Proyek BuildERS, Kolaborasi Global Tingkatkan Ketahanan Terhadap Bencana

Proyek BuildERS, Kolaborasi Global Tingkatkan Ketahanan Terhadap Bencana

Proyek BuildERS, Kolaborasi Global Tingkatkan Ketahanan Terhadap Bencana

Proyek BuildERS, Kolaborasi Global Tingkatkan Ketahanan Terhadap Bencana
Proyek BuildERS, Kolaborasi Global Tingkatkan Ketahanan Terhadap Bencana

Intensitas jumlah bencana alam yang semakin meningkat, membuat manajemen dan tata kelola penanganan bencana dan pascabencana makin krusial. Ketahanan masyarakat terhadap bencana bergantung pada peran pemerintah dan partisipasi organisasi masyarakat untuk merancang dan menerapkan kebijakan guna menangani serta memitigasi risiko krisis dan kerugian dari bencana. Selain itu perlunya perbaikan perilaku warga baik individu maupun kolektif untuk lebih mempersiapkan diri saat menghadapi bencana.

Guna merespon hal tersebut, pihak Uni Eropa mendanai penelitian ketahanan bencana melalui skema Horizon 2020

dengan proyek inovasi “Building European Communities Resilience and Social Capital” (BuildERS) – Membangun Ketahanan dan Modal Sosial Masyarakat Eropa. Proyek BuildERS adalah kolaborasi riset internasional yang dimulai sejak Mei 2019 hingga 2021 mendatang.

Proyek ini dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia dengan melibatkan 17 institusi akademik, pemerintah dan swasta yang berasal dari Eropa, Indonesia, dan Amerika Serikat. Proyek BuildERS diharapkan mampu menghasilkan sistem ketahanan masyarakat terhadap bencana, yang tidak hanya dapat diterapkan di Eropa saja, tetapi juga pada negara-negara lainnya.

Menurut koordinator proyek penelitian Pekka Leviäkangas untuk mengejar ketahanan bencana, tidak hanya diperlukan solusi teknis dan administratif, tetapi juga melalui pemberdayaan komunitas lokal dan masyarakat. Memahami risiko dan kerentanan baru, mencegah dan mengurangi kemungkinan bahaya, memprioritaskan pembangunan kapasitas dan peningkatan kesadaran masyarakat merupakan landasan dari suatu ketahanan sosial. Yang terpenting, terdapat juga urgensi untuk lebih fokus pada segmen yang paling rentan dari masyarakat seperti orang tua, penyandang disabilitas atau warga miskin.

“Selain pentingnya ketahanan infrastruktur, tentu saja, kita juga harus memikirkan manusia

– sebagai individu dan sebagai komunitas lokal, yang memegang peranan penting dalam membentuk ketahanan bencana. Ketangguhan masyarakat tergantung pada sumber daya, keterampilan, dan jaringan sosial mereka, di mana modal sosial dan dukungan mereka dalam situasi krisis menjadi amat penting dalam mensukseskan ketahanan terhadap bencana,” terang Pekka melalui rilis, Kamis (13/6/2019).

BuildERS akan mengembangkan serta menerapkan teknologi informasi dan media sosial untuk dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dan membangun modal sosial bersama.

“Diharapkan pemanfaatan teknologi informasi ini dapat digunakan untuk manajemen penanganan

pada lokasi bencana, bantuan dan penyelamatan. Melalui aplikasi data jaringan handphone diharapkan dapat secara cepat menghasilkan aksi penanganan bencana yang lebih efektif dan responsif,” ujar Mohammed Ali Berawi, Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Universitas Indonesia, yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini.

Lebih lanjut Ali Berawi berharap pihaknya dapat berkerja sama erat dengan pihak BNPB, BUMN, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat terkait untuk dapat menerapkan sistem ketahanan berbasis teknologi informasi ini.

 

Sumber :

http://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/sejarah-ken-sora/

Zulhas Ajak Ratusan Mahasiswa Mengenal Jati Diri

Zulhas Ajak Ratusan Mahasiswa Mengenal Jati Diri

Zulhas Ajak Ratusan Mahasiswa Mengenal Jati Diri

Zulhas Ajak Ratusan Mahasiswa Mengenal Jati Diri
Zulhas Ajak Ratusan Mahasiswa Mengenal Jati Diri

Zaman demokrasi Pancasila harusnya melahirkan keseteraan, saling menghormati

dan menghargai. Serta, menghasilkan nilai yang jauh dari korupsi, kekerasan terhadap pemuka agama dan persekusi.

Demikian dikatakan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan disela Roadshow Seminar Motivasi yang bertajuk “Spirit of Indonesia” di Gedung Achmad Sanusi (BPU UPI), Bandung, Selasa (13/2).

“Korupsi, persekusi, kekerasan terhadap pemuka agama ini yang terjadi sekarang.

