menunjukan progres yang meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 50-60 persen. Untuk tahun yang akan datang kami targetkan an­tara 80-90 persen,” ungkap Juhana, disela-sela penin­jauan pelaksanaan UNBK SMP Negeri 1 Soreang di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Soreang, Selasa (23/4).

Menurutnya, selama ini SMPN 1 Soreang dan SMAN 1 Soreang selalu bekerjasama

dalam melaksanakan UNBK yang pelaksanaannya dilaku­kan di SMAN 1 Soreang. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses pe­mantauan.

”Bukan tidak ada kemandi­rian, tapi memang keterse­diaan komputer dan servernya harus dikerjasamakan. Ke­marin pihak SMPN 1 Soreang mengangkut sekitar 70 kom­puter lengkap dengan server,” ujarnya.

Dia menuturkan, untuk pelaksanaan UNBK kali ini, pihaknya juga dibantu oleh siswa dan Komite Sokolah (KS) yang dengan sukarela memin­jamkan komputer. Untuk itu ia sangat berterimakasih ke­pada semua pihak yang tengah membantu kelancaran UNBK.

”Saya ucapkan terimakasih kepada semua yang telah meminjamkan komputer

dan peduli terhadap pelaksanaan UNBK, karena ada beberapa sekolah yang terbantu oleh peminjaman tersebut,” tan­dasnya.

Sementara itu, Bupati Ka­bupaten Bandung, Dadang M Naser mengatakan, meski sarana prasarana atau kelen­gkapan komputer belum sempurna, namun dalam pelaksanaan UNBK di hari kedua dapat berjalan lancar.

”Meskipun komputernya belum lengkap, tapi alham­dulillah UNBK dihari kedua ini berjalan dengan lancar,” katanya.

Sementara terkait peminda­han lokasi UNBK yang dilaks­anakan di SMAN 1 Soreang, Dadang mengaku, hal itu dila­kukan sudah melalui proses analisa antara Disdik Kabupa­ten Bandung, panitia penyel­enggara dan pihak sekolah.

”Salah satu faktor yang men­jadi pertimbangan kami ada­lah ketersediaan perlengkapan alat penunjang, terutama ketersediaan listrik. Untuk komputer sendiri setiap ta­hunnya ada anggaran be­lanja yang bersumber dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD),” pungkasnya.(yul/ziz)

 

Sumber :

https://poptype.co/tuponur/niat-sholat-tahajud

 

Bimbingam Teknis Jejaring Kemitraan Bipa di Kabupaten Garut

Bimbingam Teknis Jejaring Kemitraan Bipa di Kabupaten Garut

Bimbingam Teknis Jejaring Kemitraan Bipa di Kabupaten Garut

Bimbingam Teknis Jejaring Kemitraan Bipa di Kabupaten Garut
Bimbingam Teknis Jejaring Kemitraan Bipa di Kabupaten Garut

Bahasa Jawa Barat bekerja sama dengan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut

menyelenggarakan ke­giatan Bimbingan Teknis Je­jaring Kemitraan BIPA: Pela­tihan Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penu­tur Asing (BIPA) di Hotel Har­moni, Jalan Cipanas Baru Nomor 78, Kabupaten Garut. Kegiatan Bimtek ini diselen­ggarakan selama dua hari, tanggal 29—30 April 2019 dan diikuti oleh empat puluh pe­serta, yaitu dosen bahasa Indonesia dan dosen bahasa Inggris IPI Garut.

Kegiatan Bimtek ini merupa­kan upaya peningkatan kom­petensi pengajar BIPA di IPI Garut karena pengajaran BIPA merupakan sebuah realisasi upaya perwujudan perintah Undang Undang No. 24 tahun 2009 Pasal 44 tentang Interna­sionalisasi Bahasa Indonesia.

Pengajaran BIPA merupakan salah satu kegiatan andalan di Badan Pengembangan Ba­hasa

dan Perbukuan dengan berbagai program, antara lain, pengiriman pengajar BIPA ke berbagai universitas/lembaga/sekolah di seluruh dunia, ku­rikulum BIPA melalui Permen­dikbud Nomor 27 Tahun 2017, dan pembinaan kerja sama kemitraan dengan lembaga BIPA. Sebagai tindak lanjut kerja sama kemitraan tersebut, Balai Bahasa Jawa Barat menganggap perlu diberikan bimbingan teknis untuk me­ningkatkan kompetensi peng­ajar BIPA agar semakin ba­nyak lembaga atau perguruan tinggi di Jawa Barat yang mampu membuka kelas BIPA.

Kegiatan bimtek dibuka oleh Dr. Abdul Hasim, M.Pd., Wa­kil Rektor I Bidang Akademik Institut Pendidikan Indonesia. Dalam sambutannya, Abdul Hasim mengatakan bahwa program kemitraan BIPA ini menjadikan suatu kesempa­tan penyiapan diri sebagai tenaga siap kerja bagi sumber daya pendidik bahasa di IPI Garut dan menjadi satu pelu­ang bagi peserta untuk membangun jejaring peng­embangan potensi sumber daya maupun pengangkatan atau pengenalan nilai-nilai lokal yang unik di tingkat re­gional dan internasional. Abdul Hasim berharap ba­hasa Indonesia akan semakin bermartabat dan kegiatan-kegiatan ke-BIPA-an di IPI Garut dapat berkembang dengan baik.

Materi dalam Bimbingan Teknis Pengajaran BIPA ini disampaikan oleh Ade Muly­anah, S.Pd., M.Hum

. (penga­jar BIPA dari Balai Bahasa Jawa Barat) dan Raden Ma­esaroh, M.Pd. (Pengajar BIPA Balai Bahasa UPI Bandung). Ade Mulyanah memberikan materi “Dasar Pemilihan Ba­han Ajar dan Metodologi Pengajaran”. Sementara itu, materi “Media Pembelajaran dan Rencana Pengajaran” disampaikan oleh Raden Ma­esaroh, M.Pd. Ketua panitia, Desie Natalia mengatakan bahwa “Para peserta pelatihan sangat antusias terhadap materi-materi yang disam­paikan oleh kedua pengajar karena pada umumnya me­reka baru pertama kali mengik­uti kegiatan kebahasaan yang bertujuan meningkatkan kompetensi pengajar BIPA. Para peserta berharap akan diadakan bimtek lanjutan dengan materi “Pengajaran Sejawat (Peer Teaching)”

 

Sumber :

https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jsk/comment/view/827/0/227588

Pendapat Sarjana Hukum (doktrin).

Pendapat Sarjana Hukum (doktrin)

Pendapat Sarjana Hukum (doktrin)

Pendapat Sarjana Hukum (doktrin)
Pendapat Sarjana Hukum (doktrin)

Pendapat para Sarjana Hukum yang ternama juga mempunyai kekuasaan dan berpengaruh dalam pengambilan keputusan oleh Hakim. Dalam Jurisprudensi terlihat bahwa hakim sering berpegang pada pendapat seorang atau beberapa Sarjana Hukum yang terkenal dalam Ilmu Pengetahuan Hukum. Hakim sering menyebut (mengutip) pendapat seorang sarjana hukum mengenai soal yang harus diselesaikan. Terutama dalam hubungan internasional pendapat-pendapat para Sarjana Hukum berpengaruh yang besar. Bagi Hukum Internasional pendapat para Sarjana Hukum merupakan sumber hukum yang sangat penting.Mahkamah Internasional dalamPiagam Mahkamah Internasional (Statute of the International Court of Justice) pasal 38 ayat 1 mengakui, bahwa dalam menimbang dan memutuskan suatu perselisihan dapat dipergunakan beberapa pedoman yang antara lain:
a)Perjanjian-perjanjian Internasional (International Conventions).
b)Kebiasaan-kebiasaan Internasional (International Costums).
c)Asas-asas hukum yang diakui oleh bangsa-bangsa yang beradab (The general principles of law recorgnised by civilised nations).
d)Keputusan hakim, (Judical decisions) dan pendapat-pendapat sarjana hukum.