Bukan, saling menghargai dan menghargai,” kata Zulhas sapaan akrabnya.

Menurutnya, yang terjadi sekarang yakni masyarakat Indonesia kehilangan jati diri. Akibatnya, segala sesuatu ingin didapatkan secara instan dan secara cepat.

Ketua Umum PAN itu menuturkan, saat ia hadir diskusi mengenang Am Fatwa pada Senin (12/2) malam, Fatwa bisa masuk ranah legislatif setelah menunggu 60 tahun. Namun, kondisi yang terjadi saat ini, banyak legislator yang belum matang sudah mengisi kursi wakil rakyat.

“Skarang baru lulus udah dewan, ehh OTT (Operasi Tangkap Tangan).

Bupari yang terjerat korupai ada 300 lebih, gubernur ada 20 lebih. Mungkin belum siap,” ucap Zulhas sapaan akrabnya.

Maka dari itu, ia mengajak ratusan mahasiswa yang hadir untuk kembali mengenal jati diri masing-masing sebagai masyarakat Indonesia. Serta, salong mengenal satu sama lain dan sekitarnya.

“Untuk mengatasi itu, kita harus tau siapa kita,” pungkas Zulhas.

 

Baca Juga :

Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan

Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan

Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan

Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan
Fullday School di Kota Cimahi Perlu Standar Kegiatan

Penerapan Fullday School pada Sekolah Dasar (SD) di Kota Cimahi masih memerlukan penyempurnaan konsep standar

belajar agar tak membuat anak didik kelelahan dan stres.

Ani (30) salah seorang orang tua murid warga Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi menetapkan standar kegiatan pada penerapan fullday school.

Penerapan delapan jam belajar saat ini dirasa belum efektif dirasakan manfaatnya oleh anak didik.

 

“Di sekolah anak mulai fullday tapi jam pulang enggak jelas. Pas ditanya belajar tambahan apa, kata anaknya paling tematik aja, itu kan sudah seperti sebelum fullday school. Mestinya ada standar kegiatan sehingga sekolah tinggal menerapkan,” ujarnya, Senin (5/2).

Ia berharap, jika memang konsep Fullday School Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan itu diterapkan, tak lantas menjadikan anak didik menjadi capek dan malah stres dengan hanya dijejali pelajaran yang kurang beragam.

“Jangan sampai terlalu diforsir dan pulang kelelahan belajar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan menerangkan,

sekolah yang ada di Kota Cimahi tengah dalam masa transisi untuk menerapkan konsep fullday school.

“Sejumlah sekolah mulai menerapkan fullday school dari 125 SD se-Kota Cimahi. Kami harapkan sebanyak-banyaknya ikut serta meski tidak ada target,” ujarnya.

Dikatakannya, siswa dan para orang tua perlu memahami bahwa waktu anak akan terkuras di sekolah. Pasalnya, dengan konsep full day school, anak akan berada di sekolah hingga delapan jam.

“Ada tambahan jam berarti ada tambahan pelajaran yang diterima. Semua memerlukan kesiapan,” imbuhnya

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-pasar-modal/

Korwil Pendidikan Cilamaya Wetan Jaring Atlet O2SN

Korwil Pendidikan Cilamaya Wetan Jaring Atlet O2SN

Korwil Pendidikan Cilamaya Wetan Jaring Atlet O2SN

Korwil Pendidikan Cilamaya Wetan Jaring Atlet O2SN
Korwil Pendidikan Cilamaya Wetan Jaring Atlet O2SN

Kordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang,Jawa Barat,

membuka Penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan bertempat di SDN Rawagempol Kulon 1.

Kegiatan Olympiade Olah raga Siswa Nasional (O2SN) merupakan suatu wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan hasil kegiatan pembelajaran kesehatan jasmani dan daya kreativitas. Olympiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan,” kata Ketua Panitia Pelaksana Ano Wiryono, kepada wartawan, Senin (19/03).

Pelaksanaan O2SN jenjang SD tingkat kecamatan akan diselenggarakan selama dua hari

mulai hari ini dan Selasa besok, pesertanya siswa kelas 4 dan 5 dari masing-masing sekolah yang ada di Cilamaya Wetan.

“Pelaksanaanya selama dua hari yang diikuti seluruh sekolah diwilayah Kecanatan Cilamaya Wetan, karena pelaksanaan O2SN tingkat kabupaten mulai di buka tanggal 22 Maret mendatang,” ungkap Ano.

Ketua Panpel O2SN tingkat Kecamatan yang juga tercatat sebagai Ketua Bapoksi Olympiade

Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan ini mempertandingkan cabang olahraga sebagai diantaranya Atletik kids, Bola voli Mini, Bulu tangkis, Catur, Sepak bola mini, dan Tenis meja.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/sejarah-radiologi/