C. Struktur peraturan perundangan.
Sebelum membahas tentang struktur peraturan perundangan, istilah peraturan Peundang-undangan (wettelijke regeling), dalam khazanah keperpustakaan hukum, khususnya Eropa Kontinental, peraturan perundang-undangan (wet in meteriele zin, gesetz in materiellen sinne), dijabarkan lagi kedalam tiga unsur utama, yakni meliputi:
(a)Norma Hukum (rechtsnormen).
(b)Berlaku ke luar (naar buitenwerken).
(c)Bersifat umum dalam arti luas (algemeenheid in ruime zin).

Dengan unsur demikian, maka pembentukan peraturan perundang-undangan ialah pembentukan norma-norma hukum yang berlaku keluar dan yang bersifat umum dalam arti luas.
Dijelaskan oleh Bagir Manan, bahwa yang dimaksud dengan peraturan perundag-undangan adalah setiap putusan tertulis yang dibuat dan ditetapkan serta dikeluarkan oleh leembaga pejabat negara yang mempunyai fungsi Legeslatif sesuai dengan tata cara yang berlaku.

Unsur-unsur yang termuat dalam peraturan perundang-undangan, menurut Bagir Manan adalah:
1.Peraturan Perundang-undangan berbentuk keputusan tertulis karena merupakan keputusan tertulis, maka peraturan perundang-undangan sebagai kaidah hukum lazim disebut hukum tertulis (geschreven, written law).
2.Peraturan perundang-undangan dibentuk oleh pejabat atau lingkungan jabatan (badan Organ), yang mempunyai wewenang membuat “peraturan” yang berlaku umum atau mengikat umum (algemeen).
3.Peraturan perundang-undangan bersifat mengikat umum, tidak dimaksudkan mengikat oleh semua orang,mengikat umum hanya menunjukan bahwa peraturan perundang-undangan tidak berlaku pada peristiwa konkret atau individu tertentu. Lebih tepatnya disebut sebagai sesuatu yang mengikat secara (bersifat) umum dari mengikat umum.

1)Masa Sebelum Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
Berdasarkan atau sumber pada undang-undang dasar sementara 1950 dan konstitusi RIS-1949. Peraturan-peraturan di Indonesia terdiri dari:
1.Undang-undang Dasar (UUD).
2.Undang-undang (biasa) dan Undang-undang Darurat.
3.Peraturan Pemerintah tingkat Pusat.
4.Peraturan Pemerintah tingkat Daerah.

1)UUD ialah suatu piagam yang menyatakan cita-cita bangsa dan memuat garis-garis besar dan tujuan negara.
Suatu Uud mempunyai rangka seperti berikut:
1.Mukadimah atau Pembukaan atau Preamblue.
2.Bab-bab yang terbagi atas bagian-bagian.
3.Bagian terdiri atas pasa-pasal.
4.Pasal terdiri dari ayat-ayat.

Baca Juga :

TERBENTUKNYA HUKUM

Sejarah Hukum Indonesia

TERBENTUKNYA HUKUM

Sejarah Hukum Indonesia

 

A) pandangan legisme ( akhir abad 19) :
– hukum terbentuk oleh perundang-undangan
– hakim secara mekanis merupakan terompet undang-undang
– kebiasaan berlaku bila ada pengaruh
– meinitik beratkan pada kepastian hukum

B) pandangan freirechtlehre ( -20) :
– hukum terbentuk oleh peradilan
– undang-undang dan kebiasaan hanya sarana pembantu hakim menemukan hukum pada kasus konkrit
– titik beratnya : social doelmatighe

Pandangan modern terbentuknya hukum :
1. hukum terbentuk dengan berbagai macam cara
2. hukum oleh pembentuk UU dan hakim menerapkan UU
3. penerapan UU tidak dapat mekanis tapi perlu penafsiran
4. UU tidak sempurna sehingga penafsiran dan kekosongan hukum adalah tugas hakim melalui peradilan
5. hukum terbentuk tidak hanya karena pembentukan UU dan peradilan tetapi pergaulan social juga dapat membentuk hokum
6. peradilan kasasi berfungsi untuk memelihara kesatuan hukum dan pembentukannya

7. Sumber Hukum dan Tertib Hukum.
1.Adapun yang dimaksud dengan Sumber Hukum ialah: Segala apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa, yakni aturan-aturan yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata.
2.Sumber Hukum itu dapat ditiinjau dari segi Material dan segi Formal:
3.Sumber-sumber Hukum dari segi material, dapat ditinjau lagi dari berbagai sudut, misalnya dari sudut ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat dan sebagainya.
Contohnya:
1.Seorang ahli ekonomi akan mengatakan, bahwa kebutuhan-kebutuhan ekonomi dalam masyarakat itulah yang menyebabkan timbulnya hukum.
2.Seorang ahli kemasyarakatan (sosiolog) akan mengatakan bahwa yang menjadi sumber hukum ialah peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.

2.Sumber-Sumber Hukum Formalantara lain:
1.Undang-undang (statute).
2.Kebiasaan (costum).
3.Keputusan-keputusan Hakim (jurisprudensi).
4.Traktat (treaty).
5.Pendapat Sarjana Hukum (doktrin).

a.Undang-Undang.
Undang-undang ialah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat dan dipelihara oleh penguasa negara, undang-undang juga peraturan Hukum tertinggi dinegara.
Menurut Buys, undang-undang memiliki dua arti, yakni:
1. Undang-undang dalam arti formal: setiap keputusan pemerintah yang merupakan undang-undang kerena cara pembuatanya (misalnya: dibuat oleh pemerintah bersama-sama dengan Parlemen).
2. Undang-undang dalam arti material: setiap keputusan Pemerintah yang menurut isinya mengikat langsung setiap penduduk.
1) Syarat-syarat berlakunya suatu undang-undang:
Syarat mutlak untuk berlakunya suatu undang-undang ialah diundangkan dalam Lembaran Negara (LN) oleh Menteri/Sekertaris Negara (dahulu: Menteri Kehakiman). Tanggal berlakunya suatu undang-undang menurut tanggal yang ditentukan dalam undang-undang itu sendiri. Jika tanggal berlakunya disebutkan dalam undang-undang, maka undang-undang itunmulai berlaku 30 hari sesudah diundangkan dalam L.N untuk Jawa dan Madura, dan untuk daerah lain-lainnya beru berlaku 100 hari setelah perundangan dalam L.N. setelah syarat tersebut dipenuhi, maka “SETIAP ORANG DIANGGAP TELAH MENGETAHUI ADANYA SESUATU UNDANG-UNGANG”. Hal ini berarti jika ada seseorang yang melanggar Undang-undang tersebut, ia tidak diperkenankan membela atau membebaskan diri dengan alasan apapun.
2)Berakhirnya Kekuatan berlaku undang-undang
Suatu undang-undang tidak berlaku lagi jika:
a)Jangka waktu berlaku yang telah ditentukan oleh undang-undang itu sudah lampau.
b)Keadaan atau hal untuk mana undang-undang itu diadakan sudah tidak lagi ada.
c)Undang-undang itu dengan tegas dicabut oleh instansi yang membuat atau instansi yang lebih tinggi.
d)Telah diadakan undang-undang yang baru yang isinya bertentangan dengan undang-undang yand dulu berlaku.

Sumber : https://downloadapk.co.id/